Libur sekolah akhir tahun menjadi kesempatan bagi anak untuk beristirahat dari rutinitas belajar sekaligus menikmati lebih banyak waktu bersama keluarga. Kegiatannya pun tidak harus selalu berupa perjalanan jauh. Staycation, berkunjung ke museum, piknik, membuat kerajinan, membaca buku, hingga bermain bersama di rumah dapat menjadi agenda yang sama menyenangkannya.
Agar anak tidak cepat bosan, orang tua dapat mengombinasikan aktivitas di luar rumah dengan kegiatan yang lebih santai. Beberapa hari bisa digunakan untuk bepergian, sementara hari lainnya dibiarkan lebih fleksibel untuk membaca, bermain, atau sekadar menikmati waktu tanpa jadwal.
Pilihan kegiatan juga sebaiknya mempertimbangkan usia anak, minat, kondisi fisik, cuaca, dan budget keluarga. Anak yang tertarik dengan sains mungkin lebih menikmati museum interaktif, sedangkan anak yang aktif dapat lebih antusias bermain di taman, theme park, atau mengikuti aktivitas outdoor.
Ringkasan: Ada banyak cara mengisi libur sekolah akhir tahun, mulai dari mengunjungi destinasi keluarga seperti TMII dan Taman Safari Bogor, bermain di Dufan, mencoba science center, staycation, camping, piknik, memasak, membuat DIY, membaca, hingga mengadakan family game night di rumah. Susun jadwal secara fleksibel dan tidak perlu mengisi setiap hari dengan kegiatan berbayar.
Ide Aktivitas Seru untuk Mengisi Libur Sekolah Akhir Tahun
Tidak perlu memasukkan seluruh kegiatan berikut ke dalam satu periode liburan. Pilih beberapa yang paling sesuai dengan usia dan minat anak, lalu kombinasikan dengan hari istirahat agar liburan tidak terasa seperti jadwal sekolah yang baru.
1. Liburan ke Destinasi Wisata Keluarga
Jika memiliki waktu beberapa hari, ajak anak mengunjungi destinasi yang menawarkan beberapa jenis aktivitas sekaligus.
Salah satu contohnya adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta. Di satu kawasan, keluarga dapat melihat anjungan daerah, menaiki kereta gantung, mengunjungi berbagai museum, melihat koleksi satwa, hingga menikmati pertunjukan Tirta Cerita.
TMII juga memiliki sejumlah kegiatan interaktif sehingga kunjungan tidak hanya berisi aktivitas berjalan dan berfoto. Contemporary Art Gallery, misalnya, memiliki aktivitas seni tertentu, sementara berbagai museum dapat digunakan untuk mengenalkan anak pada budaya, transportasi, teknologi, dan sejarah Indonesia.
Alternatifnya, pilih destinasi di kota tujuan yang memiliki beberapa atraksi dalam satu area sehingga keluarga tidak harus terlalu sering berpindah tempat.
2. Staycation di Hotel dengan Fasilitas Anak
Staycation dapat menjadi pilihan jika ingin mengubah suasana tanpa harus membuat perjalanan panjang.
Ketika memilih hotel, jangan hanya melihat tampilan kamar. Untuk keluarga, fasilitas seperti kids club, kolam anak, playground, dan akses ke tempat wisata dapat memberikan nilai lebih.
Contohnya adalah The Trans Luxury Hotel Bandung yang memiliki Kids Club, kids pool, playground, serta heated white sandy beach pool. Lokasinya juga berada di kompleks yang dekat dengan Trans Studio Bandung dan Trans Studio Mall Bandung.
Di area Jakarta dan sekitarnya, The Trans Hotel Jakarta di Cibubur juga memiliki Kids Club, kolam renang, dan berbagai aktivitas anak.
Sebelum booking, cek apakah fasilitas anak termasuk dalam tarif kamar, memiliki batas usia, membutuhkan reservasi, atau memiliki jam operasional tertentu.
3. Bermain di Theme Park atau Waterpark
Theme park cocok untuk anak yang menyukai wahana dan aktivitas dengan banyak pilihan.
