Desa wisata di Indonesia menawarkan pengalaman liburan yang tidak hanya berfokus pada keindahan alam, tetapi juga mengajak wisatawan mengenal budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat lokal. Anda dapat mencoba membuat kerajinan tangan, mempelajari cara bertani, mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan, hingga menginap di rumah warga. Menariknya, sejumlah desa di Indonesia berhasil memperoleh penghargaan internasional Best Tourism Villages dari UN Tourism berkat keberhasilannya mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pesona wisata Indonesia tidak hanya terletak pada pantai, pegunungan, atau kota-kota besar. Desa-desa yang mampu menjaga warisan budaya sekaligus memberdayakan masyarakat juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Mulai dari Nglanggeran di Yogyakarta hingga Pemuteran di Bali, berikut lima desa wisata kelas dunia yang bisa menjadi pilihan untuk menikmati liburan sekaligus mendapatkan pengalaman edukatif.
Ringkasan Penting
- Desa wisata menggabungkan kegiatan pariwisata dengan pengalaman mengenal alam, budaya, tradisi, dan aktivitas masyarakat setempat.
- Lima desa wisata Indonesia menerima penghargaan Best Tourism Villages dari UN Tourism pada periode 2021–2025.
- Aktivitas edukatif yang dapat dicoba meliputi membatik, mempelajari sistem irigasi Subak, mengenal budaya Bali, dan memahami konservasi terumbu karang.
- Perjalanan ke Yogyakarta dan Bali dapat direncanakan dengan memanfaatkan penawaran tiket pesawat serta akomodasi dari Kartu Kredit Bank Mega.
Daftar Isi
Apa Itu Desa Wisata?
Desa wisata adalah kawasan perdesaan yang mengembangkan potensi alam, budaya, dan kehidupan masyarakat sebagai pengalaman pariwisata. Berbeda dari destinasi yang hanya menawarkan tempat untuk berfoto, desa wisata memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal aktivitas serta tradisi yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Setiap desa memiliki daya tarik yang berbeda. Ada yang mengandalkan pemandangan pegunungan dan kegiatan pertanian, sementara desa lainnya terkenal dengan kerajinan tradisional, arsitektur khas, kuliner lokal, atau konservasi lingkungan.
Misalnya, wisatawan dapat mengikuti proses pembuatan batik bersama pengrajin, mengenal sistem pertanian tradisional, atau mempelajari upaya masyarakat menjaga ekosistem laut.
Hal penting dalam pengembangan desa wisata adalah keterlibatan masyarakat lokal. Penduduk tidak hanya menjadi bagian dari objek wisata, tetapi juga dapat berperan sebagai pengelola homestay, pemandu, pelaku usaha kuliner, pengrajin, hingga penyelenggara kegiatan edukasi.
Konsep tersebut sejalan dengan prinsip community-based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat, yang mendorong manfaat ekonomi dan sosial dari kegiatan wisata dapat dirasakan langsung oleh komunitas setempat.
UN Tourism memiliki program Best Tourism Villages untuk memberikan pengakuan kepada desa yang berhasil menjaga warisan budaya dan alam, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan.
Penilaiannya mencakup berbagai aspek, mulai dari pelestarian budaya, keberlanjutan ekonomi dan lingkungan, pengelolaan pariwisata, hingga infrastruktur dan keamanan. Karena itu, penghargaan ini bukan sekadar penilaian terhadap keindahan pemandangan.
Rekomendasi Desa Wisata Kelas Dunia di Indonesia yang Wajib Dikunjungi
Indonesia memiliki sejumlah desa yang mendapatkan pengakuan internasional melalui program Best Tourism Villages dari UN Tourism.
Lima desa berikut menawarkan pengalaman yang berbeda, mulai dari petualangan alam hingga pembelajaran budaya dan konservasi lingkungan.
1. Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta
Desa Wisata Nglanggeran terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini menerima penghargaan Best Tourism Villages pada 2021.
Daya tarik utamanya adalah kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran yang memiliki formasi batuan vulkanik berusia jutaan tahun. Bentang alam tersebut menjadi bagian dari kawasan UNESCO Global Geopark Gunung Sewu.
Pengunjung dapat mengikuti aktivitas trekking untuk menikmati pemandangan perbukitan dan mengenal sejarah geologi kawasan. Selain itu, terdapat Embung Nglanggeran yang menawarkan panorama alam dari area perbukitan.
Namun, pengalaman wisata di Nglanggeran tidak terbatas pada kegiatan mendaki.
Desa ini juga mengembangkan aktivitas berbasis pertanian dan perkebunan. Salah satu kegiatan menarik adalah mengenal pengolahan kakao menjadi produk cokelat lokal.
Wisatawan dapat mempelajari bagaimana hasil pertanian diolah menjadi produk bernilai tambah serta bagaimana kegiatan tersebut membantu perekonomian masyarakat.
Untuk pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan warga, tersedia pula pilihan homestay dan kegiatan wisata berbasis komunitas.
Aktivitas edukatif yang menarik:
- Mempelajari sejarah geologi Gunung Api Purba Nglanggeran.
- Mengenal proses pengolahan kakao menjadi cokelat.
- Mengikuti kegiatan pertanian dan kehidupan perdesaan.
- Berinteraksi dengan masyarakat melalui program homestay.
Nglanggeran cocok bagi keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin menggabungkan kegiatan alam dengan pengalaman belajar mengenai kehidupan masyarakat desa.
2. Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali
Desa Wisata Penglipuran berada di Kabupaten Bangli, Bali, dan menerima penghargaan Best Tourism Villages pada 2023.
Desa ini terkenal dengan tata ruang yang rapi, rumah tradisional Bali, serta lingkungan yang menunjukkan kuatnya upaya masyarakat menjaga adat istiadat.
Ketika berjalan menyusuri kawasan desa, pengunjung dapat melihat deretan rumah dengan gerbang tradisional dan arsitektur yang mencerminkan karakter budaya setempat.
Penglipuran menjadi contoh bagaimana masyarakat dapat mempertahankan identitas budaya sambil mengembangkan kegiatan pariwisata.
Salah satu daya tarik lainnya adalah hutan bambu yang memiliki peran penting dalam kehidupan warga. Bambu dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan bangunan hingga kerajinan dan perlengkapan upacara adat.
Wisatawan juga dapat mengenal kegiatan budaya, seperti membuat kerajinan bambu, menyusun perlengkapan persembahan tradisional Bali, atau memahami fungsi penjor dalam berbagai perayaan.
Untuk pembelajaran yang lebih mendalam, kegiatan bersama masyarakat atau pemandu lokal dapat membantu menjelaskan makna dari tradisi yang masih dijalankan.
Aktivitas edukatif yang menarik:
- Mengenal arsitektur dan tata ruang desa tradisional Bali.
- Mempelajari pemanfaatan bambu dalam kehidupan masyarakat.
- Mengikuti workshop kerajinan atau kegiatan budaya yang tersedia.
- Memahami nilai adat serta kebiasaan masyarakat Penglipuran.
Penglipuran menjadi pilihan menarik untuk perjalanan keluarga atau kunjungan edukasi yang ingin memperkenalkan kekayaan budaya Bali secara langsung.
3. Desa Wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali
Desa Wisata Jatiluwih terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Desa ini memperoleh penghargaan Best Tourism Villages pada 2024.
Jatiluwih dikenal melalui hamparan sawah bertingkat yang membentuk pemandangan hijau di kawasan lereng Gunung Batukaru.
Selain menjadi destinasi alam, Jatiluwih memiliki nilai budaya yang penting karena berkaitan dengan Subak, yaitu sistem pengelolaan irigasi tradisional masyarakat Bali.
Lanskap budaya Subak Bali telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 2012. Sistem tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat mengatur penggunaan air melalui kerja sama dan nilai-nilai tradisional.
Pengelolaan Subak juga berkaitan dengan filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Ketika berkunjung, wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan persawahan, tetapi juga dapat belajar mengenai kegiatan pertanian tradisional.
Beberapa pengalaman yang dapat dipertimbangkan adalah mengikuti jalur trekking di sekitar sawah, mengenal proses budidaya padi, serta mempelajari cara pembagian air untuk lahan pertanian.
Pengunjung juga dapat menikmati kuliner lokal yang berkaitan dengan hasil pertanian masyarakat.
Aktivitas edukatif yang menarik:
- Mempelajari sistem irigasi tradisional Subak.
- Mengenal filosofi Tri Hita Karana.
- Mengikuti kegiatan pertanian yang ditawarkan pengelola lokal.
- Menikmati trekking di jalur yang disediakan di sekitar persawahan.
Desa Jatiluwih cocok bagi wisatawan yang tertarik dengan lingkungan, pertanian berkelanjutan, dan hubungan antara tradisi dengan pengelolaan sumber daya alam.
4. Desa Wisata Wukirsari, Bantul, Yogyakarta
Desa Wisata Wukirsari berada di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dan mendapatkan penghargaan Best Tourism Villages pada 2024 bersama Desa Jatiluwih.
Desa ini memiliki daya tarik utama berupa warisan budaya dan kerajinan tradisional, terutama kegiatan membatik di kawasan Kampung Batik Giriloyo.
Batik tulis Giriloyo memiliki hubungan sejarah dengan tradisi batik pada masa Kerajaan Mataram Islam. Keterampilan membatik terus diwariskan dan menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Wisatawan dapat mengikuti kegiatan membatik bersama pengrajin lokal untuk memahami proses pembuatan batik tulis.
Kegiatan biasanya memperkenalkan penggunaan canting, malam atau lilin batik, serta tahapan pembuatan motif pada kain.
Pengalaman ini membantu pengunjung memahami bahwa batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi juga hasil keterampilan dan proses kreatif yang membutuhkan ketelitian.
Selain batik, Wukirsari memiliki potensi wisata budaya lainnya, termasuk kerajinan wayang kulit serta kawasan yang berkaitan dengan sejarah dan tradisi masyarakat Yogyakarta.
Desa ini juga mengembangkan kegiatan wisata yang memperhatikan pengurangan sampah dan penggunaan bahan ramah lingkungan.
Aktivitas edukatif yang menarik:
- Mengikuti workshop batik tulis di Kampung Batik Giriloyo.
- Mengenal sejarah batik serta makna motif tradisional.
- Mempelajari kerajinan wayang kulit dan budaya lokal.
- Mengetahui praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Wukirsari menjadi pilihan yang tepat untuk study tour, perjalanan keluarga, atau wisatawan yang ingin membawa pulang pengalaman membuat karya tradisional secara langsung.
5. Desa Wisata Pemuteran, Buleleng, Bali
Desa Wisata Pemuteran terletak di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa ini memperoleh penghargaan Best Tourism Villages pada 2025.
Berbeda dari desa lainnya dalam daftar ini, Pemuteran menonjolkan wisata bahari dan upaya pelestarian ekosistem laut.
Desa pesisir di Bali bagian barat ini dikenal melalui pantainya yang relatif tenang serta kegiatan konservasi terumbu karang berbasis masyarakat.
Salah satu program yang membuat Pemuteran mendapat perhatian internasional adalah Biorock Coral Reef Restoration Project.
Program tersebut memanfaatkan struktur bawah laut dan teknologi tertentu untuk membantu pertumbuhan serta pemulihan terumbu karang yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Melalui kegiatan konservasi, masyarakat berupaya menjaga kehidupan laut sekaligus mengembangkan pariwisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Wisatawan dapat menikmati snorkeling atau diving di lokasi yang sesuai, sekaligus mengenal bagaimana kegiatan konservasi dijalankan.
Untuk pengalaman edukatif, pengunjung juga dapat mencari program pengenalan restorasi terumbu karang atau kegiatan lingkungan yang diselenggarakan pengelola setempat.
Aktivitas edukatif yang menarik:
- Mengenal program restorasi terumbu karang Biorock.
- Mempelajari pentingnya menjaga ekosistem laut.
- Mengikuti snorkeling atau diving sesuai kemampuan dan kondisi perairan.
- Mengetahui peran masyarakat dalam pengelolaan ekowisata pesisir.
Desa Pemuteran cocok untuk pencinta wisata bahari, keluarga yang ingin mengenal konservasi, serta wisatawan yang mencari pengalaman liburan dengan fokus pada kelestarian lingkungan.
Tips Liburan Edukatif ke Desa Wisata
Berlibur ke desa wisata dapat memberikan pengalaman yang lebih berkesan jika perjalanan direncanakan berdasarkan aktivitas yang ingin diikuti.
Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar kunjungan terasa nyaman sekaligus bermanfaat.
1. Pilih Desa Wisata Sesuai Minat dan Aktivitas yang Ditawarkan
Setiap desa memiliki keunggulan berbeda, sehingga Anda dapat memilih destinasi berdasarkan pengalaman yang diinginkan.
Jika menyukai kegiatan alam dan geologi, Nglanggeran dapat menjadi pilihan. Untuk mengenal budaya Bali, Penglipuran menawarkan pengalaman yang relevan.
Sementara itu, Jatiluwih cocok bagi wisatawan yang ingin mempelajari pertanian tradisional. Wukirsari menarik untuk kegiatan membatik, sedangkan Pemuteran menawarkan edukasi mengenai konservasi laut.
Dengan menentukan minat sejak awal, Anda dapat memilih kegiatan yang lebih sesuai dengan peserta perjalanan, terutama ketika berlibur bersama anak-anak atau rombongan sekolah.
2. Cari Paket Wisata Edukasi yang Dikelola Masyarakat Lokal
Beberapa desa menyediakan paket wisata yang melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari workshop, tur budaya, hingga pengalaman menginap di homestay.
Memilih kegiatan yang dikelola penduduk setempat dapat memberikan kesempatan berinteraksi dengan warga sekaligus membantu mendukung perekonomian desa.
Sebelum memesan, perhatikan durasi kegiatan, jumlah peserta, fasilitas yang tersedia, serta kebutuhan reservasi.
Untuk rombongan sekolah, pilih aktivitas yang sesuai dengan usia peserta dan memiliki pendamping atau instruktur yang berpengalaman.
3. Tentukan Waktu Kunjungan dan Siapkan Transportasi
Lokasi desa wisata tidak selalu berada dekat pusat kota atau bandara, sehingga transportasi menjadi bagian penting dalam perencanaan.
Untuk mengunjungi Nglanggeran dan Wukirsari, Anda dapat menjadikan Yogyakarta sebagai titik awal perjalanan.
Sementara itu, Penglipuran, Jatiluwih, dan Pemuteran berada di wilayah Bali yang berbeda. Ketiganya tidak berlokasi berdekatan, sehingga perlu disusun dalam rute yang realistis apabila ingin dikunjungi dalam satu perjalanan.
Perhatikan pula musim dan kondisi cuaca. Kegiatan trekking, pertanian, atau wisata laut memiliki kebutuhan yang berbeda.
Jika ingin mengikuti workshop atau kunjungan rombongan, lakukan reservasi lebih awal agar aktivitas sesuai dengan jadwal pengelola.
4. Hormati Adat Istiadat dan Aturan Masyarakat Setempat
Desa wisata merupakan tempat tinggal masyarakat, bukan sekadar kawasan wisata. Karena itu, penting untuk menghormati aktivitas dan aturan warga.
Gunakan pakaian yang sesuai ketika memasuki kawasan adat atau tempat suci. Mintalah izin sebelum memotret warga atau kegiatan keagamaan.
Ketika berkunjung ke persawahan, gunakan jalur yang telah disediakan agar tidak merusak tanaman atau sistem irigasi.
Sementara itu, saat melakukan kegiatan bahari, hindari menyentuh terumbu karang atau mengganggu satwa laut.
Dengan mengikuti aturan setempat, wisatawan dapat menikmati pengalaman belajar sambil membantu menjaga keberlanjutan destinasi.
FAQ Seputar Desa Wisata di Indonesia
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika merencanakan perjalanan ke desa wisata bersama keluarga, teman, maupun rombongan sekolah.
1. Apa Perbedaan Desa Wisata dan Desa Adat?
Desa wisata merupakan kawasan desa yang mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan pariwisata. Daya tariknya dapat berupa alam, budaya, kuliner, kerajinan, atau kehidupan masyarakat.
Sementara itu, desa adat berkaitan dengan komunitas dan tata kehidupan masyarakat yang memiliki aturan, tradisi, serta kelembagaan adat tertentu.
Keduanya dapat saling berkaitan. Sebuah desa adat bisa mengembangkan kegiatan wisata tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai ruang kehidupan masyarakat.
Contohnya, Penglipuran dikenal sebagai desa dengan tradisi Bali yang kuat sekaligus menjadi destinasi wisata budaya.
2. Apakah Desa Wisata Cocok untuk Study Tour Anak Sekolah?
Ya. Desa wisata dapat menjadi pilihan untuk kegiatan study tour karena memberikan kesempatan belajar langsung di luar ruang kelas.
Contohnya, siswa dapat mempelajari proses pembuatan batik di Wukirsari, mengenal sistem irigasi Subak di Jatiluwih, atau memahami konservasi terumbu karang di Pemuteran.
Untuk kegiatan sekolah, sesuaikan paket edukasi dengan usia siswa, jumlah peserta, durasi kunjungan, dan standar keselamatan aktivitas.
