Ketika melihat mutasi rekening, Anda mungkin menemukan istilah debit dan kredit. Masalahnya, arti kedua istilah tersebut dapat terasa membingungkan. Apakah debit berarti uang masuk atau justru uang keluar?
Jika dilihat dari sisi nasabah pada mutasi rekening bank, debit umumnya menunjukkan transaksi yang mengurangi saldo rekening. Contohnya adalah penarikan tunai, transfer keluar, pembayaran menggunakan kartu debit, hingga biaya administrasi.
Sebaliknya, transaksi yang menambah saldo rekening biasanya ditampilkan sebagai kredit, misalnya menerima transfer, setoran dana, atau penerimaan gaji.
Namun, konsepnya berbeda ketika masuk ke dunia akuntansi. Dalam akuntansi, debit tidak otomatis berarti uang keluar dan kredit juga tidak selalu berarti uang masuk. Arti keduanya bergantung pada jenis akun yang sedang dicatat.
Karena perbedaan sudut pandang tersebut, penting memahami konteks sebelum menyimpulkan arti debit dan kredit. Berikut penjelasan lengkapnya beserta contoh yang mudah dipahami.
Ringkasan Artikel:
- Pada mutasi rekening dari sudut pandang nasabah, debit umumnya menunjukkan transaksi yang mengurangi saldo.
- Transfer masuk, setoran, dan penerimaan gaji biasanya dicatat sebagai kredit pada rekening nasabah.
- Dalam akuntansi, debit dan kredit bukan sinonim uang keluar dan uang masuk.
- Penambahan kas sebagai aset justru dicatat di sisi debit dalam akuntansi.
- Arti debit atau kredit perlu dilihat berdasarkan konteks, jenis akun, dan keterangan transaksi.
- Nasabah Bank Mega dapat memeriksa saldo dan mutasi rekening melalui M-Smile.
Daftar Isi
- Debit Uang Masuk atau Keluar?
- Arti Debit dalam Rekening Bank
- Arti Kredit dalam Rekening Bank
- Contoh Debit dan Kredit pada Mutasi Rekening
- Mengapa Arti Debit Bisa Berbeda dalam Akuntansi?
- Debit dan Kredit dalam Akuntansi
- Kapan Debit Bisa Berarti Uang Masuk?
- Perbedaan Debit dalam Rekening Bank dan Debit dalam Akuntansi
- Cara Membaca Mutasi Rekening agar Tidak Salah Memahami Debit dan Kredit
- Pantau Uang Masuk dan Keluar Lebih Praktis dengan M-Smile Bank Mega
- FAQ Seputar Debit Uang Masuk atau Keluar
Debit Uang Masuk atau Keluar?
Jawaban dari pertanyaan debit uang masuk atau keluar bergantung pada konteks yang sedang dibahas.
Jika Anda sedang melihat mutasi rekening bank sebagai nasabah, transaksi debit umumnya berkaitan dengan uang yang keluar atau transaksi yang membuat saldo rekening berkurang.
Namun, apabila Anda sedang mempelajari akuntansi, debit tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai uang keluar. Debit merupakan sisi pencatatan yang dapat meningkatkan atau menurunkan saldo akun tergantung jenis akunnya.
1. Debit dalam Rekening Bank Biasanya Menunjukkan Uang Keluar
Dalam penggunaan sehari-hari sebagai nasabah bank, istilah debit lebih mudah dipahami sebagai transaksi yang mengurangi saldo rekening.
Contohnya ketika Anda mempunyai saldo Rp5.000.000 lalu melakukan transfer Rp1.000.000. Setelah transaksi berhasil, saldo menjadi Rp4.000.000.
Transaksi Rp1.000.000 tersebut dapat muncul dalam mutasi sebagai debit atau transaksi keluar.
Hal serupa terjadi ketika Anda menarik tunai, membayar tagihan, atau menggunakan kartu debit untuk berbelanja.
2. Debit dalam Akuntansi Tidak Selalu Berarti Uang Keluar
Dalam akuntansi, debit merupakan salah satu sisi pencatatan transaksi bersama dengan kredit.
