Pilates adalah metode latihan yang menekankan kekuatan otot inti, kontrol gerakan, keseimbangan, fleksibilitas, postur, dan pernapasan. Latihan ini dapat dilakukan menggunakan matras maupun peralatan khusus seperti reformer.
Gerakan Pilates umumnya dilakukan secara terkontrol dan tidak mengandalkan kecepatan. Karena itu, latihan ini dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mulai aktif, pekerja yang banyak duduk, maupun orang yang ingin menambah variasi olahraga di luar kardio.
Meski terlihat tenang, Pilates bukan berarti mudah. Banyak gerakannya membutuhkan konsentrasi, stabilitas, serta kemampuan mengontrol posisi tubuh dengan baik. Tingkat kesulitannya juga dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.
Ringkasan: Pilates adalah latihan mind-body yang berfokus pada kekuatan, stabilitas core, fleksibilitas, kontrol otot, postur, dan pernapasan. Jenisnya mencakup Mat Pilates, Reformer Pilates, Classical, Contemporary, hingga Clinical Pilates. Pemula dapat memulainya dari gerakan dasar dengan durasi dan intensitas yang disesuaikan kemampuan.
Pilates Adalah Apa?
Pilates adalah bentuk latihan mind-body yang menggabungkan kekuatan, stabilitas otot inti, fleksibilitas, kontrol otot, postur, dan pernapasan.
Berbeda dari olahraga yang banyak mengandalkan gerakan cepat atau repetisi sebanyak mungkin, Pilates lebih menekankan kualitas setiap gerakan. Posisi tubuh, kontrol, ritme, dan pernapasan menjadi bagian penting selama latihan.
Area yang sering menjadi perhatian adalah core atau otot inti. Namun, core tidak hanya berarti otot perut bagian depan. Area ini mencakup berbagai otot di sekitar perut, punggung, panggul, dan bagian tubuh lain yang membantu menjaga stabilitas.
Pilates juga tidak harus dilakukan menggunakan mesin. Banyak gerakan dapat dilakukan dengan matras dan berat badan sendiri melalui Mat Pilates.
Untuk variasi resistensi dan dukungan yang lebih beragam, latihan dapat menggunakan reformer maupun peralatan seperti resistance band, Pilates ring, dan ball.
Prinsip Dasar dalam Latihan Pilates
Pilates dikenal memiliki sejumlah prinsip yang membantu membedakannya dari latihan yang hanya berfokus pada repetisi.
Prinsip yang umum digunakan antara lain concentration, control, centering, precision, flow, dan breathing.
- Concentration: memperhatikan posisi dan gerakan tubuh selama latihan.
- Control: melakukan gerakan secara terkontrol, bukan mengandalkan momentum.
- Centering: menggunakan area core sebagai pusat stabilitas gerakan.
- Precision: memperhatikan alignment dan kualitas setiap repetisi.
- Flow: menghubungkan satu gerakan dengan gerakan lainnya secara terarah.
- Breathing: menyelaraskan pola pernapasan dengan gerakan.
Itulah sebabnya sepuluh repetisi dengan kontrol yang baik dapat lebih sesuai dengan konsep Pilates dibandingkan melakukan jauh lebih banyak repetisi dengan teknik yang mulai berantakan.
Perbedaan Pilates dengan Olahraga Kardio
Pilates dan kardio memiliki fokus latihan yang berbeda.
Olahraga kardio seperti jogging, bersepeda, berenang, atau brisk walking umumnya bertujuan mempertahankan peningkatan kerja jantung dan pernapasan selama periode tertentu. Intensitasnya dapat ringan hingga tinggi tergantung jenis latihan.
Pilates lebih banyak menekankan kontrol tubuh, stabilitas core, kekuatan, fleksibilitas, mobilitas, dan koordinasi.
| Aspek | Pilates | Olahraga Kardio |
|---|---|---|
| Fokus utama | Core, kontrol, kekuatan, postur, fleksibilitas | Kebugaran kardiorespirasi dan daya tahan |
| Gerakan | Terukur dan terkontrol | Umumnya kontinu dan repetitif |
| Denyut jantung | Bergantung jenis dan intensitas kelas | Umumnya meningkat secara lebih konsisten |
| Peralatan | Matras atau alat seperti reformer | Bisa tanpa alat atau menggunakan treadmill, sepeda, dan lainnya |
Keduanya tidak perlu dipertentangkan. Pilates dapat dikombinasikan dengan olahraga aerobik sebagai bagian dari rutinitas kebugaran yang lebih lengkap.
