Keputusan resign dari pekerjaan dapat membawa perubahan cukup besar terhadap kondisi keuangan. Jika sebelumnya Anda menerima gaji secara rutin setiap bulan, setelah berhenti bekerja pemasukan tersebut bisa berkurang atau bahkan berhenti sementara sampai mendapatkan pekerjaan atau sumber penghasilan baru.
Di sisi lain, berbagai pengeluaran tetap berjalan. Biaya makan, tempat tinggal, transportasi, listrik, cicilan, hingga kebutuhan kesehatan masih perlu dipenuhi. Karena itu, keuangan setelah resign sebaiknya segera diatur ulang agar dana yang tersedia dapat digunakan secara lebih terencana selama masa transisi.
Mulai dari mengevaluasi tabungan, mengatur dana darurat, hingga mencari sumber penghasilan sementara, berikut langkah-langkah yang dapat Anda pertimbangkan setelah mengundurkan diri dari pekerjaan.
Summary
- Setelah resign, anggaran perlu disesuaikan karena penghasilan rutin dapat berkurang atau berhenti sementara.
- Hitung tabungan, dana darurat, cicilan, dan pengeluaran bulanan untuk mengetahui berapa lama dana dapat bertahan.
- Prioritaskan kebutuhan pokok dan kurangi pengeluaran yang masih dapat ditunda selama masa transisi.
- Gunakan dana darurat secara bertahap dan hindari menjadikannya sumber dana untuk kebutuhan konsumtif.
- Pertimbangkan penghasilan sementara seperti freelance atau pekerjaan sampingan sambil mencari pekerjaan baru.
Daftar Isi
- Kenapa Keuangan Perlu Diatur Ulang Setelah Resign?
- Cek Kondisi Keuangan Setelah Resign
- Buat Anggaran Khusus selama Masa Transisi
- Kelola Dana Darurat dengan Bijak
- Atur Cicilan dan Tagihan agar Tidak Membebani Keuangan
- Manfaatkan Dana yang Diterima Setelah Resign dengan Tepat
- Cari Sumber Penghasilan Sementara Selama Belum Bekerja
- Jangan Lupakan Perlindungan dan Kebutuhan Jangka Panjang
- Kesalahan Mengatur Keuangan Setelah Resign yang Sebaiknya Dihindari
- Kapan Kondisi Keuangan Siap untuk Career Break?
- Atur Keuangan Setelah Resign agar Masa Transisi Tetap Terkendali
- FAQ Seputar Keuangan Setelah Resign
Kenapa Keuangan Perlu Diatur Ulang Setelah Resign?
Kondisi finansial sebelum dan setelah berhenti bekerja bisa sangat berbeda. Anggaran yang sebelumnya terasa aman belum tentu cocok digunakan ketika pemasukan rutin sudah tidak tersedia.
1. Penghasilan Rutin Bisa Berhenti Sementara
Gaji bulanan biasanya menjadi sumber utama untuk membayar kebutuhan sehari-hari. Ketika resign tanpa langsung berpindah ke pekerjaan baru, sumber penghasilan tersebut dapat terhenti sementara.
Karena itu, pola pengeluaran perlu disesuaikan dengan jumlah dana yang tersedia, bukan lagi berdasarkan pendapatan bulanan sebelumnya.
2. Pengeluaran Tetap Berjalan Setiap Bulan
Berhenti bekerja tidak otomatis menghentikan pengeluaran. Kebutuhan seperti makanan, tempat tinggal, listrik, internet, cicilan, dan transportasi masih perlu dibayar.
Membuat daftar pengeluaran tetap dapat membantu Anda mengetahui kebutuhan minimum yang harus dipenuhi selama belum memiliki pemasukan rutin.
3. Masa Transisi Kerja Bisa Berlangsung Lebih Lama dari Perkiraan
Proses mendapatkan pekerjaan baru tidak selalu berjalan sesuai target. Tahapan mencari lowongan, mengirim lamaran, wawancara, hingga menerima penawaran dapat membutuhkan waktu.
Karena itu, sebaiknya gunakan asumsi yang cukup konservatif ketika memperkirakan kebutuhan dana selama masa transisi.
