Membeli rumah, kendaraan, barang elektronik, atau menggunakan fasilitas pinjaman sering kali melibatkan pembayaran secara bertahap. Dalam transaksi seperti ini, Anda akan sering menemukan istilah angsuran.
Secara sederhana, angsuran adalah pembayaran kewajiban yang dilakukan secara berkala dalam jangka waktu tertentu hingga nilai kewajiban tersebut selesai dibayar.
Besarnya angsuran tidak selalu sama untuk setiap produk. Nilainya dapat dipengaruhi jumlah pinjaman, tenor, tingkat bunga, metode perhitungan, uang muka, serta biaya lain yang berlaku.
Karena itu, jangan hanya melihat nominal angsuran per bulan ketika mengambil kredit. Angsuran yang terlihat lebih kecil karena tenor panjang belum tentu menghasilkan total pembayaran yang lebih rendah.
Berikut penjelasan mengenai pengertian angsuran, komponennya, metode bunga, contoh perhitungan, hingga cara menentukan besaran pembayaran yang sesuai dengan kemampuan finansial.
Ringkasan Artikel:
- Angsuran adalah pembayaran kewajiban secara bertahap dalam periode tertentu.
- Komponennya dapat meliputi pokok pinjaman, bunga, tenor, serta biaya tambahan sesuai produk.
- Metode perhitungan angsuran dapat menggunakan bunga flat, efektif, maupun sistem anuitas.
- Tenor panjang dapat membuat pembayaran bulanan lebih kecil, tetapi total bunga dapat menjadi lebih besar.
- Keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan denda, menambah beban kewajiban, dan memengaruhi catatan fasilitas kredit.
- Nasabah Kartu Kredit Bank Mega dapat menggunakan fitur Ubah Jadi Cicilan melalui M-Smile untuk transaksi yang memenuhi ketentuan.
Daftar Isi
- Apa Itu Angsuran?
- Ragam Komponen dalam Angsuran
- Cara Kerja Angsuran
- Jenis-jenis Angsuran Berdasarkan Perhitungan Bunga
- Cara Menghitung Angsuran
- Contoh Perhitungan Angsuran
- Contoh Angsuran dalam Kehidupan Sehari-hari
- Perbedaan Angsuran dan Cicilan
- Faktor yang Memengaruhi Besarnya Angsuran
- Tenor Pendek atau Panjang, Mana yang Lebih Baik?
- Cara Menentukan Angsuran yang Sesuai Kemampuan
- Risiko Jika Terlambat Membayar Angsuran
- Tips Mengelola Angsuran agar Tetap Terkontrol
- Atur Cicilan Kartu Kredit Lebih Praktis dengan M-Smile Bank Mega
- FAQ Seputar Angsuran
Apa Itu Angsuran?
Angsuran adalah sejumlah pembayaran yang dilakukan secara berkala untuk melunasi kewajiban dalam jangka waktu yang telah disepakati.
Pembayaran dapat dilakukan setiap bulan, setiap tiga bulan, atau menggunakan periode lain berdasarkan perjanjian. Dalam produk kredit untuk konsumen, pembayaran bulanan menjadi salah satu bentuk yang paling umum.
Misalnya, Anda memperoleh pinjaman Rp12 juta dengan jangka waktu 12 bulan. Apabila hanya mempertimbangkan pokok tanpa bunga maupun biaya, secara sederhana pokok yang perlu dibayar setiap bulan adalah Rp1 juta.
Namun, dalam praktiknya, angsuran kredit dapat mencakup bunga maupun komponen lain sehingga nilai yang dibayar lebih besar dari pokok tersebut.
Besarnya angsuran juga dapat tetap sepanjang tenor atau berubah dari satu periode ke periode berikutnya, tergantung metode perhitungan yang digunakan.
Ragam Komponen dalam Angsuran
1. Pokok Pinjaman
Pokok pinjaman merupakan jumlah dana utama yang dipinjam dan perlu dikembalikan oleh debitur.
Misalnya Anda memperoleh pinjaman Rp50 juta. Maka Rp50 juta tersebut merupakan nilai pokok sebelum memperhitungkan bunga maupun biaya lainnya.
Pada setiap pembayaran, sebagian angsuran dapat digunakan untuk mengurangi sisa pokok pinjaman.
2. Bunga
Bunga merupakan biaya atas penggunaan dana pinjaman berdasarkan tingkat yang telah disepakati.
Besarnya bunga dapat dihitung menggunakan metode flat, efektif, anuitas, atau metode lain sesuai produk.
Karena dasar perhitungannya berbeda, pinjaman dengan tingkat bunga yang terlihat sama belum tentu menghasilkan total pembayaran yang identik apabila metode penghitungan bunganya berbeda.
3. Tenor
Tenor adalah jangka waktu yang diberikan untuk melunasi pinjaman.
Contohnya adalah 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, atau bahkan puluhan tahun pada pembiayaan seperti KPR.
Secara umum, tenor lebih panjang dapat membuat pembayaran per bulan lebih kecil. Namun, Anda juga perlu memperhatikan total bunga dan biaya selama seluruh periode.
4. Biaya Tambahan (Jika Ada)
Selain pokok dan bunga, sebuah fasilitas kredit dapat mengenakan biaya tertentu.
Contohnya dapat berupa biaya administrasi, provisi, asuransi, biaya keterlambatan, penalti pelunasan dipercepat, atau biaya lain berdasarkan produk dan perjanjian.
Baca ringkasan informasi produk serta perjanjian kredit untuk mengetahui seluruh biaya sebelum menyetujui fasilitas.
Cara Kerja Angsuran
1. Menentukan Nilai Pinjaman
Proses dimulai dari menentukan jumlah dana yang diperlukan.
Dalam pembelian kendaraan atau rumah, nilai pinjaman dapat berasal dari harga barang setelah dikurangi uang muka.
Contohnya, jika harga kendaraan Rp200 juta dan uang muka Rp50 juta, nilai pembiayaan secara sederhana menjadi Rp150 juta sebelum memperhitungkan biaya lainnya.
2. Menentukan Jangka Waktu Pembayaran
Selanjutnya, peminjam dan penyedia kredit menentukan tenor berdasarkan pilihan produk serta hasil penilaian kredit.
Tenor memengaruhi nilai pembayaran bulanan sekaligus total biaya pinjaman.
Jangan otomatis memilih tenor terpanjang. Bandingkan kemampuan membayar dengan total kewajiban sampai akhir.
3. Menghitung Pokok dan Bunga
Setelah nominal dan tenor diketahui, penyedia kredit menghitung angsuran berdasarkan suku bunga dan metode yang digunakan.
Dalam sistem flat, bunga dihitung dari pokok awal. Pada sistem efektif, bunga dihitung dari sisa pokok. Sementara anuitas menggunakan perhitungan agar pembayaran berkala relatif tetap dengan komposisi pokok dan bunga yang berubah.
4. Membayar Angsuran Sesuai Jadwal
Debitur kemudian membayar sesuai tanggal jatuh tempo yang terdapat dalam perjanjian.
Pembayaran tepat waktu membantu mencegah denda atau konsekuensi lain akibat tunggakan.
Simpan bukti pembayaran dan periksa sisa kewajiban secara berkala untuk memastikan pencatatan sudah sesuai.
Jenis-jenis Angsuran Berdasarkan Perhitungan Bunga
1. Angsuran dengan Bunga Flat
Pada metode bunga flat, bunga dihitung berdasarkan pokok pinjaman awal selama tenor.
Karena dasar pokok bunganya tidak berubah, komponen bunga setiap bulan biasanya sama.
Jika angsuran pokok juga dibagi rata, total pembayaran bulanan menjadi sama selama tenor.
Metode ini relatif mudah dihitung, tetapi Anda perlu memahami bahwa persentase bunga flat tidak dapat langsung dibandingkan dengan bunga efektif hanya berdasarkan angka persentasenya.
2. Angsuran dengan Bunga Efektif
Pada metode bunga efektif, bunga dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman pada setiap periode.
Karena saldo pokok terus menurun setelah dibayar, bunga yang dikenakan juga semakin kecil.
Jika angsuran pokok dibuat tetap, jumlah pembayaran pada awal tenor akan lebih besar kemudian berangsur menurun.
3. Angsuran dengan Sistem Anuitas
Anuitas merupakan metode yang dirancang agar total angsuran berkala relatif tetap selama tingkat bunga tidak berubah.
Pada awal tenor, porsi bunga biasanya lebih besar dan porsi pokok lebih kecil.
Semakin mendekati akhir tenor, porsi bunga menurun sementara bagian yang digunakan untuk membayar pokok semakin besar.
Sistem ini banyak digunakan pada produk kredit jangka panjang, meskipun ketentuan masing-masing produk dapat berbeda.
Cara Menghitung Angsuran
1. Rumus Angsuran Bunga Flat
Untuk ilustrasi sederhana bunga flat:
Angsuran Pokok per Bulan = Pokok Pinjaman ÷ Tenor
Bunga per Bulan = Pokok Pinjaman × Bunga Tahunan ÷ 12
Total Angsuran Bulanan = Angsuran Pokok + Bunga Bulanan
Misalnya pinjaman Rp10 juta dengan bunga flat 12% per tahun dan tenor 12 bulan.
Pokok bulanan:
Rp10.000.000 ÷ 12 = sekitar Rp833.333
Bunga bulanan:
Rp10.000.000 × 12% ÷ 12 = Rp100.000
Angsuran per bulan menjadi sekitar:
Rp833.333 + Rp100.000 = Rp933.333
2. Rumus Angsuran Bunga Efektif
Dalam metode efektif, komponen pokok dapat dihitung:
Angsuran Pokok = Pokok Awal ÷ Jumlah Bulan
Sedangkan bunga periode berjalan:
Bunga Bulanan = Sisa Pokok × Bunga Tahunan ÷ 12
Karena sisa pokok terus berkurang, nilai bunga juga turun setiap bulan.
Dengan contoh pinjaman Rp10 juta, bunga efektif 12% per tahun, dan tenor 12 bulan, bunga bulan pertama dihitung dari Rp10 juta. Bulan berikutnya bunga dihitung dari saldo setelah pokok bulan pertama dikurangi.
3. Gambaran Perhitungan Angsuran Anuitas
Rumus dasar angsuran anuitas dapat dituliskan sebagai:
A = P × i ÷ [1 – (1 + i)-n]
Keterangan:
- A = nilai angsuran berkala;
- P = pokok pinjaman;
- i = bunga per periode; dan
- n = jumlah periode.
Dengan pinjaman Rp10 juta, bunga 12% per tahun atau 1% per bulan, dan tenor 12 bulan, angsuran anuitas secara matematis sekitar Rp888.488 per bulan, sebelum mempertimbangkan biaya tambahan dan pembulatan dari penyedia kredit.
Meski pembayaran total bulanan relatif tetap, komposisi bunga dan pokok berubah setiap periode.
Contoh Perhitungan Angsuran
1. Contoh Angsuran Pinjaman Rp10 Juta dengan Bunga Flat
Misalnya:
- pinjaman: Rp10.000.000;
- tenor: 12 bulan; dan
- bunga flat: 12% per tahun.
Total bunga setahun:
Rp10.000.000 × 12% = Rp1.200.000
Total pokok dan bunga:
Rp10.000.000 + Rp1.200.000 = Rp11.200.000
Angsuran bulanan:
Rp11.200.000 ÷ 12 = sekitar Rp933.333
Jadi, pembayaran sekitar Rp933.333 per bulan dengan total bunga Rp1,2 juta berdasarkan asumsi sederhana tersebut.
2. Contoh Angsuran dengan Bunga Efektif
Gunakan pinjaman yang sama:
- pokok: Rp10.000.000;
- bunga efektif: 12% per tahun atau 1% per bulan; dan
- tenor: 12 bulan.
Angsuran pokok setiap bulan sekitar Rp833.333.
Bulan pertama:
Bunga = Rp10.000.000 × 1% = Rp100.000
Total angsuran ≈ Rp933.333
Setelah pokok pertama dibayar, saldo menjadi sekitar Rp9.166.667.
Bulan kedua:
Bunga ≈ Rp9.166.667 × 1% = Rp91.667
Total angsuran ≈ Rp925.000
Pada bulan terakhir, ketika sisa pokok tinggal sekitar Rp833.333, bunganya sekitar Rp8.333 sehingga pembayaran menjadi sekitar Rp841.666.
Dalam ilustrasi sederhana tersebut, total bunga selama 12 bulan sekitar Rp650.000. Nilainya lebih rendah dibandingkan contoh flat karena bunga terus dihitung dari saldo pokok yang semakin kecil.
3. Contoh Pengaruh Tenor terhadap Besarnya Angsuran
Misalnya pinjaman tanpa bunga Rp12 juta.
