Summary
Inflasi membuat harga barang dan jasa meningkat sehingga daya beli uang dapat berkurang dari waktu ke waktu. Beberapa cara mengatasi inflasi yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi pengeluaran, memprioritaskan kebutuhan, menyesuaikan dana darurat, meningkatkan penghasilan, menghindari utang konsumtif, menempatkan dana secara lebih produktif, serta melakukan diversifikasi sesuai tujuan dan profil risiko.
Pernah merasa uang dengan nominal yang sama sekarang hanya dapat membeli lebih sedikit barang dibandingkan beberapa tahun sebelumnya?
Salah satu penyebabnya adalah inflasi.
Ketika harga barang dan jasa meningkat, kemampuan uang untuk membeli kebutuhan dapat berkurang. Akibatnya, penghasilan yang sebelumnya terasa cukup dapat menjadi semakin terbatas jika tidak ikut bertambah.
Inflasi merupakan bagian dari aktivitas ekonomi dan tidak selalu dapat dihindari. Namun, Anda dapat menyesuaikan cara mengelola keuangan agar dampaknya terhadap daya beli tidak terlalu besar.
Mulai dari mengatur kembali pengeluaran hingga mengelola dana secara lebih produktif, berikut beberapa cara mengatasi inflasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Inflasi?
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang berlangsung dalam periode tertentu.
Kenaikan harga satu atau dua barang saja belum tentu disebut inflasi. Inflasi lebih berkaitan dengan kenaikan harga secara luas yang berdampak pada biaya hidup masyarakat.
Contohnya, sebelumnya Anda membutuhkan Rp5 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Seiring kenaikan harga makanan, transportasi, pendidikan, dan kebutuhan lainnya, biaya tersebut dapat meningkat menjadi Rp5,5 juta atau lebih.
Jika penghasilan tidak mengalami peningkatan yang sebanding, kemampuan membeli barang dan jasa menjadi menurun.
Kenapa Inflasi Membuat Nilai Uang Menurun?
Nilai uang tidak hanya dilihat dari nominalnya, tetapi juga dari daya belinya.
Misalnya Anda memiliki uang Rp100.000.
Jika dahulu uang tersebut dapat digunakan untuk membeli lima jenis kebutuhan, tetapi sekarang hanya cukup untuk membeli empat, secara riil daya belinya telah menurun.
Dampak inflasi dapat terlihat pada berbagai jenis pengeluaran, seperti:
- Makanan dan kebutuhan rumah tangga.
- Transportasi.
- Biaya tempat tinggal.
- Pendidikan.
- Kesehatan.
- Rekreasi dan gaya hidup.
Karena itu, menghadapi inflasi bukan sekadar mencari cara untuk lebih hemat. Anda juga perlu memastikan strategi keuangan dapat beradaptasi terhadap perubahan biaya hidup.
1. Evaluasi Kembali Pengeluaran
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi pengeluaran bulanan.
Coba catat seluruh pengeluaran kemudian kelompokkan menjadi beberapa kategori, misalnya:
- Kebutuhan pokok.
- Tempat tinggal.
- Transportasi.
- Tagihan.
- Hiburan.
- Tabungan.
- Investasi.
Setelah itu, periksa apakah terdapat pengeluaran yang meningkat cukup besar.
Anda juga dapat mencari kategori yang masih dapat dikurangi tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Contohnya, mengurangi frekuensi makan di luar, mengevaluasi layanan berlangganan, atau membatasi pembelian impulsif.
Tujuannya bukan menghilangkan seluruh pengeluaran yang menyenangkan, tetapi membuat anggaran tetap seimbang ketika biaya hidup meningkat.
2. Prioritaskan Kebutuhan daripada Keinginan
Membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi semakin penting ketika harga meningkat.
Kebutuhan biasanya berkaitan dengan hal yang harus dipenuhi untuk menjalankan kehidupan sehari-hari, seperti:
- Makanan.
- Tempat tinggal.
- Kesehatan.
- Transportasi.
