Menerima gaji atau penghasilan bukan hanya soal bagaimana uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Sebagian dana juga perlu dipersiapkan untuk kebutuhan di masa mendatang. Salah satu cara paling dasar untuk melakukannya adalah melalui saving.
Dalam konteks personal finance, saving adalah kegiatan menyisihkan sebagian pendapatan untuk disimpan dan digunakan pada kebutuhan atau tujuan tertentu di masa depan. Dana tersebut dapat dipersiapkan untuk dana darurat, liburan, uang muka rumah, pendidikan, pembelian barang tertentu, hingga berbagai tujuan keuangan lainnya.
Saving berbeda dengan sekadar menyimpan uang yang kebetulan tersisa pada akhir bulan. Kebiasaan saving yang terencana biasanya mempunyai tujuan, nominal, serta tempat penyimpanan yang jelas sehingga dana tidak mudah tercampur dengan pengeluaran rutin.
Bagi Gen Z, milenial, pekerja muda, keluarga, maupun siapa saja yang sedang mulai menata keuangan, memahami konsep saving dapat menjadi fondasi sebelum melangkah ke tujuan finansial yang lebih kompleks.
Berikut penjelasan mengenai arti saving, manfaatnya, perbedaannya dengan investing, metode yang dapat digunakan, hingga cara membangun kebiasaan saving secara lebih konsisten.
Daftar Isi
- Apa Itu Saving?
- Tujuan Saving dalam Keuangan
- Manfaat Saving dalam Keuangan
- Perbedaan Saving dan Investing
- Berapa Banyak Uang yang Sebaiknya Dialokasikan untuk Saving?
- Cara Memulai Saving untuk Pemula
- Metode Saving yang Bisa Dicoba
- Di Mana Sebaiknya Menyimpan Dana Saving?
- Contoh Saving Berdasarkan Tujuan Keuangan
- Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Saving
- Tips agar Saving Lebih Konsisten
- Kelola Saving Lebih Praktis Bersama Bank Mega
- FAQ Seputar Saving
Apa Itu Saving?
Saving adalah proses menyisihkan sebagian uang yang dimiliki saat ini untuk digunakan pada masa mendatang. Dana tersebut biasanya ditempatkan di tempat yang relatif mudah diakses, seperti rekening tabungan, terutama jika tujuannya berada dalam jangka pendek atau dana perlu tersedia sewaktu-waktu.
Saving dapat dilakukan setelah menerima gaji, pendapatan usaha, honor, bonus, maupun sumber penghasilan lainnya.
Contohnya, seseorang menerima penghasilan Rp7 juta per bulan dan secara rutin menyisihkan Rp1 juta ke rekening terpisah. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membangun dana darurat atau mempersiapkan uang muka kendaraan.
Saving tidak harus selalu dilakukan dalam nominal besar. Hal yang lebih penting adalah menyesuaikannya dengan kemampuan finansial dan mempertahankan konsistensi.
Dalam perencanaan keuangan, saving sering digunakan untuk kebutuhan yang membutuhkan stabilitas dan likuiditas lebih tinggi dibandingkan investasi. Karena itu, dana yang kemungkinan dibutuhkan dalam waktu dekat tidak selalu tepat jika seluruhnya ditempatkan pada aset yang nilainya dapat berfluktuasi.
Tujuan Saving dalam Keuangan
1. Menyiapkan Dana Darurat
Salah satu tujuan saving yang penting adalah membangun dana darurat.
Dana ini disiapkan untuk menghadapi kebutuhan yang tidak direncanakan, misalnya perbaikan kendaraan, kebutuhan keluarga, kehilangan sumber penghasilan, atau pengeluaran mendesak lainnya.
Memiliki dana darurat dapat mengurangi kebutuhan mengambil uang dari pos keuangan lain ketika kondisi tak terduga terjadi.
Besarnya dana darurat tidak harus sama untuk setiap orang. Pertimbangkan pengeluaran rutin, tanggungan, kestabilan pendapatan, dan kondisi keluarga.
2. Mencapai Tujuan Keuangan
Saving juga dapat diarahkan untuk target tertentu.
Contohnya:
- liburan;
- membeli gadget;
- mempersiapkan pernikahan;
- uang muka rumah;
- pendidikan; atau
- renovasi tempat tinggal.