Manfaat Pilates untuk Tubuh
1. Membantu Menguatkan Otot Inti
Salah satu fokus utama Pilates adalah stabilisasi area core.
Banyak gerakan mengharuskan otot perut, punggung, dan panggul bekerja untuk mempertahankan posisi tubuh ketika tangan atau kaki bergerak.
Core yang lebih kuat mendukung stabilitas ketika melakukan aktivitas sehari-hari maupun olahraga lainnya.
2. Membantu Memperbaiki Postur Tubuh
Pilates melatih kesadaran terhadap alignment atau posisi tubuh selama bergerak.
Latihan juga memperkuat berbagai otot yang berperan dalam mempertahankan posisi tubuh.
Sejumlah tinjauan penelitian menunjukkan Pilates berpotensi memperbaiki beberapa parameter postur. Namun, hasilnya dapat berbeda berdasarkan kondisi peserta, jenis program, serta masalah postur yang dimiliki.
Pilates juga bukan pengganti pemeriksaan profesional untuk kelainan tulang belakang atau masalah muskuloskeletal tertentu.
3. Meningkatkan Fleksibilitas
Berbagai gerakan Pilates membawa tubuh melalui rentang gerak yang terkontrol sekaligus memadukan unsur peregangan.
Latihan yang dilakukan secara konsisten dapat membantu meningkatkan fleksibilitas pada beberapa bagian tubuh.
Anda tidak harus sudah fleksibel sebelum mulai Pilates. Justru fleksibilitas dapat berkembang secara bertahap melalui latihan.
4. Melatih Keseimbangan dan Koordinasi
Banyak gerakan membutuhkan tubuh untuk mempertahankan stabilitas sambil menggerakkan satu atau beberapa anggota tubuh.
Contohnya, saat melakukan single leg stretch, bagian tubuh tertentu harus tetap stabil sementara kaki bergerak bergantian.
Pola seperti ini melatih koordinasi antara core, kaki, tangan, dan pernapasan.
Penelitian juga menunjukkan Pilates dapat memberikan manfaat terhadap keseimbangan, termasuk pada populasi lanjut usia, meski besar manfaat dapat berbeda antarprogram.
5. Meningkatkan Mobilitas Tubuh
Fleksibilitas dan mobilitas tidak sepenuhnya sama.
Fleksibilitas berkaitan dengan kemampuan jaringan mencapai rentang tertentu, sedangkan mobilitas melibatkan kemampuan menggerakkan sendi melalui rentang geraknya dengan kontrol yang baik.
Pilates menggabungkan keduanya melalui gerakan seperti rotasi, fleksi, ekstensi, dan kontrol anggota tubuh.
6. Membangun Kekuatan Otot secara Menyeluruh
Walaupun identik dengan core, Pilates juga melibatkan glutes, paha, punggung, bahu, lengan, dan berbagai kelompok otot lainnya.
Pada Mat Pilates, berat badan menjadi salah satu sumber resistensi.
Pada Reformer Pilates, pegas dapat memberikan resistensi maupun bantuan tergantung gerakan dan pengaturan alat.
Tingkat stimulus kekuatan tetap berbeda berdasarkan jenis latihan, resistensi, volume, dan kemampuan masing-masing orang.
7. Meningkatkan Kesadaran terhadap Gerakan Tubuh
Pilates meminta Anda memperhatikan banyak hal sekaligus: posisi tulang belakang, core, pinggul, bahu, gerakan tangan dan kaki, hingga pernapasan.
Hal tersebut dapat membantu meningkatkan body awareness atau kesadaran terhadap bagaimana tubuh bergerak.
Kesadaran tersebut berguna saat mempelajari teknik latihan dan mengenali kapan posisi mulai berubah karena kelelahan.
