Summary
Istilah saham pemula penting dipahami sebelum mulai investasi. Dengan tahu arti saham, emiten, lot, IHSG, dividen, capital gain, cut loss, support, resistance, dan fundamental, kamu bisa membaca info saham dengan lebih mudah. Selain itu, kamu juga bisa lebih bijak saat melihat tren pasar dan tidak asal ikut saran orang lain.
Daftar Isi
- Kenapa Istilah Saham Penting Dipahami?
- Istilah Saham Dasar untuk Pemula
- Istilah Saham Terkait Untung dan Rugi
- Istilah untuk Jenis Saham
- Istilah untuk Membaca Arah Pasar
- Istilah untuk Analisis Saham
- Tips Belajar Saham untuk Pemula
- Siapkan Dana Investasi dengan Bank Mega
- Kesimpulan
- FAQ Seputar Istilah Saham Pemula
Istilah saham pemula sering terasa asing saat baru mulai belajar investasi. Ada banyak kata yang muncul di aplikasi saham, berita pasar, media sosial, sampai grup diskusi. Contohnya, lot, emiten, IHSG, dividen, cut loss, dan fundamental.
Namun, kamu tidak perlu hafal semua istilah dalam satu waktu. Mulailah dari kata yang paling sering muncul. Dengan begitu, proses belajar saham terasa lebih ringan.
Selain itu, memahami istilah dasar bisa membantu kamu membaca info saham dengan lebih tenang. Jadi, kamu tidak mudah ikut beli atau jual hanya karena tren.
Kenapa Istilah Saham Penting Dipahami?
Pasar saham punya banyak kata khusus. Kata-kata ini dipakai untuk menjelaskan harga, jenis saham, arah pasar, untung, rugi, dan cara membaca data.
Jika belum paham istilah dasar, kamu bisa salah mengerti info yang dibaca. Misalnya, saat ada berita emiten membagi dividen, harga saham sedang bullish, atau investor melakukan cut loss.
Karena itu, istilah saham pemula perlu dipahami sejak awal. Dengan bekal ini, kamu bisa membaca berita saham dengan lebih mudah.
Meski begitu, paham istilah saham bukan berarti kamu pasti untung. Saham tetap punya risiko. Jadi, gunakan istilah ini sebagai bekal awal sebelum belajar lebih dalam.
Istilah Saham Dasar untuk Pemula
Bagian ini berisi istilah saham yang paling dasar. Biasanya, istilah ini muncul saat kamu membuka aplikasi saham atau membaca berita pasar modal.
1. Saham
Saham adalah tanda bahwa kamu punya bagian kecil dari suatu perusahaan. Saat membeli saham, kamu ikut menjadi pemilik perusahaan tersebut sesuai jumlah saham yang kamu punya.
Jika perusahaan tumbuh baik, harga saham bisa naik. Akan tetapi, jika kinerja turun atau pasar sedang lemah, harga saham juga bisa turun.
2. Emiten
Emiten adalah perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal. Saat kamu membeli saham suatu emiten, artinya kamu membeli bagian kecil dari perusahaan itu.
Biasanya, perusahaan menerbitkan saham untuk mendapat dana dari investor. Dana ini dapat dipakai untuk usaha, ekspansi, atau kebutuhan bisnis lain.
3. IHSG
IHSG adalah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks ini sering dipakai untuk melihat arah pasar saham di Indonesia secara umum.
Saat IHSG naik, pasar sering disebut sedang menguat. Sebaliknya, saat IHSG turun, pasar sering disebut sedang melemah. Meski begitu, tidak semua saham selalu bergerak sama dengan IHSG.
4. Lot
Lot adalah satuan beli saham. Di Indonesia, 1 lot berisi 100 lembar saham.
Contohnya, jika harga saham Rp1.000 per lembar, maka modal untuk membeli 1 lot adalah Rp100.000. Namun, jumlah ini belum termasuk biaya transaksi.
