Summary
Deposito berjangka adalah produk simpanan yang menempatkan dana selama periode tertentu dan memberikan bunga sesuai ketentuan bank. Berbeda dengan tabungan biasa, deposito memiliki tenor dan tanggal jatuh tempo. Produk ini cocok untuk dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat dan ingin disimpan secara lebih terencana.
Jika memiliki dana yang belum akan digunakan dalam beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun, deposito berjangka dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyimpannya.
Produk ini berbeda dengan tabungan sehari-hari karena dana ditempatkan untuk periode tertentu atau disebut tenor.
Selama periode tersebut, nasabah memperoleh bunga sesuai tingkat dan ketentuan yang berlaku.
Karena memiliki jangka waktu yang jelas, deposito berjangka sering digunakan untuk membantu memisahkan dana dari uang yang digunakan untuk transaksi sehari-hari.
Apa Itu Deposito Berjangka?
Deposito berjangka adalah produk simpanan yang menempatkan dana di bank untuk jangka waktu tertentu dan memberikan bunga sesuai ketentuan yang berlaku.
Nasabah biasanya dapat memilih tenor, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan, tergantung produk yang tersedia di masing-masing bank.
Selama tenor berlangsung, dana pada dasarnya direncanakan untuk tetap ditempatkan sampai tanggal jatuh tempo.
Contohnya, Anda memiliki Rp30 juta yang belum akan digunakan selama enam bulan.
Dana tersebut dapat ditempatkan pada deposito berjangka enam bulan. Setelah periode berakhir, deposito mencapai jatuh tempo dan dana diproses sesuai instruksi yang dipilih.
Bagaimana Cara Kerja Deposito Berjangka?
Cara kerja deposito berjangka relatif sederhana.
- Nasabah menentukan jumlah dana yang ingin ditempatkan.
- Memilih tenor deposito.
- Bank menetapkan bunga sesuai produk dan ketentuan yang berlaku.
- Dana ditempatkan hingga tanggal jatuh tempo.
- Nasabah memperoleh bunga sesuai perhitungan.
- Ketika jatuh tempo, deposito dapat berakhir atau diperpanjang.
Misalnya Anda memilih tenor tiga bulan.
Selama periode tersebut, dana memperoleh bunga sesuai tingkat yang ditentukan pada saat penempatan.
Ketika tiga bulan selesai, Anda dapat menggunakan dana tersebut atau memperpanjang deposito sesuai fasilitas yang tersedia.
Apa Itu Tenor Deposito?
Tenor adalah jangka waktu penempatan deposito.
Pilihan tenor dapat berbeda pada masing-masing bank, tetapi secara umum tersedia dalam beberapa periode seperti:
- 1 bulan.
- 3 bulan.
- 6 bulan.
- 12 bulan.
Beberapa produk juga menyediakan tenor yang lebih panjang.
Tenor sebaiknya dipilih berdasarkan kapan dana akan digunakan.
Jika dana akan dibutuhkan empat bulan lagi, memilih tenor tiga bulan dapat lebih sesuai daripada langsung mengambil tenor 12 bulan.
Bagaimana Bunga Deposito Berjangka?
Bunga deposito merupakan imbal hasil yang diberikan bank atas dana yang ditempatkan.
Besarnya tingkat bunga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Nominal penempatan.
- Tenor.
- Mata uang.
- Kebijakan bank.
- Kondisi suku bunga pasar.
Suku bunga biasanya ditampilkan dalam persentase per tahun atau per annum.
Jika tenor lebih pendek dari satu tahun, bunga dihitung secara proporsional berdasarkan lamanya penempatan.
Contoh Perhitungan Deposito Berjangka
Misalnya terdapat ilustrasi berikut:
- Pokok deposito: Rp100.000.000.
- Suku bunga: 5% per tahun.
- Tenor: 6 bulan.
Perhitungan bunga kotor sederhana:
Rp100.000.000 × 5% × 6/12 = Rp2.500.000
Artinya, bunga kotor secara ilustratif selama enam bulan adalah Rp2,5 juta.
Namun, nilai tersebut belum memperhitungkan pajak bunga deposito.
Jika bunga deposito dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku, bunga bersih yang diterima nasabah akan lebih rendah daripada bunga kotor.
Perhitungan di atas hanya merupakan ilustrasi dan bukan penawaran suku bunga dari bank tertentu.
Manfaat Deposito Berjangka
1. Membantu menyimpan dana secara lebih terencana
Karena memiliki tenor, deposito dapat membantu memisahkan dana yang memang belum akan digunakan.
2. Tersedia pilihan jangka waktu
Nasabah dapat memilih tenor sesuai rencana penggunaan dana.
3. Memberikan bunga
Dana yang ditempatkan memperoleh bunga sesuai tingkat dan ketentuan bank.
4. Membantu mengurangi penggunaan dana untuk kebutuhan konsumtif
Karena dana tidak digunakan seperti rekening transaksi sehari-hari, deposito dapat membantu menjaga alokasi dana tertentu.
5. Bisa diperpanjang
Beberapa deposito menyediakan fasilitas perpanjangan otomatis sehingga dana dapat terus ditempatkan setelah jatuh tempo.
Perbedaan Deposito Berjangka dan Tabungan
| Aspek | Deposito Berjangka | Tabungan |
|---|---|---|
| Jangka waktu | Memiliki tenor | Tidak memiliki tenor tetap |
| Akses dana | Direncanakan sampai jatuh tempo | Lebih fleksibel |
| Kegunaan | Dana yang belum akan digunakan | Transaksi dan kebutuhan harian |
| Bunga | Mengikuti nominal, tenor, dan ketentuan produk | Umumnya berdasarkan saldo dan ketentuan tabungan |
Deposito dan tabungan memiliki fungsi yang berbeda.