Cek Kondisi Keuangan Setelah Resign
Langkah pertama dalam mengatur keuangan setelah resign adalah mengetahui posisi finansial Anda secara keseluruhan.
1. Hitung Saldo Tabungan dan Dana Darurat
Catat jumlah dana yang mudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk saldo tabungan dan dana darurat. Pisahkan dana yang memang dapat digunakan selama masa transisi dari dana yang memiliki tujuan lain.
2. Catat Seluruh Pengeluaran Bulanan
Buat daftar seluruh pengeluaran, mulai dari kebutuhan pokok hingga pengeluaran sekunder. Anda dapat menggunakan catatan transaksi beberapa bulan sebelumnya sebagai referensi.
Setelah itu, kelompokkan pengeluaran menjadi kebutuhan wajib, kebutuhan yang masih bisa dikurangi, dan kebutuhan yang dapat dihentikan sementara.
3. Identifikasi Cicilan dan Kewajiban yang Masih Berjalan
Catat cicilan rumah, kendaraan, kartu kredit, pinjaman, biaya sekolah, maupun kewajiban rutin lainnya. Jangan hanya menghitung pengeluaran sehari-hari karena cicilan dapat mengambil porsi besar dari anggaran.
4. Perkirakan Berapa Lama Dana yang Dimiliki Bisa Bertahan
Anda dapat memperkirakan kemampuan dana dengan membandingkan total dana yang tersedia dengan kebutuhan bulanan minimum.
Misalnya, apabila dana yang tersedia sebesar Rp30 juta dan pengeluaran minimum sekitar Rp5 juta per bulan, secara sederhana dana tersebut dapat menopang kebutuhan sekitar enam bulan. Namun, tetap sediakan ruang untuk biaya tidak terduga.
Buat Anggaran Khusus selama Masa Transisi
Anggaran setelah resign sebaiknya berbeda dengan saat masih menerima gaji tetap. Fokus utama adalah menjaga dana tersedia cukup sampai pemasukan kembali stabil.
1. Prioritaskan Kebutuhan Pokok
Utamakan kebutuhan seperti makanan, tempat tinggal, utilitas, transportasi, kesehatan, dan kewajiban keluarga. Pastikan pos tersebut memperoleh alokasi terlebih dahulu sebelum merencanakan kebutuhan lainnya.
2. Kurangi Pengeluaran yang Bisa Ditunda
Evaluasi biaya hiburan, belanja impulsif, langganan yang jarang digunakan, makan di luar, maupun pembelian barang yang belum mendesak.
Tidak semua pengeluaran harus dihentikan, tetapi menyesuaikan gaya hidup dapat membantu dana bertahan lebih lama.
3. Tetapkan Batas Pengeluaran Mingguan atau Bulanan
Buat batas pengeluaran agar penggunaan dana lebih mudah dikontrol. Sebagian orang lebih nyaman menggunakan batas mingguan karena lebih mudah mengevaluasi pengeluaran dalam periode yang pendek.
4. Sisihkan Dana untuk Keperluan Mencari Kerja
Proses mencari pekerjaan juga dapat membutuhkan biaya, misalnya transportasi untuk wawancara, koneksi internet, mengikuti pelatihan, atau memperbarui portofolio.
Masukkan kebutuhan tersebut dalam anggaran agar tidak mengambil dana dari pos kebutuhan pokok secara mendadak.
Kelola Dana Darurat dengan Bijak
Jika Anda memiliki dana darurat, periode tanpa penghasilan merupakan salah satu kondisi ketika dana tersebut dapat berperan penting. Namun, penggunaannya tetap perlu dikendalikan.
1. Gunakan Dana Darurat untuk Kebutuhan yang Benar-Benar Penting
Prioritaskan dana darurat untuk kebutuhan pokok dan situasi yang memang tidak dapat ditunda. Hindari menggunakannya untuk belanja konsumtif yang tidak berkaitan dengan kebutuhan selama masa transisi.
2. Hindari Menghabiskan Dana dalam Waktu Singkat
Jangan menganggap seluruh saldo dana darurat sebagai uang yang bebas digunakan. Tetapkan jumlah penggunaan per bulan berdasarkan kebutuhan minimum.
3. Pantau Sisa Dana secara Berkala
Lakukan evaluasi setiap minggu atau bulan. Bandingkan pengeluaran aktual dengan anggaran untuk mengetahui apakah dana berkurang lebih cepat dari perkiraan.
4. Susun Rencana Mengisi Kembali Dana Darurat setelah Mendapat Penghasilan
Setelah mendapatkan pekerjaan atau sumber penghasilan baru, dana darurat yang terpakai dapat dibangun kembali secara bertahap.
Tetapkan alokasi khusus setiap menerima pendapatan agar cadangan finansial kembali terbentuk.
Atur Cicilan dan Tagihan agar Tidak Membebani Keuangan
Cicilan dan tagihan perlu mendapatkan perhatian khusus karena tetap jatuh tempo meskipun Anda sedang tidak memiliki pekerjaan tetap.
1. Buat Daftar Tagihan berdasarkan Jatuh Tempo
Susun kalender pembayaran agar tidak ada kewajiban yang terlewat. Catat tanggal jatuh tempo serta perkiraan nominal masing-masing tagihan.
2. Prioritaskan Pembayaran Kewajiban Utama
Pastikan kewajiban penting masuk dalam prioritas anggaran. Hindari menggunakan dana yang sudah dialokasikan untuk cicilan bagi kebutuhan lain yang masih dapat ditunda.
3. Hindari Menambah Cicilan Baru selama Belum Memiliki Penghasilan Tetap
Menambah kewajiban baru ketika arus pemasukan belum stabil dapat memperbesar beban keuangan pada bulan berikutnya.
Jika pembelian dapat ditunda sampai mendapatkan penghasilan kembali, pertimbangkan untuk menundanya terlebih dahulu.
4. Sesuaikan Penggunaan Kartu Kredit dengan Kemampuan Membayar
Kartu kredit tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan, tetapi transaksinya perlu disesuaikan dengan kemampuan pembayaran. Hindari menggunakan kartu kredit sebagai pengganti penghasilan untuk membiayai seluruh kebutuhan sehari-hari.
Perhatikan tagihan dan tanggal jatuh tempo agar kewajiban pembayaran tetap terkendali.
Manfaatkan Dana yang Diterima Setelah Resign dengan Tepat
Setelah mengakhiri hubungan kerja, Anda mungkin menerima sejumlah dana sesuai hak, kebijakan perusahaan, dan kondisi hubungan kerja. Jika menerima dana tersebut, penggunaannya perlu direncanakan.
1. Pisahkan Dana untuk Kebutuhan Masa Transisi
Tentukan berapa bagian dana yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari selama belum memiliki pemasukan rutin. Pisahkan dari rekening yang biasa digunakan untuk pengeluaran konsumtif jika diperlukan.
2. Jangan Langsung Menggunakan Seluruh Dana untuk Kebutuhan Konsumtif
Dana yang diterima dalam jumlah besar dapat menimbulkan kesan bahwa kondisi keuangan sedang cukup longgar. Padahal, dana tersebut mungkin perlu menopang kebutuhan selama beberapa bulan.
3. Tentukan Prioritas sebelum Menggunakan Dana yang Diterima
Urutkan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya. Kebutuhan pokok, cicilan, perlindungan kesehatan, dan biaya mencari pekerjaan sebaiknya mendapat prioritas lebih tinggi dibandingkan pembelian yang dapat ditunda.
4. Sisihkan Sebagian sebagai Cadangan jika Memungkinkan
Jika jumlah dana memungkinkan, pertahankan sebagian sebagai cadangan untuk kondisi tidak terduga. Hindari mengalokasikan seluruh dana sejak awal.
Cari Sumber Penghasilan Sementara Selama Belum Bekerja
Selain mengurangi pengeluaran, mendapatkan tambahan pemasukan dapat membantu memperpanjang kemampuan dana selama masa transisi.
1. Mengambil Proyek Freelance
Jika memiliki keahlian tertentu, Anda dapat mencari proyek freelance yang sesuai, misalnya desain, penulisan, pemasaran digital, administrasi, konsultasi, atau pekerjaan berbasis proyek lainnya.
2. Menjalankan Pekerjaan Sampingan
Pekerjaan sampingan dengan waktu fleksibel dapat menjadi alternatif sambil tetap mengikuti proses rekrutmen. Pilih pekerjaan yang tidak menghambat prioritas utama Anda.
3. Menjual Jasa sesuai Keahlian
Keahlian yang sebelumnya digunakan saat bekerja dapat dikembangkan menjadi jasa. Contohnya mengajar, menerjemahkan, membuat desain, mengelola media sosial, hingga memberikan layanan profesional lain sesuai kompetensi.
4. Memanfaatkan Aset atau Keterampilan yang Dimiliki
Evaluasi aset atau kemampuan yang dapat menghasilkan pemasukan tanpa membutuhkan modal terlalu besar. Hindari mengambil keputusan yang memiliki risiko finansial tinggi hanya untuk mengejar pendapatan jangka pendek.
Jangan Lupakan Perlindungan dan Kebutuhan Jangka Panjang
Fokus pada kebutuhan harian memang penting, tetapi beberapa aspek jangka panjang tetap perlu diperhatikan selama masa transisi.
1. Periksa Status Jaminan Kesehatan
Setelah resign, periksa apakah perlindungan kesehatan yang sebelumnya diperoleh melalui perusahaan masih berlaku. Cari tahu langkah yang diperlukan agar perlindungan kesehatan tetap aktif sesuai kebutuhan.
2. Tetap Sisihkan Dana untuk Kebutuhan Tidak Terduga
Jangan menghabiskan seluruh anggaran hingga tidak menyisakan ruang untuk kondisi mendadak seperti kebutuhan kesehatan, perbaikan kendaraan, atau keperluan keluarga.
3. Tunda Target Finansial yang Kurang Mendesak jika Diperlukan
Beberapa target seperti liburan, membeli gadget baru, atau renovasi rumah dapat ditunda sementara jika kondisi arus kas belum stabil.
Menunda bukan berarti membatalkan. Anda dapat melanjutkan target tersebut setelah mendapatkan sumber penghasilan kembali.
4. Evaluasi Kembali Rencana Keuangan Jangka Panjang
Perubahan pekerjaan dapat memengaruhi target menabung, investasi, pendidikan, atau pembelian aset. Evaluasi kembali target dan sesuaikan waktunya dengan kondisi terbaru.
Kesalahan Mengatur Keuangan Setelah Resign yang Sebaiknya Dihindari
1. Tetap Mempertahankan Gaya Hidup seperti Saat Masih Bekerja
Pengeluaran yang sesuai ketika masih menerima gaji belum tentu ideal ketika pemasukan berhenti. Sesuaikan gaya hidup dengan kondisi arus kas yang baru.
2. Menggunakan Tabungan Tanpa Anggaran
Mengambil dana sedikit demi sedikit tanpa pencatatan dapat membuat saldo berkurang lebih cepat dari perkiraan. Tetapkan batas penggunaan secara jelas.
3. Mengandalkan Kartu Kredit untuk Menutup Seluruh Pengeluaran
Membiayai seluruh kebutuhan dengan kartu kredit dapat memindahkan masalah arus kas ke bulan berikutnya. Gunakan kartu kredit secara terukur dan pastikan terdapat dana untuk memenuhi kewajibannya.
4. Menghabiskan Dana Cadangan untuk Kebutuhan Konsumtif
Dana cadangan sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan penting selama masa transisi, bukan digunakan untuk mempertahankan pola belanja sebelum resign.
5. Tidak Menyiapkan Rencana Penghasilan Berikutnya
Penghematan saja memiliki batas. Tetap siapkan rencana mencari pekerjaan, membangun usaha, atau memperoleh sumber pendapatan lain agar kondisi finansial dapat kembali stabil.
Kapan Kondisi Keuangan Siap untuk Career Break?
Career break berbeda dengan periode menganggur tanpa perencanaan. Jika ingin mengambil jeda dari pekerjaan, kondisi keuangan sebaiknya sudah diperhitungkan terlebih dahulu.
