Minat terhadap investasi syariah terus meningkat, terutama di kalangan pemula, keluarga muda, pekerja kantoran, hingga Gen Z yang ingin berinvestasi dengan cara yang aman dan sesuai prinsip agama. Salah satu instrumen yang banyak dilirik adalah saham syariah karena mudah diakses dan memiliki potensi keuntungan jangka panjang.
Pengertian Saham Syariah
Saham syariah adalah saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip syariat Islam. Artinya, perusahaan tersebut tidak boleh terlibat dalam bisnis yang dilarang seperti:
- Industri alkohol dan minuman keras
- Perjudian (judi dan sejenisnya)
- Riba atau praktik berbasis bunga
- Rokok dan produk merugikan kesehatan tertentu
- Pornografi dan hiburan yang melanggar norma
- Produksi senjata terlarang dan aktivitas lain yang dilarang syariah
Selain itu, struktur keuangan perusahaan juga harus memenuhi kriteria tertentu, seperti batasan utang berbasis bunga dan pendapatan non-halal. Saham syariah diawasi oleh otoritas terkait dan masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diperbarui secara berkala.
Ciri-Ciri Saham Syariah
Agar lebih mudah dikenali oleh investor pemula, berikut beberapa ciri saham syariah:
- Kegiatan usaha sesuai syariah: perusahaan tidak bergerak di sektor yang bertentangan dengan prinsip Islam.
- Rasio keuangan memenuhi standar: utang berbasis bunga dan pendapatan non-halal berada di bawah batas tertentu.
- Masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES): daftar ini menjadi rujukan resmi untuk investor syariah.
- Diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah: memastikan perusahaan konsisten menjalankan prinsip syariah.
Keuntungan Berinvestasi di Saham Syariah
1. Lebih Etis dan Transparan
Perusahaan yang tergabung dalam saham syariah umumnya memiliki tata kelola yang lebih hati-hati dan transparan karena diawasi secara ketat, baik dari sisi keuangan maupun kepatuhan syariah.
2. Risiko Fundamental Lebih Terkontrol
Batasan utang dan pembatasan bisnis berisiko tinggi membuat saham syariah cenderung memiliki risiko fundamental yang lebih terkendali.
3. Potensi Keuntungan Jangka Panjang
Jika dipilih dengan analisis yang tepat, saham syariah berpotensi memberikan imbal hasil menarik dalam jangka panjang.
4. Cocok untuk Investor Pemula
Karena seleksi bisnisnya ketat dan fokus pada sektor yang jelas, saham syariah relatif lebih nyaman bagi pemula yang ingin belajar investasi secara bertahap.
5. Selaras dengan Prinsip Keuangan Syariah
Bagi investor muslim, saham syariah memberikan ketenangan batin karena prosesnya mengikuti prinsip keuangan yang sesuai syariat.
Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional
Berikut gambaran sederhana perbedaan antara saham syariah dan saham konvensional:
| Aspek | Saham Syariah | Saham Konvensional |
|---|---|---|
| Kegiatan usaha | Harus sesuai syariah | Bebas, termasuk sektor non-halal |
| Rasio utang berbasis bunga | Dibatasi | Tidak dibatasi secara khusus |
| Pengawasan syariah | Ada (Dewan Pengawas Syariah & regulasi syariah) | Tidak ada |
| Pendapatan non-halal | Dibatasi dan biasanya disalurkan (pembersihan) | Tidak diatur |
| Karakter risiko | Lebih terkendali secara fundamental | Sangat bergantung pada sektor dan perusahaan |
Sektor Usaha yang Umumnya Masuk Saham Syariah
Banyak sektor yang dapat dikategorikan syariah, antara lain:
- Produk konsumen dasar (consumer goods)
- Industri kesehatan
- Telekomunikasi dan teknologi
- Energi bersih dan industri ramah lingkungan
- Manufaktur tertentu yang tidak melanggar syariah
- Properti dan konstruksi yang halal
Cara Mulai Berinvestasi di Saham Syariah untuk Pemula
Berikut langkah sederhana untuk kamu yang ingin mulai berinvestasi di saham syariah:
- Buka rekening investasi: melalui perusahaan sekuritas yang menyediakan layanan saham syariah.
- Pilih saham dari Daftar Efek Syariah (DES): gunakan daftar resmi sebagai panduan.
- Pelajari fundamental perusahaan: lihat laporan keuangan, prospek bisnis, dan rekam jejak manajemen.
- Mulai dengan nominal kecil: gunakan strategi bertahap untuk mengurangi risiko.
- Pantau portofolio secara berkala: evaluasi kinerja dan sesuaikan strategi jika diperlukan.
Baca juga: Perbedaan Reksadana, Obligasi, dan Deposito yang Wajib Tahu
Atur Cash Flow agar Investasi Lebih Nyaman
Investasi di saham syariah membutuhkan pengelolaan keuangan yang rapi. Di sini, layanan perbankan seperti Bank Mega dapat membantu kamu menata cash flow sebelum dan selama berinvestasi.
- Tabungan di Bank Mega dapat digunakan sebagai rekening penampung dana investasi sehingga terpisah dari kebutuhan harian.
- Kartu Kredit Bank Mega dengan berbagai promo hemat (restoran, hotel, lifestyle) membantu menekan pengeluaran konsumtif sehingga dana lebih banyak bisa dialihkan ke investasi.
- Aplikasi M-Smile memudahkan kamu memantau transaksi, mengatur pembayaran, dan mengelola keuangan dari satu tempat.
- MPC Points dari transaksi kartu kredit bisa dimanfaatkan untuk belanja di berbagai merchant CT Corp sehingga membantu mengurangi beban pengeluaran.
Dengan pengaturan keuangan yang baik melalui ekosistem Bank Mega, kamu bisa menyisihkan dana investasi saham syariah secara rutin tanpa mengganggu kebutuhan pokok.
Mengapa Saham Syariah Menarik untuk Generasi Muda?
Saham syariah menawarkan kombinasi menarik antara prinsip etis, pengelolaan risiko yang lebih terkontrol, dan potensi pertumbuhan nilai investasi. Bagi pemula, keluarga muda, dan Gen Z yang ingin membangun kekayaan jangka panjang, saham syariah bisa menjadi salah satu pilihan instrumen yang relevan dengan gaya hidup dan nilai yang mereka pegang.
Dengan pemahaman yang tepat dan dukungan pengelolaan keuangan yang baik, investasi di saham syariah dapat menjadi langkah awal untuk masa depan finansial yang lebih terencana.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
