Apakah jogging bisa menambah tinggi badan? Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama di kalangan anak muda yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Jogging memang memberikan banyak manfaat bagi tubuh, termasuk membantu menjaga kesehatan tulang, otot, dan kebugaran. Namun, aktivitas ini tidak secara langsung membuat tulang menjadi lebih panjang.
Pertumbuhan tinggi badan terutama terjadi ketika lempeng pertumbuhan atau growth plate pada tulang masih aktif. Faktor genetik memiliki pengaruh besar, kemudian didukung oleh berbagai faktor lain seperti nutrisi, hormon, kualitas tidur, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan selama masa pertumbuhan.
Karena itu, jogging lebih tepat dipandang sebagai salah satu aktivitas yang mendukung tubuh tetap sehat selama masa pertumbuhan, bukan sebagai olahraga khusus untuk menambah tinggi badan.
Ringkasan: Jogging tidak secara langsung menambah tinggi badan. Pada anak dan remaja, aktivitas fisik seperti jogging dapat mendukung kesehatan tulang dan kebugaran selama masa pertumbuhan. Setelah growth plate menutup, olahraga tidak dapat membuat tulang panjang kembali bertambah panjang. Meski demikian, olahraga tetap bermanfaat untuk menjaga tulang, otot, kebugaran, dan postur tubuh.
Apakah Jogging Bisa Menambah Tinggi Badan?
Jawaban singkatnya, jogging tidak secara langsung membuat tubuh bertambah tinggi.
Tinggi badan bertambah ketika tulang panjang seperti tulang paha dan tulang kering mengalami pertumbuhan pada bagian yang disebut growth plate. Proses tersebut berlangsung selama masa kanak-kanak dan remaja hingga lempeng pertumbuhan akhirnya menutup.
Jogging tidak dapat membuka kembali growth plate maupun membuat tulang panjang memanjang melebihi proses pertumbuhan biologis tubuh.
1. Jogging Tidak Secara Langsung Membuat Tubuh Bertambah Tinggi
Jogging termasuk olahraga aerobik sekaligus aktivitas weight-bearing karena tubuh menopang beratnya sendiri saat bergerak.
Aktivitas seperti ini memberikan beban mekanis pada tulang yang bermanfaat untuk membantu mempertahankan dan membangun kekuatan tulang. Namun, tulang yang semakin kuat tidak berarti otomatis menjadi semakin panjang.
Dengan kata lain, manfaat jogging terhadap tulang lebih berkaitan dengan kesehatan dan kekuatannya daripada menambah tinggi badan secara langsung.
2. Pengaruh Jogging pada Anak dan Remaja yang Masih dalam Masa Pertumbuhan
Pada anak dan remaja, tulang masih berkembang sehingga aktivitas fisik memiliki peran penting dalam membangun kesehatan tulang.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases atau NIAMS menjelaskan bahwa anak yang aktif secara fisik cenderung membangun massa tulang lebih banyak dibandingkan anak yang kurang aktif. Jogging dan berlari termasuk aktivitas weight-bearing yang baik untuk tulang.
Namun, aktivitas tersebut membantu tubuh mencapai pertumbuhan dan kesehatan tulang yang optimal sesuai potensi biologisnya. Jogging bukan metode untuk membuat seseorang tumbuh melebihi potensi tinggi badan yang dipengaruhi genetik dan faktor pertumbuhan lainnya.
3. Bagaimana dengan Jogging setelah Dewasa?
Setelah growth plate menutup, tulang panjang tidak lagi dapat bertambah panjang secara alami.
Artinya, jogging pada usia dewasa tidak akan menambah tinggi badan dalam arti menambah panjang tulang.
Meski begitu, jogging tetap memiliki manfaat penting. Aktivitas ini dapat membantu menjaga kesehatan tulang, kekuatan otot, kebugaran kardiorespirasi, keseimbangan, serta kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Latihan kekuatan dan aktivitas fisik lainnya juga dapat membantu memperbaiki kemampuan tubuh mempertahankan postur yang baik sehingga seseorang dapat terlihat lebih tegap.
Bagaimana Proses Pertumbuhan Tinggi Badan Terjadi?