Sebuah transaksi hampir selalu memengaruhi setidaknya dua akun sehingga total debit dan kredit harus tetap seimbang dalam sistem pembukuan berpasangan atau double-entry bookkeeping.
Pada akun aset seperti kas, penambahan saldo justru dicatat sebagai debit. Jadi, ketika perusahaan menerima uang tunai, akun Kas dapat bertambah di sisi debit.
Inilah alasan mengapa menyamakan debit dengan uang keluar dalam seluruh konteks dapat menyebabkan salah pemahaman.
Arti Debit dalam Rekening Bank
Jika fokusnya adalah mutasi rekening nasabah, transaksi debit pada umumnya menunjukkan aktivitas yang mengurangi saldo tersedia.
1. Debit karena Penarikan Tunai
Ketika Anda menarik uang melalui ATM atau fasilitas penarikan tunai lainnya, saldo rekening akan berkurang.
Misalnya saldo awal Rp2.000.000 kemudian Anda menarik Rp500.000. Secara sederhana, saldo akan menjadi Rp1.500.000 apabila tidak terdapat transaksi atau biaya lainnya.
Penarikan tersebut menjadi contoh transaksi debit pada rekening.
2. Debit karena Transfer
Transfer keluar juga mengurangi dana di rekening pengirim.
Jika Anda mengirim Rp750.000 kepada rekening lain, nilai transfer akan dicatat sebagai transaksi keluar pada rekening sumber dana.
Apabila terdapat biaya transfer berdasarkan metode yang digunakan, biaya tersebut juga dapat menjadi transaksi pengurang saldo.
3. Debit karena Pembayaran atau Belanja
Penggunaan kartu debit untuk melakukan pembayaran umumnya langsung menggunakan dana dari rekening yang terhubung.
Begitu transaksi berhasil dan dibukukan, saldo rekening akan berkurang berdasarkan nominal pembelian.
Hal serupa berlaku pada pembayaran tagihan, pembelian digital, atau pembayaran lain yang menggunakan rekening sebagai sumber dana.
4. Debit karena Biaya Administrasi
Tidak seluruh pengurangan saldo terjadi karena Anda secara aktif melakukan transfer atau pembelian.
Bank dapat mendebet rekening untuk biaya tertentu sesuai produk dan ketentuan yang berlaku, misalnya biaya administrasi rekening atau biaya layanan tertentu.
Karena itu, apabila saldo berkurang padahal Anda merasa tidak melakukan transaksi, periksa deskripsi atau keterangan pada mutasi rekening terlebih dahulu.
Arti Kredit dalam Rekening Bank
Dari sudut pandang mutasi rekening nasabah, kredit umumnya menunjukkan transaksi yang menambah saldo.
1. Kredit karena Transfer Masuk
Jika orang lain mengirimkan uang ke rekening Anda, saldo akan bertambah setelah transfer berhasil diterima dan dibukukan.
Misalnya saldo semula Rp3.000.000 kemudian menerima transfer Rp500.000. Saldo menjadi Rp3.500.000 apabila tidak ada transaksi lain.
Nilai Rp500.000 tersebut dapat tampil sebagai transaksi kredit atau uang masuk.
2. Kredit karena Setoran Dana
Setoran dana ke rekening juga menambah saldo.
Setoran dapat dilakukan melalui mekanisme yang disediakan bank, misalnya melalui teller atau fasilitas lain yang mendukung setoran.
Setelah berhasil diproses, transaksi tersebut menjadi tambahan dana pada rekening.
3. Kredit karena Penerimaan Gaji atau Pendapatan
Jika perusahaan mengirim gaji ke rekening karyawan, saldo penerima bertambah.
Dari sudut pandang rekening karyawan, transaksi tersebut termasuk uang masuk atau kredit.
Hal yang sama berlaku ketika pelaku usaha menerima pembayaran dari pelanggan melalui transfer ke rekeningnya.
Contoh Debit dan Kredit pada Mutasi Rekening
Agar lebih mudah memahami perbedaannya, perhatikan beberapa contoh sederhana berikut.
1. Contoh Transfer Keluar
Saldo awal rekening:
Rp10.000.000
Anda melakukan transfer kepada teman sebesar:
Rp2.000.000
Transaksi tersebut mengurangi saldo sehingga secara sederhana:
Rp10.000.000 – Rp2.000.000 = Rp8.000.000
Pada mutasi rekening Anda, transfer Rp2.000.000 tersebut merupakan transaksi debit atau keluar.
