Empat Musim Pertiwi menjadi salah satu film Indonesia yang menarik perhatian menjelang akhir 2026. Film terbaru karya Kamila Andini ini dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Pitrashata Malasan dengan cerita yang berpusat pada kepulangan seorang perempuan ke tempat yang telah ditinggalkannya selama sekitar dua dekade.
Bukan hanya karena jajaran pemainnya, perjalanan film ini juga menarik perhatian berkat kehadirannya di sejumlah festival film internasional. Empat Musim Pertiwi, yang menggunakan judul internasional Four Seasons in Java, telah menjalani world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 dan masuk dalam agenda festival di Busan serta Tokyo.
Film ini juga resmi dipilih oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia sebagai wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film dalam Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027. Namun, status tersebut perlu dibedakan dengan nominasi. Empat Musim Pertiwi merupakan submission resmi Indonesia dan belum berarti telah menjadi nomine Oscar 2027.
Lalu, seperti apa kisah yang dibawa Kamila Andini dan kapan Empat Musim Pertiwi bisa ditonton di bioskop Indonesia? Simak informasinya berikut ini.
Daftar Isi
- Sinopsis Film Empat Musim Pertiwi
- Tema yang Diangkat dalam Empat Musim Pertiwi
- Kapan Empat Musim Pertiwi Tayang di Bioskop?
- Daftar Pemain Empat Musim Pertiwi
- Siapa Sutradara dan Tim di Balik Empat Musim Pertiwi?
- Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027
- Perjalanan Empat Musim Pertiwi di Festival Film Internasional
- Nonton Empat Musim Pertiwi Lebih Hemat dengan Promo Bank Mega
Sinopsis Film Empat Musim Pertiwi
Empat Musim Pertiwi mengangkat kisah tentang kepulangan, trauma, keluarga, dan upaya seseorang menemukan kembali tempatnya dalam kehidupan. Cerita berpusat pada Pertiwi, perempuan yang diperankan oleh Putri Marino.
Setelah menjalani hukuman penjara dan meninggalkan kampung halamannya selama sekitar 20 tahun, Pertiwi akhirnya kembali. Namun, pulang tidak serta-merta memberinya kesempatan untuk memulai semuanya dari awal.
Keluarga dan masyarakat di kampung masih mengingat masa lalu yang pernah membuat Pertiwi pergi. Ia pun harus menghadapi lingkungan yang tidak sepenuhnya siap menerima kehadirannya kembali.
1. Kepulangan Pertiwi setelah 20 Tahun Meninggalkan Kampung Halaman
Kisah dimulai ketika Pertiwi kembali ke desa yang telah lama ditinggalkannya. Sekitar dua dekade berlalu sejak ia menjalani kehidupan jauh dari kampung halaman dan menyelesaikan hukuman penjara akibat sebuah peristiwa di masa lalu.
Bagi Pertiwi, kepulangan tersebut bukan sekadar kembali secara fisik. Desa itu menyimpan keluarga, ingatan, konflik, dan pengalaman yang pernah membentuk kehidupannya.
Alih-alih memperoleh sambutan hangat, kehadirannya justru menimbulkan ketegangan. Masyarakat masih mengenal Pertiwi melalui masa lalunya, membuat kesempatan untuk menjalani kehidupan baru menjadi jauh lebih rumit.
2. Masa Lalu yang Kembali Menghantui Kehidupan Pertiwi
Kembali ke kampung halaman berarti Pertiwi harus berhadapan dengan hal-hal yang sebelumnya telah berusaha ia tinggalkan. Ingatan mengenai peristiwa yang membawanya ke penjara kembali muncul ketika ia bertemu dengan orang-orang dan lingkungan yang berkaitan dengan masa tersebut.
Film tidak hanya menempatkan masa lalu sebagai latar belakang cerita. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan psikologis Pertiwi saat mencoba memahami dirinya dan menentukan kehidupan seperti apa yang ingin ia bangun setelah bebas.
Di tengah proses tersebut, persoalan mengenai trauma, stigma, kekerasan, dan penerimaan perlahan menjadi bagian penting dari konflik yang dihadapi tokoh utama.
3. Pertemuan Kembali dengan Keluarga dan Lingkungan yang Pernah Ditinggalkan
Salah satu tantangan terbesar Pertiwi adalah membangun kembali hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan keluarga sendiri tidak serta-merta dapat menerima kepulangannya dengan mudah.
Di sisi lain, Pertiwi bertemu dengan sejumlah sosok yang memiliki peran penting dalam prosesnya menjalani kehidupan baru. Di antaranya terdapat Mak Ira yang diperankan Christine Hakim, Bisma yang dimainkan Arya Saloka, serta Niken yang diperankan Hana Pitrashata Malasan.
