MRT Jakarta menjadi salah satu pilihan transportasi umum yang praktis untuk bepergian dari kawasan Jakarta Selatan menuju pusat kota. Dengan jalur yang sederhana, waktu perjalanan relatif singkat, serta berbagai pilihan pembayaran, moda ini juga cukup mudah digunakan oleh penumpang yang baru pertama kali mencobanya.
Meski demikian, pengalaman pertama naik MRT tetap dapat terasa membingungkan. Anda mungkin bertanya harus membeli tiket di mana, bagaimana menentukan arah kereta, apakah perlu tap saat keluar, sampai berapa tarif yang perlu disiapkan.
Pada dasarnya, cara naik MRT Jakarta cukup sederhana. Tentukan stasiun asal dan tujuan, siapkan metode pembayaran, masuk melalui passenger gate, pilih peron sesuai arah, naik setelah penumpang lain turun, lalu lakukan tap out atau scan tiket kembali ketika tiba di stasiun tujuan.
Hal terpenting adalah memahami bahwa MRT Jakarta saat ini menggunakan dua arah utama, yaitu menuju Lebak Bulus dan menuju Bundaran HI. Setelah memahami konsep tersebut, kemungkinan salah naik dapat dikurangi.
Berikut panduan lengkap cara menggunakan MRT Jakarta untuk pemula, mulai dari persiapan, membeli tiket, membaca arah perjalanan, tarif, rute, jam operasional, hingga cara transit ke transportasi umum lainnya.
Ringkasan Artikel:
- MRT Jakarta saat ini melayani koridor Lebak Bulus hingga Bundaran HI melalui 13 stasiun.
- Tarif reguler berkisar Rp3.000–Rp14.000 tergantung stasiun asal dan tujuan.
- Metode pembayaran mencakup kartu uang elektronik, MyMRTJ, MyMRTJ Lite, QRIS Tap, serta kanal pembayaran lain yang tersedia.
- MRT Jakarta beroperasi normal sekitar pukul 05.00–24.00 WIB pada hari kerja maupun akhir pekan.
- Pada hari kerja, headway sekitar 5 menit saat jam sibuk dan 10 menit di luar jam sibuk. Akhir pekan umumnya sekitar 10 menit.
- Kawasan Dukuh Atas menjadi titik penting untuk berpindah ke KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, maupun Kereta Bandara.
Daftar Isi
- Mengenal MRT Jakarta
- Apa yang Perlu Disiapkan sebelum Naik MRT Jakarta?
- Cara Naik MRT Jakarta untuk Pemula
- Cara Beli Tiket MRT Jakarta
- Cara Menentukan Arah MRT agar Tidak Salah Naik
- Berapa Tarif MRT Jakarta?
- Rute dan Stasiun MRT Jakarta yang Perlu Diketahui
- Jam Operasional MRT Jakarta
- Cara Transit dari MRT ke Transportasi Umum Lain
- Aturan dan Etika saat Naik MRT Jakarta
- Tips Naik MRT Jakarta untuk Pertama Kali
- Permudah Pembayaran saat Bepergian dengan Bank Mega
Mengenal MRT Jakarta
MRT Jakarta merupakan sistem angkutan cepat berbasis rel yang beroperasi di Jakarta.
Layanan komersial fase pertamanya mulai beroperasi pada 2019 dengan koridor yang menghubungkan kawasan Lebak Bulus di Jakarta Selatan hingga Bundaran HI di pusat Jakarta.
Koridor tersebut memiliki 13 stasiun dengan panjang lintasan sekitar 16 kilometer.
Bagian selatan jalur menggunakan struktur layang, sedangkan perjalanan mulai kawasan Senayan menuju Bundaran HI menggunakan jalur bawah tanah.
Secara umum, MRT Jakarta cocok digunakan untuk menuju kawasan seperti:
- Lebak Bulus;
- Fatmawati;
- Cipete;
- Blok M;
- Senayan;
- Istora dan GBK;
- Sudirman;
- Dukuh Atas; dan
- Bundaran HI.
Bagi pemula, jalurnya relatif mudah dipahami karena untuk layanan yang saat ini beroperasi Anda hanya perlu memperhatikan dua arah utama: Lebak Bulus atau Bundaran HI.
Apa yang Perlu Disiapkan sebelum Naik MRT Jakarta?
1. Tentukan Stasiun Asal dan Tujuan
Sebelum berangkat, tentukan stasiun MRT yang paling dekat dengan lokasi awal dan destinasi Anda.
Contohnya, jika ingin pergi dari Blok M ke kawasan Bundaran HI, Anda dapat masuk melalui Stasiun Blok M BCA dan turun di Stasiun Bundaran HI.
Jika destinasi tidak tepat berada di samping stasiun, perhatikan pula pintu keluar mana yang paling dekat dengan tujuan akhir.
Anda dapat memanfaatkan aplikasi MyMRTJ, aplikasi peta, maupun informasi stasiun untuk merencanakan perjalanan.
2. Cek Rute dan Arah Perjalanan
Setelah mengetahui stasiun asal dan tujuan, tentukan ke arah mana Anda harus naik.
Gunakan aturan sederhana berikut:
- jika tujuan berada lebih ke utara dari posisi Anda, umumnya pilih arah Bundaran HI; dan
- jika tujuan berada lebih ke selatan, pilih arah Lebak Bulus.
Misalnya, dari Blok M menuju Senayan, pilih kereta arah Bundaran HI.
Sebaliknya, dari Dukuh Atas menuju Cipete Raya, pilih kereta arah Lebak Bulus.
3. Siapkan Metode Pembayaran
MRT Jakarta saat ini menyediakan cukup banyak metode pembayaran.
Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain:
- kartu uang elektronik seperti Mandiri e-Money, BCA Flazz, BRI BRIZZI, BNI TapCash, dan JakCard;
- tiket digital melalui aplikasi MyMRTJ;
- QRIS Tap pada perangkat dan aplikasi yang mendukung;
- tiket melalui mesin MyMRTJ Lite dengan pembayaran QRIS, kartu debit, atau kartu kredit; dan
- pembelian tiket melalui layanan loket stasiun sesuai metode pembayaran yang tersedia.
Untuk pengalaman paling praktis, siapkan metode pembayaran sebelum sampai di passenger gate.
Cara Naik MRT Jakarta untuk Pemula
1. Datang ke Stasiun MRT Terdekat
Masuk ke area stasiun melalui pintu masuk yang tersedia.
Beberapa stasiun mempunyai beberapa entrance yang berada pada sisi jalan berbeda.
Jika menggunakan aplikasi peta, pastikan Anda diarahkan ke entrance yang paling dekat dan tidak perlu menyeberang jalan terlalu jauh.
Setelah memasuki stasiun, ikuti petunjuk menuju area concourse dan passenger gate.
2. Beli Tiket atau Siapkan Metode Pembayaran
Jika menggunakan kartu uang elektronik, pastikan saldo mencukupi.
Jika menggunakan tiket digital, selesaikan pembelian melalui MyMRTJ terlebih dahulu dan siapkan kode tiket yang akan digunakan.
Anda juga dapat membeli tiket melalui mesin MyMRTJ Lite atau menanyakan opsi pembelian di loket.
Pengguna QRIS Tap dapat langsung menyiapkan aplikasi bank atau dompet digital yang mendukung fitur tersebut sebelum menuju gate.
3. Tap Kartu atau Scan Tiket untuk Masuk
Setelah sampai di passenger gate, gunakan metode pembayaran sesuai jenis tiket.
Jika menggunakan kartu uang elektronik, tempelkan kartu pada reader hingga gerbang terbuka.
Untuk tiket digital, ikuti mekanisme scan pada reader yang tersedia.
Jika menggunakan QRIS Tap, aktifkan NFC dan tempelkan smartphone pada reader QRIS Tap yang tersedia.
Jangan langsung mengikuti penumpang di depan melewati gate yang sama. Setiap penumpang harus menggunakan tiket atau metode pembayaran masing-masing.
4. Periksa Arah Kereta dan Peron
Setelah melewati gate, perhatikan petunjuk arah menuju peron.
Anda akan menemukan informasi mengenai kereta tujuan Lebak Bulus atau Bundaran HI.
Pastikan arah tersebut sesuai dengan stasiun tujuan Anda sebelum turun ke peron.
Jika masih ragu, lihat daftar stasiun pada papan informasi atau tanyakan kepada petugas.