1. Peran Lempeng Pertumbuhan atau Growth Plate
Growth plate adalah area jaringan tulang rawan yang berada di dekat ujung tulang panjang pada anak dan remaja.
Di bagian inilah pembentukan tulang baru memungkinkan tulang menjadi semakin panjang selama seseorang masih dalam masa pertumbuhan.
Growth plate terdapat pada berbagai tulang, termasuk tulang di kaki dan lengan. Karena panjang tulang bertambah melalui area tersebut, aktivitas growth plate berperan langsung terhadap pertambahan tinggi badan.
2. Apa yang Terjadi ketika Growth Plate Sudah Menutup?
Menjelang akhir masa pertumbuhan, growth plate secara bertahap mengalami pengerasan dan berubah menjadi tulang.
Setelah proses tersebut selesai, tulang panjang tidak lagi memiliki area yang memungkinkan pertambahan panjang seperti ketika masih anak-anak.
Itulah alasan orang dewasa pada umumnya tidak menjadi semakin tinggi meskipun rutin melakukan jogging, berenang, basket, stretching, atau olahraga lainnya.
Tulang orang dewasa tetap merupakan jaringan hidup yang terus mengalami proses pembentukan dan perombakan. Namun, proses tersebut berbeda dari pertumbuhan panjang tulang yang menyebabkan peningkatan tinggi badan.
3. Kapan Pertumbuhan Tinggi Badan Biasanya Berhenti?
Tidak ada satu usia yang berlaku persis untuk semua orang karena waktu pubertas dan penutupan growth plate dapat berbeda.
Secara umum, percepatan pertumbuhan tinggi badan terjadi selama pubertas dan kemudian melambat ketika seseorang mendekati tinggi dewasa.
Perempuan biasanya mencapai tinggi dewasa lebih awal dibandingkan laki-laki. Cleveland Clinic menyebut perempuan umumnya mencapai tinggi maksimal sekitar usia 14–15 tahun, sedangkan laki-laki sering mencapainya sekitar usia 16–18 tahun. Namun, sebagian orang dapat tumbuh lebih cepat atau lebih lambat dari rentang tersebut.
Karena itu, usia saja tidak dapat digunakan untuk memastikan apakah growth plate seseorang sudah tertutup.
Faktor yang Memengaruhi Tinggi Badan
1. Faktor Genetik
Genetik merupakan salah satu faktor terbesar yang memengaruhi tinggi badan.
MedlinePlus Genetics memperkirakan sekitar 80% variasi tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh variasi DNA yang diwariskan. Sisanya dipengaruhi berbagai faktor lingkungan dan kesehatan.
Karena itu, tinggi orang tua sering memberikan gambaran mengenai potensi tinggi anak, meskipun hasil akhirnya tidak selalu sama persis.
2. Asupan Nutrisi
Tubuh membutuhkan energi, protein, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya untuk menjalankan proses pertumbuhan.
Pola makan seimbang membantu menyediakan bahan yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan tubuh, termasuk tulang dan otot.
Kekurangan nutrisi dalam jangka panjang selama periode pertumbuhan dapat menghambat kemampuan anak mencapai potensi pertumbuhannya.
3. Hormon dan Masa Pubertas
Pertumbuhan tinggi juga dipengaruhi oleh sistem hormon.
Growth hormone berperan dalam pertumbuhan tulang dan berbagai jaringan tubuh. Sementara itu, hormon seks yang meningkat ketika pubertas berkaitan dengan fase percepatan pertumbuhan sekaligus proses pematangan growth plate.
Karena waktu pubertas dapat berbeda pada setiap orang, dua remaja dengan usia yang sama belum tentu memiliki pola pertumbuhan yang sama.
4. Kualitas Tidur
Tidur merupakan bagian penting dari perkembangan anak dan remaja.
Tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan dan regulasi hormon selama tidur. Karena itu, tidur yang cukup dan berkualitas menjadi salah satu komponen gaya hidup yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan secara keseluruhan.
Kebutuhan tidur berbeda berdasarkan usia, sehingga jadwal istirahat sebaiknya disesuaikan dengan tahap perkembangan masing-masing.