Tabungan lebih cocok untuk uang yang perlu mudah diakses, sedangkan deposito dapat digunakan untuk dana yang sudah direncanakan tidak digunakan dalam periode tertentu.
Apa yang Terjadi Saat Deposito Jatuh Tempo?
Jatuh tempo adalah tanggal ketika tenor deposito berakhir.
Pada saat itu, perlakuan terhadap deposito bergantung pada instruksi yang dipilih.
Secara umum, deposito dapat:
- Berakhir dan dana dikembalikan sesuai instruksi.
- Diperpanjang otomatis.
- Diperpanjang bersama bunga yang diperoleh.
Karena itu, sebaiknya tentukan sejak awal apakah dana akan digunakan setelah jatuh tempo atau masih ingin ditempatkan kembali.
Mengenal ARO pada Deposito Berjangka
ARO merupakan singkatan dari Automatic Roll Over.
Fasilitas ini memungkinkan deposito diperpanjang secara otomatis ketika mencapai jatuh tempo.
Misalnya Anda memiliki deposito tenor tiga bulan dengan pilihan ARO.
Ketika tiga bulan berakhir, deposito dapat diperpanjang kembali untuk tenor yang sama sesuai ketentuan.
Selain ARO, beberapa produk juga memiliki ARO Plus, yaitu mekanisme perpanjangan ketika bunga ikut ditambahkan ke nilai deposito untuk periode berikutnya.
Sementara Non-ARO berarti deposito tidak diperpanjang secara otomatis.
Bagaimana Jika Deposito Dicairkan Sebelum Jatuh Tempo?
Deposito pada dasarnya dirancang untuk ditempatkan sampai tenor selesai.
Jika dana dicairkan sebelum jatuh tempo, bank dapat mengenakan penalti atau menerapkan ketentuan tertentu terhadap pembayaran bunga.
Aturannya dapat berbeda pada masing-masing produk.
Karena itu, sebelum membuka deposito, pastikan dana tersebut tidak dibutuhkan untuk kebutuhan harian maupun kondisi mendadak.
Siapa yang Cocok Menggunakan Deposito Berjangka?
Deposito berjangka dapat dipertimbangkan oleh Anda yang:
- Memiliki dana yang belum akan digunakan dalam waktu tertentu.
- Sudah memiliki dana darurat yang mudah diakses.
- Ingin memisahkan dana dari rekening transaksi harian.
- Memiliki target penggunaan dana pada waktu tertentu.
- Ingin menyimpan dana dalam tenor yang terencana.
Misalnya Anda memiliki dana yang baru akan digunakan untuk renovasi rumah satu tahun lagi.
Sebagian dana tersebut dapat ditempatkan dalam deposito dengan tenor yang disesuaikan dengan jadwal penggunaan.
Tips Memilih Deposito Berjangka
1. Tentukan kapan dana akan digunakan
Pilih tenor yang mendekati waktu kebutuhan dana.
2. Jangan gunakan seluruh dana yang dimiliki
Sisakan dana darurat dan kebutuhan sehari-hari dalam rekening yang mudah diakses.
3. Bandingkan suku bunga
Periksa tingkat bunga berdasarkan tenor dan nominal penempatan.
4. Hitung bunga setelah pajak
Bunga kotor tidak selalu sama dengan jumlah bersih yang diterima.
5. Perhatikan ketentuan pencairan awal
Ketahui konsekuensi jika deposito harus dicairkan sebelum jatuh tempo.
6. Tentukan pilihan perpanjangan
Pilih Non-ARO jika dana akan digunakan setelah tenor selesai atau ARO jika ingin memperpanjangnya secara otomatis.
7. Jangan hanya memilih tenor terpanjang
Tenor panjang belum tentu paling sesuai atau selalu memberikan tingkat bunga tertinggi.
Deposito Berjangka di Bank Mega
Prinsip deposito berjangka yang sama juga dapat digunakan ketika mempertimbangkan deposito Bank Mega.
Bank Mega menyediakan produk deposito berjangka melalui Mega Depo dengan beberapa pilihan tenor dan mekanisme perpanjangan.
Sebelum melakukan penempatan, Anda dapat membandingkan tenor, tingkat bunga yang sedang berlaku, nominal yang ingin ditempatkan, serta rencana penggunaan dana setelah jatuh tempo.
Jika dana memang belum akan digunakan dalam periode tertentu, deposito dapat membantu memisahkannya dari rekening transaksi sehari-hari.
Namun, pastikan pilihan tenor tetap sesuai dengan kebutuhan keuangan dan periksa ketentuan terbaru sebelum melakukan penempatan.
Kesimpulan
Deposito berjangka adalah produk simpanan yang menempatkan dana untuk periode tertentu dan memberikan bunga sesuai ketentuan bank.
Berbeda dengan tabungan biasa, deposito memiliki tenor dan tanggal jatuh tempo sehingga lebih cocok untuk dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat.
Manfaat deposito berjangka antara lain membantu memisahkan dana, menyediakan pilihan tenor, memberikan bunga, serta dapat dilengkapi fasilitas perpanjangan otomatis.
Sebelum membuka deposito, tentukan kapan dana akan digunakan, bandingkan tingkat bunga, hitung hasil setelah pajak, dan perhatikan ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo.
Jika menggunakan ARO, ingat bahwa bunga pada periode berikutnya dapat mengikuti tingkat yang berlaku ketika deposito diperpanjang.
Prinsip tersebut juga dapat diterapkan saat mempertimbangkan deposito Bank Mega maupun produk deposito dari bank lainnya.
Dengan memilih tenor berdasarkan tujuan keuangan dan kebutuhan likuiditas, deposito berjangka dapat digunakan sebagai salah satu cara menyimpan dana secara lebih terencana.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