Di Jakarta, keluarga dapat mempertimbangkan Dunia Fantasi atau Dufan di Ancol. Pilihan wahananya mencakup permainan keluarga hingga wahana untuk anak, seperti Dream Playground dan beberapa wahana dengan ketentuan tinggi badan tertentu.
Jika berada di Bandung, Trans Studio Bandung dapat menjadi contoh theme park indoor sehingga lebih fleksibel ketika cuaca sedang tidak mendukung aktivitas luar ruangan.
Untuk waterpark, pilih destinasi yang memiliki area dan kedalaman kolam sesuai usia anak. Selalu periksa batas tinggi badan, aturan penggunaan wahana, serta fasilitas pelampung sebelum berkunjung.
4. Mengunjungi Kebun Binatang atau Safari Park
Jika anak tertarik dengan satwa, kunjungan ke kebun binatang atau safari park dapat menjadi agenda yang menggabungkan rekreasi dan edukasi.
Taman Safari Indonesia Bogor di Cisarua, misalnya, memiliki Safari Journey yang memungkinkan keluarga melihat berbagai satwa dari kendaraan. Pengunjung juga dapat mengunjungi Istana Panda, melihat berbagai exhibit satwa, menonton presentasi edukasi, serta mencoba wahana rekreasi.
Orang tua dapat membuat kunjungan lebih interaktif dengan meminta anak mencatat atau memotret tiga satwa yang baru pertama kali dilihat kemudian mencari informasi tentang habitat dan makanannya setelah pulang.
Ikuti aturan interaksi dengan satwa dan jangan memberi makanan selain yang memang diperbolehkan pengelola.
5. Wisata Edukasi ke Museum dan Science Center
Museum tidak harus identik dengan melihat benda di balik etalase. Sejumlah tempat kini mempunyai instalasi yang dapat disentuh, dimainkan, atau dicoba langsung oleh anak.
Salah satu contohnya adalah Indonesia Science Center atau PP-IPTEK di TMII, Jakarta. Tempat ini memiliki ratusan alat peraga interaktif, termasuk simulator gempa, generator Van de Graaff, virtual reality, augmented reality, mirror maze, hingga berbagai demonstrasi sains.
Di kawasan TMII sendiri terdapat belasan museum lain, termasuk Museum Transportasi, Museum Indonesia, Museum Listrik dan Energi Baru, serta Komodo Museum & Reptile Park.
Pilih satu atau dua museum sesuai minat anak agar kunjungan tidak terlalu panjang. Setelahnya, ajak anak menceritakan satu hal baru yang paling menarik menurut mereka.
6. Camping atau Glamping Bersama Keluarga
Menginap di tengah alam dapat menjadi pengalaman berbeda untuk anak yang biasanya menghabiskan sebagian besar waktunya di perkotaan.
Beberapa kawasan yang dikenal sebagai tujuan camping keluarga antara lain Ranca Upas di Ciwidey, Bandung dan berbagai area camping serta glamping di kawasan Puncak, Bogor.
Jika keluarga belum terbiasa camping, glamping dapat menjadi pilihan karena biasanya sudah menyediakan tempat tidur dan fasilitas dasar sehingga perlengkapan yang perlu dibawa lebih sedikit.
Libatkan anak dalam aktivitas sederhana seperti menyiapkan barang, menyusun sleeping bag, melihat alam di pagi hari, atau menyiapkan sarapan bersama.
Periksa cuaca dan aturan pengelola sebelum berangkat, terutama karena liburan akhir tahun berada pada periode ketika hujan dapat sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
7. Piknik dan Bermain di Taman
Piknik merupakan alternatif yang relatif sederhana jika keluarga tidak ingin membeli tiket tempat wisata.
Di Jakarta, salah satu contohnya adalah Tebet Eco Park. Taman ini memiliki Community Lawn untuk aktivitas kelompok, Children Playground, Thematic Garden, Wetland Boardwalk, serta area hijau untuk berjalan santai.
Masuk ke Tebet Eco Park saat ini tidak dipungut biaya. Anda dapat membawa alas duduk dan makanan sederhana, kemudian membiarkan anak bermain atau menjelajahi taman.
Alternatif lainnya adalah taman kota di sekitar tempat tinggal. Pilih area yang memiliki toilet, tempat berteduh, dan ruang bermain yang sesuai usia anak.
Jangan lupa membawa kembali sampah dan mengikuti aturan taman.
8. Mengikuti Kelas Memasak Bersama Anak
Memasak dapat menjadi kegiatan yang sekaligus melatih kemampuan mengikuti instruksi, mengukur bahan, dan bekerja sama.
Carilah kelas memasak anak di cooking studio, hotel, bakery, atau pusat perbelanjaan di kota Anda. Program khusus liburan sekolah juga sering memiliki tema yang berbeda dari kelas reguler.
Jika tidak ingin mengikuti kelas berbayar, buat kegiatan serupa di rumah. Pilih resep sederhana seperti pizza mini, cookies, sandwich, pancake, atau menghias cupcake.
Berikan pekerjaan sesuai usia. Anak yang lebih kecil dapat membantu memilih topping, sedangkan anak yang lebih besar dapat belajar menimbang bahan atau mengikuti tahapan resep dengan pengawasan.
9. Membuat Kerajinan dan Proyek DIY di Rumah
Kardus bekas, kertas warna, botol plastik, kain sisa, dan berbagai barang sederhana dapat diubah menjadi proyek kreatif.
Beberapa ide yang dapat dicoba adalah:
- membuat scrapbook liburan;
- melukis tote bag;
- membuat rumah-rumahan dari kardus;
- membuat dekorasi kamar;
- merangkai gelang;
- melukis pot tanaman; atau
- membuat kartu ucapan akhir tahun.
Tidak perlu mengejar hasil yang sempurna. Biarkan anak memilih warna dan bentuk sendiri agar aktivitas benar-benar menjadi ruang untuk bereksperimen.
10. Movie Marathon Bersama Keluarga
Sisihkan satu hari untuk berada di rumah tanpa itinerary perjalanan.
Minta setiap anggota keluarga mengusulkan satu film kemudian pilih berdasarkan usia anak. Siapkan popcorn, buah, atau camilan yang sudah tersedia agar suasananya berbeda dari menonton pada hari biasa.
Jika menggunakan layanan streaming, manfaatkan langganan yang memang sudah dimiliki daripada mendaftar banyak layanan baru hanya untuk liburan.
Aktivitas ini juga cocok digunakan sebagai rencana cadangan ketika hujan membuat agenda outdoor harus dibatalkan.
11. Membaca Buku dan Mengunjungi Perpustakaan
Libur sekolah dapat digunakan untuk mengembalikan aktivitas membaca menjadi sesuatu yang dilakukan untuk kesenangan, bukan hanya karena tugas.
Di Jakarta, keluarga dapat mengunjungi Perpustakaan Nasional RI di kawasan Medan Merdeka Selatan. Perpusnas memiliki layanan anak dan pernah menyelenggarakan kegiatan seperti kelas literasi untuk anak.
Namun, perhatikan tanggal kunjungan. Jadwal operasional Perpusnas saat ini menyebut layanan tutup pada cuti bersama dan hari libur nasional sehingga kunjungan selama periode Natal perlu direncanakan pada hari operasional.
Alternatifnya, kunjungi perpustakaan daerah di kota tempat tinggal atau ajak anak memilih buku di toko buku kemudian membuat waktu membaca bersama di rumah.
12. Berkebun Bersama Anak
Berkebun mengajarkan bahwa hasil tidak selalu terlihat dalam satu hari.
Mulailah dari tanaman sederhana seperti cabai, tomat, daun bawang, mint, atau tanaman hias yang mudah dirawat di rumah.
Minta anak menanam benih, memberi label tanggal, menyiram tanaman, kemudian mencatat perkembangannya setiap beberapa hari.
Jika ingin melihat kegiatan bercocok tanam di ruang publik, Community Garden di Tebet Eco Park dapat menjadi contoh bagaimana ruang hijau kota dimanfaatkan untuk kegiatan berkebun komunitas.
13. Bersepeda atau Olahraga Bersama
Aktivitas fisik tidak harus dilakukan melalui kelas olahraga formal.
Keluarga dapat berjalan pagi, jogging, bermain badminton, berenang, atau bersepeda bersama di area yang memang aman digunakan.