5. Portofolio
Portofolio adalah kumpulan aset yang kamu punya. Dalam saham, portofolio bisa berisi beberapa saham dari emiten yang berbeda.
Dengan portofolio yang rapi, kamu bisa melihat saham mana yang sedang untung, rugi, atau perlu dicek ulang.
Istilah Saham Terkait Untung dan Rugi
Dalam saham, ada beberapa istilah yang sering dipakai untuk bicara soal hasil investasi. Ada yang terkait untung, ada juga yang terkait rugi.
6. Dividen
Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Namun, tidak semua emiten membagikan dividen.
Ada perusahaan yang memilih membagi laba. Di sisi lain, ada juga perusahaan yang memakai laba untuk mengembangkan bisnis lebih dulu.
7. Capital Gain
Capital gain adalah untung dari selisih harga jual dan harga beli saham. Misalnya, kamu membeli saham di harga Rp1.000, lalu menjualnya di harga Rp1.200.
Selisih Rp200 per lembar itulah yang disebut capital gain. Namun, hasil akhir tetap perlu dikurangi biaya transaksi.
8. Capital Loss
Capital loss adalah rugi karena harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya, kamu membeli saham di harga Rp1.000, lalu menjualnya di harga Rp800.
Dengan kata lain, selisih turun itu menjadi rugi. Hal ini bisa terjadi karena harga saham turun, pasar melemah, atau kinerja emiten kurang baik.
9. Cut Loss
Cut loss adalah langkah menjual saham saat harga turun untuk membatasi rugi. Cara ini dipakai agar rugi tidak makin besar.
Meski begitu, cut loss perlu rencana. Jangan hanya menjual karena panik. Sebaiknya, tentukan batas rugi sejak awal agar keputusan lebih jelas.
10. Take Profit
Take profit adalah langkah menjual saham saat harga sudah naik untuk mengunci untung. Tujuannya agar untung yang sudah ada tidak hilang saat harga turun lagi.
Selain itu, take profit juga perlu target. Misalnya, kamu sudah menentukan target untung 10% atau 15% sejak awal.
Istilah untuk Jenis Saham
Selain istilah dasar, kamu juga akan sering mendengar jenis saham. Biasanya, jenis ini dibedakan dari ukuran perusahaan, risiko, dan gerak harga.
11. Blue Chip
Blue chip adalah saham dari perusahaan besar yang sudah mapan. Umumnya, perusahaan ini punya kinerja yang cukup stabil dan dikenal luas.
Bagi pemula, saham blue chip sering dianggap lebih mudah dipelajari karena datanya lebih banyak tersedia. Namun, saham blue chip tetap punya risiko harga turun.
12. Second Liner
Second liner adalah saham dari perusahaan menengah. Saham ini bisa punya peluang tumbuh, tetapi risikonya biasanya lebih tinggi daripada blue chip.
Sebelum membeli saham second liner, pelajari dulu bisnis, laporan keuangan, dan arah industrinya. Dengan begitu, keputusan beli tidak hanya didasari tren.
13. Third Liner
Third liner adalah saham dari perusahaan yang lebih kecil atau kurang ramai diperdagangkan. Harga saham ini bisa bergerak sangat cepat, baik naik maupun turun.
Karena risikonya lebih tinggi, pemula perlu lebih hati-hati. Jangan asal ikut ajakan beli tanpa paham alasan di baliknya.
Istilah untuk Membaca Arah Pasar
Pasar saham bisa bergerak naik, turun, atau datar. Untuk menjelaskan arah pasar, ada beberapa istilah yang sering dipakai.
14. Bullish
Bullish adalah kondisi saat harga saham atau pasar sedang cenderung naik. Pada kondisi ini, banyak pelaku pasar merasa lebih yakin dan minat beli bisa naik.
Namun, bullish bukan jaminan harga akan terus naik. Tetap cek data dan jangan membeli hanya karena suasana pasar sedang ramai.
