Setiap jam 4 sore di bulan puasa, jalanan pasti macet. Orang-orang sibuk menepi di pinggir jalan, mengerumuni pedagang es buah, kolak, dan gorengan. Fenomena ini kita kenal dengan istilah “Berburu Takjil”.
Tapi, pernahkah Anda bertanya-tanya? Kenapa sih namanya “Takjil”? Dan sejak kapan tradisi makan yang manis-manis ini jadi wajib ada di Indonesia?
Ternyata, arti kata takjil itu bukan “makanan” lho! Wah, kok bisa? Yuk, simak sejarah uniknya di sini.
1. Asal Kata dari Bahasa Arab
Kata “Takjil” sebenarnya diambil dari bahasa Arab, yaitu “Ajjala-Yu’ajjilu-Ta’jilan”. Artinya adalah menyegerakan atau mempercepat.
Jadi, maksud aslinya adalah anjuran untuk segera membatalkan puasa begitu adzan Maghrib berkumandang. Jangan ditunda-tunda. Dulu, orang bilang “Mari kita takjil (segera berbuka)”, tapi lama-kelamaan maknanya geser jadi “Mari kita beli takjil (makanan)”.
2. Tradisi Wali Songo
Di tanah Jawa, sejarah takjil konon erat kaitannya dengan dakwah Sunan Kudus (salah satu Wali Songo). Dulu, Sunan Kudus sering bikin acara buka puasa bersama di masjid.
Beliau menyajikan kurma dan makanan ringan lainnya supaya warga bisa segera membatalkan puasa (takjil) sebelum salat Maghrib. Dari sinilah, kebiasaan memberi atau mencari makanan ringan buat buka puasa mulai menyebar dan melekat di hati masyarakat.
3. Kenapa Harus Manis?
Lalu, kenapa identik dengan kolak, es campur, atau kurma manis? Ini ada alasan ilmiahnya.
Setelah seharian perut kosong, kadar gula darah kita turun drastis. Tubuh butuh energi cepat. Makanan manis adalah sumber energi yang paling cepat diserap tubuh.
Nabi Muhammad SAW sendiri menganjurkan berbuka dengan kurma basah (ruthob) atau air putih. Kurma itu manis alami. Nah, karena di Indonesia dulu kurma mahal dan susah dicari, orang tua kita menggantinya dengan kolak pisang atau bubur manis.
4. Fenomena “War Takjil” Masa Kini
Sekarang, takjil sudah jadi budaya pop. Bukan cuma umat Muslim, teman-teman non-muslim pun ikut seru-seruan antre beli gorengan dan es buah saat sore hari. Istilah “War Takjil” pun muncul karena saking ramainya rebutan risol mayo atau pastel.
Ini bukti kalau Ramadan itu membawa berkah dan kebahagiaan buat siapa saja, tanpa pandang agama.
Bikin Takjil Sendiri atau Beli?
Mau bikin kolak pisang sendiri di rumah biar lebih sehat? Atau mau ikut seru-seruan war takjil di pasar kaget?
Dua-duanya boleh kok. Asalkan belanjanya cerdas ya!
- Kalau Masak Sendiri: Belanja bahan (pisang, gula merah, santan) di Transmart. Bayar pakai Kartu Kredit Bank Mega biar dapat diskon 10%.
- Kalau Jajan di Luar: Pas beli di pedagang takjil kekinian, bayar pakai QRIS di aplikasi M-Smile. Tinggal scan, sat-set, tidak perlu ribet cari uang kembalian.
Baca juga: Rekomendasi 15 Menu Takjil Buka Puasa, Cocok untuk Ide Jualan!
Kesimpulan
Jadi sekarang sudah tahu kan? Takjil itu artinya “menyegerakan berbuka”, bukan nama makanannya.
Apapun menunya, baik itu kurma, kolak, atau gorengan, yang paling penting adalah rasa syukur kita saat mendengar suara bedug Maghrib. Selamat berburu takjil!
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS