Bagi Anda yang belum sempat menontonnya di bioskop, Para Perasuk kini dapat menjadi salah satu pilihan film Indonesia untuk masuk ke daftar tontonan di Netflix. Film garapan Wregas Bhanuteja ini mulai tersedia di Netflix Indonesia pada 27 Agustus 2026 setelah sebelumnya hadir di layar lebar pada April 2026.
Para Perasuk menawarkan pendekatan yang cukup berbeda terhadap fenomena kerasukan. Jika kerasukan sering menjadi sumber ketakutan dalam film Indonesia, di film ini pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari tradisi, hiburan, dan kehidupan bersama masyarakat Desa Latas.
Di tengah tradisi tersebut, seorang pemuda bernama Bayu mempunyai ambisi menjadi perasuk. Keinginannya kemudian bertemu dengan persoalan yang jauh lebih besar ketika mata air yang menjadi bagian penting dari kehidupan desa terancam oleh pembangunan.
Dibintangi Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, dan Indra Birowo, film ini juga memiliki perjalanan internasional sebelum akhirnya dinikmati penonton Indonesia. Para Perasuk melakukan world premiere di Sundance Film Festival 2026 dan masuk dalam World Cinema Dramatic Competition.
Berikut sinopsis film Para Perasuk, daftar pemain, durasi, hingga berbagai fakta menarik di balik pembuatannya.
Daftar Isi
- Film Para Perasuk Tayang di Netflix Mulai Kapan?
- Sinopsis Film Para Perasuk
- Siapa Sutradara Film Para Perasuk?
- Daftar Pemain Film Para Perasuk dan Karakternya
- Fakta Menarik Film Para Perasuk
- Genre dan Durasi Film Para Perasuk
- Apa yang Membuat Cerita Para Perasuk Berbeda?
- Kenapa Para Perasuk Menarik untuk Ditonton?
- Cara Nonton Para Perasuk di Netflix
- Nonton Film Netflix Makin Asyik dengan Kemudahan Transaksi dari Bank Mega
Film Para Perasuk Tayang di Netflix Mulai Kapan?
1. Para Perasuk Tayang di Netflix Sejak 27 Agustus 2026
Film Para Perasuk mulai tayang melalui Netflix Indonesia pada 27 Agustus 2026. Kehadiran tersebut memberikan kesempatan bagi penonton yang belum sempat menyaksikannya di bioskop untuk menikmati film ini melalui layanan streaming.
Di Netflix, Para Perasuk tercantum sebagai film Indonesia tahun 2026. Netflix mengategorikannya dalam genre drama serta memberikan sejumlah label seperti sureal, psikologis, supernatural, dan dunia magis.
Sinopsis Netflix menggambarkan Bayu sebagai seorang pemuda yang ingin menjadi perasuk, yaitu medium yang menjadi perantara roh untuk menghibur warga. Di sisi lain, ayah Bayu justru menginginkannya meninggalkan desa dan pergi ke Jakarta.
Perbedaan keinginan tersebut menjadi salah satu konflik yang mendorong perjalanan Bayu sepanjang cerita.
2. Sebelumnya Tayang di Bioskop Indonesia pada April 2026
Sebelum hadir melalui streaming, Para Perasuk telah lebih dulu dirilis di bioskop Indonesia pada 23 April 2026.
Penayangan bioskop tersebut berlangsung setelah film lebih dahulu diperkenalkan kepada penonton internasional di Sundance Film Festival pada awal 2026.
Dengan demikian, perjalanan Para Perasuk cukup panjang. Film ini bergerak dari forum dan festival internasional, menuju bioskop Indonesia, kemudian akhirnya hadir di Netflix sekitar empat bulan setelah perilisan layar lebarnya.
Sinopsis Film Para Perasuk
Para Perasuk membawa penonton menuju Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang mempunyai tradisi turun-temurun bernama Pesta Sambetan atau pesta kerasukan.
