Mau tahu cara hitung GMV dengan cepat? GMV adalah total nilai kotor barang yang laku terjual dalam satu waktu. Rumus dasar nya sangat mudah: Harga Jual kali Jumlah Barang. Angka ini penting buat ukur besar nya skala bisnis kamu. Tapi ingat, GMV bukan untung bersih. Agar tidak salah paham, simak panduan lengkap nya di sini.
Daftar Isi:
Dunia Bisnis Online Hari Ini
Bisnis online kini sedang naik daun. Banyak orang mulai jualan lewat internet. Kita sering lihat berita soal toko baru yang sukses besar. Mereka pamer angka jual yang gila-gilaan. Ada yang bilang omzet mereka sampai miliaran rupiah.
Angka besar itu tentu bikin kita silau. Banyak pemula yang ingin ikut jejak mereka. Mereka mulai buka toko dan harap bisa cepat kaya. Tapi, ada satu hal yang sering salah paham. Angka besar yang sering dipamer itu belum tentu uang tunai.
Dalam dunia startup, ada istilah bernama GMV. Ini adalah tolak ukur yang sering dipakai. Sayangnya, banyak yang belum paham arti kata ini. Akibatnya, banyak yang salah atur uang. Mereka kira sudah untung besar, padahal uang di bank tipis.
Artikel ini hadir buat bantu kamu. Kita akan bedah tuntas cara hitung GMV. Kita akan pakai bahasa yang mudah. Tidak ada istilah rumit yang bikin pusing. Tujuannya satu, agar bisnis kamu bisa tumbuh sehat dan kuat.
Apa Arti GMV Sebenarnya?
Mari kita mulai dari dasar. GMV adalah singkatan kata asing. Kepanjangannya adalah Gross Merchandise Value. Jika kita ubah ke bahasa kita, artinya nilai kotor barang dagang.
Kata kunci di sini adalah “Kotor”. Kenapa disebut kotor? Karena angka ini belum potong apa-apa. Ini adalah total harga semua barang yang laku terjual. Angka ini hitung harga asli barang itu.
Bayang kan kamu punya toko baju. Kamu jual satu baju harga 100 ribu. Lalu ada orang beli baju itu. Maka GMV kamu adalah 100 ribu. Tidak peduli apakah kamu beri diskon atau tidak. Tidak peduli juga apakah orang itu bayar lunas atau belum.
Jadi, GMV itu cuma tunjuk “volume” atau besar arus barang. Angka ini tunjuk seberapa sibuk toko kamu. Makin besar angka ini, arti nya toko kamu makin ramai. Tapi ingat, ramai belum tentu untung. Ini poin yang harus kamu pegang kuat-kuat.
Rumus Cara Hitung GMV
Kabar baik buat kamu. Hitung GMV itu sangat mudah. Kamu tidak butuh rumus matematika yang sulit. Anak sekolah dasar pun bisa hitung ini. Kamu cuma butuh dua data utama.
Data pertama adalah Harga Jual. Ini harga yang kamu pasang di label barang. Data kedua adalah Jumlah Barang. Ini total barang yang laku dibeli orang.
GMV = Harga Barang x Jumlah Laku
Rumus di atas adalah rumus dasar. Jika kamu jual banyak jenis barang, caranya sama saja. Kamu tinggal hitung satu-satu lalu jumlah semua. Mari kita lihat variasi cara hitung nya.
1. Hitung Per Produk
Cara ini paling teliti. Kamu hitung GMV untuk tiap jenis barang. Misal kamu jual topi dan kaos. Hitung dulu GMV topi. Lalu hitung GMV kaos. Setelah itu, tambah kan kedua hasil nya.
2. Hitung Pakai Rata-Rata
Kadang data kita tidak lengkap. Kita cuma tahu total orang yang beli. Kita juga tahu rata-rata uang yang mereka keluar kan. Dalam dunia bisnis, ini disebut AOV atau Average Order Value.
Rumus nya jadi: Total Orang Beli x Rata-rata Nilai Belanja. Hasil nya akan sama saja. Ini cuma beda cara pandang data.
Contoh Hitung di Toko Nyata
Teori saja bisa bikin bingung. Mari kita masuk ke contoh nyata. Kita buat skenario toko fiktif. Nama toko nya “Jaya Abadi”. Toko ini jual alat tulis kantor.
Kasus 1: Jualan Normal
Bulan lalu, Toko Jaya Abadi laku jual barang ini:
- Buku Tulis: Harga 5 ribu. Laku 1.000 buah.
- Pulpen: Harga 2 ribu. Laku 2.000 buah.
- Penggaris: Harga 3 ribu. Laku 500 buah.
Mari kita hitung GMV toko ini:
- Buku: 5.000 x 1.000 = 5 Juta.
- Pulpen: 2.000 x 2.000 = 4 Juta.
- Penggaris: 3.000 x 500 = 1,5 Juta.
Total GMV = 5 Juta + 4 Juta + 1,5 Juta = 10,5 Juta Rupiah.
Kasus 2: Ada Barang Batal
Dari total tadi, ternyata ada masalah. Ada 100 buku yang batal beli. Pembeli ubah pikiran. Ada juga 50 pulpen yang rusak dan dikembailkan (retur).
Apakah GMV berubah? Jawab nya TIDAK. Dalam laporan kasar, GMV tetap 10,5 Juta. Inilah sifat “Kotor” dari GMV. Angka ini catat niat beli awal. Soal batal atau retur, itu urusan hitung bersih nanti.
Beda GMV, Omzet, dan Untung
Bagian ini sangat krusial. Kamu wajib paham beda tiga hal ini. Jika salah, bisnis kamu bisa rugi tanpa sadar. Mari kita bedah satu per satu.
1. GMV (Nilai Kotor)
Seperti contoh di atas. Nilainya 10,5 Juta. Ini cuma angka di atas kertas. Ini tanda toko kamu ramai dikunjungi pembeli.
2. Omzet Bersih (Revenue)
Ini adalah uang yang sah jadi hak kamu. Rumus nya: GMV kurang Diskon kurang Retur.
Misal dari 10,5 Juta tadi, kamu beri diskon total 1 Juta. Lalu ada barang retur senilai 500 ribu. Maka uang sah kamu cuma 9 Juta. Uang inilah yang masuk ke kas toko.
3. Untung (Profit)
Ini adalah sisa uang murni. Rumus nya: Omzet kurang Modal dan Biaya.
Dari uang 9 Juta tadi, kamu harus bayar modal beli barang 5 Juta. Bayar gaji karyawan 2 Juta. Bayar listrik 1 Juta. Sisa nya tinggal 1 Juta. Nah, 1 Juta inilah untung bersih kamu.
Lihat beda nya? GMV 10,5 Juta, tapi untung cuma 1 Juta. Jangan sampai kamu gaya hidup mewah lihat angka GMV, padahal uang saku cuma sedikit.
Kenapa Angka Ini Sangat Penting?
Jika GMV bukan uang asli, buat apa kita hitung? Pertanyaan bagus. Ternyata, angka ini punya fungsi vital lain. Terutama buat ukur tumbuh kembang usaha.
1. Ukur Pangsa Pasar
Angka ini tunjuk seberapa kuat kamu di pasar. Jika kamu punya GMV besar, arti nya kamu kuasai pasar. Orang lebih pilih beli di toko kamu daripada toko sebelah.
2. Daya Tawar ke Suplier
Jika GMV kamu besar, kamu bisa tekan suplier. Kamu bisa minta harga modal lebih murah. Alasan nya karena kamu bisa jual barang mereka dalam jumlah banyak. Ini trik dagang tingkat lanjut.
3. Valuasi Bisnis
Buat kamu yang cari investor, angka ini adalah emas. Investor suka lihat grafik GMV yang naik terus. Ini tanda bisnis kamu punya masa depan cerah. Nilai jual usaha kamu jadi mahal di mata mereka.
Awas Jebakan Angka Semu
Mengejar GMV tinggi itu boleh. Tapi jangan sampai buta. Ada istilah “Jebakan Angka Semu”. Banyak pebisnis jatuh di lubang ini.
Bakar Uang Buat Diskon
Kamu ingin GMV naik cepat. Lalu kamu beri diskon 70%. Barang pasti laku keras. GMV kamu meledak naik. Tapi, kamu rugi bandar di tiap barang yang terjual. Uang modal habis, toko tutup.
Tanggung Ongkir Gila-gilaan
Kamu gratiskan ongkir ke seluruh dunia. Orang senang belanja. Tapi biaya kirim makan habis untung kamu. GMV tinggi, tapi kas kosong.
Order Fiktif
Ini cara curang. Jangan pernah tiru. Ada orang buat pesanan palsu biar toko terlihat ramai. Ini cuma tipu diri sendiri. Pada akhirnya, data bisnis kamu jadi rusak dan tak bisa dipercaya.
Trik Jitu Naikkan Nilai Jual
Lalu, gimana cara naikkan GMV dengan sehat? Ada taktik pintar yang bisa kamu coba. Cara ini aman dan bikin pembeli senang.
1. Jual Paket Bundling
Jangan jual barang satu-satu. Coba gabung dua barang jadi satu paket. Misal, jual sampo plus sabun. Harga paket lebih murah sedikit. Orang jadi ingin beli paket itu. Nilai beli mereka jadi lebih besar. GMV kamu naik tanpa perlu cari pembeli baru.
2. Syarat Gratis Ongkir
Ini trik psikologi. Jangan beri gratis ongkir cuma-cuma. Buat syarat: “Gratis Ongkir Jika Belanja 100 Ribu”. Jika orang belanja 80 ribu, mereka pasti cari barang 20 ribu lagi biar dapat gratis kirim. Otomatis, total jual kamu naik.
3. Promo Kilat (Flash Sale)
Buat rasa takut kehabisan. Bikin diskon tapi cuma 2 jam. Orang akan buru-buru bayar. Mereka takut barang habis. Arus uang masuk akan sangat deras dalam waktu singkat.
Atur Uang Bareng Bank Mega
Saat GMV toko kamu naik, masalah baru akan muncul. Arus uang jadi sangat cepat. Kamu butuh stok barang baru tiap hari. Tapi uang hasil jual kadang belum cair dari aplikasi. Di sini kamu butuh mitra bank yang tepat.
Bank Mega punya solusi pas buat masalah ini. Kamu bisa atur arus kas bisnis biar tidak macet. Jangan sampai jualan ramai tapi tak ada uang buat beli stok.
Pakai Kartu Kredit Bank Mega
Ini senjata rahasia pebisnis. Gunakan kartu kredit buat beli stok barang atau modal iklan. Kenapa? Karena kamu bisa beli sekarang, bayar bulan depan. Kamu dapat “nafas” 30 sampai 45 hari.
Barang bisa kamu jual dulu. Dapat uang tunai dari pembeli. Baru nanti kamu bayar tagihan kartu ke bank. Uang modal kamu aman, bisnis jalan terus. Ini nama nya cerdas atur uang.
Pantau Lewat M-Smile
Kamu pebisnis sibuk. Tak punya waktu ke bank. Pakai aplikasi M-Smile di HP kamu. Aplikasi ini sangat canggih.
- Cek Mutasi Cepat: Lihat uang masuk secara real-time. Pastikan dana cair tepat waktu.
- Limit Transfer Besar: Bayar gaji atau vendor tak perlu repot. Limit harian besar.
- Ubah Jadi Cicilan: Jika belanja modal terlalu berat, ubah jadi cicilan ringan lewat aplikasi. Arus kas bulanan jadi lega.
Dengan alat yang tepat, bisnis kamu akan aman. GMV tinggi jadi aset nyata, bukan cuma angka pamer.
Baca juga: Bisnis Jastip: Pengertian, Keuntungan, dan Tips Memulainya
Tanya Jawab (FAQ)
Masih ada yang bingung? Berikut tanya jawab yang sering muncul soal topik ini.
T: Apakah ongkir masuk hitungan GMV?
J: Biasa nya tidak. GMV cuma hitung harga barang. Tapi tiap aplikasi punya aturan beda. Cek lagi aturan tempat kamu jualan.
T: Jika pakai voucher, hitung harga mana?
J: Tetap hitung harga asli sebelum potong voucher. Voucher itu biaya promo, bukan pengurang nilai barang.
T: Perlu hitung GMV buat toko fisik?
J: Tentu saja. Di toko fisik, istilah ini biasa disebut Omzet Bruto. Cara hitung dan guna nya sama saja. Kamu jadi tahu barang mana yang paling laku.
Kesimpulan Akhir
Nah, sekarang kamu sudah paham cara hitung GMV. Ternyata tidak sulit, kan? Ingat, angka ini adalah kompas bisnis kamu. Ia tunjuk arah tumbuh usaha.
Tapi ingat pesan penting ini: Jangan cuma kejar GMV. Kejar juga untung bersih. Bisnis yang sehat itu bisnis yang untung, bukan cuma ramai. Mulai lah hitung data toko kamu hari ini. Ambil kertas, ambil pulpen, dan mulai bedah angka nya.
Jangan lupa, kelola uang hasil kerja keras kamu dengan aman. Pakai layanan dari Bank Mega dan aplikasi M-Smile. Biarkan bank urus sistem uang nya, kamu fokus besar kan bisnis nya. Sukses terus buat usaha kamu!
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