Jika berlibur di kawasan Ancol, misalnya, keluarga dapat menikmati area terbuka dan memilih aktivitas rekreasi yang sesuai. Di lingkungan tempat tinggal, taman kota atau jalur yang minim kendaraan juga dapat menjadi opsi yang lebih praktis.
Pilih aktivitas berdasarkan kemampuan anak. Tujuannya adalah bergerak bersama dan bersenang-senang, bukan mengejar jarak atau performa tertentu.
14. Mengajak Anak Belajar Fotografi
Fotografi dapat digunakan untuk melatih anak memperhatikan detail di sekitarnya.
Tidak membutuhkan kamera profesional. Smartphone keluarga sudah cukup untuk mengenalkan konsep sederhana seperti pencahayaan, sudut pengambilan gambar, simetri, dan komposisi.
Untuk praktik, pilih tempat dengan banyak objek menarik seperti Kota Tua Jakarta, anjungan dan ruang terbuka di TMII, atau kawasan hijau seperti Kebun Raya Bogor.
Berikan tantangan sederhana, misalnya mengambil foto lima warna berbeda, tiga bentuk geometris, satu foto keluarga, dan satu objek favorit.
Jika mengunggah foto anak ke media sosial, tetap pertimbangkan privasi dan informasi lokasi yang dibagikan.
15. Berkunjung ke Rumah Kakek-Nenek atau Kerabat
Tidak semua pengalaman liburan harus datang dari tempat wisata.
Jika kakek-nenek atau kerabat tinggal di kota berbeda, libur sekolah dapat menjadi waktu untuk mengunjunginya tanpa terburu-buru mengejar jadwal sekolah keesokan hari.
Libatkan anak dalam kegiatan keluarga, misalnya memasak resep keluarga, melihat album foto lama, mendengarkan cerita masa kecil orang tua, atau berjalan-jalan di sekitar kampung halaman.
Pengalaman seperti ini juga memberi kesempatan anak mengenal hubungan keluarga dan cerita lintas generasi.
16. Wisata Kuliner Bersama Keluarga
Buat satu hari khusus untuk mencoba makanan yang belum pernah dicicipi anak.
Jika berada di Bandung, keluarga dapat menjelajahi kuliner di sekitar Jalan Braga dan kawasan pusat kota. Di Solo, Pasar Gede dapat menjadi salah satu tujuan untuk mengenalkan berbagai jajanan lokal. Sementara di Yogyakarta, kawasan Malioboro dan sekitarnya memiliki banyak pilihan kuliner yang dapat digabungkan dengan aktivitas jalan-jalan.
Tidak perlu mencoba terlalu banyak tempat dalam sehari. Pilih dua atau tiga kuliner utama dan gunakan konsep sharing agar anak dapat mencicipi beberapa makanan tanpa menyisakan terlalu banyak.
Tanyakan juga apakah makanan memiliki tingkat kepedasan atau bahan tertentu yang perlu diperhatikan anak.
17. Mengadakan Family Game Night
Satu malam tanpa televisi dan aktivitas masing-masing dapat diubah menjadi family game night.
Gunakan board game yang sudah dimiliki, kartu, puzzle, tebak kata, charades, atau buat kuis tentang anggota keluarga.
Orang tua dapat menyiapkan hadiah kecil yang tidak harus berupa barang mahal, misalnya pemenang boleh memilih film yang ditonton keesokan hari atau menentukan menu sarapan keluarga.
Jika anggota keluarga memiliki rentang usia cukup jauh, pilih beberapa permainan berbeda agar setiap orang mendapat kesempatan memainkan permainan yang sesuai.
18. Mengajak Anak Menyiapkan Acara Natal dan Tahun Baru
Periode libur sekolah akhir tahun sering berdekatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Jika keluarga memiliki agenda khusus, libatkan anak dalam persiapannya.
Anak dapat membantu membuat kartu Natal, membungkus kado, menata meja makan, membuat dekorasi sederhana, memilih playlist keluarga, atau menyiapkan camilan.
Menjelang Tahun Baru, keluarga juga dapat membuat sesi refleksi ringan. Minta anak menuliskan pengalaman favorit selama setahun serta satu atau dua hal yang ingin dipelajari pada tahun berikutnya.
Fokuskan kegiatan pada kebersamaan, bukan membuat dekorasi atau pesta yang harus terlihat sempurna.
Cara Menyusun Agenda Libur Sekolah agar Anak Tidak Bosan
1. Kombinasikan Aktivitas di Rumah dan di Luar Rumah
Tidak perlu bepergian setiap hari agar liburan terasa menarik.
Sebagai contoh, setelah satu hari penuh mengunjungi theme park, hari berikutnya dapat digunakan untuk movie marathon atau membuat kerajinan di rumah.
Pola seperti ini juga memberi waktu kepada anak untuk memulihkan energi dan membantu orang tua mengendalikan biaya liburan.
2. Libatkan Anak dalam Memilih Kegiatan
Alih-alih menentukan seluruh jadwal sendiri, berikan beberapa pilihan kepada anak.
Misalnya, tanyakan apakah mereka lebih memilih berkunjung ke museum atau kebun binatang, membuat pizza atau cookies, serta piknik atau bersepeda.
Memberikan pilihan membuat anak merasa memiliki peran dalam liburan sekaligus membantu orang tua mengetahui minat yang sedang berkembang.
3. Sisakan Waktu untuk Beristirahat
Libur sekolah juga merupakan waktu bagi anak untuk mendapatkan jeda dari rutinitas yang padat.
Tidak masalah jika ada satu hari tanpa agenda khusus. Anak dapat bangun lebih santai, bermain sendiri, membaca, atau melakukan kegiatan spontan di rumah.
Waktu kosong juga memberi ruang untuk mengubah rencana ketika cuaca buruk atau kondisi anak sedang tidak fit.
4. Jangan Membuat Jadwal Terlalu Padat
Mengejar beberapa tempat wisata dalam satu hari dapat membuat anak lebih banyak menghabiskan waktu di kendaraan daripada menikmati liburan.
Untuk perjalanan keluarga, satu aktivitas utama per hari sering kali sudah cukup, kemudian dilengkapi makan atau aktivitas ringan di sekitar lokasi.
Perhatikan pula waktu antre, makan, toilet, dan tidur siang untuk anak yang masih kecil.
5. Tetapkan Hari Tanpa Gadget jika Dibutuhkan
Jika screen time meningkat selama liburan, keluarga dapat membuat beberapa periode tanpa gadget.
Tidak harus satu hari penuh. Anda bisa memulai dengan aturan sederhana seperti tidak menggunakan ponsel ketika makan, bermain board game, piknik, atau melakukan aktivitas keluarga.
Orang tua juga sebaiknya mengikuti aturan yang sama agar anak tidak merasa pembatasan hanya berlaku untuk mereka.
Tips Mengatur Budget Libur Sekolah Keluarga
1. Tentukan Budget Liburan sejak Awal
Tentukan terlebih dahulu berapa dana yang nyaman digunakan tanpa mengganggu kebutuhan rumah tangga setelah liburan.
Bagi budget menjadi beberapa kategori, misalnya:
- transportasi;
- penginapan;
- tiket tempat wisata;
- makanan;
- shopping;
- aktivitas tambahan; dan
- cadangan perjalanan.
Dengan batas yang sudah jelas, keluarga lebih mudah menentukan apakah akan melakukan satu perjalanan besar atau beberapa aktivitas lokal.
2. Prioritaskan Aktivitas yang Paling Diinginkan Anak
Daripada membeli tiket ke banyak tempat hanya karena sedang libur, tanyakan aktivitas apa yang benar-benar ingin dicoba anak.
Jika mereka paling ingin pergi ke Taman Safari, misalnya, Anda dapat menjadikan kunjungan tersebut sebagai pengeluaran utama lalu mengisi hari lain dengan kegiatan yang lebih murah.
Cara ini membantu membuat budget digunakan untuk pengalaman yang kemungkinan lebih diingat anak.
3. Kombinasikan Aktivitas Berbayar dan Gratis
Satu hari di theme park dapat diselingi dengan piknik gratis di taman, membuat DIY di rumah, membaca buku, atau family game night.