Dengan target yang jelas, Anda dapat menghitung berapa dana yang perlu dikumpulkan dan berapa nominal yang sebaiknya disisihkan secara berkala.
3. Mengurangi Ketergantungan pada Utang
Tidak semua kebutuhan harus dipenuhi dengan utang.
Jika pembelian sudah direncanakan sejak jauh hari, saving memungkinkan sebagian atau seluruh kebutuhan dipenuhi menggunakan dana yang telah disiapkan.
Contohnya, daripada membeli gadget secara mendadak tanpa persiapan, Anda dapat menyisihkan dana beberapa bulan sebelumnya.
Dengan begitu, kebutuhan untuk menggunakan fasilitas kredit dapat dipertimbangkan dengan lebih hati-hati.
4. Membangun Kebiasaan Finansial yang Sehat
Saving melatih seseorang untuk tidak menggunakan seluruh pendapatan yang diterima.
Kebiasaan tersebut membantu membangun disiplin dalam membagi uang antara kebutuhan saat ini dan tujuan di masa depan.
Semakin konsisten dilakukan, saving dapat menjadi bagian dari sistem keuangan pribadi, bukan aktivitas yang hanya dilakukan ketika kebetulan memiliki uang lebih.
Manfaat Saving dalam Keuangan
1. Membantu Menghadapi Pengeluaran Tidak Terduga
Pengeluaran mendadak dapat muncul kapan saja.
Tanpa dana yang telah disiapkan, Anda mungkin harus mengurangi anggaran kebutuhan rutin atau menggunakan pinjaman.
Dana saving memberikan cadangan yang dapat digunakan sesuai tujuan ketika kebutuhan tersebut memang terjadi.
2. Memberikan Rasa Aman secara Finansial
Mengetahui bahwa terdapat dana cadangan dapat membantu memberikan rasa aman dalam mengelola keuangan.
Anda tidak harus selalu khawatir ketika muncul pengeluaran di luar anggaran karena sudah mempunyai sumber dana yang memang dipersiapkan untuk kondisi tertentu.
Tentu saja, saving tidak menghilangkan seluruh risiko finansial. Namun, keberadaan cadangan dapat memberikan ruang yang lebih besar untuk mengambil keputusan tanpa terburu-buru.
3. Mempermudah Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Menengah
Tujuan seperti liburan tahun depan atau membeli laptop enam bulan lagi menjadi lebih mudah direncanakan jika memiliki target saving yang jelas.
Anda dapat membagi nilai target dengan waktu yang tersedia.
Misalnya, target dana Rp12 juta dalam 12 bulan berarti secara sederhana Anda perlu menyiapkan sekitar Rp1 juta per bulan.
Nominal tersebut kemudian dapat dimasukkan langsung ke dalam anggaran bulanan.
4. Menjadi Dasar untuk Membangun Aset
Saving juga dapat menjadi langkah awal sebelum membangun aset melalui instrumen lain.
Seseorang biasanya akan lebih mudah mulai berinvestasi apabila kebutuhan rutin dan dana darurat sudah lebih terorganisasi.
Namun, dana saving dan investasi tidak perlu diperlakukan sama. Sebagian dana tetap perlu berada dalam bentuk yang relatif likuid jika memang ditujukan untuk kebutuhan dekat.
Perbedaan Saving dan Investing
Saving dan investing sama-sama berkaitan dengan penggunaan uang untuk masa depan, tetapi mempunyai fungsi yang berbeda.
1. Perbedaan Tujuan
Saving umumnya ditujukan untuk menjaga dana agar tersedia ketika dibutuhkan serta mencapai target keuangan dalam jangka relatif dekat.
Sementara itu, investing bertujuan menempatkan dana pada aset atau instrumen yang diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan nilai atau pendapatan dalam periode tertentu.
2. Perbedaan Risiko
Dana saving yang ditempatkan pada produk simpanan bank cenderung memiliki fluktuasi lebih rendah daripada instrumen investasi pasar modal.
Investasi seperti saham, reksadana, atau obligasi mempunyai karakteristik risiko masing-masing dan nilainya dapat berubah.
