Bagi kamu yang baru mulai belajar investasi, istilah return pasti sering muncul. Return adalah salah satu hal terpenting ketika kamu ingin menilai apakah sebuah investasi menguntungkan atau tidak. Semakin kamu memahami konsep return, semakin mudah pula kamu merencanakan strategi investasi untuk jangka panjang.
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu return, jenis-jenisnya, bagaimana cara menghitungnya, serta bagaimana return memengaruhi keputusan investasi kamu. Semuanya dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pemula, pekerja kantoran, keluarga muda, hingga Gen Z.
Apa Itu Return dalam Investasi?
Secara sederhana, return adalah keuntungan atau hasil yang kamu dapatkan dari sebuah investasi. Return bisa berupa kenaikan harga (capital gain), bunga, hingga dividen.
Contoh mudahnya, jika kamu membeli saham seharga Rp1.000 dan menjualnya di harga Rp1.500, maka kamu mendapatkan return berupa capital gain sebesar Rp500.
Return dapat berbeda-beda tergantung jenis instrumen investasi seperti saham, reksa dana, obligasi, hingga deposito.
Mengapa Return Penting untuk Investor Pemula?
Memahami return sangat penting karena:
- Menunjukkan tingkat keuntungan dari suatu instrumen.
- Membantu merencanakan strategi jangka panjang sesuai tujuan finansial.
- Mengukur performa portofolio apakah naik, stagnan, atau turun.
Bagi pemula, mengetahui cara menghitung dan membaca return dapat membantu kamu memilih instrumen yang sesuai profil risiko.
Jenis-Jenis Return yang Perlu Kamu Ketahui
Ada beberapa jenis return yang umum dalam dunia investasi, di antaranya:
1. Return Realisasi (Realized Return)
Return yang sudah benar-benar kamu terima setelah menjual aset atau instrumen investasi.
2. Return Ekspektasi (Expected Return)
Return yang diperkirakan akan kamu dapatkan di masa depan berdasarkan analisis atau data historis.
3. Return Total
Gabungan dari kenaikan nilai investasi (capital gain) dan pendapatan lain seperti bunga, kupon, atau dividen.
4. Return Nominal vs Return Riil
- Return nominal: keuntungan sebelum memperhitungkan inflasi.
- Return riil: keuntungan setelah memperhitungkan inflasi. Return riil lebih mencerminkan nilai sebenarnya karena inflasi bisa menggerus nilai uang.
Faktor yang Mempengaruhi Return Investasi
Banyak faktor yang bisa memengaruhi besar kecilnya return yang kamu terima, antara lain:
- Kondisi ekonomi seperti inflasi, suku bunga, dan stabilitas politik.
- Kinerja perusahaan bagi investor saham.
- Tingkat risiko dari instrumen investasi.
- Tren pasar dan sentimen investor.
- Kebijakan pemerintah terkait perpajakan dan regulasi keuangan.
Cara Menghitung Return dengan Mudah
Untuk pemula, rumus return sederhana adalah sebagai berikut:
Return = (Nilai investasi akhir – Nilai investasi awal) / Nilai investasi awal × 100%
Contoh untuk saham:
Kamu membeli saham seharga Rp2.000 dan kini harganya Rp2.500.
Return = (2.500 – 2.000) / 2.000 × 100% = 25%
Contoh return deposito:
Kamu menabung di deposito dengan bunga 4% per tahun, maka return nominalmu adalah 4% sebelum dipotong pajak.
Return vs Risiko: Dua Hal yang Selalu Berjalan Bersama
Dalam investasi, return dan risiko adalah pasangan yang tidak bisa dipisahkan. Prinsipnya:
Semakin tinggi return yang ditawarkan, semakin tinggi risikonya.
Contoh:
- Deposito → return rendah, risiko rendah.
- Obligasi → return sedang, risiko sedang.
- Saham → return tinggi, risiko tinggi.
Pemula perlu menyesuaikan pilihan instrumen dengan profil risiko agar tidak salah ekspektasi.
Tips Memaksimalkan Return sebagai Investor Pemula
Agar return yang kamu dapatkan lebih optimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Tentukan tujuan finansial sebelum memilih instrumen.
- Diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko.
- Rutin memantau performa pasar terutama jika berinvestasi di saham.
- Hindari keputusan emosional saat pasar sedang naik-turun.
- Pahami laporan keuangan untuk membantu memilih aset berkualitas.
Manfaat Mengelola Return dan Cashflow dengan Bank Mega
Return investasi biasanya akan masuk ke rekening bank kamu atau rekening sekuritas. Bank Mega bisa membantu kamu mengelola dana hasil return agar lebih tertata dan aman.
- Aplikasi M-Smile memudahkan kamu memantau masuknya return atau dividen.
- Tabungan Bank Mega cocok sebagai tempat parkir dana sebelum reinvestasi.
- Kartu Kredit Bank Mega membantu mengatur cashflow harian tanpa mengganggu dana investasi.
- MegaPay memungkinkan kamu ubah transaksi tertentu menjadi cicilan ringan agar keuangan tetap stabil.
Return Membantu Kamu Mengambil Keputusan Investasi yang Lebih Bijak
Memahami return adalah langkah penting sebelum terjun ke dunia investasi. Dengan mengetahui jenis, cara menghitung, dan faktor yang memengaruhinya, kamu bisa membuat keputusan yang lebih bijak dan sesuai tujuan keuanganmu.
Jangan lupa kelola hasil investasi dengan baik melalui layanan digital Bank Mega agar perjalanan investasimu semakin aman dan efisien.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