Jika tenor 12 bulan:
Rp12.000.000 ÷ 12 = Rp1.000.000 per bulan
Jika tenor 24 bulan:
Rp12.000.000 ÷ 24 = Rp500.000 per bulan
Dalam ilustrasi tanpa bunga, tenor panjang memang langsung membuat pembayaran bulanan lebih ringan.
Namun, pada kredit berbunga, tenor lebih panjang dapat menyebabkan bunga dibebankan selama periode yang lebih lama sehingga total pembayaran perlu dihitung kembali.
Contoh Angsuran dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Angsuran Kredit Kendaraan
Pembelian mobil atau sepeda motor dapat menggunakan fasilitas kredit dengan uang muka kemudian sisa harga dibayar secara berkala.
Besarnya angsuran dipengaruhi harga kendaraan, uang muka, tenor, bunga, serta biaya terkait.
2. Angsuran KPR
Kredit Pemilikan Rumah atau KPR biasanya memiliki tenor jauh lebih panjang dibandingkan kredit kendaraan.
Dalam KPR, tingkat bunga juga dapat menggunakan periode fixed kemudian berubah menjadi floating sesuai produk.
Karena tenornya panjang, perubahan suku bunga dapat memberikan dampak besar terhadap pembayaran.
3. Angsuran Pinjaman
Pinjaman untuk kebutuhan pribadi atau usaha dapat dibayar dalam beberapa angsuran.
Sebelum mengambilnya, periksa bunga, biaya, tenor, total pembayaran, serta kemampuan arus kas.
4. Cicilan Kartu Kredit
Transaksi kartu kredit tertentu dapat dibayar melalui fasilitas cicilan sesuai ketentuan penerbit kartu.
Besaran bunga, biaya, dan tenor dapat berbeda berdasarkan program.
Meski pembayaran bulanan menjadi lebih ringan, nilai transaksi biasanya tetap menggunakan limit kartu sesuai mekanisme penerbit.
5. Angsuran Pembelian Barang
Barang seperti smartphone, laptop, furnitur, atau peralatan rumah tangga juga sering tersedia dengan pembayaran bertahap.
Program dapat menawarkan bunga reguler, bunga khusus, bahkan 0% pada kondisi tertentu.
Tetap periksa apakah terdapat biaya administrasi maupun ketentuan lain selain bunga.
Perbedaan Angsuran dan Cicilan
1. Penggunaan Istilah Angsuran
Istilah angsuran cukup sering digunakan dalam kontrak kredit atau pembiayaan formal.
Contohnya adalah angsuran KPR, angsuran kendaraan, atau angsuran pinjaman.
Istilah ini mengacu pada pembayaran kewajiban secara periodik sampai kewajiban selesai.
2. Penggunaan Istilah Cicilan
Cicilan lebih sering digunakan dalam bahasa sehari-hari dan transaksi konsumen.
Contohnya adalah cicilan kartu kredit, cicilan smartphone, atau cicilan barang elektronik.
Dalam praktik sehari-hari, kata cicilan sering dipakai dengan makna yang sangat mirip dengan angsuran.
3. Persamaan Keduanya dalam Pembayaran Bertahap
Baik angsuran maupun cicilan sama-sama menggambarkan pembayaran yang dipecah menjadi beberapa periode.
Perbedaannya lebih banyak berada pada konteks penggunaan istilah daripada konsep dasarnya.
Karena itu, yang lebih penting adalah memahami nilai pokok, bunga, biaya, tenor, serta total pembayaran dari fasilitas yang digunakan.
Faktor yang Memengaruhi Besarnya Angsuran
1. Jumlah Pinjaman
Semakin besar nilai pinjaman, semakin besar pula kewajiban yang harus dilunasi.
Jika bunga dan tenor sama, pinjaman Rp100 juta akan menghasilkan pembayaran yang lebih tinggi dibandingkan pinjaman Rp50 juta.
2. Besarnya Uang Muka
Pada pembelian seperti rumah dan kendaraan, uang muka mengurangi nilai yang perlu dibiayai.
Semakin besar uang muka, semakin kecil pokok kredit, dengan asumsi komponen lainnya sama.
Namun, jangan menggunakan seluruh tabungan sebagai uang muka hingga tidak memiliki dana darurat.
3. Tingkat Bunga
Tingkat bunga sangat memengaruhi total kewajiban.
Perbedaan yang terlihat kecil dapat menghasilkan selisih signifikan pada kredit dengan nominal dan tenor besar.
Perhatikan pula apakah bunga bersifat tetap, mengambang, atau menggunakan kombinasi keduanya.