2. Contoh Transfer Masuk
Saldo awal:
Rp8.000.000
Kemudian Anda menerima transfer:
Rp1.500.000
Saldo menjadi:
Rp8.000.000 + Rp1.500.000 = Rp9.500.000
Dari sudut pandang rekening Anda, Rp1.500.000 merupakan transaksi kredit atau masuk.
3. Contoh Pembayaran Tagihan
Anda mempunyai saldo Rp5.000.000 lalu membayar tagihan listrik Rp500.000 dari rekening.
Secara sederhana:
Rp5.000.000 – Rp500.000 = Rp4.500.000
Pembayaran tersebut mengurangi saldo sehingga termasuk transaksi debit pada mutasi rekening.
4. Contoh Setoran Dana
Saldo rekening Anda Rp1.000.000 kemudian terdapat setoran sebesar Rp2.000.000.
Saldo setelah setoran menjadi:
Rp1.000.000 + Rp2.000.000 = Rp3.000.000
Karena saldo bertambah, transaksi tersebut dari sudut pandang rekening nasabah termasuk kredit atau uang masuk.
| Contoh Transaksi | Dampak pada Saldo Rekening | Umumnya Tercatat sebagai |
|---|---|---|
| Transfer keluar | Berkurang | Debit |
| Tarik tunai | Berkurang | Debit |
| Pembayaran tagihan | Berkurang | Debit |
| Transfer masuk | Bertambah | Kredit |
| Setoran dana | Bertambah | Kredit |
| Penerimaan gaji | Bertambah | Kredit |
Penyebutan atau tampilan kode dapat berbeda menurut sistem bank. Karena itu, tetap periksa keterangan transaksi dan perubahan saldonya.
Mengapa Arti Debit Bisa Berbeda dalam Akuntansi?
Perbedaan terjadi karena akuntansi tidak mendefinisikan debit sebagai “uang keluar” dan kredit sebagai “uang masuk”.
Debit dan kredit adalah dua sisi dalam sistem pencatatan transaksi.
Dalam pembukuan berpasangan, setiap transaksi dicatat pada minimal dua akun dengan nilai total debit yang sama dengan total kredit.
Dampaknya pada masing-masing akun bergantung pada klasifikasi akun tersebut.
Secara umum, penambahan pada akun aset dan beban dicatat di sisi debit. Sementara penambahan pada akun utang, modal, dan pendapatan biasanya dicatat di sisi kredit.
Karena kas merupakan aset, uang masuk ke kas perusahaan dapat meningkatkan akun Kas di sisi debit. Dengan demikian, debit dalam akuntansi justru dapat menunjukkan bertambahnya uang.
Debit dan Kredit dalam Akuntansi
1. Debit pada Akun Aset
Aset merupakan sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan, seperti kas, rekening bank, piutang, persediaan, dan peralatan.
Ketika nilai aset bertambah, penambahannya secara umum dicatat di sisi debit.
Misalnya pelanggan membayar piutang tunai sebesar Rp2.000.000. Akun Kas bertambah dan dicatat:
Debit Kas Rp2.000.000
Jadi, pada contoh tersebut debit berkaitan dengan uang masuk ke kas perusahaan.
2. Debit pada Akun Beban
Beban juga umumnya bertambah di sisi debit.
Misalnya perusahaan membayar listrik sebesar Rp1.000.000.
Pencatatannya secara sederhana dapat melibatkan:
- Debit Beban Listrik Rp1.000.000; dan
- Kredit Kas Rp1.000.000.
Pada transaksi tersebut, kas memang keluar, tetapi sisi debit digunakan untuk menambah akun Beban Listrik, bukan untuk menunjukkan keluarnya uang.
3. Kredit pada Akun Utang
Akun kewajiban atau utang pada umumnya bertambah di sisi kredit.
Misalnya perusahaan membeli barang senilai Rp5.000.000 secara kredit.
Persediaan sebagai aset dapat bertambah di sisi debit, sedangkan Utang Usaha bertambah di sisi kredit.