5. Aktivitas Fisik dan Kesehatan Tulang
Aktivitas fisik tidak dapat mengubah tinggi seseorang melampaui proses pertumbuhan biologis, tetapi memiliki peran penting bagi perkembangan tulang dan otot.
CDC menyarankan anak dan remaja usia 6–17 tahun melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi setiap hari.
Aktivitas yang memperkuat tulang seperti berlari dan melompat dianjurkan dilakukan setidaknya tiga hari dalam seminggu sebagai bagian dari aktivitas tersebut.
6. Kondisi Kesehatan selama Masa Pertumbuhan
Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi pertumbuhan anak.
Gangguan hormon, penyakit kronis tertentu, gangguan tulang, masalah nutrisi, maupun pubertas yang terlalu cepat atau terlalu lambat dapat memengaruhi pola pertumbuhan.
Apabila tinggi anak bertambah jauh lebih lambat atau lebih cepat dibandingkan pola sebelumnya, evaluasi oleh dokter anak dapat membantu mengetahui apakah perubahan tersebut masih merupakan variasi normal atau perlu diperiksa lebih lanjut.
Apa Manfaat Jogging untuk Pertumbuhan dan Kesehatan Tulang?
1. Membantu Memperkuat Tulang
Jogging merupakan salah satu jenis aktivitas weight-bearing.
Ketika berlari, kaki menerima beban dari berat tubuh dan kontak dengan permukaan. Beban mekanis tersebut memberikan stimulus pada tulang.
NIAMS memasukkan jogging dan running sebagai aktivitas yang bermanfaat untuk membangun tulang kuat pada anak serta membantu mempertahankan kesehatan tulang pada orang dewasa.
2. Mendukung Kekuatan Otot
Jogging melibatkan banyak kelompok otot, terutama paha depan, hamstring, betis, glutes, pinggul, dan otot inti sebagai penstabil.
Latihan secara konsisten dapat meningkatkan daya tahan otot yang digunakan selama aktivitas.
Untuk pengembangan kekuatan yang lebih lengkap, jogging dapat dikombinasikan dengan latihan kekuatan yang sesuai dengan usia dan kemampuan.
3. Membantu Menjaga Kebugaran Tubuh
Jogging meningkatkan kerja jantung dan paru-paru sehingga dapat menjadi bagian dari latihan aerobik.
Pada anak dan remaja, aktivitas fisik teratur membantu membangun kebugaran sejak dini. Pada orang dewasa, jogging dapat membantu menjaga kapasitas kardiorespirasi dan kebugaran tubuh.
4. Mendukung Keseimbangan dan Koordinasi Tubuh
Jogging membutuhkan koordinasi antara kaki, lengan, tubuh bagian atas, serta kemampuan menjaga keseimbangan pada setiap langkah.
Aktivitas fisik secara umum juga membantu mengembangkan kemampuan gerak, terutama ketika anak mendapatkan variasi aktivitas yang sesuai usia.
Kombinasikan jogging dengan permainan aktif, aktivitas melompat, maupun olahraga lain agar kemampuan gerak berkembang lebih beragam.
5. Membantu Membentuk Kebiasaan Aktif sejak Usia Muda
Jogging relatif mudah dilakukan karena tidak membutuhkan lapangan khusus.
Kebiasaan bergerak sejak muda dapat membantu anak dan remaja memenuhi kebutuhan aktivitas fisik sekaligus mengenal olahraga yang dapat terus dilakukan hingga dewasa.
Aktivitas untuk anak sebaiknya tetap dibuat menyenangkan, bervariasi, serta sesuai kemampuan dan tahap perkembangannya.
Apakah Jogging Bisa Membuat Tubuh Terlihat Lebih Tinggi?
1. Pengaruh Kebugaran terhadap Postur Tubuh
Olahraga dapat membantu memperkuat otot yang digunakan untuk menopang dan menggerakkan tubuh.
Jika dikombinasikan dengan latihan kekuatan dan mobilitas yang tepat, tubuh dapat lebih mudah mempertahankan posisi yang tegap dibandingkan ketika otot penopang lemah atau seseorang terbiasa membungkuk.
Postur yang lebih tegap dapat membuat seseorang terlihat lebih tinggi ketika berdiri atau berjalan.
2. Perbedaan antara Memperbaiki Postur dan Menambah Tinggi Badan
Postur yang lebih baik tidak sama dengan bertambahnya panjang tulang.
Seseorang mungkin terlihat sedikit lebih tinggi setelah berdiri lebih tegak karena posisi kepala, bahu, punggung, dan panggul menjadi lebih baik. Namun, tinggi anatomisnya tidak bertambah karena jogging atau latihan postur tersebut.
Setelah growth plate menutup, stretching maupun olahraga tidak dapat membuat tulang kaki atau tulang panjang lainnya kembali memanjang.
Cara Mendukung Pertumbuhan Tinggi Badan secara Optimal
1. Penuhi Kebutuhan Protein dan Nutrisi Seimbang
Selama masa pertumbuhan, tubuh membutuhkan asupan energi dan nutrisi yang memadai.
Sumber protein dapat berasal dari telur, ikan, ayam, daging, susu dan produk olahannya, tahu, tempe, kacang-kacangan, serta sumber lainnya.
Lengkapi dengan karbohidrat, sayur, buah, serta sumber lemak yang sesuai sehingga kebutuhan nutrisi tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan.
2. Pastikan Asupan Kalsium dan Vitamin D Cukup
Kalsium merupakan mineral penting bagi tulang, sementara vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium.
NIAMS menekankan pentingnya pola makan seimbang dengan sumber kalsium dan vitamin D selama masa pertumbuhan untuk membantu membangun tulang yang sehat.
Sumber kalsium antara lain susu dan produk olahannya serta berbagai makanan lain yang mengandung atau diperkaya kalsium. Vitamin D dapat diperoleh melalui sumber makanan tertentu dan paparan sinar matahari yang sesuai.
3. Tidur dengan Durasi yang Cukup
Anak dan remaja membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang dibandingkan kebanyakan orang dewasa.
Jadwal tidur yang konsisten membantu tubuh mendapatkan waktu istirahat yang dibutuhkan selama masa perkembangan.
Kurangi kebiasaan begadang yang tidak diperlukan dan buat lingkungan tidur yang nyaman agar kualitas istirahat lebih terjaga.
4. Tetap Aktif Berolahraga
Aktivitas fisik membantu perkembangan tulang, otot, kebugaran, serta kemampuan gerak.
Jogging dapat menjadi salah satu pilihannya, kemudian dikombinasikan dengan aktivitas lain seperti lompat tali, basket, permainan aktif, atau latihan kekuatan sesuai usia.
Untuk anak dan remaja, variasi aktivitas biasanya lebih baik daripada hanya melakukan satu jenis olahraga secara terus-menerus.
5. Hindari Diet Ekstrem selama Masa Pertumbuhan
Restriksi makanan yang berlebihan dapat membuat tubuh kekurangan energi dan nutrisi yang diperlukan selama fase pertumbuhan.
NIAMS juga mencatat bahwa diet ketat, puasa untuk menurunkan berat badan, atau olahraga berlebihan pada masa remaja dapat berdampak buruk terhadap kesehatan tulang.
Jika anak atau remaja perlu melakukan perubahan berat badan karena alasan kesehatan, pendekatan nutrisi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhannya.
6. Pantau Pertumbuhan Anak dan Remaja secara Berkala
Pertumbuhan sebaiknya dilihat sebagai pola dari waktu ke waktu, bukan hanya membandingkan tinggi anak dengan teman seusianya.
Anak yang lebih pendek dari teman sebaya belum tentu mengalami gangguan pertumbuhan. Faktor keturunan dan perbedaan waktu pubertas dapat menghasilkan pola pertumbuhan yang berbeda.
Namun, pertumbuhan yang sangat lambat, berhenti, atau berubah secara tidak biasa dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan dokter anak.
Olahraga yang Baik untuk Mendukung Kesehatan Tulang selama Masa Pertumbuhan
1. Jogging dan Lari
Jogging dan lari termasuk aktivitas aerobik sekaligus bone-strengthening.
