Memiliki pekerjaan utama tidak selalu menutup peluang untuk mendapatkan sumber penghasilan tambahan. Dengan memanfaatkan waktu, keterampilan, aset, atau jaringan yang dimiliki, Anda dapat mencoba membangun usaha sampingan secara bertahap tanpa harus langsung meninggalkan aktivitas utama.
Pilihannya pun semakin beragam. Ada usaha yang dapat dimulai dengan mengandalkan keahlian, seperti menjadi freelancer, penerjemah, atau desainer grafis. Ada pula usaha yang membutuhkan produk, seperti menjual makanan, hampers, maupun barang preloved. Bahkan, sebagian usaha dapat dijalankan secara digital dari rumah.
Namun, usaha sampingan sebaiknya tidak dipilih hanya karena sedang populer. Waktu yang tersedia, modal, kemampuan, permintaan pasar, hingga risiko perlu diperhitungkan sejak awal agar usaha dapat berjalan secara realistis.
Bagi pekerja kantoran, kegiatan tersebut juga perlu dijalankan tanpa mengganggu pekerjaan utama atau melanggar ketentuan perusahaan. Sementara bagi mahasiswa, fresh graduate, ibu rumah tangga, maupun pelaku usaha, skala usaha dapat disesuaikan dengan kondisi dan sumber daya masing-masing.
Jika Anda sedang mencari peluang yang dapat dicoba, berikut 20 ide usaha sampingan beserta cara memilih, memulai, dan mengelola keuangannya.
Daftar Isi
- Apa Itu Usaha Sampingan?
- Alasan Usaha Sampingan Menarik untuk Dicoba
- Ide Usaha Sampingan yang Bisa Dicoba
- Cara Memilih Usaha Sampingan yang Sesuai
- Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Memulai Usaha Sampingan?
- Cara Memulai Usaha Sampingan untuk Pemula
- Tips Menjalankan Usaha Sampingan Tanpa Mengganggu Pekerjaan Utama
- Cara Mengatur Keuangan dari Usaha Sampingan
- Kelola Penghasilan Tambahan dengan Lebih Terencana Bersama Bank Mega
- FAQ Seputar Usaha Sampingan
Apa Itu Usaha Sampingan?
Usaha sampingan adalah aktivitas usaha yang dijalankan di luar pekerjaan atau kegiatan utama dengan tujuan memperoleh penghasilan tambahan. Usaha ini dapat berupa penjualan barang, jasa, produk digital, maupun pemanfaatan aset tertentu.
Berbeda dengan pekerjaan utama yang biasanya menjadi sumber pendapatan terbesar, usaha sampingan dapat dimulai dalam skala lebih kecil dan dikembangkan secara bertahap.
Seorang karyawan, misalnya, dapat menerima proyek desain pada malam hari atau akhir pekan. Mahasiswa dapat memberikan les privat. Ibu rumah tangga dapat menjual makanan dari rumah, sedangkan pelaku usaha dapat membuka sumber pemasukan tambahan yang masih berkaitan dengan bisnis utamanya.
Usaha sampingan juga tidak selalu membutuhkan toko atau modal dalam jumlah besar. Perkembangan platform digital memungkinkan berbagai jasa dan produk dipasarkan melalui media sosial, marketplace, website, maupun platform khusus pekerja lepas.
Hal terpenting adalah memilih model usaha yang sesuai dengan waktu, kemampuan, dan kondisi keuangan Anda.
Alasan Usaha Sampingan Menarik untuk Dicoba
1. Menambah Sumber Penghasilan
Alasan utama seseorang menjalankan usaha sampingan biasanya adalah memperoleh pendapatan tambahan.
Penghasilan tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti:
- menambah tabungan;
- membangun dana darurat;
- membayar kewajiban;
- membiayai hobi;
- menyiapkan dana liburan;
- menambah modal usaha; atau
- mendukung tujuan keuangan jangka panjang.
Memiliki lebih dari satu sumber penghasilan juga dapat mengurangi ketergantungan penuh pada satu pendapatan, meskipun usaha sampingan belum tentu menghasilkan nominal yang stabil setiap bulan.
2. Memanfaatkan Waktu dan Keahlian yang Dimiliki
Keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan atau hobi dapat memiliki nilai ekonomi.