5. Tunggu Kereta di Area yang Ditentukan
Setelah sampai di peron, berdirilah di area antre yang telah diberi marka.
Jangan berdiri terlalu dekat dengan pintu platform screen door dan selalu berada di belakang batas aman.
Layar informasi di stasiun biasanya menunjukkan kereta berikutnya serta arah perjalanan.
6. Masuk ke Kereta setelah Penumpang Turun
Ketika kereta datang, jangan langsung masuk.
Berikan ruang agar penumpang di dalam kereta dapat turun terlebih dahulu.
Setelah area pintu lebih kosong, masuk secara tertib dan jangan menghalangi jalur penumpang lain.
Jika kereta penuh, hindari berhenti tepat di depan pintu jika masih terdapat ruang di bagian dalam.
7. Perhatikan Stasiun Tujuan
Di dalam kereta terdapat pengumuman dan layar informasi mengenai posisi kereta serta stasiun berikutnya.
Anda dapat menggunakannya untuk memastikan perjalanan masih berada pada arah yang benar.
Jika tujuan sudah tinggal satu stasiun lagi, bersiaplah mendekati pintu tanpa menghalangi penumpang lain.
8. Turun di Stasiun Tujuan
Ketika kereta berhenti, keluar secara tertib.
Setelah turun, ikuti petunjuk menuju way out atau pintu keluar.
Stasiun besar dapat memiliki banyak exit. Karena itu, periksa nomor atau nama pintu keluar yang paling dekat dengan destinasi Anda sebelum meninggalkan stasiun.
9. Tap Kartu atau Scan Tiket di Gerbang Keluar
Perjalanan belum selesai ketika Anda turun dari kereta.
Saat keluar dari area berbayar, lakukan kembali tap out menggunakan kartu yang sama, scan tiket yang digunakan ketika masuk, atau tap smartphone jika menggunakan QRIS Tap.
Sistem kemudian menghitung tarif berdasarkan stasiun asal dan tujuan.
Untuk metode yang menggunakan tap in dan tap out, hindari mengganti kartu atau sumber pembayaran di tengah perjalanan karena data perjalanan harus menggunakan metode yang sama.
Cara Beli Tiket MRT Jakarta
1. Menggunakan Kartu Uang Elektronik
Cara yang praktis untuk pengguna rutin adalah menggunakan kartu uang elektronik.
MRT Jakarta saat ini menerima beberapa kartu seperti:
- Mandiri e-Money;
- BCA Flazz;
- BRI BRIZZI;
- BNI TapCash; dan
- JakCard.
Anda cukup melakukan tap ketika masuk dan tap kembali ketika keluar.
Sebelum berangkat, cek saldo agar tidak mengalami kendala di gate.
2. Membeli Tiket melalui Aplikasi MyMRTJ
MyMRTJ menyediakan pembelian tiket digital sekaligus informasi terkait perjalanan MRT Jakarta.
Metode pembayaran yang tersedia di dalam ekosistem aplikasi dapat mencakup beberapa layanan seperti AstraPay, iSaku, blu by BCA Digital, GoPay, kartu kredit Mastercard, Kredivo, dan Yup sesuai layanan yang sedang tersedia.
Setelah tiket berhasil dibeli, gunakan tiket digital tersebut pada gate sesuai petunjuk aplikasi.
Selain tiket, MyMRTJ juga berguna untuk mengecek informasi perjalanan sehingga cukup membantu bagi pengguna pertama kali.
3. Membeli Tiket melalui Mesin MyMRTJ Lite
Di stasiun tersedia MyMRTJ Lite yang dapat digunakan untuk membeli tiket berbasis kode QR.
Metode pembayaran pada mesin ini mencakup:
- QRIS;
- kartu debit; dan
- kartu kredit.
Ikuti instruksi pada layar, tentukan perjalanan, selesaikan pembayaran, kemudian gunakan tiket yang diterbitkan untuk melewati gate.
Metode ini dapat menjadi pilihan apabila Anda tidak membawa kartu uang elektronik.
4. Membeli Tiket di Loket Stasiun
Jika belum memahami mesin atau metode pembayaran digital, Anda dapat mendatangi loket layanan di stasiun.
Petugas dapat membantu menjelaskan pembelian tiket dan metode pembayaran yang tersedia.
