Niat puasa Ramadhan terbagi menjadi dua pandangan utama dalam fikih Islam, yaitu Niat Harian dan Niat Sebulan Penuh. Niat harian wajib dibaca setiap malam menurut Mazhab Syafi’i karena tiap hari puasa dianggap satu ibadah terpisah. Sedangkan niat sebulan penuh cukup dibaca sekali di awal Ramadhan menurut Mazhab Maliki sebagai “cadangan” jika lupa. Menggabungkan kedua niat ini sangat disarankan agar ibadah puasa kita lebih aman dan sah secara hukum agama.
Daftar Isi:
Ramadhan sudah di depan mata. Semangat ibadah pasti sedang tinggi-tinggi nya. Namun, ada satu hal teknis yang sering bikin hati tidak tenang. Hal itu adalah soal Niat. Kita sering dengar ceramah ustadz yang bilang, “Siapa yang tidak niat di malam hari, tidak ada puasa bagi nya.”
Kalimat itu sering bikin panik. Bagaimana jika kita ketiduran karena lelah kerja? Bagaimana jika kita lupa baca doa niat habis Tarawih? Apakah puasa kita hari itu jadi sia-sia?
Ternyata, para ulama punya pandangan yang luas soal ini. Ada dua opsi cara berniat yang bisa kita pilih. Bahkan, kita bisa pakai dua-dua nya. Mari kita bedah apa beda nya niat harian dan niat bulanan agar kita bisa ibadah dengan ilmu yang mantap.
Ketakutan Terbesar: Lupa Niat
Manusia itu tempat salah dan lupa. Ini wajar. Dalam ibadah puasa, lupa makan itu rezeki. Tapi lupa niat itu musibah. Kenapa?
Karena niat adalah rukun. Tanpa niat, menahan lapar seharian cuma jadi diet, bukan ibadah. Di Indonesia, mayoritas umat Islam ikut Mazhab Syafi’i. Mazhab ini sangat ketat soal niat. Tiap malam harus niat. Jika satu malam lupa, puasa besok dianggap tidak sah dan wajib ganti (qadha) nanti.
Tapi tenang, Islam itu agama yang mudah. Ada solusi dari mazhab lain yang bisa kita pinjam atau ikut (taklid) agar puasa kita tetap aman.
Kupas Tuntas Niat Harian (Mazhab Syafi’i)
Mari kita bahas yang paling umum dulu. Ini adalah cara yang diajarkan di sekolah dan madrasah kita sejak kecil.
Konsep Dasar
Menurut Imam Syafi’i, setiap hari di bulan Ramadhan adalah ibadah yang berdiri sendiri. Hari Senin itu satu ibadah. Hari Selasa itu satu ibadah lain. Mereka tidak saling sambung.
Analogi nya seperti shalat 5 waktu. Shalat Zuhur beda dengan Ashar. Kamu tidak bisa niat shalat Zuhur sekalian Ashar di awal waktu, kan? Begitu juga puasa. Kamu harus perbarui “kontrak” niat tiap malam.
Bacaan Niat Harian
Berikut adalah lafal niat yang wajib dibaca atau dihadirkan dalam hati setiap malam:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa pada bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Kelebihan dan Risiko
Kelebihan cara ini buat kita sadar penuh tiap hari. Hati kita jadi siap. Tapi risiko nya jelas: LUPA. Jika lupa niat, puasa batal secara hukum.
Solusi Cerdas Niat Bulanan (Mazhab Maliki)
Sekarang kita lihat pandangan kedua. Ini adalah pandangan dari Imam Malik. Pandangan ini sering jadi solusi bagi orang yang pelupa atau sibuk.
Konsep Dasar
Menurut Mazhab Maliki, puasa Ramadhan itu adalah satu paket kesatuan. Satu bulan itu dihitung satu ibadah utuh. Ibadah nya tidak terpisah-pisah.
Analogi nya seperti shalat Tarawih. Kamu cukup niat di awal shalat. Kamu tidak perlu niat lagi tiap bangun dari sujud untuk rakaat berikut nya. Begitu juga puasa, cukup niat di malam pertama untuk sebulan penuh.
Bacaan Niat Sebulan Penuh
Bacaan ini cukup dibaca satu kali saja pada malam pertama Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيدًا لِلإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadhana hadzihis sanati taqlidan lil imami Malikin fardhan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Kelebihan
Ini adalah jaring pengaman. Jika kita sudah niat sebulan penuh di awal, lalu di tengah bulan kita lupa niat harian, puasa kita tetap sah. Kita “nebeng” pada niat awal tadi.