Jika Anda mampu menulis, mendesain, membuat video, memasak, mengajar, mengelola media sosial, atau melakukan pembukuan sederhana, keterampilan tersebut dapat ditawarkan kepada pihak lain.
Dengan demikian, Anda tidak harus selalu memulai bisnis dengan menciptakan produk baru.
3. Membuka Peluang Menjadi Sumber Penghasilan Utama
Sebagian usaha sampingan dapat berkembang menjadi bisnis yang lebih besar apabila memiliki pasar, sistem, dan arus kas yang sehat.
Namun, proses ini membutuhkan waktu. Jangan langsung meninggalkan sumber pendapatan utama hanya karena usaha memperoleh hasil baik dalam waktu singkat.
Evaluasi konsistensi omzet, keuntungan, jumlah pelanggan, kapasitas usaha, dan kondisi finansial sebelum mempertimbangkan perubahan yang lebih besar.
Ide Usaha Sampingan yang Bisa Dicoba
1. Menjadi Freelancer
Freelancer menawarkan keahlian kepada klien berdasarkan proyek atau periode tertentu.
Jenis pekerjaan yang dapat ditawarkan antara lain:
- penulisan artikel;
- copywriting;
- desain grafis;
- editing video;
- programming;
- pembuatan website;
- digital marketing;
- data entry; dan
- berbagai pekerjaan profesional lainnya.
Modal awal dapat relatif kecil jika Anda sudah memiliki perangkat dan keterampilan yang dibutuhkan.
Tantangannya adalah membangun portofolio, mencari klien, menentukan harga, dan mengatur waktu pengerjaan.
2. Jasa Admin Media Sosial
Banyak UMKM dan bisnis kecil membutuhkan bantuan untuk mengelola akun media sosial tetapi belum memiliki tim khusus.
Anda dapat menawarkan jasa untuk menjadwalkan konten, menjawab pesan, mengunggah materi, membuat laporan sederhana, atau berkoordinasi dengan pemilik bisnis.
Jika memiliki kemampuan membuat konten, Anda juga dapat menawarkan paket yang mencakup copywriting dan desain sederhana.
3. Menjadi Content Creator
Jika nyaman membuat video, tulisan, foto, atau konten audio, menjadi content creator dapat menjadi pilihan.
Pendapatan dapat berasal dari iklan, kerja sama dengan brand, program afiliasi, penjualan produk sendiri, atau model monetisasi lain.
Namun, membangun audiens membutuhkan konsistensi dan biasanya tidak memberikan hasil instan.
4. Affiliate Marketing
Affiliate marketing memungkinkan Anda memperoleh komisi ketika orang melakukan transaksi melalui tautan atau mekanisme afiliasi yang Anda bagikan sesuai program.
Strategi ini dapat dikombinasikan dengan konten media sosial, blog, video, maupun komunitas.
Pilih produk yang relevan dengan audiens dan hindari memberikan klaim yang menyesatkan hanya demi meningkatkan penjualan.
5. Menjadi Reseller
Reseller membeli produk dari pemasok kemudian menjualnya kembali dengan margin tertentu.
Produk yang dijual dapat berupa fashion, makanan, perlengkapan rumah, produk kecantikan, aksesoris, maupun barang lainnya.
Karena biasanya melibatkan stok, perhitungkan modal persediaan, biaya penyimpanan, pengemasan, dan risiko barang tidak terjual.
6. Menjalankan Bisnis Dropship
Dropship memungkinkan Anda memasarkan produk tanpa harus menyimpan seluruh stok sendiri. Ketika terdapat pesanan, pemasok menangani pengiriman sesuai model kerja sama yang digunakan.
Modal persediaannya dapat lebih kecil daripada reseller, tetapi Anda memiliki kendali yang lebih terbatas terhadap stok, kualitas produk, pengemasan, dan kecepatan pengiriman.
Karena itu, pilih pemasok dengan reputasi dan kualitas layanan yang dapat diandalkan.
7. Menjual Makanan atau Camilan
Makanan merupakan salah satu kategori usaha yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Contohnya:
- kue;
- snack;
- dessert;
- frozen food;
- sambal kemasan; atau
- makanan ringan lainnya.
Anda dapat menggunakan sistem pre-order untuk mengurangi risiko stok tidak terjual pada tahap awal.
8. Membuka Usaha Katering Rumahan
Jika memiliki kemampuan memasak, katering rumahan dapat menyasar pekerja kantor, anak kos, keluarga, rapat kecil, maupun acara tertentu.
Mulai dengan menu terbatas agar proses pembelian bahan dan produksi lebih mudah dikendalikan.
Pastikan pula kebersihan, konsistensi rasa, pengemasan, serta ketepatan waktu pengiriman terjaga.
9. Menjual Minuman Kekinian
Minuman kopi, teh, jus, atau minuman racikan dapat menjadi usaha sampingan jika terdapat pasar yang sesuai.
Namun, kategori ini memiliki persaingan tinggi. Jangan hanya mengikuti tren.
Hitung biaya bahan, kemasan, alat, lokasi, serta komisi platform apabila menggunakan layanan pesan antar.
10. Menjual Produk Digital
Produk digital menarik karena dapat dibuat sekali kemudian dijual berkali-kali tanpa perlu memproduksi barang fisik untuk setiap transaksi.
Contohnya:
- template presentasi;
- template CV;
- worksheet;
- e-book;
- preset foto;
- ilustrasi;
- planner digital; atau
- materi pembelajaran.
Meski demikian, produk tetap membutuhkan riset pasar, pembuatan, pemasaran, dan pembaruan agar tetap relevan.
11. Membuka Jasa Les Privat atau Kursus Online
Kemampuan akademik maupun profesional dapat ditawarkan melalui kelas privat.
Contohnya pelajaran sekolah, bahasa asing, musik, desain, Excel, public speaking, atau keahlian tertentu.
Kelas dapat dilakukan secara tatap muka maupun online sehingga jadwalnya lebih fleksibel.
12. Menjadi Penerjemah
Jika menguasai lebih dari satu bahasa dengan baik, Anda dapat menawarkan jasa penerjemahan.
Pekerjaannya dapat mencakup dokumen umum, artikel, subtitle, materi pemasaran, maupun konten digital.
Untuk dokumen resmi tertentu, kebutuhan penerjemah dapat memiliki persyaratan khusus. Karena itu, jangan mengklaim dapat menangani penerjemahan tersumpah apabila memang tidak memiliki kewenangan tersebut.
13. Jasa Fotografi dan Videografi
Fotografi dan videografi dapat menjadi usaha sampingan untuk acara keluarga, produk UMKM, foto makanan, profil profesional, maupun konten media sosial.
Modal peralatan dapat cukup besar sehingga tidak harus membeli seluruh perangkat paling mahal sejak awal.
Mulailah dengan peralatan yang sudah dimiliki dan tingkatkan perlengkapan ketika pendapatan usaha mulai berkembang.
14. Jasa Desain Grafis
Desain grafis dibutuhkan untuk logo, materi media sosial, banner, presentasi, packaging, hingga kebutuhan promosi lainnya.
Portofolio memiliki peranan penting dalam memperoleh klien.
Anda dapat membuat beberapa proyek contoh terlebih dahulu apabila belum memiliki pekerjaan komersial untuk ditampilkan.
15. Jasa Titip atau Jastip
Jastip dapat dilakukan ketika Anda memiliki akses terhadap produk atau lokasi yang sulit dijangkau pelanggan lain.
Contohnya jastip produk pameran, toko tertentu, makanan daerah, maupun produk yang tersedia di kota atau negara tertentu.
Tentukan biaya jasa, ongkir, ketentuan pembayaran, risiko kerusakan, dan aturan pembatalan secara jelas sebelum menerima pesanan.
16. Menjual Barang Preloved
Barang yang masih layak tetapi tidak lagi digunakan dapat dijual kembali.
Contohnya pakaian, buku, furnitur, gadget, perlengkapan bayi, atau barang hobi.
Selain menghasilkan tambahan uang, kegiatan ini dapat menjadi tahap awal untuk mempelajari cara membuat listing, menentukan harga, berkomunikasi dengan pembeli, dan menangani pengiriman.
17. Bisnis Hampers dan Kado
Hampers memiliki permintaan pada berbagai momen seperti ulang tahun, pernikahan, hari raya, wisuda, hingga acara perusahaan.
Anda dapat menawarkan beberapa pilihan berdasarkan anggaran konsumen.
Untuk menekan risiko stok, gunakan sistem pemesanan terlebih dahulu dan beli bahan sesuai jumlah pesanan.
18. Jasa Makeup atau Beauty Service
Bagi yang memiliki keterampilan makeup, hairstyling, nail art, atau layanan kecantikan lainnya, jasa tersebut dapat dijalankan berdasarkan jadwal.
Model usaha berbasis appointment cukup fleksibel untuk dijadikan usaha sampingan.
Namun, jaga kebersihan peralatan dan pastikan layanan yang diberikan sesuai dengan kompetensi yang Anda miliki.
19. Membuka Jasa Penitipan atau Perawatan Hewan
Pemilik hewan dapat membutuhkan bantuan ketika bekerja atau bepergian.
Jasa yang ditawarkan dapat berupa penitipan, kunjungan ke rumah, memberi makan, atau mengajak hewan berjalan.
Usaha ini membutuhkan tanggung jawab tinggi. Pastikan Anda memahami karakter hewan yang ditangani, kondisi kesehatan, kebutuhan khusus, serta prosedur jika terjadi keadaan darurat.
20. Menjadi Agen atau Penyedia Jasa Sesuai Keahlian
Tidak semua usaha sampingan harus mengikuti kategori yang sedang tren.
Keahlian profesional yang Anda miliki dapat menjadi dasar usaha sendiri.
Contohnya:
- konsultasi sesuai kompetensi;
- pembukuan sederhana;
- jasa pengelolaan acara kecil;
- penataan dekorasi;
- jasa administrasi;
- pelatihan;
- jasa teknis; atau
- layanan profesional lainnya.
Pastikan layanan tersebut memang berada dalam kompetensi Anda dan perhatikan perizinan atau persyaratan profesi jika bidangnya diatur secara khusus.
Cara Memilih Usaha Sampingan yang Sesuai
1. Sesuaikan dengan Waktu yang Tersedia
Usaha yang menghasilkan keuntungan tetapi mengganggu pekerjaan utama belum tentu menjadi pilihan yang baik.
Jika bekerja penuh waktu, hitung berapa jam yang benar-benar tersedia setiap minggu.
Usaha berbasis proyek atau pre-order biasanya lebih mudah diatur dibandingkan usaha yang membutuhkan pelayanan setiap hari pada jam tertentu.
2. Pertimbangkan Keahlian dan Minat
Memulai dari kemampuan yang sudah dimiliki dapat mengurangi waktu dan biaya belajar.
Namun, minat saja belum cukup. Pastikan terdapat konsumen yang bersedia membayar produk atau jasa tersebut.
3. Hitung Modal yang Dibutuhkan
Buat daftar seluruh kebutuhan sebelum memulai.
Modal dapat meliputi:
- bahan baku;
- stok;
- peralatan;
- kemasan;
- transportasi;
- promosi;
- biaya platform; dan
- dana operasional.
Hindari menggunakan seluruh dana darurat untuk membiayai usaha yang hasilnya belum teruji.
4. Perhatikan Potensi Pasar
Ide menarik belum tentu memiliki pasar yang cukup.
Lakukan riset sederhana dengan mengamati kompetitor, harga, ulasan konsumen, tren pencarian, hingga kebutuhan orang di sekitar Anda.
Anda juga dapat melakukan uji coba kepada kelompok konsumen kecil sebelum melakukan investasi lebih besar.
5. Pertimbangkan Potensi Keuntungan dan Risikonya
Jangan hanya memperkirakan omzet.
Hitung keuntungan setelah dikurangi seluruh biaya.
Misalnya, produk dijual Rp50.000 bukan berarti Anda memperoleh keuntungan Rp50.000. Kurangi bahan, kemasan, biaya platform, subsidi ongkir, promosi, dan biaya lainnya.
Selain potensi laba, pertimbangkan risiko stok tidak terjual, komplain, perubahan tren, hingga keterbatasan waktu.
Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Memulai Usaha Sampingan?
Tidak ada satu angka modal yang berlaku untuk seluruh usaha sampingan. Kebutuhannya bergantung pada model bisnis, skala, peralatan yang sudah dimiliki, serta cara pemasaran.
Secara sederhana, usaha sampingan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori.
Usaha tanpa atau dengan modal finansial minim biasanya mengandalkan keahlian dan perangkat yang sudah dimiliki. Contohnya freelance writing, penerjemahan, admin media sosial, les privat, atau konsultasi sesuai kompetensi.
Meski modal uang kecil, tetap terdapat modal berupa waktu, keterampilan, internet, listrik, dan perangkat kerja.
Usaha dengan modal kecil dapat meliputi makanan pre-order, hampers, reseller skala kecil, jastip, atau produk digital berbayar tools tertentu.
Modal digunakan untuk membeli bahan, kemasan, transportasi, promosi, maupun stok awal.
Sementara itu, usaha yang membutuhkan peralatan atau stok lebih besar dapat berupa fotografi, minuman, katering, jasa kecantikan, atau perdagangan produk yang harus tersedia dalam jumlah tertentu.
Daripada menentukan modal berdasarkan angka yang terlihat di media sosial, buat perhitungan berdasarkan usaha Anda sendiri.
Pisahkan kebutuhan menjadi:
- modal awal;
- biaya operasional;
- biaya tetap;
- biaya per transaksi;
- dana cadangan; dan
- anggaran pengembangan.
Memulai dari skala kecil dapat membantu Anda menguji pasar sebelum mengeluarkan modal lebih besar.
Cara Memulai Usaha Sampingan untuk Pemula
1. Tentukan Produk atau Jasa yang Akan Ditawarkan
Pilih satu produk atau jasa utama terlebih dahulu.
Hindari menawarkan terlalu banyak hal pada tahap awal karena dapat membuat operasional sulit dikelola.
Misalnya, daripada langsung menjual 20 jenis makanan, Anda dapat memulai dengan tiga produk yang paling mudah dibuat secara konsisten.
2. Tentukan Target Konsumen
Tentukan siapa yang kemungkinan paling membutuhkan produk Anda.
Target yang jelas membantu menentukan harga, produk, cara berkomunikasi, dan saluran pemasaran.
Katering makan siang untuk pekerja kantor, misalnya, membutuhkan pendekatan berbeda dari snack untuk mahasiswa.
3. Buat Perhitungan Modal dan Harga Jual
Hitung biaya secara rinci sebelum menetapkan harga.
Harga jual sebaiknya mempertimbangkan biaya produk atau jasa, operasional, pemasaran, biaya platform, risiko, dan margin keuntungan yang wajar.
Jangan menentukan harga hanya dengan meniru kompetitor tanpa memahami struktur biaya sendiri.
4. Mulai dari Skala Kecil
Uji terlebih dahulu apakah produk mendapat respons pasar.
Anda dapat menjual kepada lingkungan terdekat atau membuka jumlah pesanan terbatas.
Gunakan feedback pelanggan untuk memperbaiki kualitas sebelum memperbesar kapasitas.
5. Manfaatkan Media Sosial dan Platform Digital
Gunakan platform yang sesuai target konsumen.
Media sosial dapat membantu memperkenalkan usaha, sedangkan marketplace atau platform jasa dapat membantu mempertemukan Anda dengan calon pelanggan.
Tidak perlu aktif di semua platform sekaligus. Fokus pada saluran yang paling relevan dan mampu dikelola secara konsisten.
6. Catat Pemasukan dan Pengeluaran
Pencatatan penting bahkan ketika usaha masih kecil.
Catat setiap:
- penjualan;
- pembelian bahan;
- biaya pengiriman;
- biaya iklan;
- fee platform;
- pengembalian barang; dan
- pengeluaran operasional lainnya.
Tanpa pencatatan, Anda dapat mengira usaha menghasilkan keuntungan padahal uang yang masuk hanya menutup biaya.
7. Evaluasi dan Kembangkan Usaha Secara Bertahap
Setelah berjalan beberapa waktu, lihat produk mana yang paling laku, pelanggan berasal dari mana, dan biaya apa yang paling besar.
Jika usaha sudah menunjukkan permintaan yang konsisten, Anda dapat mempertimbangkan menambah kapasitas, produk, peralatan, atau kanal penjualan.
Tips Menjalankan Usaha Sampingan Tanpa Mengganggu Pekerjaan Utama
1. Buat Jadwal yang Realistis
Tentukan jam khusus untuk mengelola usaha.
Misalnya pada malam hari, sebelum bekerja, atau akhir pekan.
Jangan mengisi seluruh waktu kosong dengan pekerjaan tambahan hingga mengabaikan kebutuhan istirahat.
2. Pisahkan Waktu Kerja dan Usaha
Ketika sedang menjalankan pekerjaan utama, fokuslah pada tanggung jawab pekerjaan tersebut.
Balas pesan pelanggan atau kerjakan pesanan usaha di luar jam kerja kecuali memang terdapat pengaturan yang memungkinkan.
3. Jangan Menggunakan Fasilitas Kantor untuk Kepentingan Pribadi
Laptop, email, database pelanggan, software berlisensi perusahaan, maupun fasilitas kantor pada dasarnya disediakan untuk kepentingan pekerjaan.
Gunakan perangkat dan akun pribadi untuk menjalankan usaha agar batas antara pekerjaan dan bisnis tetap jelas.
4. Perhatikan Aturan Perusahaan atau Kontrak Kerja
Sebelum menjalankan bisnis tambahan, cek perjanjian kerja, peraturan perusahaan, kebijakan konflik kepentingan, kerahasiaan informasi, dan ketentuan lain yang berlaku di tempat Anda bekerja.
Hindari menjalankan usaha yang menimbulkan konflik kepentingan dengan perusahaan atau menggunakan informasi internal untuk keuntungan pribadi.
5. Hindari Mengambil Pesanan Melebihi Kapasitas
Pendapatan tambahan memang menarik, tetapi menerima terlalu banyak pesanan dapat menurunkan kualitas pekerjaan dan mengganggu aktivitas utama.
Buat batas jumlah proyek atau pesanan yang mampu diselesaikan secara konsisten.
Cara Mengatur Keuangan dari Usaha Sampingan
1. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha
Salah satu kebiasaan penting adalah tidak mencampurkan seluruh uang usaha dengan uang kebutuhan sehari-hari.
Jika semuanya berada dalam satu tempat tanpa pencatatan, Anda akan kesulitan mengetahui apakah bisnis sebenarnya menghasilkan keuntungan.
Setidaknya buat pencatatan terpisah. Ketika transaksi mulai meningkat, pertimbangkan memisahkan rekening atau alokasi dana usaha.
2. Catat Arus Kas Secara Rutin
Arus kas menunjukkan uang yang masuk dan keluar dari usaha.
Luangkan waktu secara berkala untuk mengecek:
- omzet;
- biaya bahan;
- biaya operasional;
- piutang jika ada;
- utang usaha;
- saldo kas; dan
- keuntungan.
Pencatatan juga membantu ketika Anda perlu memenuhi kewajiban administrasi maupun perpajakan.
3. Sisihkan Sebagian Keuntungan untuk Modal
Jangan langsung menggunakan seluruh keuntungan untuk konsumsi pribadi.
Sebagian dapat diputar kembali untuk membeli stok, memperbaiki peralatan, meningkatkan kualitas produk, atau menambah kapasitas usaha.
Tentukan porsi berdasarkan kebutuhan bisnis, bukan menggunakan persentase yang sama dengan usaha orang lain.
4. Siapkan Dana untuk Pengembangan Usaha
Ketika usaha mulai stabil, buat dana khusus untuk pengembangan.
Dana tersebut dapat digunakan untuk:
- membeli alat;
- menambah persediaan;
- membuat website;
- meningkatkan promosi;
- mengikuti pelatihan; atau
- menambah tenaga bantuan jika diperlukan.
Dengan dana yang dipersiapkan, pengembangan bisnis tidak selalu harus mengambil uang dari kebutuhan pribadi.
Kelola Penghasilan Tambahan dengan Lebih Terencana Bersama Bank Mega
Memperoleh tambahan penghasilan melalui usaha sampingan akan lebih bermanfaat jika diikuti dengan pengelolaan keuangan yang teratur.
Daripada seluruh pemasukan langsung bercampur dengan uang kebutuhan harian, Anda dapat mulai menentukan alokasi untuk modal usaha, tabungan, kebutuhan pribadi, serta rencana pengembangan.
Untuk membantu mengelola dana, Anda dapat memanfaatkan Tabungan Bank Mega sesuai kebutuhan penyimpanan dan transaksi. Melalui aplikasi M-Smile, berbagai aktivitas perbankan seperti transfer, pembayaran, serta akses informasi rekening dapat dilakukan secara digital sehingga pengelolaan transaksi sehari-hari menjadi lebih praktis.