Opsi pembayaran melalui loket dapat mengikuti fasilitas dan kebijakan layanan yang berlaku pada saat Anda melakukan perjalanan.
Jangan ragu bertanya kepada petugas apabila masih bingung mengenai jenis tiket, tujuan, atau penggunaan gate.
Cara Menentukan Arah MRT agar Tidak Salah Naik
1. Arah Lebak Bulus
Pilih kereta arah Lebak Bulus apabila tujuan Anda berada ke sisi selatan dari posisi saat ini.
Misalnya:
- Bundaran HI ke Blok M → arah Lebak Bulus;
- Dukuh Atas ke Cipete Raya → arah Lebak Bulus;
- Senayan ke Fatmawati → arah Lebak Bulus.
Terminus di sisi selatan saat ini menggunakan nama komersial Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, tetapi Anda tetap dapat mengenalinya sebagai Stasiun Lebak Bulus.
2. Arah Bundaran HI
Pilih arah Bundaran HI jika tujuan Anda berada lebih ke utara.
Contohnya:
- Lebak Bulus ke Blok M → arah Bundaran HI;
- Cipete Raya ke Senayan → arah Bundaran HI;
- Blok M ke Dukuh Atas → arah Bundaran HI.
Nama komersial terminal utara dapat tampil bersama mitra hak penamaan, tetapi lokasi dasarnya tetap Stasiun Bundaran HI.
3. Cek Papan Informasi sebelum Masuk Peron
Jangan hanya mengikuti arus orang.
Periksa tanda arah di concourse dan peron karena sebagian besar penumpang di sekitar Anda belum tentu menuju arah yang sama.
Jika terlanjur salah turun ke sisi peron, ikuti petunjuk untuk berpindah area sesuai desain stasiun atau tanyakan kepada petugas. Jangan mencoba melewati pembatas yang tidak diperuntukkan bagi penumpang.
Berapa Tarif MRT Jakarta?
1. Tarif Ditentukan Berdasarkan Stasiun Asal dan Tujuan
Tarif reguler MRT Jakarta saat ini berkisar antara Rp3.000 hingga Rp14.000.
Besarnya tarif tidak menggunakan satu harga flat untuk seluruh perjalanan.
Sistem menghitung tarif berdasarkan kombinasi stasiun ketika Anda masuk dan stasiun tempat keluar.
Karena itu, perjalanan antardua stasiun yang berdekatan dapat lebih murah dibandingkan perjalanan dari ujung ke ujung koridor.
Pada hari atau acara tertentu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan MRT Jakarta dapat memberlakukan tarif khusus. Jika terdapat program tersebut, informasinya biasanya diumumkan melalui kanal resmi.
2. Contoh Tarif untuk Beberapa Rute MRT Jakarta
Berikut beberapa contoh tarif reguler berdasarkan tabel tarif MRT Jakarta:
| Rute | Tarif |
|---|---|
| Lebak Bulus – Bundaran HI | Rp14.000 |
| Lebak Bulus – Blok M | Rp8.000 |
| Blok M – Bundaran HI | Rp8.000 |
| Senayan – Bundaran HI | Rp6.000 |
| Dukuh Atas – Bundaran HI | Rp3.000 |
| Cipete Raya – Haji Nawi | Rp3.000 |
Tarif dapat diperiksa kembali melalui informasi resmi MRT Jakarta sebelum perjalanan, terutama jika terdapat program tarif khusus.
Rute dan Stasiun MRT Jakarta yang Perlu Diketahui
Koridor MRT Jakarta yang beroperasi saat ini terdiri dari 13 stasiun.
Urutannya dari selatan ke utara adalah:
- Lebak Bulus BSI;
- Fatmawati Indomaret;
- Cipete Raya TUKU;
- Haji Nawi;
- Blok A;
- Blok M BCA;
- ASEAN;
- Senayan Mastercard;
- Istora Mandiri;
- Bendungan Hilir;
- Setiabudi Astra;
- Dukuh Atas BNI; dan
- Bundaran HI.
Nama komersial stasiun dapat berubah mengikuti kerja sama hak penamaan. Karena itu, nama lokasi seperti Lebak Bulus, Blok M, Senayan, Dukuh Atas, dan Bundaran HI tetap penting untuk dikenali.
