Shalat Tarawih adalah ibadah shalat sunnah khusus yang hanya ada pada malam-malam bulan Ramadhan. Hukum mengerjakannya adalah sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dilakukan, baik laki-laki maupun perempuan. Ibadah ini bisa dilakukan secara berjamaah di masjid atau sendirian di rumah. Agar shalat sah, kita wajib membaca niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut adalah panduan lengkap bacaan niat untuk makmum, imam, dan shalat sendiri.
Daftar Isi:
Suasana malam Ramadhan itu sangat khas. Setelah berbuka puasa dan shalat Isya, jalanan menuju masjid pasti ramai. Tua muda, laki-laki perempuan, semua berbondong-bondong ingin shalat Tarawih. Suara lantunan ayat suci terdengar di mana-mana. Hati rasanya sejuk sekali.
Namun, di tengah semangat itu, kadang kita suka lupa hal teknis. Misal nya bacaan niat. Karena shalat ini cuma ada setahun sekali, wajar jika kita agak lupa lafal Arab nya. Atau mungkin kamu bingung, beda tidak niat shalat sendiri dan berjamaah?
Artikel ini hadir buat bantu kamu. Simpan halaman ini di HP kamu. Jadi saat di masjid nanti, kamu tinggal buka dan baca. Yuk, kita mulai dari yang paling dasar.
Kenapa Niat Itu Penting?
Dalam Islam, niat adalah “nyawa” ibadah. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” Tanpa niat, gerakan shalat cuma jadi olahraga malam.
Tempat niat yang asli ada di hati. Saat kamu berdiri tegak dan takbir, hati kamu harus sadar: “Saya mau shalat Tarawih dua rakaat karena Allah.” Itu sudah cukup dan sah.
Tapi, ulama kita anjurkan untuk ucap kan niat dengan lisan (mulut) sebelum takbir. Guna nya untuk bantu hati biar lebih fokus dan tidak melamun. Jadi, sangat baik jika kamu hafal lafal nya.
Bacaan Niat Sebagai Makmum
Kebanyakan dari kita pasti shalat di masjid sebagai makmum (pengikut). Ini adalah bacaan yang wajib kamu tahu. Niat ini dibaca tiap kali berdiri untuk dua rakaat baru.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Sebagai Imam
Bagi kamu para ayah atau calon imam muda yang diminta pimpin shalat keluarga di rumah, ini bacaan nya. Beda nya cuma di kata “Imaman”.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Shalat Sendirian (Munfarid)
Kadang kita tidak sempat ke masjid. Mungkin karena hujan deras, sakit ringan, atau jaga anak kecil. Jangan sedih, Tarawih tetap bisa dilakukan sendiri di rumah. Pahala nya tetap besar asal ikhlas.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Catatan: Kata “Ma’muman” atau “Imaman” dihapus jika shalat sendiri.
Jangan Lupa Shalat Witir
Tarawih biasa nya ditutup dengan shalat Witir. Witir arti nya ganjil. Jumlah rakaat nya biasa nya 3 rakaat (2 rakaat salam + 1 rakaat salam).
Niat Witir 2 Rakaat (Awal)
Latin: Ushalli sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati (ma’muman/imaman) lillahi ta’ala.
Arti: “Saya niat shalat sunnah Witir dua rakaat…”
Niat Witir 1 Rakaat (Penutup)
Latin: Ushalli sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati (ma’muman/imaman) lillahi ta’ala.
Arti: “Saya niat shalat sunnah Witir satu rakaat…”
Tata Cara dan Waktu Pelaksanaan
Agar ibadah makin sempurna, pahami aturan main nya.
1. Waktu Pelaksanaan
Waktu nya mulai habis shalat Isya sampai sebelum terbit fajar (Subuh). Jadi, jika kamu ketiduran dan bangun jam 2 pagi, kamu masih boleh shalat Tarawih sendiri sebelum makan sahur.
2. Jumlah Rakaat
Ada dua pendapat umum di Indonesia:
- 11 Rakaat: 8 Tarawih + 3 Witir.
- 23 Rakaat: 20 Tarawih + 3 Witir.
Dua-dua nya sah dan punya dalil. Jangan ribut soal angka. Pilih yang sesuai kemampuan fisik dan keyakinan kamu. Yang penting khusyuk dan tumaninah (tenang), bukan cepat-cepatan.
3. Urutan Gerakan
Gerakan nya sama persis dengan shalat sunnah lain (seperti Qobliyah/Ba’diyah). Tiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Setelah salam, boleh baca dzikir atau shalawat sebelum lanjut rakaat berikut nya.
Pahala Besar Shalat Tarawih
Kenapa masjid selalu penuh? Karena janji pahala nya luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (Tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bayang kan, dosa kita setahun lalu bisa bersih cuma dengan shalat malam ini. Selain itu, jika kamu shalat berjamaah sama imam sampai selesai (termasuk witir), kamu dicatat seperti shalat semalam suntuk. Rugi banget jika absen tanpa alasan.
Ibadah Tenang, Keuangan Aman Bareng Bank Mega
Shalat itu butuh hati yang tenang. Sulit rasanya khusyuk jika pikiran melayang mikir harga beras naik atau uang belanja menipis. Ibadah dan urusan dunia memang harus sejalan.
Agar Ramadhan kamu tahun ini penuh berkah dan bebas stres, Bank Mega punya tips dan solusi praktis buat kamu.
1. Sedekah Tanpa Ribet Cari Receh
Saat jeda shalat Tarawih, biasa nya kotak amal akan lewat. Sering kali kita bingung karena tidak bawa uang tunai. Atau dompet tertinggal di rumah.
Zaman sekarang, sedekah bisa pakai HP. Gunakan aplikasi M-Smile dari Bank Mega. Kamu bisa scan kode QRIS yang ada di kotak amal atau dinding masjid. Tinggal klik, masukkan nominal, selesai. Sedekah kamu tercatat rapi, hati pun senang.
2. Stok Kebutuhan Sahur Hemat
Habis Tarawih, biasa nya ibu-ibu mampir belanja buat sahur. Harga bahan pokok jelang Lebaran pasti naik. Biar tidak pusing, belanja lah di Transmart atau Carrefour.
Gunakan Kartu Kredit Bank Mega. Kamu bisa dapat diskon 10% atau lebih. Beli sirup, biskuit, dan daging jadi jauh lebih murah. Hemat pangkal kaya, sisa uang nya bisa kamu pakai buat tambah sedekah.
3. Bukber Tanpa Ganggu Tabungan
Kadang kita shalat Tarawih di masjid mall setelah acara Buka Bersama (Bukber). Hati-hati, jangan sampai kalap. Pilih tempat makan yang kasih promo.
Bank Mega kerja sama dengan ratusan restoran enak (seperti Wendy’s, Baskin Robbins, Coffee Bean, dll). Manfaatkan diskon hingga 50% di merchant CT Corp. Kamu bisa traktir teman atau keluarga tanpa bikin kantong bolong.
Tanya Jawab (FAQ)
Q: Bolehkah shalat Tarawih pegang HP/Mushaf (baca surat)?
A: Boleh, terutama bagi yang shalat sendiri dan ingin baca surat panjang tapi belum hafal. Pastikan gerakan tidak banyak (hanya tangan).
Q: Apakah wanita lebih baik Tarawih di masjid atau rumah?
A: Wanita boleh ke masjid asalkan aman dan menutup aurat dengan baik. Tapi shalat di rumah (ruang dalam) punya nilai keutamaan tersendiri. Pilih yang paling nyaman buat kamu.
Q: Bagaimana jika datang telat dan imam sudah Witir?
A: Kamu boleh ikut imam shalat Witir dulu. Nanti setelah imam salam, kamu bangun lagi tambah rakaat untuk genapkan jadi Tarawih (jika mau). Atau shalat Tarawih sendiri di belakang, lalu Witir sendiri.
Baca juga: Niat Puasa Ramadhan: Bacaan Lengkap, Arti, dan Tata Caranya
Kesimpulan
Sahabat, shalat Tarawih adalah “kado spesial” Allah di bulan Ramadhan. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Lurus kan niat semata karena Allah. Hafal kan doa niat di atas agar hati makin mantap.
Jaga kesehatan fisik dan kesehatan dompet kamu. Gunakan layanan Bank Mega dan aplikasi M-Smile untuk bantu atur urusan dunia, supaya kamu bisa fokus total ke urusan akhirat. Selamat jalan kan ibadah Tarawih malam ini!
Jika kamu ingin tahu lebih banyak produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store
Daftar dan apply Tabungan dan Kartu Kredit Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di approve lewat sini.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