Tabel Perbedaan Singkat
Agar lebih mudah paham, lihat tabel beda dua cara niat ini:
| Poin Beda | Niat Harian (Syafi’i) | Niat Bulanan (Maliki) |
|---|---|---|
| Frekuensi | Wajib tiap malam | Cukup sekali di awal |
| Sudut Pandang | Tiap hari = 1 ibadah pisah | Satu bulan = 1 paket utuh |
| Fungsi Utama | Syarat sah utama | Antisipasi / Cadangan |
Cara Menggabungkan Kedua Niat
Lalu, mana yang harus kita pilih? Jawaban terbaik adalah: Ambil Dua-Duanya.
Para kyai dan ulama di Indonesia sangat anjur kan cara ini. Kita tetap hormat mazhab utama kita (Syafi’i), tapi kita juga ambil keringanan dari mazhab lain (Maliki) untuk jaga-jaga. Istilah nya sedia payung sebelum hujan.
Langkah Praktik nya:
- Pada Malam Pertama Ramadhan:
Baca niat bulanan (Maliki) seperti teks di atas. Setelah itu, baca juga niat harian untuk besok. - Pada Malam-Malam Berikut nya:
Tetap baca niat harian seperti biasa tiap habis Tarawih.
Dengan cara ini, kamu dapat pahala sunnah karena hati-hati, sekaligus aman jika suatu saat lupa.
Strategi Ibadah dan Keuangan Bareng Bank Mega
Konsep “Niat Bulanan” mengajarkan kita tentang penting nya Persiapan Jangka Panjang. Kita siapkan satu niat besar di awal untuk jaga aman sebulan ke depan.
Prinsip yang sama juga wajib kamu terap kan dalam atur keuangan Ramadhan. Jangan biarkan keuangan bocor di tengah jalan karena kurang siap.
1. Belanja Bulanan di Awal (Seperti Niat Bulanan)
Sama seperti niat yang dirapel di awal, belanja kebutuhan puasa juga baik nya dilakukan sekaligus di awal bulan (Monthly Stock). Belanja sedikit-sedikit tiap hari (harian) justru sering bikin boros lapar mata.
Manfaatkan Kartu Kredit Bank Mega untuk belanja stok besar (sirup, beras, minyak, daging) di Transmart atau Carrefour. Dengan belanja sekaligus di awal, kamu bisa dapat diskon besar. Kamu juga jadi tenang karena stok aman, tidak perlu repot ke pasar tiap hari saat puasa.
2. Dana Darurat Harian (Seperti Niat Harian)
Meski sudah belanja bulanan, kebutuhan harian pasti ada. Beli takjil, sedekah kotak amal, atau iuran bukber dadakan.
Untuk urusan receh harian ini, andalkan aplikasi M-Smile. Fitur QRIS nya siap bayar apa saja dalam hitungan detik. Mau transfer sedekah ke panti asuhan pun gratis dan cepat. Aplikasi ini jaga arus kas harian kamu tetap lancar tanpa ribet cari uang tunai.
3. Jaga Arus Kas Tetap Sehat
Niat bulanan adalah “ban serep” ibadah. Kartu Kredit Bank Mega adalah “ban serep” keuangan. Saat kebutuhan mendesak naik jelang Lebaran (beli baju, kue, THR), kamu bisa manfaatkan fitur ubah transaksi jadi cicilan di M-Smile. Arus kas bulanan tetap aman, kebutuhan Lebaran terpenuhi.
Tanya Jawab (FAQ)
Q: Apakah niat bulanan harus pakai bahasa Arab?
A: Tidak wajib. Niat itu letak nya di hati. Bahasa apa pun yang kamu paham, itu sah. Bahasa Arab cuma sunnah untuk bantu lisan.
Q: Kapan waktu tepat baca niat bulanan?
A: Paling utama di malam pertama Ramadhan. Tapi jika lupa, boleh dibaca di malam mana saja saat kamu ingat.
Q: Jika sudah niat bulanan, bolehkah sengaja tidak niat harian?
A: Sebaik nya jangan. Kita tetap harus usaha niat harian untuk hormati mazhab mayoritas (Syafi’i). Niat bulanan cuma buat jaga-jaga jika LUPA, bukan untuk sengaja tinggal kan.
Kesimpulan
Sahabat, perbedaan pendapat ulama itu rahmat. Adanya konsep niat harian dan bulanan bukan untuk dibenturkan, tapi untuk saling melengkapi. Niat harian jaga kita tetap sadar dan disiplin. Niat bulanan jaga kita dari sifat lupa dan salah.
Mari kita amal kan kedua nya di Ramadhan tahun ini. Siapkan niat terbaik untuk Allah SWT. Dan jangan lupa, siapkan juga strategi keuangan terbaik bersama Bank Mega agar ibadah tenang, keluarga senang.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store
Daftar dan apply Tabungan dan Kartu Kredit Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di approve lewat sini.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