15. Bearish
Bearish adalah kondisi saat harga saham atau pasar sedang cenderung turun. Pada kondisi ini, pelaku pasar bisa lebih hati-hati karena pasar sedang lemah.
Saat bearish, pemula sebaiknya tidak panik. Sebaliknya, gunakan waktu ini untuk belajar, cek ulang saham yang dimiliki, dan pastikan keputusan tetap sesuai rencana.
16. Volume
Volume adalah jumlah saham yang diperdagangkan dalam waktu tertentu. Volume bisa membantu melihat ramai atau tidaknya transaksi pada suatu saham.
Jika harga naik dengan volume besar, banyak orang sedang aktif membeli atau menjual saham tersebut. Namun, volume tetap perlu dibaca bersama data lain.
Istilah untuk Analisis Saham
Untuk memilih saham, investor biasanya memakai analisis. Ada istilah yang sering dipakai saat membaca grafik atau melihat kinerja perusahaan.
17. Fundamental
Fundamental adalah kondisi dasar perusahaan. Biasanya, hal ini dilihat dari laba, utang, penjualan, arus kas, dan rencana bisnis.
Jika fundamental perusahaan baik, investor bisa lebih percaya untuk menyimpan saham dalam jangka panjang. Meski begitu, harga saham tetap bisa naik dan turun dalam jangka pendek.
18. Support
Support adalah area harga yang dianggap cukup kuat untuk menahan penurunan. Pada area ini, minat beli bisa muncul karena harga dinilai lebih menarik.
Namun, support bukan garis yang pasti. Harga tetap bisa turun melewati area support jika tekanan jual kuat.
19. Resistance
Resistance adalah area harga yang dianggap cukup kuat untuk menahan kenaikan. Pada area ini, sebagian investor bisa mulai menjual saham untuk ambil untung.
Jika harga mampu naik melewati resistance dengan kuat, saham bisa lanjut naik. Akan tetapi, tetap cek data lain sebelum mengambil keputusan.
20. Average Down
Average down adalah strategi membeli lagi saat harga saham turun agar harga beli rata-rata menjadi lebih rendah.
Strategi ini perlu hati-hati. Jangan average down hanya karena harga turun. Pastikan kamu paham alasan turunnya harga dan kondisi emiten masih layak.
21. Average Up
Average up adalah strategi membeli lagi saat harga saham naik. Biasanya, cara ini dilakukan saat investor yakin tren naik masih kuat.
Meski begitu, tetap ada risiko. Harga bisa saja turun setelah kamu menambah beli. Karena itu, tetap pakai rencana dan batas risiko.
Tips Belajar Saham untuk Pemula
Setelah memahami istilah saham pemula, langkah berikutnya adalah belajar dengan pelan. Jangan buru-buru menaruh uang besar jika belum paham cara kerjanya.
1. Mulai dari istilah dasar
Pahami dulu kata-kata yang sering muncul. Misalnya, saham, lot, emiten, dividen, IHSG, dan capital gain.
Jika istilah dasar sudah paham, kamu akan lebih mudah membaca berita dan isi aplikasi saham.
2. Gunakan uang dingin
Uang dingin adalah uang yang tidak dipakai untuk kebutuhan harian. Jadi, jangan memakai uang makan, uang sewa, dana sekolah, atau dana jaga-jaga untuk saham.
Saham bisa naik dan turun. Karena itu, dana yang dipakai harus benar-benar siap menghadapi risiko.
3. Jangan ikut-ikutan
Jangan membeli saham hanya karena ramai dibahas. Pelajari dulu emiten, bisnis, risiko, dan alasan kamu membeli saham tersebut.
Jika hanya ikut orang lain, kamu bisa panik saat harga turun. Akibatnya, keputusan jual atau beli jadi kurang terarah.
4. Catat alasan membeli saham
Sebelum membeli saham, tulis alasanmu. Misalnya, karena kinerja perusahaan baik, harga sedang menarik, atau saham cocok untuk tujuan jangka panjang.