Karena itu, uang yang akan digunakan dalam waktu dekat sebaiknya tidak otomatis ditempatkan pada investasi berisiko tinggi.
3. Perbedaan Jangka Waktu
Saving lebih sering digunakan untuk tujuan jangka pendek hingga menengah.
Investing biasanya lebih relevan untuk tujuan yang memberikan waktu lebih panjang agar investor dapat menghadapi fluktuasi nilai.
Namun, pembagian jangka waktu tersebut bukan aturan mutlak karena karakteristik setiap instrumen berbeda.
4. Perbedaan Potensi Hasil
Produk tabungan dapat memberikan bunga sesuai ketentuan bank, tetapi tujuan utamanya biasanya lebih berorientasi pada penyimpanan dan akses dana.
Investasi mempunyai potensi return lebih tinggi pada beberapa instrumen, tetapi hasil tersebut tidak dijamin dan dapat disertai risiko kerugian.
Karena itu, potensi hasil yang lebih tinggi perlu dibandingkan dengan risiko yang harus ditanggung.
5. Perbedaan Likuiditas
Dana dalam rekening tabungan pada umumnya relatif mudah digunakan ketika diperlukan sesuai ketentuan produk.
Sementara itu, investasi dapat membutuhkan proses penjualan atau pencairan terlebih dahulu. Nilainya ketika dicairkan juga bergantung pada kondisi instrumen saat itu.
Berikut ringkasannya:
| Aspek | Saving | Investing |
|---|---|---|
| Tujuan utama | Menyimpan dana untuk kebutuhan tertentu | Mengembangkan dana melalui instrumen investasi |
| Risiko | Relatif lebih rendah pada produk simpanan | Bervariasi dan dapat lebih tinggi |
| Jangka waktu | Umumnya pendek-menengah | Umumnya lebih sesuai untuk tujuan menengah-panjang, tergantung produk |
| Potensi hasil | Cenderung lebih terbatas | Dapat lebih tinggi tetapi tidak dijamin |
| Likuiditas | Umumnya lebih mudah diakses | Tergantung instrumen |
Berapa Banyak Uang yang Sebaiknya Dialokasikan untuk Saving?
Tidak ada satu angka saving yang berlaku untuk semua orang.
Persentase terbaik adalah nominal yang cukup membantu mencapai tujuan tetapi tetap realistis terhadap kondisi cash flow.
1. Menyesuaikan dengan Pendapatan
Semakin besar pendapatan tidak selalu berarti seseorang otomatis dapat menyimpan persentase yang lebih tinggi.
Lihat pendapatan bersih yang benar-benar tersedia setelah kewajiban dasar diperhitungkan.
Jika penghasilan masih terbatas, memulai dari nominal kecil tidak menjadi masalah. Saving Rp200.000 yang dilakukan konsisten lebih baik daripada menetapkan target Rp2 juta tetapi selalu gagal.
2. Menyesuaikan dengan Pengeluaran Rutin
Hitung kebutuhan utama terlebih dahulu, antara lain:
- tempat tinggal;
- makan;
- transportasi;
- tagihan;
- cicilan;
- kebutuhan keluarga; dan
- pengeluaran penting lainnya.
Setelah itu, identifikasi pengeluaran yang dapat dikurangi untuk membuka ruang saving.
3. Menyesuaikan dengan Target Keuangan
Target dapat membantu menentukan nominal saving secara lebih objektif.
Misalnya, Anda membutuhkan Rp18 juta untuk liburan 18 bulan lagi.
Secara sederhana:
Rp18.000.000 ÷ 18 bulan = Rp1.000.000 per bulan
Jika angka tersebut terlalu tinggi dibandingkan kemampuan, Anda dapat memperpanjang waktu, menurunkan target biaya, atau mencari cara menambah penghasilan.
Cara Memulai Saving untuk Pemula
1. Catat Pendapatan dan Pengeluaran
Sebelum menentukan target, ketahui terlebih dahulu arus uang Anda.
Catat seluruh pendapatan dan kelompokkan pengeluaran selama setidaknya beberapa minggu atau satu bulan.
Dari sana, Anda dapat mengetahui ke mana uang paling banyak digunakan dan bagian mana yang dapat diatur ulang.
