Memiliki anak membuat kebutuhan keuangan keluarga semakin beragam. Selain kebutuhan sehari-hari seperti makanan, pakaian, dan kesehatan, orang tua juga perlu memikirkan biaya pendidikan, kegiatan pengembangan diri, hingga kebutuhan anak dalam jangka panjang.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyiapkan tabungan anak. Dana ini dapat membantu keluarga memisahkan uang yang memang ditujukan untuk kebutuhan anak sehingga tidak mudah tercampur dengan pengeluaran rumah tangga lainnya.
Tabungan anak juga bukan hanya soal menyiapkan uang untuk masa depan. Jika dilakukan dengan tepat, kebiasaan ini dapat menjadi sarana bagi orang tua untuk mengenalkan konsep menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengajarkan anak mengelola uang sejak dini.
Lantas, sebenarnya tabungan anak untuk apa dan berapa jumlah yang sebaiknya disiapkan? Berikut penjelasan lengkapnya.
Daftar Isi
- Apa Itu Tabungan Anak?
- Tabungan Anak untuk Apa?
- Manfaat Tabungan Anak bagi Keuangan Keluarga
- Kapan Sebaiknya Mulai Menyiapkan Tabungan Anak?
- Kebutuhan yang Bisa Dipersiapkan dengan Tabungan Anak
- Cara Menentukan Target Tabungan Anak
- Berapa Nominal yang Sebaiknya Ditabung untuk Anak?
- Cara Menabung untuk Anak agar Lebih Konsisten
- Cara Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini
- Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menyiapkan Tabungan Anak
- Mulai Siapkan Tabungan Anak Sesuai Kemampuan Keuangan Keluarga
- FAQ Seputar Tabungan Anak
Apa Itu Tabungan Anak?
Tabungan anak adalah dana yang disiapkan secara khusus untuk kebutuhan anak, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Dalam praktiknya, tabungan anak dapat berupa rekening yang memang dibuat khusus untuk anak atau rekening terpisah yang dikelola orang tua dan dialokasikan untuk kebutuhan anak.
Yang terpenting bukan hanya nama rekeningnya, tetapi adanya pemisahan dana berdasarkan tujuan. Dengan demikian, orang tua dapat mengetahui berapa jumlah uang yang sudah terkumpul untuk kebutuhan anak dan tidak mudah menggunakannya untuk pengeluaran lain.
Tabungan anak juga berbeda dari dana darurat keluarga. Dana darurat digunakan untuk kondisi tidak terduga, sedangkan tabungan anak sebaiknya memiliki tujuan yang lebih terencana, seperti biaya masuk sekolah atau kebutuhan pendidikan tertentu.
Tabungan Anak untuk Apa?
1. Menyiapkan Dana Pendidikan
Salah satu tujuan yang paling umum adalah menyiapkan dana pendidikan.
Biaya pendidikan tidak hanya berupa uang sekolah. Orang tua juga perlu mempertimbangkan biaya pendaftaran, seragam, buku, perangkat belajar, transportasi, kegiatan sekolah, hingga kebutuhan pendidikan berikutnya.
Menabung sejak lebih awal dapat membantu keluarga mengurangi tekanan ketika biaya tersebut harus dibayar sekaligus.
2. Menyimpan Dana untuk Kebutuhan Anak di Masa Depan
Kebutuhan anak akan berubah seiring pertambahan usia.
Dana yang dikumpulkan saat anak masih kecil dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan di masa depan, seperti pendidikan lanjutan, kursus, perangkat belajar, atau kebutuhan lain yang sudah direncanakan.
Dengan memiliki tabungan khusus, keluarga tidak perlu selalu mengambil dana dari pengeluaran bulanan ketika kebutuhan besar muncul.
3. Membantu Keluarga Memisahkan Dana Khusus Anak
Jika seluruh uang keluarga disimpan dalam satu tempat, dana untuk kebutuhan anak dapat mudah tercampur dengan uang belanja, tagihan, atau kebutuhan lainnya.
Memisahkan tabungan membantu memberikan batas yang lebih jelas antara:
- dana kebutuhan harian;
- dana darurat;
- tabungan anak;
- tabungan keluarga; dan
- tujuan finansial lainnya.
4. Mengajarkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini
Tabungan juga dapat menjadi sarana belajar.
Ketika anak mulai memahami uang, orang tua dapat mengajaknya menyisihkan sebagian uang saku atau uang hadiah untuk ditabung.