Catatan ini bisa membantu kamu saat perlu meninjau ulang keputusan. Dengan begitu, kamu tidak hanya bergantung pada rasa takut atau euforia pasar.
5. Belajar dari jumlah kecil
Untuk pemula, mulai dari jumlah kecil bisa lebih aman. Tujuannya adalah belajar dulu, bukan langsung mengejar untung besar.
Seiring waktu, kamu bisa menambah dana jika sudah lebih paham dan uang lebih siap. Namun, tetap pastikan dana utama tidak terganggu.
Siapkan Dana Investasi dengan Bank Mega
Sebelum mulai investasi saham, pastikan uang harian, tabungan, dan dana jaga-jaga sudah tertata. Dengan dasar uang yang rapi, kamu bisa lebih tenang saat belajar saham.
Layanan Bank Mega bisa membantu kamu mengelola uang sesuai kebutuhan. Melalui M-Smile, kamu bisa cek saldo, cek mutasi, bayar tagihan, dan melihat uang masuk atau keluar dari ponsel. Dengan begitu, dana untuk kebutuhan harian dan dana yang disiapkan untuk investasi bisa lebih mudah dipantau.
Selain itu, kamu juga bisa memakai produk tabungan Bank Mega untuk memisahkan dana sesuai tujuan. Jika uang harian lebih tertata, kamu bisa lebih disiplin menyiapkan dana belajar investasi tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Kesimpulan
Istilah saham pemula penting dipahami sebelum kamu mulai investasi saham. Beberapa istilah yang perlu kamu tahu antara lain saham, emiten, IHSG, lot, dividen, capital gain, capital loss, cut loss, take profit, support, resistance, volume, dan fundamental.
Dengan memahami istilah ini, kamu bisa membaca info saham dengan lebih mudah. Selain itu, kamu juga bisa lebih hati-hati saat melihat tren, berita, atau ajakan beli saham.
Namun, istilah saja belum cukup. Tetap pelajari risiko, gunakan uang dingin, dan mulai dari jumlah kecil. Dengan cara ini, belajar saham bisa terasa lebih aman dan terarah.
Baca juga: Apa yang Dimaksud Emiten? Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya
FAQ Seputar Istilah Saham Pemula
1. Apa saja istilah saham pemula yang wajib tahu?
Beberapa istilah yang wajib tahu adalah saham, emiten, IHSG, lot, dividen, capital gain, capital loss, cut loss, take profit, bullish, bearish, support, resistance, volume, dan fundamental.
2. Apa itu saham?
Saham adalah tanda kepemilikan atas bagian kecil dari suatu perusahaan. Saat membeli saham, kamu ikut memiliki perusahaan tersebut sesuai jumlah saham yang dibeli.
3. Apa itu emiten?
Emiten adalah perusahaan atau pihak yang menerbitkan saham di pasar modal. Investor bisa membeli saham emiten melalui bursa.
4. Apa itu lot dalam saham?
Lot adalah satuan beli saham. Di Indonesia, 1 lot berisi 100 lembar saham.
5. Apa bedanya capital gain dan dividen?
Capital gain adalah untung dari selisih harga beli dan harga jual saham. Sementara itu, dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.
6. Apa itu cut loss?
Cut loss adalah langkah menjual saham saat harga turun untuk membatasi rugi agar tidak makin besar.
7. Apa itu support dan resistance?
Support adalah area harga yang dianggap kuat menahan penurunan. Resistance adalah area harga yang dianggap kuat menahan kenaikan.
8. Apakah pemula harus langsung membeli saham?
Tidak harus. Pemula sebaiknya belajar istilah dasar, memahami risiko, menyiapkan uang dingin, dan mulai dari jumlah kecil jika sudah siap.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan di 08041500010, atau download aplikasi M-Smile di App Store dan Play Store. Lewat M-Smile, kamu juga bisa daftar dan apply Tabungan Bank Mega serta Kartu Kredit Bank Mega dengan lebih mudah.
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