Belum ada uang yang berpindah pada saat transaksi kredit tersebut terjadi, tetapi pencatatan debit dan kredit tetap dilakukan.
4. Kredit pada Akun Modal
Modal atau ekuitas secara umum bertambah pada sisi kredit.
Misalnya pemilik menambahkan modal tunai sebesar Rp20.000.000 ke perusahaan.
Secara sederhana, pencatatannya dapat berupa:
- Debit Kas Rp20.000.000; dan
- Kredit Modal Rp20.000.000.
Sekali lagi, uang masuk ke perusahaan justru menghasilkan debit pada akun Kas dan kredit pada akun Modal.
5. Kredit pada Akun Pendapatan
Pendapatan pada umumnya bertambah di sisi kredit.
Misalnya perusahaan menerima pembayaran tunai Rp3.000.000 dari jasa yang diberikan.
Pencatatannya secara sederhana:
- Debit Kas Rp3.000.000; dan
- Kredit Pendapatan Rp3.000.000.
Uang masuk menambah kas di debit, sementara pendapatan meningkat di kredit.
Kapan Debit Bisa Berarti Uang Masuk?
Dalam akuntansi, terdapat beberapa kondisi ketika transaksi yang menyebabkan aset bertambah dicatat sebagai debit.
1. Ketika Mencatat Penambahan Kas sebagai Aset
Kas termasuk akun aset sehingga bertambah di sisi debit.
Misalnya perusahaan menerima pelunasan piutang sebesar Rp5.000.000.
Kas perusahaan bertambah sehingga akun Kas didebit Rp5.000.000. Pada saat yang sama, Piutang Usaha berkurang sehingga akun tersebut dikredit.
Dalam konteks ini, debit justru terjadi ketika uang masuk.
2. Ketika Mencatat Penambahan Piutang
Debit juga tidak selalu melibatkan perpindahan uang tunai.
Piutang merupakan aset sehingga ketika perusahaan melakukan penjualan secara kredit, Piutang Usaha dapat bertambah di sisi debit meskipun pelanggan belum membayar.
Misalnya jasa senilai Rp4.000.000 telah diberikan tetapi pelanggan baru akan membayar bulan depan.
Secara sederhana, perusahaan dapat mencatat:
- Debit Piutang Usaha Rp4.000.000; dan
- Kredit Pendapatan Rp4.000.000.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa istilah debit dalam akuntansi tidak dapat diterjemahkan hanya dengan melihat arah arus kas.
Perbedaan Debit dalam Rekening Bank dan Debit dalam Akuntansi
1. Perbedaan Sudut Pandang
Mutasi rekening yang dilihat nasabah disajikan dari konteks rekening dan aktivitas nasabah.
Karena itu, debit umumnya dipahami sebagai transaksi yang mengurangi saldo rekening nasabah.
Dalam sistem pembukuan bank sendiri, pencatatan akuntansinya memiliki perspektif berbeda karena saldo simpanan nasabah merupakan kewajiban bagi bank.
Perbedaan perspektif inilah yang menjadi salah satu alasan istilah debit dan kredit pada perbankan dapat terasa berlawanan jika dibandingkan dengan pencatatan kas pada pembukuan nasabah.
2. Perbedaan Tujuan Pencatatan
Mutasi rekening dibuat agar nasabah dapat melihat aktivitas yang terjadi pada rekeningnya.
Fokusnya adalah mengetahui dana masuk, dana keluar, tanggal, nominal, dan keterangan transaksi.
Sementara pencatatan debit dan kredit dalam akuntansi bertujuan mencatat dampak transaksi pada seluruh akun sehingga laporan keuangan tetap seimbang.
3. Perbedaan Pengaruh terhadap Saldo
Pada rekening bank nasabah, debit umumnya menurunkan saldo dan kredit meningkatkan saldo.
Dalam akuntansi, efek debit terhadap saldo bergantung pada akun.
| Jenis Akun | Umumnya Bertambah di | Umumnya Berkurang di |
|---|---|---|
| Aset | Debit | Kredit |
| Beban | Debit | Kredit |
| Utang/Kewajiban | Kredit | Debit |
| Modal/Ekuitas | Kredit | Debit |
| Pendapatan | Kredit | Debit |
Tabel tersebut merupakan prinsip dasar umum. Pencatatan transaksi aktual tetap perlu mempertimbangkan jenis transaksi dan akun yang terlibat.
Cara Membaca Mutasi Rekening agar Tidak Salah Memahami Debit dan Kredit
1. Perhatikan Keterangan Transaksi
Jangan hanya melihat tulisan debit atau kredit.
Periksa deskripsi transaksi untuk mengetahui asal atau tujuan dana, misalnya transfer, pembayaran, setoran, biaya administrasi, atau transaksi kartu.
Keterangan tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa saldo berubah.
2. Cek Saldo sebelum dan Sesudah Transaksi
Cara yang sederhana untuk mengetahui arah transaksi adalah membandingkan saldo.
Jika saldo berkurang setelah transaksi, aktivitas tersebut merupakan pengeluaran dari sudut pandang rekening Anda.
Jika saldo bertambah, terdapat dana masuk atau kredit pada rekening.
3. Kenali Kode Debit dan Kredit
Beberapa laporan rekening menggunakan singkatan seperti DR dan CR.
DR umumnya berasal dari istilah debit, sedangkan CR berasal dari credit.
Namun, format tampilan dan terminologi dapat berbeda pada setiap bank atau jenis laporan. Gunakan penjelasan pada e-statement atau informasi dari bank apabila terdapat kode yang belum dipahami.
4. Cocokkan dengan Bukti Transaksi
Simpan atau periksa kembali bukti transfer, pembayaran, maupun transaksi lainnya.
Cocokkan tanggal, nominal, dan pihak yang terlibat dengan mutasi rekening.
Langkah ini terutama penting bagi pelaku usaha atau seseorang yang memiliki banyak transaksi setiap hari.
Rekonsiliasi secara berkala juga membantu menemukan transaksi yang tidak dikenali lebih cepat.
Pantau Uang Masuk dan Keluar Lebih Praktis dengan M-Smile Bank Mega
Memahami apakah transaksi merupakan debit atau kredit akan lebih mudah apabila Anda rutin memeriksa aktivitas rekening.
Bagi nasabah Bank Mega, M-Smile menyediakan informasi rekening yang dapat digunakan untuk membantu memantau saldo dan transaksi secara digital.
Pada menu Akun Saya, nasabah dapat mengakses informasi rekening Bank Mega yang dimiliki. Untuk rekening tabungan, layanan M-Smile mencakup informasi saldo, mutasi, dan e-statement sesuai fasilitas yang tersedia.
Mutasi rekening dapat membantu Anda melihat transaksi yang terjadi tanpa harus menunggu akhir bulan. Anda dapat mencocokkan dana masuk dengan penghasilan atau transfer yang diharapkan sekaligus memeriksa berbagai pengeluaran yang telah dilakukan.
M-Smile juga menyediakan berbagai transaksi finansial seperti transfer, pembayaran tagihan, pembelian, dan QRIS. Transaksi finansial tersebut dapat berdampak pada perubahan saldo rekening sesuai jenis transaksinya.
Mengecek mutasi secara rutin dapat membantu pengelolaan keuangan sehari-hari. Misalnya, Anda dapat mengetahui apakah pengeluaran sudah sesuai budget, memastikan transfer telah tercatat, atau melihat biaya tertentu yang dibebankan ke rekening.
Pemeriksaan rutin juga penting dari sisi keamanan. Jika terdapat transaksi debit yang tidak Anda kenali, lakukan pengecekan secepatnya dan jangan membagikan M-PIN, OTP, password, maupun data rahasia lainnya kepada pihak mana pun.
Dengan memahami keterangan transaksi dan perubahan saldo melalui M-Smile, Anda dapat lebih mudah membedakan dana masuk dan keluar sekaligus menjaga pencatatan keuangan tetap rapi.
Baca Juga: Debitur Adalah? Pengertian, Hak, dan Kewajibannya
FAQ Seputar Debit Uang Masuk atau Keluar
1. Kenapa Transfer Masuk Bisa Tercatat Berbeda di Sistem Akuntansi dan Rekening Bank?
Hal tersebut terjadi karena sudut pandangnya berbeda.