Untuk contoh tempat gratis, Tebet Eco Park saat ini tidak memungut tiket masuk dan memiliki playground serta area untuk piknik dan berjalan santai.
Kombinasi tersebut membantu menjaga variasi aktivitas tanpa membuat setiap hari memiliki biaya tiket.
4. Bawa Bekal untuk Menghemat Pengeluaran
Jika aturan destinasi memperbolehkan membawa makanan, bekal sederhana dapat membantu mengurangi pengeluaran.
Air minum, buah, sandwich, atau snack untuk anak juga berguna ketika perjalanan lebih lama dari perkiraan.
Namun, selalu cek aturan lokasi. Beberapa theme park, museum, atau area tertentu mungkin membatasi makanan dari luar.
5. Manfaatkan Promo Hotel, Wisata, Dining, dan Shopping
Promo dapat membantu apabila sesuai dengan rencana yang memang sudah dibuat.
Sebelum menggunakan diskon, cek minimum transaksi, maksimum benefit, kuota, periode penggunaan, jenis kartu, serta tanggal yang dikecualikan.
Khusus hotel, perhatikan blackout date. Promo yang secara umum berlaku sampai Desember belum tentu dapat digunakan pada seluruh periode Natal dan Tahun Baru.
Jangan meningkatkan nilai transaksi secara berlebihan hanya untuk memenuhi minimum pembelian suatu promo.
Hal yang Perlu Disiapkan jika Libur Sekolah dengan Traveling
1. Tiket dan Penginapan
Setelah jadwal keluarga sudah pasti, bandingkan transportasi dan hotel yang sesuai.
Perhatikan jam keberangkatan. Tiket yang sangat murah tetapi berangkat terlalu dini dapat kurang praktis ketika bepergian bersama anak kecil.
Untuk penginapan, cek kapasitas kamar, kebijakan anak, extra bed, sarapan, fasilitas keluarga, dan jarak menuju tempat wisata.
2. Pakaian dan Perlengkapan Anak
Buat checklist berdasarkan jumlah hari dan aktivitas.
Sediakan beberapa pakaian ganti yang mudah dijangkau, terutama untuk anak kecil. Jika destinasi sedang memasuki musim hujan, masukkan jas hujan, payung lipat, atau sepatu cadangan.
Hindari membawa terlalu banyak pakaian apabila perjalanan cukup panjang dan tersedia fasilitas laundry.
3. Obat-obatan dan Kebutuhan Pribadi
Bawa obat rutin yang memang digunakan anak beserta perlengkapan pribadi yang diperlukan.
Untuk perjalanan jauh, simpan kebutuhan penting dalam tas kabin atau tas harian, bukan semuanya di koper besar.
Jika anak memiliki kondisi kesehatan atau alergi tertentu, sesuaikan persiapan dengan arahan tenaga kesehatan yang menangani.
4. Mainan atau Hiburan selama Perjalanan
Perjalanan panjang dapat membuat anak cepat bosan.
Bawa satu atau dua permainan kecil, buku, alat gambar, atau aktivitas sederhana yang tidak membutuhkan banyak ruang.
Konten offline di perangkat juga dapat disiapkan sebagai cadangan, terutama jika sinyal internet tidak stabil. Tetap imbangi dengan aktivitas non-gadget.
5. Itinerary yang Ramah Anak
Jangan membuat itinerary perjalanan anak sama dengan perjalanan orang dewasa yang ingin berpindah lokasi sepanjang hari.
Pertimbangkan waktu tidur, makan, toilet, dan jarak berjalan kaki.
Apabila tempat wisata berukuran besar seperti TMII atau Taman Safari, tidak harus mencoba seluruh atraksi dalam satu kunjungan. Tentukan beberapa prioritas dan berhenti ketika anak mulai lelah.
6. Dana Cadangan untuk Kebutuhan Tak Terduga
Sisihkan dana terpisah dari budget utama perjalanan.
Cadangan dapat digunakan apabila perlu membeli obat, mengganti transportasi, menambah makanan, atau menghadapi perubahan kecil pada itinerary.
Dana cadangan perjalanan berbeda dengan dana darurat keluarga. Liburan yang biayanya dapat diperkirakan sebaiknya tetap dibiayai dari budget liburan, bukan dari dana darurat utama.
Baca Juga: Cek Wisata untuk Liburan: Masih Perlu atau Sudah Kuno?
Nikmati Libur Sekolah Bersama Keluarga dengan Bank Mega
Mengisi libur sekolah akhir tahun dapat melibatkan berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi, hotel, tiket aktivitas, makan bersama, hingga membeli perlengkapan anak untuk perjalanan.
Jika pengeluaran tersebut memang sudah masuk rencana, pemegang Kartu Kredit Bank Mega dapat mengecek berbagai promo travel, hotel, dining, maupun shopping yang masih berlaku pada periode perjalanan.
Untuk kebutuhan perjalanan, program Liburan Bareng Kartu Kredit Bank Mega masih tercantum berlaku hingga 31 Desember 2026. Benefit dalam program tersebut berbeda berdasarkan jenis kartu dan ketentuan masing-masing, antara lain fasilitas perjalanan tertentu, airport lounge untuk kartu yang memenuhi syarat, Tap to Pay, serta penawaran di luar negeri.
Untuk keluarga yang mempertimbangkan staycation, salah satu promo yang masih berjalan sampai akhir 2026 adalah The Trans Hotel Jakarta. Pemegang jenis Kartu Kredit Bank Mega yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh diskon kamar 20% dari Best Available Rate dengan maksimum diskon Rp2.000.000 per transaksi atau kartu.
Harga kamar pada program tersebut sudah termasuk sarapan untuk dua orang. Namun, reservasinya bersifat non-cancellable dan non-refundable, sehingga pastikan jadwal keluarga sudah final sebelum melakukan pembayaran.
Untuk membeli kebutuhan anak atau perlengkapan perjalanan secara online, promo Shopee dengan Kartu Kredit Bank Mega juga masih memiliki periode hingga 31 Desember 2026. Programnya memiliki beberapa skema diskon dengan minimum transaksi dan kuota berbeda.
Jangan memasukkan nilai diskon ke dalam budget sebelum memastikan transaksi memenuhi syarat dan kuotanya masih tersedia. Promo sebaiknya mengurangi biaya barang yang memang diperlukan, bukan mendorong keluarga menambahkan belanja hanya demi mencapai minimum transaksi.
Untuk kebutuhan makan selama liburan, Bank Mega juga memiliki berbagai promo dining yang periode dan merchant-nya berbeda-beda. Selalu cek apakah promo tetap berlaku pada libur nasional atau periode Natal dan Tahun Baru karena beberapa merchant dapat memiliki tanggal pengecualian.
Nasabah juga dapat menggunakan M-Smile untuk membantu transaksi selama liburan.
Fitur QRIS dapat digunakan untuk melakukan pembayaran di merchant yang menerima QRIS, sedangkan Transfer termasuk BI-FAST dapat membantu ketika perlu melakukan pembayaran atau membagi biaya perjalanan.
Menu Top Up & Bayar dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti mengisi saldo e-wallet, membeli pulsa, paket data, dan membayar layanan lain yang tersedia di aplikasi.
M-Smile juga menyediakan akses informasi saldo dan mutasi sehingga transaksi selama perjalanan dapat diperiksa kembali. Untuk melihat pengeluaran secara lebih terstruktur, tersedia pula Financial Dashboard yang menampilkan informasi pemasukan dan pengeluaran berdasarkan kategori dan periode.
Pada akhirnya, libur sekolah yang menyenangkan tidak harus berarti pergi ke banyak tempat atau mengisi setiap hari dengan aktivitas berbayar. Anak juga membutuhkan waktu untuk bermain bebas, beristirahat, dan menikmati waktu bersama keluarga tanpa jadwal.
Pilih beberapa kegiatan yang benar-benar menarik bagi anak, kombinasikan wisata dengan aktivitas sederhana di rumah, lalu sesuaikan semuanya dengan budget. Dengan pendekatan tersebut, libur sekolah akhir tahun dapat menjadi kesempatan menciptakan pengalaman baru tanpa membuat anak kelelahan atau pengeluaran keluarga menjadi berlebihan.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