8. Mendukung Relaksasi dan Mengurangi Ketegangan
Konsentrasi terhadap gerakan dan pernapasan membuat Pilates memiliki unsur mind-body yang dapat terasa menenangkan bagi sebagian orang.
Riset mengenai dampak Pilates terhadap kesehatan mental menunjukkan potensi manfaat pada beberapa indikator kesejahteraan psikologis. Namun, hasil penelitian masih cukup beragam sehingga Pilates tidak sebaiknya dianggap sebagai terapi tunggal untuk masalah psikologis.
Untuk penggunaan sehari-hari, sesi Pilates dapat menjadi salah satu aktivitas untuk bergerak sekaligus mengambil jeda dari rutinitas.
Jenis-jenis Pilates yang Perlu Diketahui
1. Mat Pilates
Mat Pilates dilakukan terutama di atas matras menggunakan berat badan sendiri.
Jenis ini relatif mudah diakses karena Anda tidak memerlukan mesin berukuran besar. Beberapa kelas menambahkan resistance band, Pilates ring, atau bola kecil untuk variasi.
Mat Pilates cocok untuk mempelajari kontrol core, alignment, dan pola gerak dasar.
2. Reformer Pilates
Reformer Pilates menggunakan alat bernama reformer yang memiliki carriage bergerak, pegas, tali, dan sejumlah bagian lain.
Pegas dapat memberikan resistensi maupun bantuan sehingga satu gerakan bisa dimodifikasi untuk berbagai tingkat kemampuan.
Bagi pemula, mengikuti kelas bersama instruktur membantu memahami pengaturan alat serta teknik yang benar.
3. Contemporary Pilates
Contemporary Pilates berkembang dari prinsip Pilates dengan memasukkan pendekatan modern terhadap biomekanika, anatomi, dan ilmu latihan.
Urutan latihan biasanya lebih fleksibel dibandingkan Classical Pilates dan gerakan dapat dimodifikasi berdasarkan kemampuan peserta.
Resistance band, ball, foam roller, maupun alat modern lain juga dapat dimasukkan dalam latihan.
4. Classical Pilates
Classical Pilates berusaha mempertahankan metode dan urutan latihan yang lebih dekat dengan sistem tradisional Pilates.
Pendekatannya biasanya memiliki struktur serta urutan latihan yang lebih konsisten.
Classical Pilates dapat melibatkan mat maupun apparatus seperti reformer, Cadillac, chair, dan peralatan Pilates lainnya.
5. Clinical Pilates
Clinical Pilates merupakan pendekatan Pilates yang dimodifikasi berdasarkan kebutuhan individu dan sering digunakan dalam konteks fisioterapi atau rehabilitasi.
Gerakannya dapat disesuaikan dengan kondisi, keterbatasan, atau tujuan tertentu setelah dilakukan penilaian oleh profesional yang kompeten.
Jika Anda memiliki cedera, baru menjalani operasi, sedang hamil, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan jenis latihan yang sesuai terlebih dahulu.
Gerakan Dasar Pilates untuk Pemula
1. The Hundred
The Hundred merupakan salah satu gerakan Pilates yang terkenal.
Dalam bentuk dasarnya, tubuh berbaring telentang dengan core aktif, kemudian lengan dipompa naik-turun secara kecil dan terkontrol mengikuti pola napas.
Versi penuh dapat cukup menantang bagi pemula karena posisi kaki dan kepala meningkatkan tuntutan terhadap core. Karena itu, posisi dapat dimodifikasi, misalnya dengan lutut ditekuk atau kepala tetap berada di matras.
2. Pelvic Curl atau Shoulder Bridge
Berbaring telentang dengan kedua lutut ditekuk dan telapak kaki menyentuh matras.
Aktifkan core kemudian angkat panggul secara perlahan sampai tubuh membentuk garis yang nyaman dari bahu menuju lutut.
Turunkan kembali dengan kontrol.
Gerakan ini banyak melibatkan glutes dan bagian belakang tubuh sekaligus membutuhkan stabilisasi core.
3. Single Leg Stretch
Berbaring telentang kemudian tarik satu kaki mendekati tubuh sementara kaki lainnya bergerak menjauh secara bergantian.
Fokus utamanya adalah menjaga area core tetap stabil selama kaki bergerak.
Pemula dapat mempertahankan kepala di atas matras atau mengurangi jarak kaki dari tubuh untuk membuat gerakan lebih mudah dikontrol.
4. Spine Stretch
Duduk dengan posisi tubuh tegak dan kaki terbuka sesuai rentang yang nyaman.
Panjangkan tulang belakang kemudian gerakkan tubuh ke depan secara perlahan dan terkontrol.
Fokus pada kontrol gerakan dan pernapasan, bukan memaksa tubuh mencapai posisi sejauh mungkin.
5. Leg Circles
Berbaring telentang dengan satu kaki terangkat, kemudian buat gerakan lingkaran menggunakan kaki tersebut.
Jaga panggul tetap stabil agar gerakan berasal dari sendi pinggul dan tidak membuat tubuh bergoyang berlebihan.
Mulailah dari lingkaran kecil kemudian tingkatkan rentang geraknya jika kontrol sudah membaik.
6. Bird Dog
Bird Dog banyak digunakan dalam program Pilates kontemporer dan latihan stabilitas core.
Mulailah dengan posisi merangkak. Rentangkan satu lengan ke depan dan kaki yang berlawanan ke belakang sambil menjaga tubuh tetap stabil.
Kembali ke posisi awal kemudian berganti sisi.
Fokuskan perhatian pada stabilitas panggul dan tulang belakang daripada seberapa tinggi tangan dan kaki dapat diangkat.
Peralatan yang Dibutuhkan untuk Pilates
1. Pilates Mat
Matras menjadi perlengkapan utama untuk Mat Pilates.
Pilates mat umumnya memiliki bantalan yang cukup nyaman karena banyak latihan dilakukan dalam posisi telentang, duduk, maupun bertumpu pada lutut.
Yang terpenting, pilih permukaan yang tidak mudah bergeser dan memiliki ketebalan yang nyaman bagi tubuh.
2. Resistance Band
Resistance band dapat menambahkan resistensi pada gerakan kaki maupun tubuh bagian atas.
Alat ini juga praktis disimpan dan mudah dibawa sehingga cocok untuk latihan di rumah.
Pilih tingkat resistensi sesuai kemampuan. Resistensi yang terlalu berat dapat membuat teknik lebih sulit dipertahankan.
3. Pilates Ring
Pilates ring atau magic circle berbentuk lingkaran fleksibel yang dapat ditekan menggunakan tangan maupun kaki.
Alat ini menambahkan resistensi dan dapat digunakan untuk memberikan feedback ketika mengaktifkan kelompok otot tertentu.
4. Pilates Ball
Bola kecil dapat ditempatkan di antara lutut, belakang tubuh, atau bagian lain sesuai jenis latihan.
Pilates ball dapat digunakan untuk membantu aktivasi otot, memberikan feedback, maupun memodifikasi tingkat kesulitan gerakan.
5. Grip Socks
Grip socks memiliki permukaan antiselip di bagian bawah sehingga dapat membantu menjaga pijakan pada beberapa latihan.
Perlengkapan ini cukup umum digunakan pada kelas Reformer Pilates dan sejumlah studio mewajibkannya untuk alasan kebersihan serta keamanan.
Kebijakan penggunaan dapat berbeda pada setiap studio.
6. Reformer untuk Latihan di Studio
Reformer merupakan peralatan khusus berukuran besar yang memiliki carriage, pegas, footbar, dan tali.
Alat ini memungkinkan latihan dengan berbagai tingkat resistensi dan posisi tubuh.
Untuk pemula, latihan reformer lebih mudah dipelajari melalui kelas atau instruktur yang dapat menjelaskan pengaturan pegas, posisi tubuh, dan teknik penggunaannya.
Cara Memulai Pilates untuk Pemula
1. Tentukan Jenis Pilates yang Ingin Dicoba
Jika ingin berlatih di rumah dengan perlengkapan sederhana, Mat Pilates dapat menjadi titik awal.