1. Stasiun di Kawasan Lebak Bulus hingga Blok M
Bagian selatan mencakup:
- Lebak Bulus;
- Fatmawati;
- Cipete Raya;
- Haji Nawi;
- Blok A; dan
- Blok M.
Bagian ini sebagian besar berada di kawasan Jakarta Selatan dan menggunakan jalur layang.
Blok M menjadi salah satu stasiun yang ramai karena dekat dengan pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, terminal, dan berbagai layanan TransJakarta.
2. Stasiun di Kawasan Senayan dan Sudirman
Setelah melewati Stasiun ASEAN, jalur berlanjut ke:
- Senayan;
- Istora Mandiri;
- Bendungan Hilir; dan
- Setiabudi Astra.
Stasiun Senayan dan Istora dapat digunakan untuk menuju kawasan Gelora Bung Karno serta pusat bisnis dan pusat perbelanjaan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman.
Bendungan Hilir dan Setiabudi juga melayani area perkantoran yang padat sehingga cukup ramai pada jam berangkat dan pulang kerja.
3. Stasiun di Kawasan Dukuh Atas dan Bundaran HI
Dua stasiun paling utara pada koridor saat ini adalah Dukuh Atas dan Bundaran HI.
Dukuh Atas menjadi salah satu stasiun terpenting karena berada dalam kawasan integrasi transportasi yang menghubungkan MRT dengan KRL, LRT Jabodebek, TransJakarta, dan Kereta Bandara.
Bundaran HI menjadi titik strategis untuk menuju kawasan Thamrin, pusat perbelanjaan, hotel, dan berbagai destinasi di pusat Jakarta.
Jam Operasional MRT Jakarta
1. Jam Operasional Hari Kerja
Pada pola operasional normal, MRT Jakarta beroperasi sekitar pukul 05.00–24.00 WIB pada Senin hingga Jumat.
Kereta tidak berarti tepat berangkat dari setiap stasiun pada pukul 05.00 atau tersedia sampai persis pukul 24.00 di semua titik. Waktu kereta pertama dan terakhir di setiap stasiun dapat berbeda.
Jika bepergian sangat pagi atau mendekati tengah malam, cek jadwal keberangkatan spesifik stasiun terlebih dahulu.
2. Jam Operasional Akhir Pekan
Pada Sabtu dan Minggu, pola operasional normal juga berlangsung sekitar 05.00–24.00 WIB.
Pada libur nasional, acara besar, malam tahun baru, atau kebijakan khusus pemerintah, jam operasional dapat diperpanjang maupun disesuaikan.
Gunakan informasi terbaru dari MRT Jakarta untuk perjalanan pada tanggal khusus.
3. Headway pada Jam Sibuk dan Jam Normal
Headway adalah jarak waktu antara satu kereta dengan kereta berikutnya.
Pada hari kerja, MRT Jakarta menggunakan selang sekitar:
- 5 menit pada jam sibuk; dan
- 10 menit pada waktu normal.
Jam sibuk reguler berada sekitar pukul 07.00–09.00 WIB dan 17.00–19.00 WIB.
Pada akhir pekan, headway umumnya sekitar 10 menit.
Pola tersebut dapat berubah dalam kondisi tertentu, jadi gunakan layar informasi di stasiun sebagai acuan ketika sudah berada di lokasi.
Cara Transit dari MRT ke Transportasi Umum Lain
1. Transit ke KRL Commuter Line
Salah satu koneksi terpenting berada di kawasan Dukuh Atas.
Dari Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Anda dapat berjalan menuju Stasiun Sudirman untuk melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line.
Ikuti signage menuju kawasan integrasi atau tanyakan kepada petugas apabila baru pertama kali melakukan perpindahan.
Ingat bahwa pembayaran MRT dan KRL tetap mengikuti sistem masing-masing, sehingga Anda perlu melakukan tap out dari MRT terlebih dahulu sebelum masuk ke moda berikutnya.
2. Transit ke TransJakarta
Berbagai stasiun MRT mempunyai akses ke halte atau layanan TransJakarta di sekitarnya.
Beberapa kawasan yang populer untuk perpindahan antara lain:
- Lebak Bulus;
- Blok M;
- Senayan;
- Istora;
- Bendungan Hilir;
- Dukuh Atas; dan
- Bundaran HI.
Rute TransJakarta dapat berubah dan jumlah koridornya jauh lebih banyak daripada MRT. Gunakan aplikasi peta atau informasi transportasi untuk menentukan halte dan koridor lanjutan.
3. Transit ke LRT Jabodebek
Untuk berpindah ke LRT Jabodebek, turun di MRT Dukuh Atas BNI.
Kawasan Dukuh Atas dikembangkan sebagai pusat integrasi antarmoda dan menghubungkan akses pejalan kaki ke berbagai moda, termasuk LRT Jabodebek.
Setelah keluar dari MRT, ikuti petunjuk menuju Stasiun LRT Dukuh Atas.
Berikan waktu tambahan untuk berjalan dan berpindah gate, terutama pada jam sibuk.
4. Transit ke Kereta Bandara
Dukuh Atas juga dapat digunakan untuk melanjutkan perjalanan menuju Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
Dari MRT Dukuh Atas, ikuti arah menuju Stasiun BNI City yang melayani kereta bandara.
Karena perjalanan dilanjutkan dengan moda berbeda, pastikan Anda memperhitungkan waktu berjalan, pembelian tiket, dan jadwal keberangkatan kereta bandara.
Jika mempunyai jadwal penerbangan, berikan buffer waktu yang cukup dan jangan membuat koneksi terlalu ketat.
Aturan dan Etika saat Naik MRT Jakarta
1. Dahulukan Penumpang yang Turun
Ketika kereta berhenti, berdirilah di sisi area pintu sesuai marka.
Biarkan penumpang keluar terlebih dahulu sebelum Anda masuk.
Cara sederhana ini membantu mempercepat proses naik-turun penumpang dan mengurangi kepadatan di pintu.
2. Berikan Kursi Prioritas kepada yang Membutuhkan
MRT menyediakan kursi prioritas untuk pengguna yang membutuhkan, seperti penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan penumpang dengan kebutuhan khusus lainnya.
Jika sedang duduk di area prioritas dan terdapat penumpang yang lebih membutuhkan, berikan tempat duduk tersebut.
3. Antre dan Ikuti Marka di Stasiun
Ikuti garis antrean dan petunjuk yang tersedia di peron.
Jangan menyerobot atau berdiri di area yang seharusnya digunakan penumpang untuk keluar dari kereta.
Patuhi pula arahan petugas ketika stasiun sedang menerapkan pengaturan kepadatan.
4. Jaga Barang Bawaan
Simpan tas dan barang bawaan agar tidak menghalangi lorong atau pintu.
Pada kondisi ramai, pindahkan ransel besar dari punggung dan pegang di posisi yang tidak mengganggu penumpang lain.
Pastikan barang tidak tertinggal ketika turun.
MRT Jakarta memang mempunyai layanan lost and found, tetapi mencegah barang tertinggal tetap menjadi pilihan terbaik.
5. Patuhi Larangan Makan dan Minum di Area yang Ditentukan
Ikuti ketentuan mengenai makan dan minum di area MRT Jakarta.
Secara umum, hindari makan maupun minum di kereta dan area berbayar apabila tidak diperbolehkan.
MRT Jakarta dapat mengeluarkan kebijakan khusus pada kondisi tertentu, misalnya saat waktu berbuka puasa pada Ramadan dengan jenis makanan, minuman, dan waktu yang dibatasi.
Selalu jaga kebersihan dan jangan meninggalkan sampah.
Tips Naik MRT Jakarta untuk Pertama Kali
1. Hindari Jam Sibuk Jika Ingin Perjalanan Lebih Nyaman
Jika perjalanan tidak terikat jam kerja, pertimbangkan menghindari sekitar pukul 07.00–09.00 dan 17.00–19.00 pada hari kerja.
Kereta memang datang lebih sering pada periode tersebut, tetapi jumlah penumpang juga cenderung lebih tinggi.
Bagi pengguna pertama kali, bepergian di luar peak hour dapat memberikan lebih banyak waktu untuk membaca petunjuk di stasiun tanpa terburu-buru.
2. Cek Saldo Kartu sebelum Masuk Stasiun
Pastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum melewati gate.
Jika tidak yakin, cek saldo sebelum keberangkatan melalui fasilitas yang didukung penerbit kartu atau kanal yang tersedia.