Anak dapat belajar bahwa tidak seluruh uang yang diterima harus langsung dihabiskan.
5. Membantu Anak Belajar Mengelola Uang
Selain menabung, anak dapat mulai dikenalkan dengan konsep sederhana seperti membuat pilihan, menetapkan tujuan, dan menunggu sampai dana cukup untuk membeli sesuatu.
Misalnya anak ingin membeli buku atau mainan tertentu. Orang tua dapat membantu membuat target menabung agar anak memahami hubungan antara uang, waktu, dan tujuan.
Manfaat Tabungan Anak bagi Keuangan Keluarga
1. Tujuan Keuangan Anak Menjadi Lebih Terarah
Tabungan yang memiliki tujuan membuat keluarga lebih mudah menentukan berapa dana yang harus dikumpulkan dan kapan dana tersebut akan digunakan.
Tanpa tujuan yang jelas, menabung dapat dilakukan secara tidak konsisten karena tidak ada target yang ingin dicapai.
2. Mengurangi Risiko Dana Anak Terpakai untuk Kebutuhan Lain
Pemisahan rekening atau pencatatan membantu menjaga dana agar tidak mudah digunakan untuk belanja rutin.
Meskipun tetap dapat terjadi kebutuhan mendesak, keluarga memiliki batas yang lebih jelas mengenai dana mana yang seharusnya tidak digunakan.
3. Membantu Orang Tua Menabung secara Konsisten
Ketika tabungan anak sudah dimasukkan dalam anggaran bulanan, kebiasaan menyisihkan dana dapat menjadi lebih teratur.
Orang tua dapat memperlakukannya sebagai salah satu pos pengeluaran wajib setelah menerima penghasilan.
4. Mempermudah Pemantauan Perkembangan Dana
Dengan rekening terpisah, perkembangan tabungan dapat dilihat secara lebih mudah.
Orang tua dapat membandingkan saldo aktual dengan target dan menentukan apakah jumlah setoran perlu ditingkatkan.
5. Mendorong Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
Menyiapkan tabungan anak membuat keluarga terbiasa memikirkan kebutuhan beberapa tahun ke depan.
Kebiasaan ini dapat berkembang menjadi perencanaan lain seperti dana pendidikan, dana pensiun, dana darurat, hingga perlindungan keluarga.
Kapan Sebaiknya Mulai Menyiapkan Tabungan Anak?
Tidak ada usia tertentu yang menjadi satu-satunya waktu terbaik untuk mulai menabung.
Secara umum, semakin awal dana dipersiapkan, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mencapai target. Orang tua dapat mulai sejak anak lahir, ketika merencanakan sekolah, atau kapan pun kondisi keuangan keluarga sudah memungkinkan.
Yang lebih penting adalah tidak menunda hanya karena merasa nominal yang dapat ditabung masih kecil.
Misalnya keluarga baru mampu menyisihkan Rp200.000 per bulan. Jika dilakukan konsisten selama lima tahun, setoran pokok yang terkumpul sudah mencapai:
Rp200.000 × 60 bulan = Rp12.000.000
Nominal dapat ditingkatkan ketika pendapatan bertambah.
Jadi, memulai dari jumlah kecil tetapi konsisten umumnya lebih baik daripada menunggu sampai merasa memiliki uang dalam jumlah besar.
Kebutuhan yang Bisa Dipersiapkan dengan Tabungan Anak
1. Biaya Masuk Sekolah
Biaya masuk sekolah sering membutuhkan dana dalam jumlah cukup besar pada waktu tertentu.
Karena waktunya biasanya sudah dapat diperkirakan, orang tua dapat membuat target beberapa tahun sebelumnya.
2. Buku dan Perlengkapan Pendidikan
Selain uang sekolah, terdapat kebutuhan seperti:
- buku;
- seragam;
- tas;
- sepatu;
- alat tulis;
- laptop atau tablet jika diperlukan; dan
- peralatan belajar lainnya.
Meskipun masing-masing terlihat kecil, totalnya dapat cukup besar jika dibeli pada waktu yang bersamaan.
3. Kursus dan Kegiatan Pengembangan Diri
Tabungan anak juga dapat digunakan untuk kegiatan di luar pendidikan formal, seperti:
- kursus bahasa;
- kelas musik;
- olahraga;
- pelatihan keterampilan;
- kelas teknologi; atau
- kegiatan pengembangan minat lainnya.
4. Kebutuhan Kesehatan dan Aktivitas Anak
Kebutuhan kesehatan rutin yang sudah dapat direncanakan dapat dimasukkan dalam bujet keluarga.
Selain itu, dana anak dapat digunakan untuk mendukung kegiatan seperti perjalanan sekolah, kompetisi, atau aktivitas lain sesuai kebutuhan.
Untuk kejadian kesehatan yang tidak terduga, keluarga tetap sebaiknya memiliki dana darurat atau perlindungan yang sesuai.
5. Dana untuk Kebutuhan Jangka Panjang
Orang tua juga dapat menyiapkan dana untuk kebutuhan yang masih jauh, misalnya pendidikan tinggi atau kebutuhan ketika anak mulai mandiri.
Semakin panjang jangka waktunya, semakin penting untuk melakukan evaluasi karena biaya dapat berubah akibat inflasi.
Cara Menentukan Target Tabungan Anak
1. Tentukan Tujuan Dana
Mulailah dengan menentukan tujuan yang spesifik.
Contohnya:
- biaya masuk sekolah dasar;
- biaya masuk SMP;
- membeli laptop untuk sekolah;
- kursus bahasa; atau
- persiapan kuliah.
Tujuan yang jelas membuat perhitungan lebih mudah.
2. Hitung Perkiraan Biaya yang Dibutuhkan
Cari informasi mengenai biaya saat ini lalu buat estimasi kebutuhan di masa depan.
Jika target masih beberapa tahun lagi, jangan menganggap biaya akan tetap sama. Sisakan ruang untuk kenaikan harga.
3. Tentukan Jangka Waktu Menabung
Hitung berapa bulan atau tahun yang tersedia sebelum dana digunakan.
Semakin panjang waktu menabung, semakin kecil jumlah bulanan yang diperlukan untuk mencapai target yang sama.
4. Hitung Nominal yang Perlu Disisihkan secara Berkala
Secara sederhana, Anda dapat menggunakan rumus:
Setoran per bulan = Target dana ÷ Jumlah bulan
Misalnya target Rp24 juta dan waktu yang tersedia 48 bulan:
Rp24.000.000 ÷ 48 = Rp500.000 per bulan
Artinya, secara sederhana keluarga perlu menyisihkan sekitar Rp500.000 per bulan, dengan asumsi tidak memperhitungkan bunga, imbal hasil, biaya, maupun perubahan target.
5. Evaluasi Target secara Berkala
Setidaknya sekali dalam beberapa bulan atau setahun, periksa kembali:
- apakah biaya tujuan berubah;
- apakah saldo sesuai target;
- apakah kemampuan menabung meningkat atau menurun; dan
- apakah tujuan anak mengalami perubahan.
Berapa Nominal yang Sebaiknya Ditabung untuk Anak?
Tidak ada satu nominal atau persentase yang berlaku untuk semua keluarga.
Jumlah yang ideal bergantung pada:
- penghasilan keluarga;
- jumlah anak;
- biaya hidup;
- utang atau cicilan;
- dana darurat;
- tujuan tabungan;
- jangka waktu; dan
- prioritas finansial lainnya.
Daripada mengikuti angka tertentu, gunakan pendekatan berdasarkan tujuan.
Misalnya Anda membutuhkan Rp30 juta dalam lima tahun. Secara sederhana:
Rp30.000.000 ÷ 60 bulan = Rp500.000 per bulan
Jika Rp500.000 terlalu berat, beberapa pilihan yang dapat dilakukan antara lain:
- memperpanjang periode menabung jika memungkinkan;
- menurunkan target berdasarkan kebutuhan prioritas;
- memulai dengan nominal lebih kecil;
- menambah setoran ketika menerima bonus; atau
- meningkatkan tabungan ketika pendapatan bertambah.
Jangan memaksakan tabungan anak sampai kebutuhan dasar keluarga, dana darurat, atau kewajiban penting lainnya menjadi terganggu.
Cara Menabung untuk Anak agar Lebih Konsisten
1. Sisihkan Dana di Awal setelah Menerima Penghasilan
Jangan menunggu uang tersisa pada akhir bulan.
Setelah menerima gaji atau penghasilan, langsung alokasikan dana anak sesuai jumlah yang sudah ditetapkan.
2. Gunakan Rekening Terpisah dari Kebutuhan Harian
Memisahkan rekening membantu mengurangi godaan menggunakan dana untuk kebutuhan lain.
Cara ini juga membuat saldo lebih mudah dipantau.
3. Tentukan Nominal yang Realistis
Lebih baik menetapkan setoran Rp300.000 yang dapat dilakukan setiap bulan daripada Rp1 juta tetapi hanya bertahan satu atau dua bulan.
Konsistensi lebih penting daripada memilih nominal besar yang tidak sesuai kemampuan.
4. Tingkatkan Nominal secara Bertahap
Jika pendapatan meningkat, pertimbangkan menaikkan alokasi tabungan.
Misalnya dari Rp300.000 menjadi Rp350.000 atau Rp400.000 per bulan.
Kenaikan kecil tetapi rutin dapat memberikan perbedaan dalam jangka panjang.
5. Manfaatkan Pendapatan Tambahan untuk Menambah Tabungan
Bonus, THR, pendapatan sampingan, atau pemasukan tidak rutin dapat dialokasikan sebagian untuk mempercepat pencapaian target.
Namun, tetap sesuaikan dengan kebutuhan keluarga dan kewajiban lainnya.
Cara Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini
1. Kenalkan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan
Gunakan contoh sederhana.
Makanan, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan kesehatan merupakan contoh kebutuhan. Sementara mainan tambahan atau barang yang hanya diinginkan dapat dijelaskan sebagai keinginan.
Anak tidak harus memahami konsep finansial yang rumit. Mulailah dari keputusan sehari-hari.
2. Berikan Target Menabung yang Sederhana
Misalnya anak ingin membeli buku seharga Rp100.000.
Ajak anak menyisihkan Rp10.000 setiap minggu sampai target tercapai.
Cara ini membantu anak memahami bahwa tujuan membutuhkan proses.
3. Libatkan Anak saat Menyimpan Uang
Ketika anak menerima uang saku atau hadiah, ajak menentukan berapa yang akan digunakan dan berapa yang ditabung.
Hindari selalu mengambil seluruh uang anak untuk ditabung tanpa melibatkannya karena tujuan pendidikan finansial adalah membuat anak memahami prosesnya.
4. Ajarkan Anak Mencatat Uang yang Dimiliki
Untuk anak yang sudah cukup besar, gunakan buku catatan sederhana.
Catat:
- uang yang diterima;
- uang yang digunakan;
- uang yang ditabung; dan
- sisa uang.
Kebiasaan ini memperkenalkan konsep pencatatan keuangan sejak dini.
5. Berikan Contoh Kebiasaan Finansial yang Baik
Anak belajar bukan hanya dari penjelasan tetapi juga dari perilaku orang tua.
Jika orang tua membiasakan membuat anggaran, membandingkan harga, menabung sebelum membeli sesuatu, dan tidak selalu membeli berdasarkan keinginan sesaat, anak dapat melihat contoh nyata pengelolaan uang.
Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menyiapkan Tabungan Anak
1. Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas
Menabung tanpa tujuan membuat keluarga sulit mengetahui apakah dana yang terkumpul sudah cukup.
Setidaknya tentukan fungsi utama dana dan kapan kira-kira akan digunakan.
2. Mencampur Dana Anak dengan Uang Belanja Harian
Jika dana berada dalam rekening yang sama dengan uang operasional rumah tangga, penggunaannya lebih sulit dipantau.
Pemisahan dapat membantu menjaga disiplin.
3. Menggunakan Seluruh Tabungan Anak untuk Kebutuhan Mendadak
Kebutuhan mendadak sebaiknya ditangani menggunakan dana darurat.
Jika tabungan anak berulang kali digunakan untuk keadaan darurat, berarti keluarga perlu mengevaluasi kecukupan dana daruratnya.
4. Menentukan Target yang Terlalu Berat
Target yang terlalu tinggi dapat membuat tabungan mengganggu kebutuhan pokok keluarga.
Sesuaikan jumlah setoran dengan kemampuan dan naikkan secara bertahap jika kondisi keuangan membaik.
5. Tidak Mengevaluasi Kebutuhan Anak yang Berubah
Tujuan yang dibuat ketika anak berusia dua tahun belum tentu sama ketika anak berusia delapan atau sepuluh tahun.
Biaya sekolah, aktivitas, minat, dan kondisi keuangan keluarga dapat berubah. Karena itu, target perlu ditinjau kembali secara berkala.
Mulai Siapkan Tabungan Anak Sesuai Kemampuan Keuangan Keluarga
Jadi, tabungan anak untuk apa? Dana tersebut dapat digunakan untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan anak, mulai dari pendidikan, perlengkapan belajar, kursus, kegiatan pengembangan diri, hingga kebutuhan jangka panjang.
Bagi keluarga, memiliki tabungan khusus anak membantu membuat tujuan keuangan lebih terarah dan mengurangi risiko dana tercampur dengan kebutuhan sehari-hari.
Namun, tidak ada jumlah tabungan bulanan yang harus sama untuk semua keluarga. Tentukan target berdasarkan tujuan, perkiraan biaya, jangka waktu, dan kemampuan keuangan.
Mulailah dari nominal yang realistis, lalu tingkatkan ketika kondisi memungkinkan. Pastikan pula keluarga tetap memiliki dana darurat dan tidak mengorbankan kebutuhan pokok hanya untuk mengejar target tabungan terlalu tinggi.
Selain manfaat finansial bagi orang tua, proses menabung juga dapat menjadi kesempatan mengenalkan anak pada pengelolaan uang. Dengan melibatkan anak secara bertahap, mereka dapat belajar bahwa uang perlu digunakan berdasarkan prioritas dan sebagian dapat disimpan untuk tujuan masa depan.
Untuk membantu menyiapkan kebutuhan anak secara lebih terencana, Anda dapat memanfaatkan Tabungan Bank Mega sebagai tempat memisahkan dana khusus anak dari pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Dengan menyisihkan dana secara rutin, tabungan tersebut dapat diarahkan untuk kebutuhan seperti pendidikan, perlengkapan belajar, kegiatan pengembangan diri, maupun rencana jangka panjang lainnya sesuai kemampuan keuangan keluarga. Pemisahan dana yang jelas juga membantu orang tua memantau perkembangan tabungan dan menjaga tujuan keuangan anak tetap konsisten dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Simulasi Tabungan Pendidikan, Hitung Dana Sekolah Anak
FAQ Seputar Tabungan Anak
1. Tabungan anak untuk apa?
Tabungan anak dapat digunakan untuk menyiapkan kebutuhan seperti biaya masuk sekolah, buku, perlengkapan pendidikan, kursus, kegiatan pengembangan diri, serta kebutuhan anak dalam jangka panjang. Tabungan juga membantu keluarga memisahkan dana anak dari pengeluaran rumah tangga lainnya.
2. Kapan sebaiknya mulai menabung untuk anak?
Semakin awal umumnya semakin baik karena keluarga memiliki waktu lebih panjang untuk mencapai target. Namun, Anda dapat mulai kapan pun kondisi keuangan memungkinkan. Tidak perlu menunggu sampai mampu menyisihkan nominal besar.
3. Berapa uang yang sebaiknya ditabung untuk anak setiap bulan?
Tidak ada nominal yang berlaku untuk semua keluarga. Hitung berdasarkan target dana dan jangka waktu. Misalnya target Rp24 juta dalam empat tahun atau 48 bulan, secara sederhana dibutuhkan setoran sekitar Rp500.000 per bulan. Sesuaikan kembali dengan kemampuan keuangan keluarga.
4. Apakah tabungan anak sama dengan dana pendidikan?
Tidak selalu. Dana pendidikan merupakan salah satu tujuan tabungan anak. Tabungan anak dapat memiliki fungsi lebih luas, termasuk kebutuhan kesehatan yang direncanakan, kursus, kegiatan pengembangan diri, maupun kebutuhan jangka panjang lainnya.
5. Apakah dana darurat boleh digabung dengan tabungan anak?
Sebaiknya dipisahkan karena keduanya memiliki fungsi berbeda. Dana darurat ditujukan untuk kondisi tidak terduga, sedangkan tabungan anak digunakan untuk tujuan yang sudah direncanakan. Pemisahan membantu mengurangi risiko dana anak terpakai ketika muncul kebutuhan mendadak.
6. Bagaimana cara mengajarkan anak menabung sejak kecil?
Mulailah dengan konsep sederhana seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, memberikan target menabung kecil, mengajak anak menyisihkan sebagian uang saku atau hadiah, serta mencatat uang yang diterima dan digunakan. Orang tua juga dapat memberikan contoh melalui kebiasaan mengatur uang secara terencana.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