Pertemuan dengan mereka membawa Pertiwi ke dalam perjalanan yang lebih besar daripada sekadar kembali ke rumah. Ia perlahan harus mencari kembali arti keluarga, penerimaan, dan tempat yang dapat disebut sebagai rumah.
Tema yang Diangkat dalam Empat Musim Pertiwi
Cerita Empat Musim Pertiwi tidak hanya berfokus pada peristiwa yang terjadi setelah Pertiwi pulang. Film ini turut mengeksplorasi pengalaman psikologis dan sosial seorang perempuan ketika berusaha kembali ke lingkungan yang pernah ditinggalkannya.
1. Kepulangan dan Kesempatan Memulai Kembali
Kepulangan menjadi salah satu tema sentral film ini. Setelah berada jauh dari desa selama bertahun-tahun, Pertiwi kembali dengan harapan dapat menjalani kehidupan yang berbeda.
Namun, memulai kembali ternyata tidak sesederhana berpindah tempat. Masa lalu masih hidup dalam ingatan keluarga maupun masyarakat, sehingga Pertiwi harus berjuang mendapatkan ruang untuk menentukan kehidupannya sendiri.
Melalui situasi tersebut, film mengeksplorasi pertanyaan tentang apakah seseorang benar-benar dapat memperoleh kesempatan kedua ketika lingkungan masih menilainya berdasarkan sesuatu yang telah terjadi bertahun-tahun sebelumnya.
2. Trauma dan Luka dari Masa Lalu
Trauma merupakan unsur penting dalam perjalanan Pertiwi. Pengalaman masa lalu tidak hilang hanya karena waktu telah berlalu atau hukuman telah selesai dijalani.
Kembalinya Pertiwi ke tempat asal justru memaksanya untuk kembali melihat pengalaman tersebut dari dekat. Film kemudian mengikuti proses ketika ia mencoba menghadapi luka, ingatan, serta konsekuensi yang masih tersisa dalam kehidupannya.
Karena itu, Empat Musim Pertiwi tidak hanya berbicara tentang kepulangan secara geografis, tetapi juga perjalanan seseorang menghadapi bagian dirinya yang selama ini berusaha ditinggalkan.
3. Relasi Keluarga dan Penerimaan Lingkungan
Hubungan keluarga menjadi lapisan lain yang memperkuat konflik Pertiwi. Setelah dua dekade, hubungan yang pernah ada tentu tidak lagi sama.
Pertiwi harus menghadapi perubahan dalam keluarganya sekaligus reaksi masyarakat yang belum bisa melepaskan ingatan mengenai masa lalu. Dari sinilah persoalan stigma dan penerimaan menjadi bagian penting dalam cerita.
Film menggambarkan bahwa proses kembali ke masyarakat bukan hanya bergantung pada keinginan individu untuk berubah. Respons keluarga, lingkungan, dan struktur sosial di sekitarnya juga turut menentukan apakah seseorang benar-benar mendapatkan ruang untuk memulai kembali.
4. Perjalanan Pertiwi Menata Kembali Kehidupannya
Di balik berbagai konflik tersebut, perjalanan Pertiwi pada akhirnya berkaitan dengan upayanya mendefinisikan kembali kehidupan yang ingin dijalani.
Ia harus menentukan bagaimana berhubungan dengan masa lalu tanpa terus terperangkap di dalamnya. Pertemuan dengan berbagai karakter kemudian membentuk perjalanan Pertiwi dalam mencari rasa aman, penerimaan, dan kedamaian.
Hal tersebut membuat Empat Musim Pertiwi tidak sekadar menjadi cerita tentang seseorang yang pulang, tetapi juga mengenai keberanian menghadapi pengalaman yang sulit dan mencari kemungkinan kehidupan setelahnya.
Kapan Empat Musim Pertiwi Tayang di Bioskop?
Setelah berkeliling festival internasional dan menggelar pemutaran terbatas, Empat Musim Pertiwi bersiap menjangkau penonton yang lebih luas melalui bioskop Indonesia.
1. Tayang Nasional Mulai 8 Oktober 2026
Empat Musim Pertiwi dijadwalkan mulai tayang secara nasional di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Tanggal tersebut menjadi kesempatan bagi penonton Indonesia untuk menyaksikan karya terbaru Kamila Andini setelah sebelumnya film melakukan perjalanan melalui sejumlah festival internasional.
Jadwal dan ketersediaan film dapat berbeda di masing-masing jaringan serta lokasi bioskop. Karena itu, Anda dapat mengecek jadwal bioskop yang dituju menjelang hari menonton.
2. Sempat Menggelar Penayangan Terbatas pada September 2026
Sebelum jadwal tayang nasional, Empat Musim Pertiwi juga memberikan kesempatan bagi penonton Indonesia untuk menyaksikan film lebih awal.
Film ini menggelar rangkaian penayangan terbatas selama tujuh hari pada 22–28 September 2026. Pemutaran tersebut berlangsung setelah perjalanan world premiere film di Toronto International Film Festival.
Setelah fase penayangan terbatas selesai, perilisan reguler kemudian dijadwalkan berlangsung mulai 8 Oktober 2026.
Daftar Pemain Empat Musim Pertiwi
Empat Musim Pertiwi mempertemukan sejumlah aktor Indonesia dengan karakter yang memiliki hubungan penting terhadap perjalanan tokoh Pertiwi.
1. Putri Marino sebagai Pertiwi
Putri Marino memegang peran utama sebagai Pertiwi. Karakter ini menjadi pusat seluruh cerita, mulai dari kepulangannya setelah sekitar dua dekade hingga perjuangannya menghadapi trauma dan masyarakat yang belum sepenuhnya menerimanya.
Melalui Pertiwi, penonton diajak mengikuti pengalaman seorang perempuan yang mencoba membangun kembali kehidupannya setelah menjalani hukuman dan hidup jauh dari kampung halaman.
2. Arya Saloka sebagai Bisma
Arya Saloka berperan sebagai Bisma, salah satu sosok yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan Pertiwi setelah kembali ke desa.
Film ini sekaligus mempertemukan kembali Arya Saloka dan Putri Marino setelah keduanya sebelumnya tampil dalam serial Gadis Kretek.
3. Christine Hakim sebagai Mak Ira
Aktris senior Christine Hakim tampil sebagai Mak Ira. Sosok tersebut menjadi salah satu karakter yang memiliki peran dalam kehidupan Pertiwi ketika ia mencoba menemukan kembali tempatnya setelah pulang.
Kehadiran Christine Hakim juga menambah jajaran pemain lintas generasi dalam film terbaru Kamila Andini tersebut.
4. Hana Pitrashata Malasan sebagai Niken
Hana Pitrashata Malasan atau Hana Malasan berperan sebagai Niken. Bersama karakter lain di sekitar Pertiwi, Niken turut menjadi bagian dari dinamika hubungan dan perjalanan tokoh utama sepanjang cerita.
5. Pemeran Pendukung Empat Musim Pertiwi
Selain empat nama utama tersebut, Empat Musim Pertiwi juga dibintangi sejumlah pemeran pendukung. Beberapa di antaranya adalah:
- Dwika Pradnyana
- Hargi Sundari
- Iswadi Pratama
- Shofia Shireen
- Totos Rasiti
- Nagra Pakusadewo
- Hanna Aretha
- Maryam Supraba
- Ayub Antah
- Stephania Shakilla Cornelia
Deretan pemeran tersebut mengisi karakter keluarga, masyarakat desa, serta orang-orang yang menjadi bagian dari perjalanan Pertiwi dalam menghadapi masa lalu dan kehidupan barunya.
Siapa Sutradara dan Tim di Balik Empat Musim Pertiwi?
Di balik cerita Empat Musim Pertiwi terdapat Kamila Andini bersama tim produksi yang melibatkan sineas Indonesia serta sejumlah mitra internasional.
1. Kamila Andini sebagai Penulis dan Sutradara
Kamila Andini menulis sekaligus menyutradarai Empat Musim Pertiwi. Film ini menjadi film panjang kelimanya setelah berbagai karya yang sebelumnya telah memperoleh perhatian di festival film internasional.
Nama Kamila antara lain dikenal melalui The Mirror Never Lies, The Seen and Unseen, Yuni, serta Before, Now & Then (Nana).
Yuni sebelumnya juga terpilih menjadi wakil Indonesia untuk Academy Awards dan berhasil meraih Platform Prize di Toronto International Film Festival pada 2021.
2. Ifa Isfansyah sebagai Produser
Posisi produser Empat Musim Pertiwi dipegang Ifa Isfansyah melalui Forka Films. Ia bekerja bersama Kamila Andini dan tim kreatif untuk membawa proyek ini dari proses produksi hingga perjalanan festival serta kampanye internasional.
Sejumlah nama di belakang layar juga terlibat dalam produksi, termasuk Batara Goempar pada sinematografi, Dita Gambiro pada desain produksi, Akhmad Fesdi Anggoro sebagai editor, serta Ricky Lionardi dan Bottlesmoker pada musik.
3. Forka Films dan Kolaborasi Produksi Internasional
Empat Musim Pertiwi dipimpin Forka Films sebagai rumah produksi Indonesia dan dikembangkan melalui kolaborasi internasional.
Produksi film melibatkan mitra dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura. Kolaborasi lintas negara tersebut turut mendukung perjalanan film ke pasar dan festival internasional.
Penjualan internasional film ditangani oleh Goodfellas, perusahaan penjualan film berbasis di Paris yang kemudian juga memiliki peran penting dalam strategi kampanye internasional Empat Musim Pertiwi.
Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027
Selain perjalanan festivalnya, Empat Musim Pertiwi memperoleh perhatian setelah dipilih untuk membawa nama Indonesia dalam proses seleksi Academy Awards ke-99.
1. Terpilih untuk Kategori Best International Feature Film
Empat Musim Pertiwi resmi menjadi film yang diajukan Indonesia untuk kategori Best International Feature Film pada Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027.
Kategori tersebut memungkinkan setiap negara mengajukan satu film yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses seleksi Academy.
Penting untuk membedakan antara status submission dan nominasi. Terpilih sebagai wakil Indonesia berarti Empat Musim Pertiwi menjadi film resmi yang diajukan Indonesia kepada Academy, bukan berarti film tersebut sudah mendapatkan nominasi Oscar.
Film masih harus melalui tahapan seleksi Academy sebelum daftar shortlist maupun nominasi akhir diumumkan.
2. Dipilih oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia
Pemilihan Empat Musim Pertiwi dilakukan oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia atau Indonesian Oscars Selection Committee (IOSC).
Komite tersebut menentukan film yang akan menjadi submission resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film. Pada 2026, pilihan jatuh kepada karya Kamila Andini tersebut.
Pemilihan ini meneruskan perjalanan internasional film yang sebelumnya telah dimulai melalui Toronto International Film Festival.
3. Strategi Kampanye Menuju Academy Awards ke-99
Setelah dipilih sebagai wakil Indonesia, tim produksi juga menyiapkan strategi untuk memperkenalkan film kepada komunitas film dan pemilih Academy di Amerika Serikat.
Produser Ifa Isfansyah menyampaikan bahwa kampanye internasional direncanakan bergerak lebih intensif mulai sekitar pertengahan November 2026. Tim bekerja bersama Goodfellas sebagai international sales agent untuk memperluas jaringan serta eksposur film.
Strategi tersebut menjadi bagian penting karena persaingan Best International Feature Film tidak berhenti pada tahap pengajuan dari masing-masing negara. Setiap film masih perlu melalui proses penilaian hingga Academy menentukan film yang lolos ke tahap berikutnya.
Perjalanan Empat Musim Pertiwi di Festival Film Internasional
Sebelum dirilis secara nasional di Indonesia, Empat Musim Pertiwi telah memulai perjalanan internasionalnya melalui sejumlah festival film besar.
1. World Premiere di Toronto International Film Festival 2026
Empat Musim Pertiwi menjalani world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 dalam program Centrepiece.
TIFF 2026 berlangsung pada 10–20 September 2026 di Kanada, sementara pemutaran perdana dunia Four Seasons in Java berlangsung pada September 2026.
Program Centrepiece menampilkan berbagai karya dari sineas internasional. Kehadiran film ini sekaligus membawa Kamila Andini kembali ke TIFF setelah karya-karyanya sebelumnya juga pernah diputar di festival tersebut.
2. Tayang di Busan International Film Festival 2026
Setelah Toronto, perjalanan Empat Musim Pertiwi berlanjut ke Busan International Film Festival (BIFF) 2026 di Korea Selatan.
Jadwal resmi BIFF mencantumkan Four Seasons in Java dalam rangkaian festival pada Oktober 2026, dengan pemutaran mulai 7 Oktober. Film berdurasi sekitar 137 menit tersebut ditampilkan dalam program festival bersama karya-karya internasional lainnya.
Kehadiran di Busan membuat perjalanan internasional film berlangsung berdekatan dengan jadwal perilisan nasionalnya di Indonesia pada 8 Oktober 2026.
3. Terpilih untuk Tokyo International Film Festival
Perjalanan festival Empat Musim Pertiwi juga berlanjut ke Jepang. Film ini masuk dalam program Tokyo International Film Festival 2026.
Jadwal resmi festival mencantumkan Four Seasons in Java untuk diputar pada akhir Oktober 2026. Keikutsertaan tersebut memperpanjang perjalanan film di festival Asia setelah Busan.
Rangkaian Toronto, Busan, dan Tokyo memperlihatkan perjalanan internasional film sebelum tim produksi melanjutkan agenda kampanye menuju proses seleksi Oscar 2027.
Baca Juga: Rekomendasi Film untuk Malam Tahun Baru Bersama Keluarga
Nonton Empat Musim Pertiwi Lebih Hemat dengan Promo Bank Mega
Empat Musim Pertiwi sudah masuk watchlist dan tanggal tayangnya juga sudah diketahui. Langkah berikutnya tinggal menentukan kapan Anda ingin datang ke bioskop.
Jika berencana menontonnya pada akhir pekan dan film tersedia di jaringan Cinema XXI pilihan Anda, pemegang Kartu Kredit Bank Mega dapat memanfaatkan promo tiket di M-TIX by XXI maupun pembelian langsung di bioskop XXI sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
1. Promo M-TIX by XXI – Diskon hingga Rp35.000
Bagi Anda yang lebih suka memesan kursi melalui smartphone sebelum berangkat ke bioskop, terdapat promo M-TIX by XXI menggunakan Kartu Kredit Bank Mega.
Promo berlaku setiap Sabtu dan Minggu selama periode 1 Agustus 2026–31 Juli 2027. Setiap pembelian dua tiket mendapatkan:
- Diskon Rp35.000 menggunakan Kartu Kredit MegaFirst Infinite.
- Diskon Rp20.000 menggunakan Mega Travel Card, Mega Platinum Card, Mega Metro Card, Transmart Mega Card, atau Mega Gold Card.
Promo dapat digunakan untuk pembelian tiket di studio Deluxe, The Premiere, dan IMAX serta berlaku di XXI seluruh Indonesia.
Program M-TIX memiliki kuota bulanan. Kuota MegaFirst Infinite adalah 100 transaksi per bulan, sedangkan jenis Kartu Kredit Bank Mega lainnya yang memenuhi ketentuan memiliki kuota 1.100 transaksi per bulan.
Setiap satu kartu kredit hanya dapat menggunakan promo satu kali per minggu untuk pembelian dua tiket dan promo tidak berlaku kelipatan.
Jadi, jika Anda berencana menonton Empat Musim Pertiwi pada Sabtu atau Minggu setelah film tersedia di XXI pilihan Anda, pemesanan melalui M-TIX dapat menjadi salah satu opsi.
Lihat syarat lengkap promo M-TIX by XXI dengan Kartu Kredit Bank Mega.
2. Promo Pembelian Langsung di XXI – Diskon hingga Rp35.000
Jika lebih memilih membeli tiket langsung di bioskop, tersedia pula promo Kartu Kredit Bank Mega di Cinema XXI.
Program berlangsung setiap Sabtu dan Minggu selama periode 1 Agustus 2026–31 Juli 2027. Dengan membeli dua tiket, pemegang kartu yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh:
- Diskon Rp35.000 menggunakan Kartu Kredit MegaFirst Infinite.
- Diskon Rp20.000 menggunakan Mega Travel Card, Mega Platinum Card, Mega Metro Card, Transmart Mega Card, atau Mega Gold Card.
Promo berlaku di XXI seluruh Indonesia, termasuk untuk pembelian tiket studio Deluxe, The Premiere, dan IMAX. Setiap kartu kredit dapat bertransaksi menggunakan promo maksimal satu kali per hari dan tidak berlaku kelipatan.
Untuk transaksi langsung di bioskop, nasabah perlu menginformasikan kepada kasir bahwa pembayaran akan menggunakan promo Kartu Kredit Bank Mega sebelum transaksi dilakukan.
Cek detail promo Cinema XXI dari Bank Mega.
Masih ingin mencari promo hiburan, dining, dan lifestyle lainnya? Anda dapat mengecek halaman Promo Bank Mega untuk melihat berbagai penawaran yang sedang berlangsung.
Empat Musim Pertiwi menghadirkan cerita tentang seorang perempuan yang kembali ke kampung halaman setelah dua dekade dan harus berhadapan dengan trauma, keluarga, stigma, serta lingkungan yang pernah ditinggalkannya. Perjalanannya tidak berhenti di dalam cerita, karena film ini juga membawa nama Indonesia ke Toronto, Busan, Tokyo, hingga proses seleksi Academy Awards ke-99.
Dengan jadwal tayang nasional mulai 8 Oktober 2026, penonton Indonesia akhirnya dapat menyaksikan perjalanan Pertiwi di layar lebar. Cek jadwal bioskop pilihan Anda dan tentukan waktu menonton yang paling sesuai.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