2. Tentukan Tujuan Saving
Hindari hanya menuliskan tujuan “ingin lebih banyak menabung”.
Buat tujuan lebih spesifik, misalnya:
- dana darurat Rp20 juta;
- liburan Rp10 juta;
- laptop Rp15 juta; atau
- DP rumah Rp100 juta.
Target yang konkret lebih mudah diterjemahkan menjadi nominal bulanan.
3. Tetapkan Nominal yang Akan Disisihkan
Tentukan nominal saving berdasarkan kemampuan.
Anda dapat menggunakan persentase tertentu dari pendapatan atau nominal tetap setiap bulan.
Yang penting, angka tersebut tidak membuat kebutuhan pokok terganggu.
4. Sisihkan Uang di Awal, Bukan dari Sisa Pengeluaran
Salah satu kebiasaan yang dapat dicoba adalah menyisihkan dana segera setelah menerima pendapatan.
Misalnya, ketika gaji masuk tanggal 25, dana saving langsung dipindahkan pada hari tersebut atau keesokan harinya.
Dengan cara ini, saving diperlakukan sebagai bagian dari anggaran, bukan sebagai sisa yang baru dipikirkan pada akhir bulan.
5. Pisahkan Dana Saving dari Rekening Transaksi Harian
Menyimpan seluruh uang pada satu tempat dapat membuat batas antara uang belanja dan tabungan menjadi kabur.
Anda dapat menggunakan rekening atau pos terpisah untuk masing-masing tujuan.
Contohnya, rekening utama untuk transaksi bulanan dan rekening lain untuk dana darurat atau target tertentu.
6. Lakukan Saving secara Konsisten
Nominal saving dapat berubah, tetapi kebiasaannya sebaiknya tetap dipertahankan.
Jika suatu bulan pengeluaran sedang besar, Anda dapat menurunkan nominal sementara daripada berhenti total.
Konsistensi membantu membuat saving menjadi bagian dari rutinitas keuangan.
7. Evaluasi Target secara Berkala
Tinjau kembali progres setiap beberapa bulan.
Periksa apakah:
- target masih relevan;
- nominal bulanan masih sesuai;
- pendapatan berubah;
- prioritas berubah; atau
- target perlu dipercepat maupun diperpanjang.
Rencana saving boleh berubah mengikuti kondisi hidup.
Metode Saving yang Bisa Dicoba
1. Metode 50/30/20
Metode 50/30/20 membagi pendapatan ke dalam tiga kelompok secara sederhana:
- sekitar 50% untuk kebutuhan;
- sekitar 30% untuk keinginan; dan
- sekitar 20% untuk saving, investasi, pembayaran utang tambahan, atau tujuan finansial.
Persentase tersebut bukan aturan wajib. Seseorang yang memiliki biaya hidup tinggi mungkin perlu menyesuaikannya.
Gunakan metode ini sebagai titik awal, bukan standar yang membuat Anda merasa gagal jika belum dapat mencapai angka tertentu.
2. Pay Yourself First
Metode pay yourself first mengutamakan saving segera setelah menerima pendapatan.
Contohnya, Anda menetapkan 10% dari gaji langsung dipindahkan ke rekening saving sebelum melakukan pengeluaran lain.
Cara ini membantu menghindari kebiasaan menabung hanya dari sisa uang.
3. Saving Berdasarkan Target
Metode ini menggunakan tujuan tertentu sebagai dasar.
Misalnya Anda ingin mengumpulkan Rp24 juta dalam dua tahun.
Maka:
Rp24.000.000 ÷ 24 bulan = Rp1.000.000 per bulan
Nominal saving menjadi lebih mudah ditentukan karena memiliki target dan tenggat waktu.
4. Automatic Saving
Automatic saving menggunakan sistem transfer terjadwal agar dana berpindah secara otomatis ke rekening atau pos saving.
Cara ini cocok bagi orang yang sering lupa atau tergoda menggunakan uang sebelum sempat menyisihkannya.
Atur tanggal otomatis berdekatan dengan tanggal menerima penghasilan.
5. Saving dari Pendapatan Tambahan
Bonus, THR, komisi, pendapatan freelance, atau penghasilan tambahan dapat menjadi kesempatan mempercepat target.
