Zakat adalah rukun Islam yang wajib kita tunaikan sebagai bukti iman dan rasa kasih pada sesama. Namun, masih banyak orang yang bingung beda antara zakat mal dan zakat fitrah dalam hal waktu serta cara hitung. Salah paham bisa bikin ibadah Anda jadi tidak sempurna secara syariat. Mari kita bedah tuntas perbedaan keduanya agar Anda tidak salah langkah lagi.
Niat Zakat Mal
Saat Anda ingin serahkan zakat harta (mal), bacalah niat tulus di dalam hati. Berikut adalah teks niat yang bisa Anda gunakan:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ مَالِيْ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu an ukhrija zakaata maalii fardhan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku niat keluarkan zakat hartaku, fardu karena Allah Ta’ala.”
1. Pengertian dan Tujuan Utama
Zakat fitrah sering disebut juga sebagai zakat raga atau jiwa. Tujuan utama dari zakat ini adalah untuk cuci diri dan jiwa dari dosa selama kita jalani puasa di bulan suci. Selain itu, zakat ini bantu kaum yang susah agar bisa ikut riang sambut hari raya lebaran.
Zakat mal adalah zakat harta benda yang kita miliki secara sah. Mal dalam bahasa arab artinya adalah harta. Tujuan zakat mal adalah untuk bersihkan harta kita dari hak orang lain yang ada di dalamnya. Zakat mal mendidik kita agar tidak jadi hamba yang kikir dan terlalu cinta pada dunia fana.
2. Waktu Pelaksanaan yang Berbeda
Beda paling nyata ada pada waktu setor atau bayar. Zakat fitrah hanya ada sekali dalam satu tahun, yaitu di bulan Ramadhan. Waktu paling lambat adalah sebelum khatib naik mimbar saat shalat Idul Fitri dimulai. Jika Anda lewat waktu ini, maka nilai ibadah Anda hanya jadi sedekah biasa saja.
Zakat mal tidak terikat pada bulan suci atau hari raya lebaran. Anda bisa bayar zakat mal kapan saja asalkan harta Anda sudah capai batas waktu satu tahun (haul). Banyak orang pilih bayar di bulan puasa agar dapat pahala yang lebih besar, namun hal ini bukan jadi syarat wajib yang kaku.
3. Syarat dan Batas Ukur
Tiap orang islam, mulai dari bayi hingga orang tua, wajib bayar zakat fitrah. Syaratnya cukup punya sisa makanan pokok untuk makan di hari raya. Takaran zakat fitrah adalah satu sha’ atau setara dua setengah kilo beras. Anda juga bisa bayar pakai uang tunai seharga beras yang Anda makan tiap hari.
Zakat mal punya syarat yang lebih ketat dan rinci. Harta Anda wajib capai batas minimal yang setara dengan harga delapan puluh lima gram emas murni. Jika harta Anda belum capai angka itu, Anda belum wajib bayar zakat mal. Besaran zakat mal yang harus keluar adalah dua setengah persen dari total harta yang Anda simpan selama satu tahun.
4. Jenis Harta yang Kena Zakat
Harta untuk zakat fitrah sangat simpel, yaitu makanan pokok yang ada di daerah Anda tinggal. Di negara kita, makanan pokok itu adalah beras atau jagung. Tidak ada syarat lain untuk jenis harta dalam zakat fitrah selain bahan makanan pokok tersebut.
Cara Hitung Zakat Mal yang Benar
Menghitung zakat mal sebenarnya cukup simpel jika Anda sudah tahu rumusnya. Berikut adalah langkah mudah untuk hitung zakat harta Anda:
1. Tentukan Batas Minimal
Zakat mal wajib keluar jika harta Anda sudah capai nilai yang setara dengan 85 gram emas murni. Misal, jika harga emas saat ini Rp1.200.000 per gram, maka nisab harta Anda adalah sekitar Rp102.000.000.
2. Cek Batas Waktu (Haul)
Harta tersebut harus sudah Anda simpan atau miliki selama satu tahun penuh secara hijriah. Jika harta sempat turun di bawah nilai nisab dalam satu tahun itu, maka hitungan waktu akan mulai dari nol kembali.
3. Gunakan Rumus Zakat Mal
Jika harta Anda sudah capai nisab dan sudah lewat satu tahun, maka hitunglah dengan rumus berikut:
Contoh:
Jika Anda punya tabungan uang sebesar Rp200.000.000 yang sudah diam satu tahun, maka:
Rp200.000.000 x 2,5% = Rp5.000.000.
Jadi, uang yang wajib Anda zakati adalah sebesar lima juta rupiah.
Zakat mal mencakup banyak rupa harta benda yang punya nilai jual tinggi. Berikut adalah beberapa jenis harta yang wajib Anda zakati jika sudah capai nisab:
- Tabungan uang tunai di bank atau di rumah.
- Emas, perak, dan logam mulia lainnya.
- Surat berharga seperti saham dan obligasi.
- Hasil tani, ternak, dan rupa-rupa barang dagang.
- Penghasilan rutin (gaji) yang kita terima tiap bulan.
Baca juga: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Cara Bijak Atur Dana Zakat
Kebutuhan dana saat jelang hari raya memang sangat besar dan rupa-rupa. Selain harus bayar zakat fitrah dan zakat mal, Anda juga butuh beli baju baru dan paket parsel untuk kerabat. Agar dana zakat tidak terganggu oleh rupa biaya belanja, Anda harus cerdas dalam atur arus kas harian.
Pahami perbedaan zakat mal dan zakat fitrah adalah awal dari ketaatan kita sebagai hamba. Mari sucikan hati dan harta dengan tunaikan rukun islam ini secara ikhlas dan tepat pada waktunya. Semoga segala amal ibadah kita diterima dengan baik dan bawa berkah bagi keluarga di rumah.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS