Istilah demand pasti sering lewat di telinga kamu. Kata ini sering muncul di berita ekonomi atau obrolan soal bisnis. Tapi, apa kamu benar-benar paham arti kata ini? Secara mudah, hal ini bicara soal rasa ingin beli barang.
Paham soal konsep ini sangat penting. Kamu bisa lebih bijak saat keluar uang. Kamu juga bisa tebak kapan harga barang akan naik atau turun. Mari kita bahas tuntas soal ini dengan bahasa yang simpel.
Apa Itu Demand?
Dalam ilmu ekonomi, arti dasar demand yaitu jumlah barang yang mau dibeli orang. Tentu saja, belinya pada harga dan waktu tertentu. Jadi, ini bukan cuma soal “ingin” saja. Harus ada daya beli atau uang untuk bayar.
Ahli ekonomi sering pasang kata ini dengan supply atau penawaran. Dua hal ini saling tarik ulur di pasar. Jika permintaan tinggi tapi barang susah dicari, harga pasti naik. Jika sepi pembeli tapi stok banyak, harga akan jatuh. Inilah hukum pasar yang atur harga tiap hari.
Konsep ini datang dari sisi pembeli atau konsumen. Ini tunjukkan seberapa besar butuhnya kamu pada suatu barang. Makin kamu butuh, makin tinggi minta barang itu. Tahu hal dasar ini adalah kunci melek uang.
Hukum Dasar yang Wajib Kamu Tahu
Ada satu aturan main yang harus kamu tahu. Nama aturannya “Hukum Permintaan”. Hukum ini jelaskan hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta.
Isi hukum ini sangat mudah. Jika harga barang naik, maka jumlah demand akan turun. Tapi jika harga barang turun, maka minat beli akan naik. Syaratnya, hal lain di luar harga dianggap tetap atau sama saja.
Logikanya masuk akal. Saat baju sukaan kamu diskon besar, kamu pasti ingin beli banyak. Tapi saat harga naik dua kali lipat, kamu pasti mikir ulang. Kamu mungkin akan tunda beli atau cari ganti yang murah. Sikap alami ini yang bentuk hukum tadi.
Faktor Utama Penentu Demand
Harga bukan satu-satunya hal penentu. Ada banyak hal lain yang bisa ubah niat beli kamu. Berikut adalah faktor kunci yang atur besar kecilnya minat pasar.
1. Besar Gaji atau Upah
Faktor paling kuat selain harga yaitu gaji. Saat gaji kamu naik, daya beli ikut naik. Kamu jadi berani beli barang mahal. Atau kamu beli barang lebih banyak dari biasa. Tapi saat gaji turun, kamu pasti akan hemat. Kamu hanya akan fokus beli barang pokok saja.
2. Selera dan Tren
Tren punya daya tarik besar. Misal, saat tren sepeda sedang naik daun. Orang rebutan beli sepeda walau harga mahal. Selera pribadi juga punya andil. Jika kamu suka kopi, harga naik dikit tak akan buat kamu stop beli kopi pagi.
3. Harga Barang Lain
Kamu pasti sering banding harga. Jika harga daging sapi mahal, kamu mungkin pindah ke ayam. Ini disebut barang ganti. Ada juga barang pelengkap. Contoh, jika harga bensin naik tinggi, minat beli mobil boros bensin bisa turun.
4. Ramalan Masa Depan
Kabar masa depan bisa bikin panik. Jika kamu dengar harga beras akan naik bulan depan, kamu pasti beli sekarang. Aksi ini buat demand naik saat ini. Tapi jika kamu tahu akan ada diskon minggu depan, kamu pasti tahan diri belanja hari ini.
5. Jumlah Orang
Makin banyak orang di satu tempat, makin besar butuh barang. Tambah jumlah warga selalu diikuti naiknya butuh beras, telur, dan minyak. Ini adalah faktor besar yang tak bisa dihindari pasar mana pun.
Jenis Demand di Dunia Bisnis
Ternyata, minat beli itu tak sama semua. Ahli bagi hal ini jadi tiga jenis. Pembagian ini lihat dari daya beli atau isi dompet kamu. Kamu masuk tipe yang mana?
1. Tipe Absolut
Ini adalah minat yang cuma angan-angan. Kamu ingin beli mobil mewah, tapi uang tak cukup. Minat ini tak ada daya beli. Di mata ekonomi, hal ini tak akan ubah harga pasar. Sebab, tak ada jual beli yang terjadi.
2. Tipe Potensial
Jenis kedua ini lebih maju. Kamu punya uang cukup buat beli barang itu. Tapi, kamu belum mau beli sekarang. Mungkin kamu masih pikir-pikir. Atau kamu tunggu waktu yang pas. Daya beli ada, tapi beli belum kejadian.
3. Tipe Efektif
Inilah jenis yang paling disuka penjual. Tipe efektif adalah minat yang ada daya beli dan jadi beli. Kamu butuh, kamu punya uang, dan kamu bayar. Jenis inilah yang gerakkan roda bisnis dan ubah stok barang di toko.
Kurva dan Cara Bacanya
Hubungan harga dan jumlah minta sering digambar dalam grafik. Grafik ini disebut kurva permintaan. Garis kurva biasa gerak turun dari kiri atas ke kanan bawah. Garis miring ini tunjuk hubungan lawan arah antara harga dan jumlah.
Kurva ini tak diam saja. Garis bisa geser ke kanan atau kiri. Jika gaji warga naik, kurva geser kanan. Arti nya, pada harga sama, orang mau beli lebih banyak. Tapi jika selera warga hilang pada suatu produk, kurva geser kiri.
Paham grafik ini bantu pebisnis. Mereka bisa atur harga yang pas. Bagi kamu pembeli, ini bantu paham kenapa harga barang bisa tiba-tiba ubah.
Elastisitas: Seberapa Peka Kamu?
Konsep lain yang nempel dengan demand yaitu elastisitas. Ini ukur seberapa peka kamu pada ubah harga. Apa kamu akan stop beli jika harga naik dikit? Atau kamu tetap beli walau harga gila-gilaan?
Barang pokok biasa sifatnya kaku. Contoh nya beras atau obat penting. Mau harga naik berapa pun, kamu tetap harus beli buat hidup. Minat nya stabil dan tak banyak ubah.
Beda dengan barang mewah. Barang macam emas atau liburan sangat peka. Jika tiket pesawat naik dikit saja, banyak orang batal liburan. Mereka sangat peka pada ubah harga karena itu bukan butuh pokok.
Contoh Nyata di Hidup Kita
Mari lihat contoh nyata biar makin paham. Bayang kan saat rilis HP baru. Saat baru keluar, selera warga sangat tinggi. Antre panjang ada di mana-mana. Ini contoh minat tinggi yang dipicu oleh tren.
Tapi, coba lihat enam bulan lagi. Tipe HP yang sama mungkin sudah turun harga. Kenapa? Karena demand sudah turun. Orang sudah pindah lirik model baru lain. Penjual paksa turun harga buat tarik minat beli lagi.
Contoh lain tiket kereta saat Lebaran. Jumlah kursi kereta tetap, tapi orang yang mau mudik meledak. Akibatnya, harga tiket naik tinggi atau cepat habis. Ini praktik nyata hukum pasar di depan mata kita.
Baca juga: Apply Kartu Kredit Bank Mega Approval 5 Menit
Hubungan dengan Uang Kamu
Apa guna tahu teori ini buat dompet kamu? Sangat banyak. Dengan paham ini, kamu bisa jadi pembeli cerdas. Kamu tak akan mudah kena mainan harga pasar.
Kamu bisa atur waktu belanja. Jangan belanja saat minat pasar sedang tinggi jika ingin murah. Contoh, beli baju dingin saat panas. Atau beli koper saat bukan musim libur. Cara ini bisa hemat uang kamu banyak sekali.
Selain itu, kamu bisa beda kan butuh dan ingin. Ingat jenis minat tadi? Jangan biarkan angan-angan rusak uang kamu. Fokus ubah minat potensial jadi efektif cuma buat barang yang guna.
Atur Keinginan Kamu Bareng Bank Mega
Kita semua pasti punya banyak mau. Kamu mungkin butuh laptop baru buat kerja. Atau ingin libur buat lepas penat. Masalah sering kali ada di uang tunai. Kadang kita mampu bayar (potensial), tapi uang *cash* belum kumpul.
Di sini peran bank jadi penting. Bank Mega hadir buat bantu kamu atur butuh itu dengan cerdas. Kamu bisa ubah minat potensial jadi nyata tanpa ganggu tabungan utama.
Pakai Kartu Kredit Bank Mega buat belanja butuh besar. Kamu bisa pakai fitur cicil nol persen buat beli alat kerja. Dengan cicil, beban bayar bulan jadi ringan. Arus uang kamu tetap aman buat butuh harian lain.
Bank Mega juga sering beri diskon besar. Diskon di tempat makan, baju, hingga jalan-jalan di CT Corp bisa bikin hemat. Kamu tetap bisa penuhi gaya hidup dengan harga yang masuk akal.
Jangan lupa pantau semua lewat aplikasi M-Smile. Aplikasi ini bantu kamu lacak ke mana uang pergi. Kamu bisa lihat tagihan dan sisa limit tiap saat. Fitur ini bantu kamu jaga disiplin uang agar tak boros.
Kumpul juga poin MPC dari tiap gesek. Poin ini bisa kamu pakai lagi buat belanja gratis nanti. Ini cara cerdas ubah keluar uang hari ini jadi hemat di masa depan.
Kesimpulan
Paham bahwa demand adalah kunci pasar akan ubah cara pandang kamu. Kamu tak lagi cuma jadi pembeli pasif. Kamu kini paham kenapa harga naik turun.
Faktor gaji, selera, dan kabar masa depan pegang kendali atas putusan kita. Tapi, dengan kontrol diri yang baik, kamu bisa jadi pemenang. Jangan biarkan nafsu belanja kuasa dompet kamu.
Jadilah pembeli cerdas mulai sekarang. Rencana kan beli barang kamu. Pakai promo dengan bijak. Gunakan fitur bank seperti Bank Mega buat hasil maksimal. Ekonomi boleh naik turun, tapi uang kamu harus tetap aman.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