Jika ingin pengalaman menggunakan apparatus sekaligus mendapatkan arahan langsung, kelas Reformer Pilates dapat dipertimbangkan.
Untuk kondisi tertentu yang membutuhkan modifikasi khusus, pendekatan individual bersama tenaga profesional lebih tepat.
2. Mulai dari Gerakan Dasar
Anda tidak perlu langsung mencoba gerakan yang terlihat kompleks di media sosial.
Pelajari terlebih dahulu cara mempertahankan posisi tubuh, mengaktifkan core, menggerakkan panggul, serta mengatur pernapasan.
Fondasi yang baik akan memudahkan ketika latihan berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.
3. Fokus pada Teknik dan Kontrol Gerakan
Jumlah repetisi bukan prioritas utama dalam Pilates.
Lakukan setiap gerakan dengan ritme yang dapat dikontrol. Jika posisi mulai sulit dipertahankan, kurangi repetisi atau pilih variasi yang lebih mudah.
Pada kelas pemula, mengikuti instruksi mengenai alignment juga membantu memahami posisi yang diinginkan.
4. Pelajari Pola Pernapasan yang Benar
Pernapasan merupakan bagian dari latihan Pilates.
Instruktur biasanya memberikan cue kapan menarik dan membuang napas berdasarkan pola gerakan.
Pada awal latihan, mengoordinasikan napas dan gerakan mungkin terasa membingungkan. Prioritaskan bernapas secara teratur dan hindari kebiasaan menahan napas ketika gerakan mulai terasa berat.
5. Mulai dengan Durasi Latihan yang Realistis
Pemula tidak harus langsung mengikuti kelas panjang.
Sesi sekitar 20–30 menit dapat digunakan untuk mempelajari beberapa gerakan dasar. Setelah lebih terbiasa, durasi dapat ditingkatkan sesuai program dan kemampuan.
NHS, misalnya, menyediakan sesi Pilates pemula berdurasi sekitar 45 menit, tetapi durasi tersebut bukan ketentuan yang wajib diikuti semua orang.
6. Tingkatkan Intensitas secara Bertahap
Setelah teknik dasar terasa lebih stabil, tantangan dapat ditambah melalui repetisi, kompleksitas gerakan, resistensi, atau penggunaan alat.
Tidak perlu meningkatkan semuanya sekaligus.
Berikan tubuh kesempatan beradaptasi agar kualitas gerakan tetap terjaga.
Berapa Kali Seminggu Sebaiknya Pilates?
1. Frekuensi Pilates untuk Pemula
Untuk pemula, sekitar 2–3 sesi per minggu dapat menjadi titik awal yang praktis jika tubuh merespons latihan dengan baik.
Angka tersebut bukan aturan universal. Seseorang yang melakukan sesi ringan mungkin memiliki rutinitas berbeda dengan orang yang mengikuti kelas reformer berintensitas lebih tinggi.
Yang terpenting adalah memberikan cukup waktu untuk belajar teknik, beradaptasi, dan pulih.
2. Durasi dalam Satu Sesi
Durasi latihan dapat berkisar dari sesi singkat sekitar 20 menit hingga kelas 45–60 menit, tergantung jenis program.
Untuk pemula, kualitas gerakan lebih penting daripada mempertahankan latihan panjang ketika teknik sudah mulai menurun.
Setelah tubuh terbiasa, durasi dan kompleksitas latihan dapat ditingkatkan secara bertahap.
3. Kombinasi Pilates dengan Kardio dan Latihan Kekuatan
Pilates dapat menjadi bagian dari rutinitas olahraga yang lebih luas.
Anda dapat mengombinasikannya dengan jogging, jalan cepat, bersepeda, berenang, atau aktivitas aerobik lainnya.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75–150 menit intensitas tinggi per minggu, serta aktivitas penguatan otot utama setidaknya dua hari per minggu.
Komposisi latihan dapat disesuaikan dengan tujuan, kondisi tubuh, dan jenis kelas Pilates yang Anda ikuti.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula saat Pilates
1. Terlalu Fokus pada Banyaknya Repetisi
Melakukan repetisi lebih banyak tidak selalu berarti latihan lebih baik.
Pilates sangat bergantung pada kontrol dan kualitas gerakan. Ketika tubuh sudah lelah dan posisi mulai berubah, manfaat latihan dapat berbeda dari gerakan yang dilakukan dengan teknik baik.
Kurangi repetisi jika diperlukan dan fokus pada gerakan yang dapat dikontrol.
2. Menahan Napas saat Melakukan Gerakan
Pemula sering tanpa sadar menahan napas ketika mencoba mempertahankan posisi sulit.
Usahakan tetap bernapas secara teratur dan ikuti pola pernapasan yang diberikan instruktur.
Jika koordinasinya belum terbiasa, jangan terlalu khawatir mendapatkan pola sempurna pada sesi pertama.
3. Mengabaikan Posisi dan Alignment Tubuh
Posisi tulang belakang, panggul, bahu, lutut, dan kepala dapat memengaruhi bagaimana suatu gerakan dilakukan.
Gunakan cermin atau arahan instruktur jika tersedia untuk memahami posisi tubuh.
Pada latihan mandiri, pilih gerakan yang sudah Anda pahami teknik dasarnya.
4. Memaksakan Range of Motion
Anda tidak harus mampu mengangkat kaki setinggi orang lain atau membungkukkan tubuh sejauh peserta lain.
Range of motion setiap orang dipengaruhi struktur tubuh, fleksibilitas, pengalaman latihan, serta berbagai faktor lainnya.
Gunakan rentang yang masih dapat dikontrol tanpa menimbulkan nyeri.
5. Memilih Gerakan Terlalu Sulit sejak Awal
Gerakan Pilates tingkat lanjut dapat terlihat menarik, tetapi biasanya membutuhkan fondasi core, mobilitas, dan kontrol yang sudah berkembang.
Mulailah dengan variasi sederhana kemudian gunakan progresi latihan.
Jika sebuah gerakan membuat Anda kehilangan kontrol atau menimbulkan rasa sakit, kembali ke variasi yang lebih mudah.
Siapkan Perlengkapan Pilates untuk Mulai Rutinitas Baru dengan Promo Bank Mega
Memulai Pilates tidak membutuhkan banyak perlengkapan. Matras yang nyaman sudah cukup untuk latihan dasar, sementara resistance band, Pilates ring, grip socks, dan pakaian olahraga dapat ditambahkan sesuai jenis latihan yang Anda pilih.
Untuk melengkapi kebutuhan tersebut, Kartu Kredit Bank Mega memberikan promo belanja online hingga 31 Desember 2026. Di Shopee, Always On memberikan diskon Rp50.000 dengan minimum transaksi Rp1 juta, sedangkan Payday memberikan diskon Rp180.000 dengan minimum transaksi Rp2 juta menggunakan kode MEGAPAYDAY.
Di Tokopedia, Always On memberikan diskon hingga Rp100.000 dengan minimum transaksi Rp2 juta menggunakan kode MEGADAILY. Sementara Lazada memberikan diskon Rp75.000 dengan minimum transaksi Rp1,5 juta pada Daily Deals serta diskon Rp225.000 dengan minimum Rp3 juta untuk Payday pada September, November, dan Desember. Seluruh program berlaku selama kuota promo tersedia.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Yoga di Jakarta yang Cocok untuk Relaksasi dan Kesehatan
FAQ Seputar Pilates
1. Apakah Pilates Cocok untuk Pemula yang Jarang Berolahraga?
Ya. Pilates dapat dimodifikasi berdasarkan kemampuan sehingga dapat dipelajari oleh pemula.
NHS juga menyediakan Pilates untuk pemula dan menyebut latihan ini dapat dilakukan oleh orang dengan berbagai tingkat kebugaran.
Mulailah dari gerakan dasar dan gunakan variasi yang dapat dilakukan dengan kontrol.
Jika memiliki cedera, masalah kesehatan, sedang hamil, baru menjalani operasi, atau ragu apakah suatu gerakan sesuai untuk kondisi Anda, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
2. Apakah Pilates Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan?
Pilates merupakan aktivitas fisik sehingga tetap menggunakan energi dan dapat menjadi bagian dari program pengelolaan berat badan.
Namun, penurunan berat badan tetap dipengaruhi keseimbangan antara energi yang dikonsumsi dan digunakan tubuh secara keseluruhan.
Pilates juga umumnya tidak memberikan stimulus aerobik yang sama dengan jogging atau olahraga kardio berintensitas sedang hingga tinggi.
Jika targetnya pengelolaan berat badan sekaligus kebugaran menyeluruh, Pilates dapat dikombinasikan dengan aktivitas aerobik dan pola makan yang sesuai kebutuhan.
3. Apakah Pilates Bisa Membentuk Otot Perut?
Pilates banyak melibatkan otot core sehingga dapat membantu meningkatkan kekuatan dan kontrol otot di sekitar perut.
Namun, tampilan otot perut tidak hanya ditentukan oleh latihan core.
Komposisi tubuh, pola makan, genetik, serta tingkat aktivitas secara keseluruhan juga memengaruhi seberapa terlihat definisi otot.
4. Apakah Pilates Harus Dilakukan di Studio?
Tidak. Mat Pilates dapat dilakukan di rumah dengan ruang yang cukup dan matras yang nyaman.
Studio diperlukan jika Anda ingin menggunakan peralatan khusus seperti reformer, Cadillac, atau chair yang biasanya tidak tersedia di rumah.
Bagi pemula, mengikuti beberapa sesi bersama instruktur juga dapat membantu memahami teknik sebelum berlatih mandiri.
5. Apakah Pilates Aman Dilakukan Setiap Hari?
Frekuensi latihan perlu disesuaikan dengan intensitas, durasi, tingkat kebugaran, dan kemampuan pemulihan.
Sesi mobilitas atau Pilates ringan dapat memberikan beban yang berbeda dari sesi reformer atau latihan kekuatan yang lebih menantang.
Karena itu, tidak semua sesi perlu dilakukan dengan intensitas yang sama setiap hari. Berikan waktu pemulihan jika otot masih lelah atau pegal setelah latihan sebelumnya.
6. Apakah Pilates Bisa Dilakukan Tanpa Alat?
Bisa. Mat Pilates menggunakan berat badan sendiri sebagai bagian utama latihan.
Beberapa gerakan dasar bahkan dapat dilakukan tanpa tambahan resistance band, ring, atau ball.
Untuk kenyamanan, matras tetap berguna karena banyak latihan dilakukan dalam posisi berbaring, duduk, atau bertumpu pada lutut.
7. Apa Bedanya Pilates dengan Yoga?
Pilates dan yoga sama-sama memiliki unsur mind-body, pernapasan, konsentrasi, fleksibilitas, dan kontrol tubuh, tetapi latar belakang serta pendekatannya berbeda.
Pilates umumnya lebih terstruktur sebagai sistem latihan yang menekankan stabilitas core, kontrol otot, dan pergerakan tubuh. Reformer dan apparatus khusus juga menjadi karakter yang cukup identik dengan Pilates.
Yoga memiliki tradisi yang lebih luas dan mencakup praktik postur atau asana, pernapasan, meditasi, serta aspek filosofis yang dapat berbeda berdasarkan jenis yoga.
Dalam konteks kebugaran, keduanya dapat digunakan untuk tujuan yang saling melengkapi. Pilih berdasarkan jenis gerakan, suasana latihan, dan tujuan yang lebih sesuai dengan Anda.
Jadi, Pilates adalah latihan yang menggabungkan kekuatan, stabilitas, kontrol, fleksibilitas, keseimbangan, postur, dan pernapasan. Anda dapat memulainya dari Mat Pilates dengan beberapa gerakan dasar atau mengikuti kelas reformer bersama instruktur.
Tidak perlu langsung menguasai gerakan sulit. Pelajari alignment dan pola gerak dasar terlebih dahulu, lakukan setiap repetisi secara terkontrol, kemudian tingkatkan durasi maupun tantangan latihan secara bertahap seiring kemampuan tubuh berkembang.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