- Pendidikan.
Sementara keinginan merupakan pengeluaran yang masih dapat ditunda atau disesuaikan.
Misalnya mengganti smartphone yang masih berfungsi, membeli pakaian tambahan, atau meningkatkan gaya hidup hanya karena mengikuti tren.
Dengan memprioritaskan kebutuhan, Anda dapat menjaga ruang dalam anggaran untuk tabungan dan tujuan keuangan lainnya.
3. Sesuaikan Dana Darurat
Dana darurat membantu menghadapi kebutuhan tidak terduga tanpa harus langsung menggunakan pinjaman.
Namun, target dana darurat tidak selalu dapat menggunakan angka yang sama dari tahun ke tahun.
Jika pengeluaran bulanan meningkat akibat inflasi, jumlah dana darurat ideal juga perlu dievaluasi.
Misalnya pengeluaran bulanan sebelumnya adalah Rp5 juta.
Jika Anda menargetkan dana darurat sebesar enam kali pengeluaran bulanan, targetnya menjadi:
Rp5.000.000 × 6 = Rp30.000.000
Kemudian biaya hidup naik sehingga pengeluaran menjadi Rp6 juta per bulan.
Target baru menjadi:
Rp6.000.000 × 6 = Rp36.000.000
Artinya, kenaikan biaya hidup dapat membuat target dana darurat juga perlu bertambah.
4. Tingkatkan Sumber Penghasilan
Mengurangi pengeluaran memang dapat membantu, tetapi ada batas seberapa jauh Anda dapat berhemat.
Karena itu, salah satu cara menghadapi kenaikan biaya hidup adalah berusaha meningkatkan penghasilan.
Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Meningkatkan keterampilan profesional.
- Mengikuti pelatihan atau sertifikasi.
- Mengambil pekerjaan freelance.
- Menjalankan usaha sampingan.
- Memonetisasi keterampilan tertentu.
- Mengevaluasi peluang karier.
Jika memperoleh tambahan penghasilan, hindari langsung menaikkan pengeluaran dengan jumlah yang sama.
Sebagian dapat dialokasikan untuk menambah dana darurat, tabungan, atau tujuan jangka panjang.
5. Hindari Utang Konsumtif yang Tidak Perlu
Ketika biaya kebutuhan meningkat, tambahan cicilan dapat membuat arus kas semakin terbatas.
Karena itu, pertimbangkan kembali sebelum mengambil utang untuk pengeluaran yang sebenarnya dapat ditunda.
Jika menggunakan kartu kredit atau fasilitas pembayaran lainnya, pastikan tagihan masih sesuai dengan kemampuan membayar.
Hindari menggunakan utang sebagai cara rutin untuk menutup kekurangan pengeluaran bulanan.
Jika kondisi tersebut terus terjadi, lebih baik evaluasi struktur pengeluaran dan pemasukan secara menyeluruh.
6. Kelola Dana agar Tidak Hanya Menganggur
Menyimpan dana tunai tetap penting untuk transaksi dan kebutuhan darurat.
Namun, jika seluruh dana hanya disimpan tanpa menghasilkan imbal hasil, daya belinya berpotensi tergerus inflasi dari waktu ke waktu.
Untuk dana yang belum akan digunakan, Anda dapat mempertimbangkan produk keuangan yang berpotensi memberikan imbal hasil.
Beberapa contohnya antara lain:
- Tabungan berbunga.
- Deposito.
- Obligasi.
- Reksa dana.
- Instrumen investasi lainnya.
Setiap produk memiliki tingkat risiko, likuiditas, dan potensi hasil yang berbeda.
Karena itu, pilih berdasarkan tujuan keuangan dan kemampuan menerima risiko, bukan hanya karena menawarkan potensi keuntungan tinggi.
7. Lakukan Diversifikasi
Diversifikasi berarti membagi dana ke beberapa jenis penempatan, bukan menaruh seluruhnya pada satu tempat.
Tujuannya adalah menyesuaikan masing-masing dana dengan fungsi dan jangka waktunya.