4. Jangka Waktu atau Tenor
Tenor panjang umumnya memperkecil angsuran per bulan, tetapi kewajiban berlangsung lebih lama.
Pada kredit berbunga, periode yang lebih panjang juga dapat menyebabkan total bunga yang dibayar bertambah.
5. Biaya Tambahan
Biaya provisi, administrasi, asuransi, maupun biaya lain dapat menambah total dana yang harus disiapkan.
Sebagian biaya dibayar di awal, sedangkan sebagian lainnya dapat dimasukkan ke dalam pembayaran.
Bandingkan total biaya, bukan hanya angka angsuran yang ditampilkan dalam materi promosi.
Tenor Pendek atau Panjang, Mana yang Lebih Baik?
1. Kelebihan dan Kekurangan Tenor Pendek
Tenor pendek membuat kewajiban dapat selesai lebih cepat.
Pada banyak skema berbunga, total bunga juga dapat lebih rendah karena masa pinjaman lebih singkat.
Kekurangannya, nilai angsuran bulanan menjadi lebih besar sehingga membutuhkan arus kas yang lebih kuat.
2. Kelebihan dan Kekurangan Tenor Panjang
Tenor panjang dapat membuat pembayaran bulanan lebih ringan.
Hal tersebut dapat membantu menjaga ruang pada arus kas bulanan.
Namun, Anda membawa kewajiban lebih lama dan total biaya bunga berpotensi menjadi lebih besar.
3. Sesuaikan Angsuran dengan Kemampuan Finansial
Tenor terbaik bukan selalu yang paling pendek atau paling panjang.
Pilih tenor yang membuat angsuran tetap dapat dibayar tanpa mengorbankan kebutuhan pokok, dana darurat, tabungan, dan tujuan keuangan penting lainnya.
Berikan ruang dalam anggaran untuk menghadapi perubahan pengeluaran atau pendapatan.
Cara Menentukan Angsuran yang Sesuai Kemampuan
1. Hitung Pendapatan Bersih Bulanan
Gunakan pendapatan yang benar-benar diterima setelah potongan rutin.
Jika penghasilan tidak tetap, gunakan estimasi konservatif berdasarkan rata-rata beberapa bulan, bukan bulan dengan penghasilan tertinggi.
2. Catat Pengeluaran Rutin
Hitung kebutuhan makan, transportasi, tempat tinggal, pendidikan, listrik, komunikasi, asuransi, serta kebutuhan keluarga.
Dengan mengetahui pengeluaran sebenarnya, Anda dapat melihat berapa ruang yang tersedia untuk membayar angsuran.
3. Perhitungkan Kewajiban Utang Lain
Jangan menilai satu cicilan secara terpisah.
Masukkan pula KPR, kredit kendaraan, pinjaman, cicilan kartu kredit, dan kewajiban lainnya.
Beberapa cicilan kecil dapat menjadi beban besar jika dijumlahkan.
4. Sisakan Ruang untuk Tabungan dan Dana Darurat
Seluruh sisa pendapatan sebaiknya tidak digunakan untuk membayar utang.
Anda tetap membutuhkan dana untuk menghadapi kebutuhan tidak terduga dan membangun tujuan keuangan.
Jika suatu cicilan membuat Anda sama sekali tidak mampu menabung atau mempertahankan dana darurat, pertimbangkan kembali nominal pembelian atau tenornya.
5. Hindari Memilih Angsuran Hanya karena Tenornya Panjang
Angsuran Rp500.000 per bulan terlihat lebih terjangkau daripada Rp1 juta per bulan.
Namun, periksa berapa bulan pembayaran berlangsung serta total bunga dan biaya sampai lunas.
Fokus pada total kewajiban dan dampaknya terhadap kondisi keuangan, bukan hanya angka bulanan.
Risiko Jika Terlambat Membayar Angsuran
1. Denda atau Biaya Keterlambatan
Beberapa fasilitas kredit mengenakan denda atau biaya apabila pembayaran dilakukan setelah jatuh tempo.
Besarnya mengikuti perjanjian dan regulasi yang berlaku untuk produk tersebut.
Keterlambatan berulang dapat membuat biaya yang sebenarnya dapat dihindari menjadi semakin besar.
2. Beban Utang Bertambah
Selain biaya keterlambatan, sebagian produk tetap mengenakan bunga terhadap kewajiban yang belum dibayar.