Menyiapkan saldo lebih awal dapat menghindari antrean tambahan.
3. Gunakan MyMRTJ untuk Mengecek Jadwal dan Perjalanan
Aplikasi MyMRTJ tidak hanya berfungsi untuk membeli tiket.
Gunakan aplikasi untuk membantu mencari informasi perjalanan, stasiun, maupun layanan MRT lainnya.
Jika bepergian pada hari libur atau terdapat acara besar di Jakarta, periksa pula informasi operasional terbaru.
4. Perhatikan Nama Pintu Keluar Stasiun
Kesalahan yang cukup umum dilakukan pemula adalah turun di stasiun yang benar tetapi keluar melalui sisi yang salah.
Akibatnya, Anda mungkin harus menyeberang jalan atau berjalan lebih jauh.
Sebelum naik eskalator menuju exit, cek peta lokalitas dan petunjuk destinasi yang tersedia di dalam stasiun.
5. Jangan Ragu Bertanya kepada Petugas
Jika tidak yakin mengenai peron, tiket, transit, atau pintu keluar, tanyakan langsung kepada petugas.
Hal tersebut lebih aman daripada mencoba mengikuti penumpang lain tanpa mengetahui tujuannya.
Bagi pengguna pertama kali, petugas juga dapat membantu menjelaskan cara menggunakan gate atau mesin tiket.
Baca Juga: Tap to Ride dengan Kartu Kredit Bank Mega Visa Contactless, dari MRT Jakarta hingga Luar Negeri
Permudah Pembayaran saat Bepergian dengan Bank Mega
Perjalanan dengan transportasi umum kini semakin praktis karena metode pembayarannya semakin beragam.
Bagi nasabah Bank Mega, M-Smile saat ini mempunyai fitur QRIS Tap NFC dan QRIS Tap In-Tap Out yang dapat digunakan pada transportasi umum yang mendukung, termasuk MRT Jakarta.
Fitur tersebut menggunakan sumber dana dari tabungan atau Kartu Debit Bank Mega yang telah terhubung ke M-Smile.
Untuk menggunakan QRIS Tap In-Tap Out, Anda dapat mengikuti langkah berikut:
- gunakan smartphone Android yang memiliki fitur NFC;
- aktifkan NFC pada perangkat;
- buka M-Smile dan pastikan Kartu Debit Bank Mega sudah terhubung;
- pilih menu QRIS Tap;
- pada gate masuk, tempelkan smartphone ke reader QRIS Tap;
- saat tiba di tujuan, lakukan tap kembali pada gate keluar; dan
- sistem akan menghitung serta mendebet tarif perjalanan dari sumber dana yang digunakan.
Pastikan Anda menggunakan sumber dana dan perangkat yang sama ketika melakukan tap in dan tap out.
Selain QRIS Tap, MRT Jakarta juga menyediakan mesin MyMRTJ Lite dengan pembayaran menggunakan kartu debit dan kartu kredit. Penggunaan Kartu Debit atau Kartu Kredit Bank Mega pada kanal tersebut tetap mengikuti kompatibilitas jaringan kartu, ketentuan MRT Jakarta, dan ketentuan kartu yang berlaku.
M-Smile juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi lain selama bepergian, seperti:
- transfer dana melalui BI-FAST maupun metode lainnya;
- melakukan pembayaran QRIS pada merchant yang mendukung;
- mengecek informasi transaksi; serta
- mengelola berbagai kebutuhan rekening Bank Mega melalui aplikasi.
Dengan menyiapkan metode pembayaran sebelum perjalanan, Anda dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk membeli tiket ketika tiba di stasiun.
Kesimpulannya, cara naik MRT Jakarta untuk pemula sebenarnya cukup sederhana. Tentukan stasiun tujuan, lihat apakah perjalanan menuju arah Lebak Bulus atau Bundaran HI, siapkan kartu atau tiket digital, lalu lakukan tap in. Setelah berada di peron, antre sesuai marka dan dahulukan penumpang yang turun. Sesampainya di tujuan, lakukan tap out menggunakan metode pembayaran yang sama. Dengan tarif mulai Rp3.000, jam operasional panjang, serta koneksi ke berbagai moda lain, MRT dapat menjadi pilihan praktis untuk bepergian melintasi Jakarta Selatan hingga pusat kota.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