Contohnya:
| Kebutuhan | Contoh Penempatan |
|---|---|
| Pengeluaran sehari-hari | Rekening transaksi |
| Dana darurat | Tabungan yang mudah diakses |
| Dana beberapa bulan ke depan | Produk simpanan berjangka sesuai kebutuhan |
| Tujuan jangka panjang | Instrumen investasi sesuai profil risiko |
Dengan pembagian seperti ini, Anda tidak perlu memilih antara menyimpan seluruh uang dalam bentuk tunai atau menginvestasikan semuanya.
Setiap bagian dana dapat memiliki fungsi yang berbeda.
Tabungan atau Investasi untuk Menghadapi Inflasi?
Tabungan dan investasi memiliki fungsi yang berbeda sehingga tidak selalu perlu memilih salah satunya.
Tabungan umumnya digunakan untuk:
- Kebutuhan sehari-hari.
- Dana darurat.
- Tujuan jangka pendek.
Sementara investasi dapat digunakan untuk tujuan jangka menengah atau panjang dengan tetap mempertimbangkan risiko.
Anda juga dapat menggunakan produk seperti deposito untuk dana yang belum akan digunakan dalam tenor tertentu.
Hal yang perlu dipahami adalah tidak ada produk yang otomatis menjamin daya beli selalu meningkat lebih cepat daripada inflasi.
Anda tetap perlu membandingkan potensi hasil setelah biaya dan pajak dengan tingkat inflasi yang terjadi.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menghadapi Inflasi
Tidak memperbarui anggaran
Anggaran yang dibuat beberapa tahun lalu mungkin sudah tidak sesuai dengan harga kebutuhan saat ini.
Menghabiskan seluruh kenaikan penghasilan
Ketika gaji meningkat, usahakan tidak seluruhnya digunakan untuk meningkatkan gaya hidup.
Terlalu fokus pada penghematan
Berhemat penting, tetapi meningkatkan penghasilan dan mengelola dana juga perlu diperhatikan.
Mengejar investasi hanya karena imbal hasil tinggi
Potensi keuntungan biasanya berkaitan dengan risiko. Pastikan Anda memahami produk sebelum menempatkan dana.
Tidak memiliki dana darurat
Tanpa dana darurat, kebutuhan mendadak dapat membuat Anda terpaksa menjual investasi atau menggunakan utang.
Menyimpan seluruh dana di satu tempat
Setiap kebutuhan memiliki jangka waktu dan tingkat likuiditas berbeda. Karena itu, pembagian dana dapat membantu pengelolaan keuangan menjadi lebih terstruktur.
Kesimpulan
Inflasi membuat harga barang dan jasa meningkat sehingga daya beli uang dapat menurun dari waktu ke waktu.
Meskipun inflasi tidak dapat dikendalikan secara individual, Anda tetap dapat menyesuaikan strategi keuangan untuk mengurangi dampaknya terhadap kondisi finansial.
Beberapa cara mengatasi inflasi yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi pengeluaran, memprioritaskan kebutuhan, menyesuaikan dana darurat, meningkatkan sumber penghasilan, serta menghindari utang konsumtif yang tidak diperlukan.
Selain itu, pertimbangkan untuk tidak membiarkan seluruh dana hanya menganggur dan lakukan diversifikasi berdasarkan fungsi masing-masing dana.
Dana untuk kebutuhan sehari-hari dan keadaan darurat sebaiknya tetap mudah diakses, sementara dana yang belum akan digunakan dapat ditempatkan pada produk simpanan atau investasi sesuai jangka waktu dan profil risiko.
Yang terpenting, jangan hanya mengejar imbal hasil tinggi. Perhatikan pula risiko, likuiditas, biaya, pajak, dan kapan dana akan digunakan.
Dengan perencanaan yang konsisten dan penyesuaian terhadap kenaikan biaya hidup, Anda dapat menjaga kondisi keuangan tetap lebih terkendali meskipun menghadapi inflasi.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