Akibatnya, jumlah yang harus diselesaikan dapat meningkat apabila tunggakan dibiarkan.
Jika mulai kesulitan membayar, hubungi penyedia kredit sebelum masalah menjadi semakin besar.
3. Riwayat Kredit Dapat Terpengaruh
Fasilitas kredit dari lembaga yang menjadi pelapor dapat tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK.
Informasi Debitur antara lain memuat fasilitas kredit, baki debet, kualitas kredit, serta informasi tunggakan.
Karena itu, keterlambatan pembayaran dapat memengaruhi kualitas fasilitas kredit yang tercatat dan dapat menjadi salah satu informasi yang dipertimbangkan ketika lembaga keuangan menilai pengajuan kredit berikutnya.
4. Risiko Tindakan Sesuai Perjanjian Kredit
Keterlambatan berkepanjangan dapat menimbulkan tindakan lebih lanjut berdasarkan perjanjian.
Contohnya dapat berupa penagihan, restrukturisasi apabila memenuhi persyaratan, hingga tindakan terhadap agunan pada kredit tertentu sesuai proses dan ketentuan hukum.
Baca klausul mengenai wanprestasi dan penanganan tunggakan sebelum menandatangani perjanjian.
Tips Mengelola Angsuran agar Tetap Terkontrol
1. Masukkan Angsuran ke Anggaran Bulanan
Perlakukan angsuran sebagai kewajiban rutin, bukan pengeluaran sisa.
Masukkan tanggal dan nominal pembayaran dalam budget bulanan sehingga dana sudah tersedia sebelum jatuh tempo.
2. Bayar sebelum Jatuh Tempo
Jangan menunggu hingga hari terakhir jika dana sudah tersedia.
Pembayaran lebih awal memberikan ruang apabila terdapat gangguan sistem, hari libur, atau kendala transfer.
Jika tersedia, fitur pembayaran otomatis juga dapat membantu mengurangi risiko lupa.
3. Hindari Menambah Cicilan secara Berlebihan
Promo cicilan dapat membuat pembelian terlihat lebih ringan karena nominalnya dibagi menjadi beberapa bulan.
Namun, beberapa cicilan aktif dapat menumpuk dan mengurangi fleksibilitas keuangan.
Sebelum menambah cicilan baru, jumlahkan seluruh kewajiban yang sedang berjalan.
4. Pantau Sisa Kewajiban secara Berkala
Ketahui berapa sisa pokok, berapa bulan tenor yang tersisa, dan kapan fasilitas akan lunas.
Pemantauan tersebut membantu Anda merencanakan cash flow sekaligus mengevaluasi opsi pelunasan apabila diperlukan.
5. Gunakan Pendapatan Tambahan untuk Memperkuat Keuangan
Bonus atau pendapatan tambahan dapat digunakan untuk memperkuat dana darurat, melunasi utang, atau menambah tabungan.
Jika ingin melakukan pelunasan dipercepat, periksa terlebih dahulu apakah terdapat penalti dan hitung apakah penghematan bunganya masih menguntungkan.
Atur Cicilan Kartu Kredit Lebih Praktis dengan M-Smile Bank Mega
Pembayaran secara bertahap juga dapat ditemukan dalam penggunaan kartu kredit. Bagi pemegang Kartu Kredit Bank Mega, M-Smile menyediakan fitur Ubah Jadi Cicilan untuk transaksi yang memenuhi ketentuan.
Melalui fitur tersebut, nasabah dapat memilih transaksi retail yang tersedia kemudian menentukan tenor dan tingkat suku bunga yang ditampilkan pada aplikasi sebelum mengajukan perubahan menjadi cicilan.
Secara umum, langkah penggunaannya adalah:
- login ke aplikasi M-Smile;
- pilih menu Layanan;
- pilih Ubah Jadi Cicilan;
- pilih transaksi yang ingin diubah;
- pilih tenor dan tingkat bunga yang tersedia; dan
- konfirmasi pengajuan sesuai petunjuk aplikasi.
Bank Mega saat ini mencantumkan pilihan cicilan hingga 48 bulan untuk fasilitas yang memenuhi persyaratan. Namun, pilihan tenor, bunga, minimum transaksi, biaya, maupun program khusus dapat berbeda berdasarkan transaksi serta penawaran yang berlaku.
Karena itu, lihat rincian yang ditampilkan pada M-Smile sebelum melakukan konfirmasi.
Mengubah transaksi menjadi cicilan dapat membantu membagi pengeluaran besar ke beberapa periode, tetapi keputusan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi arus kas.
Jangan hanya memilih tenor terpanjang karena angsuran bulanannya terlihat kecil. Periksa bunga, biaya administrasi jika berlaku, jumlah pembayaran keseluruhan, serta berapa lama limit kartu akan terpakai oleh transaksi tersebut.
Selain fitur cicilan, layanan kartu kredit di M-Smile juga menyediakan e-billing sehingga nasabah dapat memeriksa informasi tagihan dan mutasi transaksi.
Dengan rutin memantau tagihan, Anda dapat mengetahui berapa kewajiban yang perlu dibayar dan menghindari penumpukan cicilan yang melebihi kemampuan finansial.
Baca Juga: Penurunan Limit Kartu Kredit: Pengertian dan Hal Penting yang Wajib Kamu Tahu
FAQ Seputar Angsuran
1. Apakah Angsuran Selalu Mengandung Bunga?
Tidak selalu.
Ada program angsuran atau cicilan dengan bunga 0%, misalnya pada promo tertentu.
Selain itu, pembiayaan berbasis prinsip syariah dapat menggunakan struktur seperti margin atau ujrah, bukan bunga konvensional, sesuai akad.
Meski bunga 0%, tetap periksa apakah terdapat biaya administrasi atau biaya lainnya.
2. Apakah Angsuran Bisa Dilunasi sebelum Jatuh Tempo?
Bisa pada banyak produk, tetapi mekanismenya mengikuti perjanjian.
Penyedia kredit dapat menetapkan prosedur pelunasan dipercepat, termasuk penalti atau biaya tertentu.
Karena itu, minta simulasi total pelunasan terlebih dahulu sebelum membayar sisa kewajiban.
Pada fitur Ubah Jadi Cicilan Kartu Kredit Bank Mega, misalnya, pelunasan dipercepat mengikuti ketentuan dan dapat dikenakan biaya penalti yang berlaku.
3. Apa yang Dimaksud Angsuran Pokok?
Angsuran pokok adalah bagian pembayaran yang digunakan untuk mengurangi nilai pokok utang.
Misalnya sisa pinjaman Anda Rp20 juta dan dari pembayaran bulan ini Rp1 juta dialokasikan untuk pokok, maka secara sederhana sisa pokok turun menjadi Rp19 juta.
Bagian pembayaran lainnya dapat digunakan untuk bunga dan biaya sesuai struktur produk.
4. Apakah Besarnya Angsuran Bisa Berubah di Tengah Tenor?
Bisa.
Pada sistem bunga efektif, total pembayaran dapat menurun karena bunga dihitung berdasarkan sisa pokok.
Pada kredit dengan bunga mengambang, angsuran juga dapat berubah ketika tingkat bunga mengalami penyesuaian.
KPR tertentu, misalnya, menawarkan bunga tetap pada periode awal kemudian menggunakan bunga floating pada periode berikutnya.
Periksa jadwal dan metode perhitungan pada perjanjian kredit agar Anda memahami potensi perubahan tersebut.
5. Apakah Membayar Angsuran Lebih Cepat Selalu Lebih Menguntungkan?
Tidak selalu.
Pelunasan lebih cepat dapat mengurangi bunga yang harus dibayar pada sejumlah produk. Namun, beberapa fasilitas mengenakan penalti pelunasan dipercepat.
Anda juga perlu mempertimbangkan kondisi likuiditas. Menghabiskan seluruh dana darurat hanya untuk melunasi kredit dapat membuat keuangan rentan terhadap kebutuhan mendadak.
Sebelum melunasi, bandingkan nilai bunga yang dapat dihemat dengan penalti, biaya, dan kebutuhan kas Anda.
Kesimpulannya, angsuran adalah pembayaran kewajiban secara bertahap yang dapat terdiri dari pokok, bunga, serta biaya lain sesuai produk. Besarnya pembayaran dipengaruhi nilai pinjaman, tingkat bunga, tenor, uang muka, dan metode penghitungan. Tenor panjang dapat membuat pembayaran bulanan terasa lebih ringan, tetapi belum tentu memberikan total biaya paling rendah. Sebelum mengambil kredit atau mengubah transaksi menjadi cicilan, hitung kemampuan membayar berdasarkan arus kas dan pahami seluruh kewajiban sampai lunas.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