3. Apakah Wisatawan Harus Menginap untuk Menikmati Kegiatan Desa Wisata?
Tidak harus. Banyak desa wisata menyediakan kegiatan kunjungan singkat yang dapat diselesaikan dalam beberapa jam atau satu hari.
Namun, menginap di homestay dapat memberikan kesempatan lebih luas untuk mengenal kehidupan warga, menikmati kuliner lokal, serta mengikuti aktivitas desa pada waktu yang berbeda.
Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan jadwal perjalanan dan jenis pengalaman yang ingin diperoleh.
4. Apakah Desa Wisata Bisa Dikunjungi Tanpa Menggunakan Jasa Pemandu?
Beberapa kawasan desa wisata dapat dijelajahi secara mandiri pada area yang memang dibuka untuk pengunjung.
Namun, kegiatan tertentu seperti workshop budaya, trekking khusus, kunjungan ke area adat, atau aktivitas konservasi mungkin memerlukan pendamping lokal.
Menggunakan pemandu juga dapat membantu wisatawan memahami sejarah, makna tradisi, serta aturan yang berlaku.
Sebelum datang, pastikan sistem kunjungan dan reservasi sesuai dengan ketentuan pengelola desa wisata yang dipilih.
Baca Juga: 15 Rekomendasi Wisata Keluarga untuk Quality Time Bersama
Liburan ke Desa Wisata Lebih Hemat dengan Promo Travel Bank Mega
Menjelajahi desa wisata di Yogyakarta atau Bali akan semakin menyenangkan ketika perjalanan sudah direncanakan dengan baik. Selain memilih kegiatan edukatif, Anda dapat mengatur biaya transportasi dan akomodasi dengan memanfaatkan penawaran Kartu Kredit Bank Mega di platform perjalanan seperti Airpaz, Trip.com, dan tiket.com.
Berikut tiga pilihan promo untuk membantu mempersiapkan perjalanan:
- Airpaz — Diskon 2% hingga Rp165.000. Berlaku untuk tiket pesawat atau hotel dengan minimum transaksi Rp2.000.000. Gunakan kode APZMEGACCFL untuk penerbangan atau APZMEGACCHT untuk hotel. Periode promo 1 April–31 Oktober 2026, dengan pembayaran penuh menggunakan Kartu Kredit Bank Mega yang memenuhi ketentuan dan maksimal satu penggunaan per akun setiap minggu. Lihat Promo Airpaz Bank Mega.
- Trip.com — Diskon tiket pesawat hingga Rp500.000 dan hotel hingga Rp60.000. Diskon penerbangan hingga Rp500.000 berlaku dengan minimum transaksi Rp5.000.000 menggunakan kode FMEGA500, sedangkan diskon hotel Rp60.000 berlaku dengan minimum transaksi Rp750.000. Penawaran berlangsung pada minggu pertama dan keempat setiap bulan hingga 31 Januari 2027, dengan kuota sesuai kategori promo. Jelajahi Promo Trip.com Bank Mega.
- tiket.com Visa Bank Mega — Cashback hingga Rp150.000. Dapatkan cashback Rp100.000 untuk tiket pesawat dengan minimum transaksi Rp2.000.000 atau Rp150.000 untuk akomodasi dengan minimum transaksi Rp2.500.000 menggunakan kode TIKETVISA. Cashback diberikan dalam bentuk Blibli Tiket Points, bukan potongan langsung, dan berlaku untuk pemesanan yang memenuhi ketentuan hingga 31 Desember 2026 melalui aplikasi tiket.com. Manfaatkan Promo tiket.com Visa Bank Mega.
Liburan ke desa wisata memberikan kesempatan untuk menikmati keindahan Indonesia sambil mempelajari budaya, tradisi, dan upaya pelestarian alam secara langsung. Dari Gunung Api Purba Nglanggeran hingga konservasi laut Pemuteran, kelima desa tersebut menunjukkan bahwa perjalanan yang berkesan tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga dapat menambah pengetahuan dan mendukung masyarakat setempat.
Rencanakan perjalanan, pilih pengalaman yang ingin dicoba, lalu manfaatkan penawaran travel yang sesuai. Dengan Kartu Kredit Bank Mega, Anda berkesempatan menghemat biaya penerbangan atau akomodasi sehingga anggaran perjalanan dapat dialokasikan juga untuk kegiatan edukatif bersama masyarakat lokal.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