Di mutasi rekening nasabah, transfer masuk umumnya ditampilkan sebagai kredit karena saldo rekening Anda bertambah.
Namun, jika transaksi tersebut dimasukkan ke pembukuan perusahaan dan uang masuk ke rekening bank milik perusahaan, akun Bank atau Kas yang termasuk aset justru bertambah di sisi debit.
Misalnya perusahaan menerima pembayaran pelanggan Rp5.000.000. Di mutasi rekening dapat terlihat sebagai kredit masuk, sedangkan dalam pembukuan perusahaan akun Bank dapat dicatat:
Debit Bank Rp5.000.000
Akun pasangannya bergantung pada sumber transaksi, misalnya Piutang Usaha atau Pendapatan.
2. Apa Arti DR dan CR pada Mutasi Rekening?
Secara umum, DR berarti debit dan CR berarti credit atau kredit.
Dari sudut pandang mutasi rekening nasabah, DR biasanya berhubungan dengan pengurangan saldo, sedangkan CR berkaitan dengan penambahan saldo.
Namun, sistem dan format laporan setiap bank dapat berbeda. Karena itu, lihat keterangan transaksi dan perubahan saldo untuk memastikan maknanya.
3. Apakah Transaksi Kartu Debit Selalu Mengurangi Saldo Rekening?
Pada transaksi pembelian normal yang berhasil dan dibukukan, penggunaan kartu debit menggunakan dana dari rekening yang terhubung sehingga pada akhirnya mengurangi saldo sesuai nominal transaksi dan ketentuan yang berlaku.
Namun, terdapat kondisi tertentu seperti pembatalan, reversal, pengembalian dana, atau transaksi yang masih dalam proses sehingga perubahan saldo dapat mengalami penyesuaian kembali.
Karena itu, jika sebuah transaksi dibatalkan, periksa mutasi untuk memastikan dana telah dikembalikan sesuai proses bank dan merchant.
4. Mengapa Saldo Rekening Bisa Berkurang tanpa Melakukan Transfer?
Transfer hanya salah satu transaksi yang dapat mengurangi saldo.
Saldo juga dapat berkurang karena pembayaran tagihan, pembelian menggunakan kartu debit, transaksi QRIS dengan rekening sebagai sumber dana, autodebit, biaya administrasi, atau biaya layanan tertentu sesuai produk.
Periksa keterangan transaksi pada mutasi untuk mengetahui penyebabnya.
Jika keterangannya tetap tidak dikenali, hubungi bank melalui kanal resmi untuk melakukan konfirmasi.
5. Bagaimana Jika Ada Transaksi Debit yang Tidak Dikenali?
Periksa terlebih dahulu tanggal, nominal, nama merchant atau penerima, serta transaksi otomatis yang mungkin pernah Anda daftarkan.
Cocokkan pula dengan bukti transaksi, langganan, autodebit, atau aktivitas anggota keluarga apabila rekening atau metode pembayaran terkait digunakan sesuai kewenangan Anda.
Jika setelah diperiksa transaksi tetap tidak dikenal, segera hubungi MegaCall atau kanal resmi Bank Mega untuk mendapatkan bantuan dan mengikuti prosedur penanganan yang berlaku.
Jika dugaan transaksi berkaitan dengan kartu, lakukan tindakan pengamanan yang tersedia sesuai jenis kartu dan layanan. M-Smile juga menyediakan fasilitas pengelolaan kartu tertentu, termasuk fungsi pemblokiran sesuai produk.
Jangan pernah memberikan OTP, M-PIN, PIN kartu, CVV, password, atau informasi keamanan lainnya kepada pihak yang mengaku dapat membantu membatalkan transaksi.
Kesimpulannya, menjawab pertanyaan debit uang masuk atau keluar perlu melihat konteks. Pada mutasi rekening bank dari sudut pandang nasabah, debit biasanya berarti uang keluar atau saldo berkurang, sedangkan kredit menunjukkan dana masuk. Namun, dalam akuntansi, debit tidak identik dengan uang keluar. Akun aset seperti Kas justru bertambah di sisi debit. Memahami perbedaan tersebut akan membantu Anda membaca mutasi rekening maupun pencatatan akuntansi dengan lebih tepat.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