Gerakan menapak berulang memberikan beban pada tulang kaki yang menjadi salah satu stimulus untuk menjaga dan membangun kekuatan tulang.
Intensitas serta durasinya tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak.
2. Lompat Tali
Lompat tali merupakan aktivitas yang melibatkan gerakan melompat berulang.
CDC memasukkan jumping rope sebagai salah satu contoh aktivitas penguatan tulang untuk anak dan remaja.
Aktivitas ini juga melatih koordinasi kaki dan tangan serta dapat dilakukan dalam sesi pendek sebagai bagian dari permainan atau olahraga.
3. Basket
Basket mengombinasikan berlari, perubahan arah, melompat, dan koordinasi tubuh.
Karakteristik tersebut membuat basket dapat menjadi aktivitas aerobik sekaligus memberikan stimulus pada tulang dan otot.
Untuk anak dan remaja, olahraga tim juga dapat menjadi cara membuat aktivitas fisik terasa lebih menyenangkan.
4. Aktivitas Melompat
Gerakan seperti hopping, skipping, jumping jack, dan berbagai permainan yang melibatkan lompatan termasuk aktivitas bone-strengthening.
Tidak harus selalu dilakukan sebagai latihan formal. Anak dapat memperoleh manfaat aktivitas fisik melalui permainan aktif yang sesuai usianya.
5. Latihan Kekuatan Sesuai Usia
Anak dan remaja juga dapat melakukan aktivitas penguatan otot yang sesuai tahap perkembangan.
Contohnya antara lain gerakan menggunakan berat tubuh, resistance band, climbing, push-up yang dimodifikasi, atau latihan lain yang dilakukan dengan teknik tepat.
CDC merekomendasikan aktivitas penguatan otot setidaknya tiga hari dalam seminggu untuk anak dan remaja usia 6–17 tahun sebagai bagian dari aktivitas fisik harian mereka.
Baca Juga: Sepatu Lari: Kenali Jenis dan Tips Memilihnya
Aktif Bergerak dan Lengkapi Kebutuhan Olahraga dengan Promo Bank Mega
Rutinitas jogging dan olahraga akan terasa lebih nyaman dengan perlengkapan yang sesuai, mulai dari sepatu lari, pakaian olahraga, smartwatch, hingga running belt. Kebutuhan tersebut dapat dilengkapi dengan promo belanja online menggunakan Kartu Kredit Bank Mega.
Di Shopee, promo Always On memberikan diskon Rp50.000 dengan minimum transaksi Rp1 juta, sedangkan Payday memberikan diskon Rp180.000 dengan minimum Rp2 juta. Program berlangsung hingga 31 Desember 2026 dan memiliki kuota bulanan.
Di Tokopedia, Always On memberikan diskon hingga Rp100.000 dengan minimum transaksi Rp2 juta menggunakan kode MEGADAILY. Pada tanggal 25 hingga akhir bulan, Payday memberikan diskon Rp200.000 dengan minimum transaksi Rp3,5 juta menggunakan kode MEGAPAYDAY.
Sementara di Lazada, Daily Deals memberikan diskon Rp75.000 dengan minimum transaksi Rp1,5 juta pada tanggal 1–24. Payday September, November, dan Desember memberikan diskon Rp225.000 dengan minimum transaksi Rp3 juta, sedangkan Payday Oktober memberikan diskon Rp200.000 dengan minimum transaksi Rp3 juta. Program berlaku hingga 31 Desember 2026 untuk jenis Kartu Kredit Bank Mega yang termasuk dalam program.
Jadi, jika pertanyaannya adalah apakah jogging bisa menambah tinggi badan, jawabannya bukan secara langsung. Jogging tidak membuat tulang panjang bertambah panjang di luar proses pertumbuhan alami tubuh.
Namun, selama masa pertumbuhan, jogging tetap menjadi aktivitas yang baik untuk membantu membangun tulang yang kuat, melatih otot, menjaga kebugaran, dan membentuk kebiasaan aktif. Kombinasikan aktivitas fisik dengan nutrisi seimbang, tidur yang cukup, serta pemantauan pertumbuhan agar anak dan remaja memiliki kondisi yang mendukung pertumbuhan secara optimal.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
