Dalam transaksi bisnis, catat yang rapi itu penting. Salah satu dokumen yang sering dipakai untuk jaga rapi data adalah nota kredit. Dokumen ini bantu koreksi nilai tagih saat ada salah hitung, retur, atau ada barang yang tidak sesuai. Jadi, catat jual beli tetap jelas dan mudah dicek.
Daftar isi:
- Apa itu nota kredit?
- Fungsi nota kredit
- Kapan nota kredit dipakai?
- Beda nota kredit dan nota debit
- Contoh nota kredit
- Dampak nota kredit ke catat keu
- Tips kelola nota kredit
- Catatan akhir
Apa Itu Nota Kredit?
Nota kredit adalah dokumen dari penjual ke pembeli sebagai tanda nilai tagih turun. Umumnya terjadi saat ada retur barang, salah harga, atau jumlah barang tidak pas. Dengan nota kredit, total yang harus dibayar pembeli jadi lebih kecil, dan data piutang penjual ikut turun.
Fungsi Nota Kredit
Nota kredit punya peran penting untuk urus admin jual beli. Ini fungsi utamanya:
- Koreksi tagih saat ada salah hitung harga atau qty.
- Bukti retur saat pembeli balikkan barang.
- Ubah nilai transaksi tanpa bikin jual beli baru.
- Dasar catat akuntansi agar laporan tetap rapi.
- Kurangi piutang pada sisi penjual dan kurangi utang pada sisi pembeli.
Kapan Nota Kredit Dipakai?
Tidak semua transaksi butuh nota kredit. Umum nya dokumen ini dipakai saat ada kondisi di bawah ini:
- Barang rusak dan pembeli retur.
- Barang tidak sesuai spek atau pesanan.
- Salah harga di faktur atau di tagih.
- Salah qty, misal kirim lebih dari pesanan.
- Batal sebagian dari total pesanan.
Saat hal itu terjadi, nota kredit bantu kedua pihak sepakat soal nilai potong tagih, lalu catatan nya jadi jelas.
Perbedaan Nota Kredit dan Nota Debit
Biar tidak salah, ini beda paling mudah:
- Nota kredit = nilai tagih turun (penjual potong tagih).
- Nota debit = nilai tagih naik (penjual tambah tagih).
Contoh ringkas: bila ada retur, pakai nota kredit. Bila ada biaya tambah (misal ongkir yang belum masuk), bisa jadi pakai nota debit, sesuai sepakat dua pihak.
Contoh Nota Kredit
Agar lebih kebayang, ini contoh kasus yang sering terjadi:
Contoh 1: Retur barang
Toko kirim 100 unit barang ke klien. Ternyata 10 unit rusak dan di retur. Penjual lalu buat nota kredit senilai harga 10 unit. Akhir nya, total tagih klien turun sesuai nilai potong itu.
Contoh 2: Salah harga di faktur
Penjual salah tulis harga per unit jadi lebih mahal. Setelah dicek, penjual terbitkan nota kredit untuk selisih harga. Jadi, pembeli hanya bayar nilai yang benar.
Contoh 3: Salah qty
Barang yang dikirim lebih banyak dari pesanan, lalu pembeli kembalikan sisa nya. Nota kredit dipakai untuk potong nilai tagih dari barang yang kembali.
Dampak Nota Kredit ke Catat Keuangan
Karena nota kredit turunkan nilai transaksi, maka dampaknya terasa ke catatan keuangan:
- Piutang turun pada sisi penjual.
- Utang turun pada sisi pembeli.
- Nilai jual bisa ikut koreksi, tergan tung cara catat usaha.
- Laporan jadi lebih akurat dan mudah audit.
Itu sebab nya, nota kredit wajib dicatat dan disimpan rapi, bukan hanya disimpan di chat atau bukti lisan.
Tips Kelola Nota Kredit
Agar urus nota kredit lebih tertib, kamu bisa ikuti tips ini:
- Pakailah nomor dokumen yang urut agar mudah lacak.
- Tulis alasan jelas (retur, salah harga, salah qty).
- Lengkapi data: nama pihak, no faktur, tgl, dan nilai potong.
- Simpan bukti retur atau bukti cek barang.
- Catat rutin agar laporan akhir bulan tidak kacau.
Baca juga: Apply Kartu Kredit Bank Mega Approval 5 Menit
Bantu Catat Transaksi Lebih Rapi dengan M-Smile dari Bank Mega
Agar urus nota kredit lebih mudah, kamu perlu catat arus dana yang rapi dan mudah dicek ulang. Di sini, aplikasi M-Smile dari Bank Mega bisa bantu karena kamu dapat pantau mutasi, cek keluar-masuk dana, dan simpan bukti transaksi untuk dukung catat keu.
- Cek mutasi untuk cocokan data bayar dan potong tagih.
- Riwayat transaksi bantu cari bukti saat ada selisih.
- Kelola dana agar arus kas usaha tetap rapi.
Kalau kamu butuh kelola usaha lebih tertib, kamu bisa mulai dari kebiasaan sederhana: catat dokumen (nota kredit) dan cocokkan dengan riwayat transaksi yang mudah diakses.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan nota kredit?
Nota kredit atau nota kredit adalah dokumen komersial yang digunakan dalam transaksi bisnis untuk menunjukkan pengurangan jumlah utang pelanggan atau utang kepada pemasok.
2. Apa bedanya nota debit dan nota kredit
Nota kredit = nilai tagih turun (penjual potong tagih).
Nota debit = nilai tagih naik (penjual tambah tagih).
Catatan Akhir
Nota kredit adalah dokumen penting untuk potong nilai tagih saat ada retur atau salah hitung. Dengan paham arti, fungsi, dan contoh nota kredit, kamu bisa jaga catat keu bisnis tetap rapi dan minim selisih. Jika admin tertib, keputusan bisnis pun jadi lebih enak dibuat.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store
Daftar dan apply Tabungan dan Kartu Kredit Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di approve lewat sini.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