Anda tidak harus menyimpan seluruhnya.
Contohnya, buat aturan pribadi bahwa 40% setiap pendapatan tambahan masuk ke saving, sedangkan sisanya dapat digunakan untuk kebutuhan lain.
Di Mana Sebaiknya Menyimpan Dana Saving?
1. Rekening Tabungan
Rekening tabungan dapat digunakan untuk dana yang perlu tetap mudah diakses.
Contohnya adalah dana darurat atau target yang akan digunakan dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam memilih tabungan, perhatikan biaya administrasi, kemudahan transaksi, saldo minimum, bunga, serta fitur digital yang tersedia.
2. Tabungan Terpisah untuk Tujuan Tertentu
Jika memiliki beberapa target, pertimbangkan memisahkan dana berdasarkan tujuan.
Misalnya:
- dana darurat;
- liburan;
- DP rumah; dan
- gadget.
Pemisahan membantu menghindari penggunaan uang dari satu tujuan untuk kebutuhan lainnya.
Anda tidak selalu harus memiliki banyak rekening fisik. Layanan perbankan tertentu menyediakan fitur pemisahan dana dalam satu ekosistem aplikasi.
3. Deposito untuk Dana yang Tidak Dibutuhkan dalam Waktu Dekat
Jika sebagian dana sudah pasti tidak digunakan dalam periode tertentu, deposito dapat dipertimbangkan.
Deposito mempunyai tenor sehingga dana tidak selikuid tabungan. Pencairan sebelum jatuh tempo juga dapat menimbulkan konsekuensi sesuai ketentuan bank.
Karena itu, deposito lebih sesuai untuk dana yang memang dapat ditempatkan sampai jatuh tempo, bukan untuk kebutuhan darurat.
Periksa pula tingkat bunga, pajak bunga deposito, tenor, dan ketentuan penjaminan simpanan sebelum membuka produk.
Contoh Saving Berdasarkan Tujuan Keuangan
1. Saving untuk Dana Darurat
Dana darurat digunakan untuk kebutuhan tidak terduga.
Karena sewaktu-waktu dapat diperlukan, tempatkan pada instrumen yang relatif mudah diakses dan pisahkan dari uang harian.
Targetnya dapat ditentukan berdasarkan pengeluaran rutin dan kondisi masing-masing.
2. Saving untuk Liburan
Misalnya rencana liburan membutuhkan Rp12 juta dalam satu tahun.
Anda dapat menyisihkan:
Rp12.000.000 ÷ 12 = Rp1.000.000 per bulan
Pisahkan dana ini dari dana darurat agar perjalanan tidak mengurangi cadangan untuk kebutuhan mendesak.
3. Saving untuk Membeli Gadget atau Kendaraan
Barang bernilai besar dapat direncanakan beberapa bulan atau tahun sebelumnya.
Contohnya, gadget Rp15 juta yang ingin dibeli 10 bulan lagi membutuhkan saving sekitar Rp1,5 juta per bulan.
Jika nominal tersebut terlalu besar, pertimbangkan memperpanjang target waktu daripada memaksakan cash flow.
4. Saving untuk DP Rumah
Uang muka rumah biasanya membutuhkan target yang lebih besar.
Selain DP, jangan lupa memperhitungkan biaya transaksi, proses KPR, pindahan, renovasi, furnitur, serta dana cadangan.
Untuk target beberapa tahun, Anda juga dapat mengevaluasi apakah sebagian dana sesuai untuk ditempatkan pada instrumen lain berdasarkan jangka waktu dan profil risiko.
5. Saving untuk Pendidikan
Saving pendidikan dapat digunakan untuk uang pangkal, biaya semester, kursus, sertifikasi, maupun pendidikan anak.
Karena biaya pendidikan dapat berubah, target sebaiknya dievaluasi secara berkala dan tidak hanya dihitung berdasarkan harga saat ini.
6. Saving untuk Persiapan Pernikahan
Pernikahan menjadi contoh tujuan yang relatif mudah dibuat anggarannya karena memiliki target waktu.
Buat daftar kebutuhan terlebih dahulu, kemudian pisahkan mana yang wajib dan mana yang dapat disesuaikan.
Setelah target biaya ditentukan, bagi dengan jumlah bulan yang tersedia hingga tanggal rencana acara.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Saving
1. Menabung Hanya dari Uang yang Tersisa
Jika saving selalu menunggu sisa pengeluaran, dana yang terkumpul dapat menjadi tidak konsisten.
Masukkan saving ke dalam anggaran sejak awal dan tentukan nominalnya sebelum uang digunakan untuk kebutuhan yang tidak prioritas.
2. Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas
Saving tanpa tujuan bukan sesuatu yang salah. Namun, target yang jelas dapat meningkatkan disiplin.
Alih-alih hanya menulis “tabungan masa depan”, beri nama khusus seperti “dana darurat Rp20 juta” atau “liburan Desember Rp8 juta”.
3. Mencampur Dana Saving dengan Uang Harian
Ketika dana bercampur, Anda dapat merasa memiliki uang lebih banyak untuk dibelanjakan.
Pemisahan membantu memberikan batas mental bahwa sebagian saldo memang tidak diperuntukkan untuk konsumsi rutin.
4. Terlalu Sering Mengambil Dana yang Sudah Ditabung
Mengambil dana saving untuk kebutuhan yang tidak sesuai tujuan akan memperlambat progres.
Sebelum menarik dana, tanyakan apakah pengeluaran tersebut benar-benar merupakan bagian dari tujuan saving yang telah dibuat.
5. Menetapkan Target yang Tidak Realistis
Target yang terlalu agresif dapat membuat kebutuhan dasar terganggu dan akhirnya sulit dipertahankan.
Mulailah dari angka yang realistis. Ketika pendapatan meningkat atau pengeluaran berkurang, nominal saving dapat dinaikkan secara bertahap.
6. Mengabaikan Dana Darurat
Mengumpulkan uang untuk liburan atau gadget boleh dilakukan, tetapi jangan melupakan cadangan untuk keadaan tidak terduga.
Tanpa dana darurat, Anda mungkin terpaksa menggunakan dana tujuan lain ketika ada kebutuhan mendesak.
Tips agar Saving Lebih Konsisten
1. Mulai dari Nominal yang Realistis
Jangan menunggu sampai bisa menyisihkan jutaan rupiah.
Mulai dengan jumlah yang masih nyaman bagi cash flow dan tingkatkan secara bertahap.
2. Gunakan Sistem Otomatis
Transfer terjadwal dapat membantu mengurangi ketergantungan pada ingatan dan disiplin manual.
Atur agar dana otomatis berpindah tidak lama setelah pendapatan masuk.
3. Buat Target yang Spesifik
Target “Rp15 juta untuk liburan Juni 2027” lebih mudah dipantau daripada sekadar “ingin menabung lebih banyak”.
Semakin spesifik tujuannya, semakin mudah pula menghitung progres.
4. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Prioritas
Periksa transaksi beberapa bulan terakhir.
Anda mungkin menemukan pengeluaran berulang yang jarang disadari, seperti langganan yang sudah tidak digunakan, terlalu sering membeli makanan impulsif, atau biaya kecil yang jika dijumlahkan cukup besar.
Tidak perlu menghapus seluruh hiburan. Pilih pengeluaran yang paling sedikit memberikan manfaat.
5. Pantau Perkembangan Saving
Melihat progres dapat membantu menjaga motivasi.
Contohnya, jika target Rp20 juta dan sudah terkumpul Rp12 juta, Anda mengetahui bahwa progres telah mencapai 60%.
Lakukan pengecekan secara berkala, tetapi tidak perlu terlalu sering hingga membuat proses saving terasa membebani.
Kelola Saving Lebih Praktis Bersama Bank Mega
Membangun kebiasaan saving akan lebih mudah jika dana untuk masa depan dipisahkan dari uang yang digunakan untuk transaksi sehari-hari. Untuk kebutuhan tersebut, Anda dapat mempertimbangkan Mega Zaver dari Bank Mega sebagai salah satu pilihan tabungan digital.
Mega Zaver merupakan tabungan digital Bank Mega untuk nasabah perorangan yang saat ini menawarkan tanpa saldo minimum dan tanpa biaya administrasi. Produk ini terhubung dengan M-Smile sehingga berbagai kebutuhan transaksi dan pengelolaan dana dapat dilakukan secara digital sesuai fitur yang tersedia.
Selain itu, M-Smile memiliki fitur Zaku yang membantu memisahkan tabungan dan pengeluaran berdasarkan kebutuhan. Anda dapat membuat alokasi untuk tujuan seperti dana darurat, liburan, maupun kebutuhan lain sehingga uang saving tidak mudah tercampur dengan dana transaksi harian.
M-Smile juga menyediakan Financial Dashboard untuk membantu mengelola keuangan, serta fitur transfer, pembayaran, top up, dan QRIS untuk kebutuhan transaksi sehari-hari. Dengan membedakan dana saving dan dana pengeluaran, Anda dapat memantau cash flow sekaligus melihat perkembangan tujuan keuangan dengan lebih terarah.
Jika membutuhkan rekening dengan karakteristik yang berbeda, Bank Mega juga memiliki pilihan tabungan lain seperti Mega Dana. Pilih produk berdasarkan kebutuhan transaksi, fitur, biaya, dan tujuan penggunaan dana serta baca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan sebelum membuka rekening.
Dengan sistem yang sesuai, saving tidak hanya menjadi aktivitas menyimpan uang, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan finansial yang lebih terencana dan konsisten.
Baca Juga: Frugal Living untuk Gen Z: Hemat, Tetap Nongkrong, dan Bisa Menabung
FAQ Seputar Saving
1. Apakah Saving Harus Dilakukan Setiap Bulan?
Tidak harus selalu menggunakan frekuensi bulanan. Saving dapat dilakukan setiap menerima penghasilan, misalnya mingguan, dua mingguan, bulanan, atau setiap kali memperoleh pemasukan tambahan. Namun, jadwal rutin dapat membantu membangun kebiasaan. Jika menerima gaji bulanan, melakukan saving setiap bulan biasanya lebih mudah dimasukkan ke dalam anggaran.
2. Apakah Saving Tetap Perlu Jika Sudah Memiliki Investasi?
Ya, keduanya dapat memiliki fungsi berbeda. Saving dapat digunakan untuk dana darurat dan kebutuhan jangka dekat yang memerlukan likuiditas lebih tinggi. Sementara investasi ditujukan untuk tujuan yang sesuai dengan karakteristik risiko dan jangka waktu instrumennya. Memiliki investasi tidak otomatis menggantikan kebutuhan terhadap dana yang mudah diakses.
3. Apakah Dana Saving Boleh Digunakan untuk Kebutuhan Mendesak?
Boleh jika dana tersebut memang dipersiapkan untuk kebutuhan tersebut, misalnya dana darurat. Sebaliknya, jika saving ditujukan untuk DP rumah, sebaiknya jangan digunakan untuk belanja yang tidak mendesak. Membuat beberapa pos berdasarkan tujuan dapat membantu menentukan dana mana yang boleh digunakan dan mana yang perlu dipertahankan.
4. Bagaimana Cara Saving Jika Penghasilan Tidak Tetap?
Jika pendapatan berubah setiap bulan, Anda dapat menggunakan persentase daripada nominal tetap. Misalnya menetapkan 10% dari setiap pendapatan yang diterima untuk saving. Saat penghasilan Rp5 juta, dana yang disisihkan Rp500.000. Ketika pendapatan menjadi Rp8 juta, saving menjadi Rp800.000. Anda juga dapat menggunakan rata-rata penghasilan beberapa bulan sebagai dasar membuat anggaran.
5. Kapan Dana Saving Sebaiknya Dipindahkan ke Instrumen Investasi?
Pertimbangkan tujuan dan kapan dana akan digunakan. Dana darurat serta uang untuk kebutuhan jangka dekat biasanya membutuhkan likuiditas dan stabilitas lebih tinggi. Jika kebutuhan dasar serta dana darurat sudah memadai dan terdapat dana yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat, sebagian dana dapat dipertimbangkan untuk investasi sesuai profil risiko, target waktu, serta pemahaman terhadap produk. Jangan memindahkan dana ke investasi hanya karena ingin mendapatkan return lebih tinggi tanpa memahami kemungkinan penurunan nilainya.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