Bagi masyarakat Desa Latas, kerasukan bukan hanya sesuatu yang menakutkan. Pesta tersebut menjadi hiburan sekaligus pengalaman komunal ketika para peserta, yang disebut Pelamun, dirasuki roh dan memasuki pengalaman yang berbeda dari kehidupan sehari-hari.
Di tengah masyarakat itu hidup Bayu, pemuda berusia sekitar 20 tahun yang mempunyai keinginan besar menjadi seorang Perasuk.
Bayu ingin menguasai kemampuan menjadi perantara dalam Pesta Sambetan. Salah satu modal yang dimilikinya adalah kemampuannya memainkan alat musik tiup bernama selompret.
Namun, ambisi Bayu bukan satu-satunya persoalan dalam cerita.
Mata air keramat yang memiliki hubungan penting dengan tradisi dan kehidupan warga Desa Latas terancam diambil alih untuk kepentingan pembangunan. Bayu kemudian bertekad menjadi Perasuk Utama dan membantu menyelenggarakan pesta besar untuk mengumpulkan dana demi mempertahankan mata air tersebut.
Di saat yang sama, ayah Bayu mempunyai pandangan berbeda mengenai masa depan anaknya. Ia ingin Bayu meninggalkan desa dan mencoba kehidupan baru di Jakarta.
Perjalanan tersebut membuat Bayu berhadapan dengan pertanyaan mengenai ambisi, tradisi, keluarga, identitas, dan perubahan yang terjadi di lingkungannya.
Tanpa memberikan terlalu banyak spoiler, Para Perasuk menunjukkan bahwa menjadi perasuk bukan sekadar persoalan kemampuan memainkan musik atau keinginan untuk memperoleh pengakuan. Bayu harus memahami dirinya sendiri sekaligus hubungannya dengan masyarakat yang ingin ia selamatkan.
Siapa Sutradara Film Para Perasuk?
Para Perasuk disutradarai oleh Wregas Bhanuteja. Selain menjadi sutradara, Wregas turut menulis skenario bersama Defi Mahendra dan Alicia Angelina.
Wregas merupakan sineas Indonesia yang sebelumnya dikenal melalui berbagai film pendek dan panjang. Film panjang pertamanya, Penyalin Cahaya atau Photocopier, melakukan premiere internasional di Busan International Film Festival 2021 dan kemudian meraih sejumlah penghargaan di Festival Film Indonesia.
Dalam Para Perasuk, Wregas membangun dunia fiksi yang tidak memperlakukan fenomena kerasukan dengan pola film horor pada umumnya.
Ia justru membayangkan sebuah masyarakat yang menerima kerasukan sebagai kegiatan kolektif yang menyenangkan. Pendekatan tersebut kemudian digunakan untuk membicarakan hubungan masyarakat, ambisi personal, tradisi, dan perubahan sosial di Desa Latas.
Produksi film ini berada di bawah Rekata Studio bersama sejumlah mitra produksi dari beberapa negara.
Daftar Pemain Film Para Perasuk dan Karakternya
1. Angga Yunanda sebagai Bayu
Angga Yunanda memerankan Bayu, tokoh utama yang bercita-cita menjadi seorang Perasuk.
Bayu memiliki ambisi besar untuk menjadi bagian penting dari Pesta Sambetan. Ia memainkan selompret dan mengikuti proses untuk membuktikan kemampuannya sebagai calon perasuk.
Namun, perjalanan Bayu menjadi semakin rumit ketika desanya menghadapi ancaman terhadap mata air yang menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat.
Untuk memerankan Bayu, Angga tidak hanya perlu berakting. Ia juga harus mempelajari selompret agar permainannya terlihat lebih meyakinkan di layar.
2. Maudy Ayunda sebagai Laksmi
Maudy Ayunda berperan sebagai Laksmi, salah satu karakter penting yang berkaitan erat dengan dunia Pesta Sambetan.
Laksmi digambarkan sebagai seorang Pelamun yang dapat mengalami kerasukan roh. Peran tersebut mengharuskan Maudy melakukan sejumlah gerakan fisik yang terinspirasi dari perilaku hewan.
Maudy mengungkapkan bahwa prosesnya melibatkan latihan sebelum syuting, termasuk berbagai gerakan yang dilakukan dalam posisi rendah seperti merangkak atau berjongkok.
3. Anggun sebagai Guru Asri
Anggun memerankan Guru Asri, sosok yang memiliki peranan penting dalam tradisi Pesta Sambetan.
Guru Asri menjadi figur yang memahami dunia perasuk dan menjalankan proses berkaitan dengan pesta kerasukan di Desa Latas.
Karakter ini juga menjadi salah satu debut penting dalam perjalanan karier Anggun karena Para Perasuk merupakan film panjang pertamanya.
4. Bryan Domani sebagai Ananto
Bryan Domani tampil sebagai Ananto.
Ananto menjadi salah satu karakter yang berada dalam lingkungan Bayu dan pesta kerasukan. Seperti para calon perasuk lainnya, unsur musik juga menjadi bagian penting dari karakter tersebut.
Dalam persiapan film, Bryan berlatih memainkan instrumen perkusi untuk mendukung adegannya.
5. Chicco Kurniawan sebagai Pawit
Chicco Kurniawan berperan sebagai Pawit.
Pawit berada di lingkungan para calon Perasuk bersama Bayu dan Ananto. Ia menggunakan gitar sebagai bagian dari penampilannya dalam ritual dan pesta yang berlangsung di Desa Latas.
Chicco pun menjalani latihan instrumen agar adegan bermusiknya dapat tampil lebih natural.
6. Ganindra Bimo sebagai Fahri
Ganindra Bimo termasuk jajaran pemain Para Perasuk dan berperan sebagai Fahri.
Kehadirannya melengkapi para tokoh yang berada di sekitar konflik Desa Latas dan perjalanan Bayu. Netflix juga mencantumkan Ganindra Bimo dalam jajaran pemeran resmi film tersebut.
7. Indra Birowo sebagai Bapak Bayu
Indra Birowo berperan sebagai ayah Bayu.
Karakter ini menjadi penting karena memiliki pandangan mengenai masa depan Bayu yang berbeda dari sang anak. Ia menginginkan Bayu meninggalkan desa dan mencoba membangun kehidupan di Jakarta.
Konflik antara keinginan Bayu menjadi perasuk dan harapan ayahnya memberikan lapisan drama keluarga di tengah cerita mengenai tradisi Desa Latas.
Fakta Menarik Film Para Perasuk
1. Disutradarai Wregas Bhanuteja
Para Perasuk merupakan karya terbaru sutradara Wregas Bhanuteja.
Dalam film ini, Wregas tidak hanya berada di kursi sutradara tetapi juga terlibat sebagai penulis skenario bersama Defi Mahendra dan Alicia Angelina.
Pendekatannya menggabungkan cerita personal Bayu dengan pembangunan dunia Desa Latas yang memiliki tradisi supernatural tersendiri.
2. Mengangkat Pesta Kerasukan dengan Pendekatan yang Tidak Biasa
Salah satu ciri paling unik Para Perasuk adalah bagaimana film memperlakukan kerasukan.
Dalam banyak film, kerasukan identik dengan ancaman atau teror. Sebaliknya, masyarakat Desa Latas justru menganggap pengalaman tersebut sebagai bagian dari tradisi dan hiburan.
Pesta Sambetan digambarkan sebagai pengalaman kolektif tempat masyarakat sejenak melepaskan diri dari berbagai persoalan kehidupan sehari-hari.
Konsep tersebut membuat Para Perasuk tidak mudah ditempatkan sebagai film horor konvensional.
3. Para Perasuk Memiliki Judul Internasional Levitating
Untuk pasar dan festival internasional, Para Perasuk menggunakan judul Levitating.
Judul tersebut digunakan ketika proyek film ini diperkenalkan melalui Asian Project Market dan kemudian ketika masuk ke Sundance Film Festival.
Meski memiliki judul internasional berbeda, film yang ditayangkan di Indonesia dan Netflix menggunakan nama Para Perasuk.
4. World Premiere di Sundance Film Festival 2026
Sebelum tayang di bioskop Indonesia, Para Perasuk memperoleh kesempatan melakukan world premiere di Sundance Film Festival 2026.
Sundance merupakan salah satu festival film internasional yang dikenal luas sebagai ruang penting bagi sinema independen.
Kesempatan melakukan pemutaran perdana di sana membuat film ini telah bertemu dengan penonton internasional sebelum dirilis secara komersial di Indonesia.
5. Berkompetisi di World Cinema Dramatic Competition Sundance 2026
Para Perasuk tidak hanya diputar di Sundance.
Film berjudul internasional Levitating tersebut masuk ke dalam seksi World Cinema Dramatic Competition Sundance Film Festival 2026.
Sundance mendeskripsikan film ini sebagai kisah Bayu di sebuah kota tempat kerasukan spiritual justru memberikan kesenangan kepada masyarakat, sementara Bayu ingin menjadi pemimpin pesta trance untuk mengumpulkan dana dan mencegah penggusuran.
6. Memenangkan CJ ENM Award di Asian Project Market BIFF 2024
Perjalanan internasional Para Perasuk sebenarnya sudah dimulai sebelum film selesai dibuat.
Pada Asian Project Market 2024, proyek Levitating memenangkan CJ ENM Award.
Asian Project Market merupakan bagian dari kegiatan industri yang berlangsung dalam rangkaian Busan International Film Festival.
Data resmi APM mencatat Levitating sebagai pemenang CJ ENM Award dengan Wregas Bhanuteja sebagai sutradara dan produksi yang melibatkan Indonesia, Singapura, serta Prancis.
7. Para Perasuk Menjadi Film Panjang Pertama Anggun
Para Perasuk mempunyai arti khusus bagi Anggun C. Sasmi.
Walaupun telah lama berkarier sebagai penyanyi internasional, Anggun menyebut film ini sebagai pengalaman pertamanya bermain dalam sebuah film panjang.
Ia memerankan Guru Asri dan menjalani proses persiapan untuk memasuki dunia akting serta karakter yang cukup berbeda dari persona panggungnya sebagai penyanyi.
Salah satu proses uniknya terjadi ketika Anggun merekam suara dan mantra untuk karakter Guru Asri. Ia harus menciptakan ekspresi suara yang menggambarkan roh hewan dalam proses kreatif bersama Wregas.
8. Angga Yunanda Belajar Memainkan Selompret untuk Perannya
Persiapan Angga Yunanda sebagai Bayu tidak hanya berfokus pada dialog dan akting.
Bayu menggunakan selompret, sebuah alat musik tiup, sehingga Angga harus mempelajari cara memainkan instrumen tersebut dari awal.
Dalam beberapa adegan, tantangannya menjadi semakin besar karena ia harus tetap memainkan selompret dalam posisi tubuh yang tidak biasa.
Persiapan fisik tersebut membantu membuat dunia Pesta Sambetan terlihat lebih nyata karena musik menjadi elemen penting dalam ritual Para Perasuk.
9. Maudy Ayunda Membawakan Dua Lagu untuk OST Para Perasuk
Selain memerankan Laksmi, Maudy Ayunda juga terlibat dalam musik film.
Ia membawakan dua lagu untuk original soundtrack Para Perasuk, yaitu “Aku yang Engkau Cari” dan “Di Tepi Lamunan”.
Pengerjaan musik dilakukan bersama produser musik Lafa Pratomo.
“Di Tepi Lamunan” mempunyai hubungan dengan konsep Perasuk dan Pelamun dalam cerita sekaligus membawa tema emosional mengenai seseorang yang mencari ruang untuk beristirahat dari berbagai keresahan.
Genre dan Durasi Film Para Perasuk
Para Perasuk memiliki durasi sekitar 119 menit atau 1 jam 59 menit berdasarkan informasi resmi Rekata Studio dan daftar penayangan bioskop.
Dalam hal genre, film ini mempunyai karakter yang cukup sulit dimasukkan ke satu kotak.
Rekata Studio menyebutnya sebagai karya fiksi, sementara Netflix menempatkannya sebagai film drama Indonesia dengan karakteristik:
- sureal;
- psikologis;
- drama;
- dunia magis atau magical realism; dan
- supernatural.
Beberapa katalog film juga menghubungkannya dengan drama supernatural dan misteri.
Karena itu, jangan mengharapkan Para Perasuk sebagai film horor yang mengandalkan hantu dan jump scare. Unsur supernatural hadir sebagai bagian dari dunia dan budaya yang dibangun sepanjang cerita.
Apa yang Membuat Cerita Para Perasuk Berbeda?
1. Fenomena Kerasukan Tidak Hanya Digambarkan sebagai Sesuatu yang Menakutkan
Keunikan pertama muncul dari perubahan cara pandang terhadap kerasukan.
Dalam dunia Para Perasuk, masyarakat tidak selalu takut terhadap roh. Kerasukan justru dapat menjadi sebuah pengalaman yang dicari.
Para warga mengikuti Pesta Sambetan dan mengalami kondisi kerasukan sebagai bagian dari hiburan bersama.
Pendekatan tersebut langsung membedakan film ini dari banyak cerita supernatural Indonesia lainnya.
2. Tradisi Pesta Sambetan Menjadi Bagian Penting Cerita
Pesta Sambetan bukan sekadar latar visual.
Tradisi tersebut menjadi fondasi pembangunan dunia Para Perasuk. Ada orang yang menjadi Perasuk, ada Pelamun yang mengalami kerasukan, ada musik, dan ada roh yang menjadi bagian dari pengalaman pesta.
Bagi masyarakat Latas, tradisi ini sudah menyatu dengan identitas desa.
Ancaman terhadap mata air yang terkait dengan tradisi tersebut pada akhirnya juga menjadi ancaman terhadap cara hidup masyarakat.
3. Konflik antara Tradisi, Ambisi, dan Perubahan Desa
Di balik elemen supernatural, film membicarakan persoalan yang sangat manusiawi.
Bayu mempunyai ambisi menjadi Perasuk, tetapi keinginannya berbenturan dengan ekspektasi keluarganya dan kenyataan bahwa desa sedang berubah.
Pada saat yang sama, hadir kepentingan pembangunan yang dapat mengubah ruang hidup masyarakat.
Konflik tersebut membuat persoalan film tidak berhenti pada “apakah Bayu dapat menjadi perasuk”, tetapi juga mempertanyakan apa yang ingin dipertahankan ketika lingkungan di sekitar seseorang berubah.
4. Unsur Drama, Surealisme, Psikologis, dan Supernatural
Para Perasuk menggabungkan beberapa pendekatan sekaligus.
Hubungan Bayu dan ayahnya menghadirkan drama keluarga. Pesta kerasukan membawa elemen supernatural. Dunia yang dibangun menghasilkan nuansa sureal, sementara ambisi dan pengalaman para tokohnya memberikan sisi psikologis.
Perpaduan tersebut membuat film ini dapat menarik bagi penonton yang menyukai karya dengan world building kuat dan tidak membutuhkan penjelasan realistis untuk setiap unsur cerita.
Kenapa Para Perasuk Menarik untuk Ditonton?
1. Premis Cerita yang Tidak Biasa
Film tentang kerasukan memang bukan hal baru di Indonesia. Namun, kerasukan sebagai pesta yang justru dinikmati masyarakat memberikan titik awal yang berbeda.
Penonton diajak memahami aturan dunia Desa Latas dan melihat fenomena supernatural melalui sudut pandang para penduduknya, bukan dari perspektif orang yang ingin mengusir roh.
2. Jajaran Pemain yang Beragam
Film ini menyatukan pemain dengan latar belakang berbeda.
Ada Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, dan Indra Birowo yang sudah memiliki pengalaman di layar lebar.
Di sisi lain, kehadiran Anggun sebagai Guru Asri memberikan warna tersendiri karena Para Perasuk menjadi film panjang pertamanya.
3. Visual dan Unsur Budaya yang Kuat
Desa Latas, Pesta Sambetan, kostum, alat musik, gerak tubuh, serta konsep roh membantu membangun identitas visual film.
Musik juga tidak hadir sekadar sebagai latar. Selompret yang dimainkan Bayu, gitar Pawit, perkusi Ananto, sampai karakter vokal Guru Asri mempunyai kaitan langsung dengan dunia para perasuk.
Hal tersebut membuat pengalaman menonton tidak hanya bergantung pada dialog dan jalan cerita.
4. Perjalanan Festival Film Internasional
Para Perasuk juga menarik dilihat dari perjalanan produksinya.
Sebelum dirilis luas, proyeknya sudah memperoleh CJ ENM Award di Asian Project Market 2024.
Setelah selesai diproduksi, film tersebut kemudian melakukan world premiere dan berkompetisi di Sundance Film Festival 2026.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa film ini sejak awal memang dirancang tidak hanya untuk penonton domestik, tetapi juga dibawa ke ruang perfilman internasional.
Cara Nonton Para Perasuk di Netflix
Bagi Anda yang ingin menonton Para Perasuk di Netflix, film ini mulai tersedia di Indonesia sejak 27 Agustus 2026.
Langkahnya sederhana:
- buka aplikasi atau situs Netflix;
- masuk menggunakan akun Netflix Anda;
- ketik “Para Perasuk” pada kolom pencarian;
- pilih halaman film Para Perasuk; dan
- tekan tombol putar untuk mulai menonton.
Film menggunakan audio Bahasa Indonesia asli dengan pilihan subtitle yang tersedia melalui Netflix.
Netflix mengategorikan Para Perasuk untuk penonton usia 16+ pada halaman layanan Indonesia. Karena klasifikasi pada platform streaming dapat berbeda dari klasifikasi saat penayangan bioskop, gunakan informasi yang muncul pada akun Netflix sebagai acuan ketika menonton.
Ketersediaan konten Netflix juga dapat berbeda berdasarkan negara dan dapat berubah mengikuti hak distribusi.
Baca Juga: Daftar Terbaru Netflix Top 10 Indonesia, Ada Film Jokan!
Nonton Film Netflix Makin Asyik dengan Kemudahan Transaksi dari Bank Mega
Hadirnya film seperti Para Perasuk membuat layanan streaming dapat menjadi salah satu pilihan hiburan di rumah. Agar biaya berlangganan tetap terkontrol, masukkan layanan streaming ke dalam anggaran hiburan bulanan dan gunakan metode pembayaran sesuai kemampuan finansial.
Untuk membantu berbagai kebutuhan transaksi online, Anda dapat memanfaatkan Kartu Kredit Bank Mega. Informasi kartu seperti CVV dan masa berlaku pada kartu yang sudah aktif dapat digunakan untuk transaksi online sesuai ketentuan merchant dan jenis kartu yang digunakan.
Pengelolaan kartu kredit juga dapat dilakukan melalui M-Smile. Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat mengecek mutasi dan informasi tagihan, mengatur kebutuhan kartu, hingga membayar tagihan Kartu Kredit Bank Mega sehingga pengeluaran rutin digital dapat dipantau dengan lebih praktis.
Jika Anda menggunakan kartu kredit untuk membayar layanan streaming, pastikan tagihannya tetap masuk dalam anggaran bulanan dan lakukan pembayaran tepat waktu. Jangan menambah banyak layanan berlangganan hanya karena metode pembayarannya tersedia apabila akhirnya membuat pengeluaran hiburan menjadi terlalu besar.
Dengan pengelolaan yang terencana, waktu santai untuk menikmati Para Perasuk maupun berbagai film Netflix lainnya dapat tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan finansial yang lebih utama.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