Jika usaha mulai menghasilkan secara konsisten, biasakan pula menyisihkan sebagian keuntungan sebelum menggunakannya untuk kebutuhan konsumtif.
Pemisahan keuangan seperti ini membantu Anda melihat dengan lebih jelas berapa dana yang benar-benar menjadi keuntungan dan berapa yang masih perlu diputar kembali sebagai modal.
Dengan pencatatan dan pengelolaan dana yang lebih terstruktur, tambahan penghasilan dari usaha sampingan dapat mendukung tujuan finansial sekaligus membantu usaha berkembang secara bertahap.
Baca Juga: Pinjam Modal Usaha, Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan?
FAQ Seputar Usaha Sampingan
1. Apakah Karyawan Boleh Memiliki Usaha Sampingan?
Pada dasarnya, hal tersebut perlu dilihat dari perjanjian kerja, peraturan perusahaan, kebijakan internal, dan sifat usaha yang dijalankan. Pastikan bisnis sampingan tidak mengganggu kewajiban pekerjaan utama, menggunakan aset atau informasi perusahaan tanpa izin, maupun menimbulkan konflik kepentingan. Jika terdapat ketentuan mengenai pekerjaan atau bisnis di luar perusahaan, ikuti prosedur yang berlaku.
2. Apakah Usaha Sampingan Harus Memiliki Izin Usaha?
Kebutuhan perizinan bergantung pada jenis dan tingkat risiko kegiatan usaha. Di Indonesia, sistem OSS Berbasis Risiko menggunakan Nomor Induk Berusaha atau NIB sebagai identitas resmi pelaku usaha, sementara persyaratan izin berikutnya ditentukan berdasarkan bidang dan tingkat risiko usaha. Karena itu, periksa KBLI dan persyaratan usaha Anda melalui OSS. Untuk usaha tertentu seperti makanan, kesehatan, jasa profesional, atau bidang khusus lainnya, dapat terdapat persyaratan tambahan dari instansi terkait.
3. Kapan Usaha Sampingan Sebaiknya Dikembangkan Menjadi Usaha Utama?
Jangan menentukan keputusan hanya berdasarkan omzet tinggi dalam satu atau dua bulan. Pertimbangkan apakah usaha telah menghasilkan keuntungan secara konsisten, mempunyai pelanggan yang cukup, arus kas sehat, sistem operasional yang dapat dijalankan, serta potensi pasar yang berkelanjutan. Sebelum meninggalkan pekerjaan utama, pertimbangkan pula dana darurat dan kemampuan usaha membiayai kebutuhan hidup ketika penjualan sedang menurun.
4. Apakah Penghasilan dari Usaha Sampingan Perlu Dilaporkan untuk Keperluan Pajak?
Penghasilan usaha perlu diperhatikan dalam pemenuhan kewajiban perpajakan sesuai status dan ketentuan yang berlaku. Pada 2026, pemerintah menerbitkan PP Nomor 20 Tahun 2026 yang mempertahankan skema PPh Final UMKM sebesar 0,5% bagi wajib pajak tertentu yang memenuhi kriteria. Untuk wajib pajak orang pribadi UMKM, bagian omzet sampai dengan Rp500 juta dalam satu tahun pajak tetap memperoleh fasilitas tidak dikenai PPh sesuai ketentuan. Karena perlakuan pajak dapat berbeda berdasarkan jenis penghasilan, omzet, dan status wajib pajak, lakukan pencatatan usaha dan cek ketentuan terbaru melalui Direktorat Jenderal Pajak.
5. Apa yang Harus Dilakukan Jika Usaha Sampingan Tidak Kunjung Menghasilkan Keuntungan?
Jangan langsung menambah modal. Periksa terlebih dahulu penyebabnya. Evaluasi apakah harga jual sudah menutup biaya, produk memiliki permintaan, pemasaran menjangkau konsumen yang tepat, serta biaya operasional terlalu tinggi atau tidak. Coba melakukan perubahan dalam skala kecil dan ukur hasilnya. Jika setelah beberapa evaluasi usaha tetap tidak menunjukkan potensi yang sehat, mempertimbangkan perubahan produk, model bisnis, atau menghentikan usaha dapat menjadi keputusan yang lebih rasional daripada terus menambah kerugian.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