1. Memiliki Dana untuk Membiayai Kebutuhan selama Masa Istirahat
Hitung biaya hidup selama periode career break dan sediakan cadangan untuk kondisi tidak terduga. Jangan hanya menghitung kebutuhan dasar jika selama masa istirahat Anda juga memiliki rencana seperti belajar atau bepergian.
2. Cicilan dan Kewajiban Masih Terkendali
Pastikan cicilan dapat tetap dibayar tanpa harus menambah utang baru. Semakin besar kewajiban bulanan, semakin besar dana yang perlu disiapkan sebelum mengambil career break.
3. Memiliki Rencana yang Jelas setelah Career Break
Tentukan tujuan dari career break, durasi, serta rencana setelah periode tersebut selesai. Misalnya kembali mencari pekerjaan, melakukan career switch, atau memulai usaha.
Rencana yang jelas dapat membantu Anda memperkirakan berapa banyak dana yang perlu disiapkan.
Atur Keuangan Setelah Resign agar Masa Transisi Tetap Terkendali
Mengatur keuangan setelah resign membutuhkan penyesuaian karena kondisi pemasukan dapat berubah sementara pengeluaran tetap berjalan. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengetahui jumlah dana yang tersedia, mencatat pengeluaran, dan membuat anggaran khusus selama masa transisi.
Gunakan dana darurat secara terukur, prioritaskan cicilan dan kebutuhan utama, serta hindari menambah kewajiban baru jika belum memiliki pendapatan tetap. Apabila memungkinkan, cari sumber penghasilan sementara untuk membantu menjaga arus kas sambil mencari pekerjaan berikutnya.
Keputusan resign tidak harus membuat kondisi finansial menjadi tidak terkontrol. Dengan perencanaan, disiplin terhadap anggaran, dan strategi mendapatkan penghasilan berikutnya, masa transisi dapat dijalani dengan lebih terarah.
Setelah resign, mengatur dana yang tersedia menjadi semakin penting karena pemasukan rutin bisa berhenti sementara. Untuk membantu memisahkan dana darurat, kebutuhan hidup bulanan, dan pengeluaran selama masa transisi, Anda dapat memanfaatkan Tabungan Bank Mega sebagai bagian dari pengelolaan keuangan sehari-hari. Dengan menyimpan dana sesuai tujuan dan memantau penggunaannya secara berkala, Anda dapat menjaga arus kas tetap lebih teratur sambil mempersiapkan langkah karier atau sumber penghasilan berikutnya.
Baca Juga: Impulsif adalah? Cara Menghindari Keputusan Tergesa-gesa
FAQ Seputar Keuangan Setelah Resign
1. Apa yang harus dilakukan terhadap keuangan setelah resign?
Langkah pertama adalah mengevaluasi tabungan, dana darurat, pengeluaran bulanan, cicilan, dan kewajiban lainnya. Setelah itu, buat anggaran baru yang memprioritaskan kebutuhan utama selama belum memiliki pemasukan rutin.
2. Apakah dana darurat boleh digunakan setelah resign?
Dana darurat dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan penting ketika penghasilan rutin berhenti. Namun, penggunaannya sebaiknya tetap dibatasi dan dipantau agar dana tidak habis terlalu cepat.
3. Bagaimana menghemat pengeluaran setelah resign?
Prioritaskan kebutuhan pokok, kurangi pengeluaran yang dapat ditunda, evaluasi langganan yang tidak diperlukan, serta tetapkan batas pengeluaran mingguan atau bulanan.
4. Apakah sebaiknya menggunakan kartu kredit setelah resign?
Kartu kredit dapat tetap digunakan secara terukur jika Anda memiliki kemampuan membayar tagihannya. Hindari menjadikannya sebagai sumber dana utama untuk menutup seluruh kebutuhan ketika belum memiliki penghasilan tetap.
5. Bagaimana mengetahui dana setelah resign cukup untuk berapa lama?
Hitung total dana yang tersedia kemudian bandingkan dengan kebutuhan minimum bulanan. Misalnya, jika tersedia Rp24 juta dan kebutuhan minimum Rp4 juta per bulan, secara sederhana dana dapat bertahan sekitar enam bulan. Tetap pertimbangkan kebutuhan tak terduga dan kemungkinan masa pencarian kerja lebih panjang.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
