Zakat fitrah adalah wajib bagi tiap umat Islam di bulan suci. Yang tujuannya untuk bersihkan raga dan jiwa dari dosa selama puasa. Selain itu, zakat juga jadi bentuk nyata rasa kasih bagi kaum yang susah. Mari simak panduan niat zakat fitrah lengkap untuk diri sendiri dan satu keluarga di bawah ini.
1. Niat untuk Diri Sendiri
Jika Anda bayar zakat untuk raga Anda sendiri, berikut adalah teks niat yang harus Anda baca dalam hati atau lisan:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku niat keluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.”
2. Niat untuk Istri
Bagi para suami yang tanggung zakat untuk sang istri tercinta, gunakan niat berikut ini:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an zaujatii fardhan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku niat keluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.”
3. Niat untuk Anak Laki-Laki
Ayah atau ibu bisa baca niat ini saat bayar zakat untuk putra mereka yang masih kecil:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ … فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an waladii (sebut nama anak) fardhan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku niat keluarkan zakat fitrah untuk putraku (nama), fardu karena Allah Ta’ala.”
4. Niat untuk Anak Perempuan
Sama halnya dengan anak laki-laki, cukup ganti kata sebutan dalam doa niat berikut:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ … فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an bintii (sebut nama anak) fardhan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku niat keluarkan zakat fitrah untuk putriku (nama), fardu karena Allah Ta’ala.”
5. Niat untuk Seluruh Keluarga
Jika Anda bayar zakat secara borong untuk semua orang di rumah, niat ini paling praktis dipakai:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّيْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِيْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘annii wa ‘an jamii’i maa yalzamunii nafaqaatuhum syar’an fardhan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku niat keluarkan zakat fitrah untuk diriku dan semua orang yang nafkahnya jadi tanggunganku secara syariat, fardu karena Allah Ta’ala.”
6. Niat untuk Orang yang Diwakilkan
Bila Anda bayar zakat milik orang lain (misal kawan atau kerabat jauh) atas izin mereka, gunakan niat ini:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ … فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an (sebut nama orang) fardhan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku niat keluarkan zakat fitrah untuk (nama), fardu karena Allah Ta’ala.”
Baca juga: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Kapan Waktu Terbaik Bayar Zakat?
Zakat fitrah punya waktu mulai sejak awal bulan Ramadhan. Namun, waktu yang paling utama (afdal) adalah pada pagi hari raya. Tepatnya setelah waktu subuh hingga sebelum khatib naik mimbar shalat Id. Jangan tunda hingga shalat Id selesai, sebab statusnya akan berubah jadi sedekah biasa, bukan zakat wajib.
Besar zakat yang harus keluar adalah satu sha’ beras. Di negara kita, angka ini setara dengan dua setengah kilo atau tiga setengah liter beras. Pastikan kualitas beras yang Anda beri sama dengan beras yang Anda makan sehari-hari di rumah. Jangan beri beras yang tidak layak konsumsi bagi kaum fakir.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS