Deposito dapat menjadi salah satu pilihan untuk menempatkan dana yang belum akan digunakan dalam jangka waktu tertentu. Berbeda dengan tabungan yang umumnya lebih fleksibel untuk transaksi sehari-hari, deposito memiliki jangka waktu atau tenor tertentu dan memberikan bunga sesuai ketentuan bank.
Sebelum menempatkan dana, penting untuk memahami cara menghitung bunga deposito. Dengan melakukan perhitungan terlebih dahulu, Anda dapat memperkirakan berapa bunga kotor yang diperoleh, pajak yang dikenakan, hingga bunga bersih yang nantinya diterima.
Perhitungan tersebut juga membantu ketika Anda ingin membandingkan beberapa pilihan tenor atau nominal deposito. Namun, perlu diingat bahwa hasil simulasi dapat berbeda dari nilai aktual karena suku bunga, jumlah hari penempatan, metode perhitungan, pajak, dan ketentuan masing-masing bank dapat berbeda.
Berikut rumus dan contoh sederhana yang dapat membantu Anda memahami perhitungan bunga deposito dengan lebih mudah.
Summary
- Bunga deposito merupakan imbal hasil yang diberikan bank atas dana yang ditempatkan dalam deposito selama tenor tertentu.
- Besarnya bunga dipengaruhi oleh nominal penempatan, suku bunga, tenor, jumlah hari efektif, dan pajak yang berlaku.
- Salah satu rumus yang dapat digunakan adalah nominal deposito × suku bunga per tahun × jumlah hari penempatan ÷ 365 hari.
- Untuk deposito dan tabungan dengan jumlah tertentu yang memenuhi ketentuan perpajakan, bunga umumnya dikenakan PPh Final sebesar 20% dari bunga bruto.
- Sebelum memilih deposito, perhatikan pula ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo dan Tingkat Bunga Penjaminan LPS.
Daftar Isi
- Apa Itu Bunga Deposito?
- Apa Saja yang Memengaruhi Besarnya Bunga Deposito?
- Cara Menghitung Bunga Deposito
- Perbedaan Bunga Deposito Kotor dan Bersih
- Contoh Cara Menghitung Bunga Deposito
- Simulasi Hasil Deposito Berdasarkan Nominal Dana
- Kenapa Hasil Perhitungan Bunga Deposito Bisa Berbeda?
- Kapan Bunga Deposito Dibayarkan?
- Hal yang Perlu Diperhatikan Selain Besaran Bunga Deposito
- Tips Memilih Deposito Sesuai Tujuan Keuangan
- Hitung Bunga Deposito Sebelum Menempatkan Dana agar Lebih Terencana
- FAQ Seputar Cara Menghitung Bunga Deposito
Apa Itu Bunga Deposito?
Bunga deposito adalah imbal hasil yang diberikan bank kepada nasabah atas dana yang ditempatkan dalam produk deposito selama jangka waktu tertentu. Besaran bunga biasanya dinyatakan dalam persentase per tahun atau per annum (p.a.).
Misalnya, jika sebuah deposito memiliki suku bunga 4% p.a., bukan berarti Anda otomatis mendapatkan 4% dari pokok deposito setelah satu bulan. Persentase tersebut merupakan tingkat bunga tahunan sehingga hasil aktual perlu disesuaikan dengan periode penempatan dana.
Selain itu, bunga yang dihitung belum tentu menjadi jumlah bersih yang diterima nasabah. Bunga deposito dapat dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Karena itu, ketika membandingkan deposito, sebaiknya jangan hanya melihat persentase bunga. Perhatikan pula tenor dan perkiraan hasil bersih setelah pajak.
Apa Saja yang Memengaruhi Besarnya Bunga Deposito?
1. Nominal Dana Deposito
Semakin besar dana yang ditempatkan, semakin besar pula nilai bunga secara nominal apabila faktor lainnya sama. Sebagai contoh, deposito Rp100 juta tentunya menghasilkan bunga nominal lebih besar daripada Rp10 juta jika keduanya memperoleh suku bunga dan tenor yang sama.
Bank juga dapat menerapkan tingkat bunga berbeda berdasarkan tier atau jumlah penempatan. Oleh karena itu, periksa ketentuan produk sebelum melakukan perhitungan.
2. Suku Bunga Deposito
Suku bunga merupakan salah satu komponen utama dalam perhitungan. Angka tersebut umumnya dinyatakan dalam persentase per tahun.
Suku bunga deposito dapat berubah dari waktu ke waktu. Selain itu, tingkat bunga dapat berbeda berdasarkan bank, nominal penempatan, tenor, mata uang, maupun kanal pembukaan deposito.
3. Jangka Waktu atau Tenor
Tenor menunjukkan berapa lama dana ditempatkan. Pilihan yang umum antara lain 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan, meskipun bank dapat menyediakan pilihan lainnya.
Tenor yang lebih panjang tidak selalu berarti persentase bunga pasti lebih tinggi. Setiap bank dapat memiliki struktur bunga yang berbeda untuk masing-masing jangka waktu.
4. Pajak atas Bunga Deposito
Selain menghitung bunga kotor, perhatikan pula pajaknya. Untuk Wajib Pajak dalam negeri, bunga deposito dan tabungan pada kondisi yang memenuhi ketentuan dikenakan PPh Final sebesar 20% dari jumlah bruto bunga.
Terdapat pengecualian pemotongan pajak, antara lain untuk deposito dan tabungan yang jumlahnya tidak melebihi Rp7,5 juta dan bukan merupakan jumlah yang sengaja dipecah-pecah, sesuai ketentuan perpajakan.
Karena contoh dalam artikel ini menggunakan deposito minimal Rp10 juta, simulasi akan menggunakan asumsi pajak 20% dari bunga bruto.
Cara Menghitung Bunga Deposito
Metode perhitungan dapat mengikuti ketentuan bank. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam perhitungan deposito adalah berdasarkan jumlah hari efektif penempatan dalam satu tahun.
1. Rumus Menghitung Bunga Deposito Kotor
Rumus sederhananya dapat ditulis sebagai berikut:
Bunga Kotor = Nominal Deposito × Suku Bunga p.a. × Jumlah Hari Penempatan ÷ 365
Sebagai contoh, Anda menempatkan Rp10 juta dengan bunga ilustratif 4% p.a. selama 31 hari.
Rp10.000.000 × 4% × 31 ÷ 365 = sekitar Rp33.973
Angka tersebut merupakan bunga sebelum dikurangi pajak.
2. Rumus Menghitung Pajak atas Bunga Deposito
Jika bunga tersebut terkena PPh Final 20%, rumusnya:
Pajak Bunga Deposito = Bunga Kotor × 20%
Dari contoh sebelumnya:
Rp33.973 × 20% = sekitar Rp6.795
3. Rumus Menghitung Bunga Deposito Bersih
Setelah mengetahui nilai pajaknya, bunga bersih dapat dihitung dengan rumus:
Bunga Bersih = Bunga Kotor − Pajak
Maka:
Rp33.973 − Rp6.795 = sekitar Rp27.178
Dengan demikian, dari ilustrasi tersebut, perkiraan bunga bersih selama periode 31 hari adalah sekitar Rp27.178.
Perhitungan ini merupakan simulasi untuk tujuan edukasi. Nilai aktual dapat berbeda karena jumlah hari efektif, metode pembulatan, tingkat bunga, dan ketentuan produk bank.
Perbedaan Bunga Deposito Kotor dan Bersih
Bunga deposito kotor merupakan nilai bunga sebelum pajak atau potongan lain yang berlaku. Sementara itu, bunga deposito bersih merupakan bunga yang tersisa setelah pajak dikurangi.
Contohnya, jika bunga kotor selama suatu periode mencapai Rp1 juta dan dikenakan pajak 20%, maka pajaknya adalah Rp200 ribu. Dengan demikian, bunga bersih yang diterima adalah Rp800 ribu.
Perbedaan tersebut penting ketika Anda membandingkan hasil beberapa deposito. Suku bunga yang terlihat menarik belum tentu langsung menggambarkan dana yang nantinya masuk ke rekening.
Untuk membuat perencanaan keuangan yang lebih realistis, gunakan estimasi bunga bersih sebagai acuan.
Contoh Cara Menghitung Bunga Deposito
Agar lebih mudah memahami cara menghitung bunga deposito, berikut simulasi menggunakan dana Rp10 juta dan bunga ilustratif 4% p.a.
Agar jumlah hari dapat dihitung dengan jelas, contoh diasumsikan mulai pada 1 Januari 2026. Angka 4% digunakan hanya sebagai ilustrasi perhitungan dan bukan penawaran suku bunga produk tertentu.
1. Contoh Perhitungan Deposito dengan Tenor 1 Bulan
Dari 1 Januari hingga 1 Februari 2026 terdapat 31 hari.
- Pokok deposito: Rp10.000.000
- Suku bunga ilustratif: 4% p.a.
- Periode: 31 hari
- Bunga kotor: sekitar Rp33.973
- Pajak 20%: sekitar Rp6.795
- Bunga bersih: sekitar Rp27.178
2. Contoh Perhitungan Deposito dengan Tenor 3 Bulan
Dari 1 Januari hingga 1 April 2026 terdapat 90 hari.
Rp10.000.000 × 4% × 90 ÷ 365 = sekitar Rp98.630
- Bunga kotor: sekitar Rp98.630
- Pajak 20%: sekitar Rp19.726
- Bunga bersih: sekitar Rp78.904
3. Contoh Perhitungan Deposito dengan Tenor 6 Bulan
Dari 1 Januari hingga 1 Juli 2026 terdapat 181 hari.
Rp10.000.000 × 4% × 181 ÷ 365 = sekitar Rp198.356
- Bunga kotor: sekitar Rp198.356
- Pajak 20%: sekitar Rp39.671
- Bunga bersih: sekitar Rp158.685
4. Contoh Perhitungan Deposito dengan Tenor 12 Bulan
Untuk ilustrasi 365 hari:
Rp10.000.000 × 4% × 365 ÷ 365 = Rp400.000
- Bunga kotor: Rp400.000
- Pajak 20%: Rp80.000
- Bunga bersih: Rp320.000
Dari contoh tersebut terlihat bahwa durasi penempatan dana ikut menentukan nominal bunga yang diperoleh. Namun, pada produk yang sebenarnya, suku bunga setiap tenor juga dapat berbeda sehingga hasilnya perlu dihitung menggunakan rate yang berlaku ketika deposito dibuka.
Simulasi Hasil Deposito Berdasarkan Nominal Dana
Selain tenor, nominal penempatan juga memengaruhi nilai bunga yang diperoleh. Agar perbandingannya mudah, simulasi berikut menggunakan asumsi yang sama, yaitu bunga ilustratif 4% p.a., tenor 12 bulan atau 365 hari, dan pajak 20%.
1. Simulasi Deposito Rp10 Juta
- Nominal deposito: Rp10.000.000
- Bunga kotor: Rp400.000
- Pajak: Rp80.000
- Bunga bersih: Rp320.000
- Total pokok + bunga bersih: Rp10.320.000
2. Simulasi Deposito Rp50 Juta
- Nominal deposito: Rp50.000.000
- Bunga kotor: Rp2.000.000
- Pajak: Rp400.000
- Bunga bersih: Rp1.600.000
- Total pokok + bunga bersih: Rp51.600.000
3. Simulasi Deposito Rp100 Juta
- Nominal deposito: Rp100.000.000
- Bunga kotor: Rp4.000.000
- Pajak: Rp800.000
- Bunga bersih: Rp3.200.000
- Total pokok + bunga bersih: Rp103.200.000
Perlu diingat bahwa simulasi di atas sengaja menggunakan tingkat bunga yang sama untuk menunjukkan pengaruh nominal dana. Pada praktiknya, bank dapat menerapkan tier bunga berbeda untuk nominal tertentu.
Kenapa Hasil Perhitungan Bunga Deposito Bisa Berbeda?
1. Perbedaan Suku Bunga yang Berlaku
Suku bunga deposito dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan kebijakan bank. Rate yang tersedia ketika Anda melakukan simulasi belum tentu sama dengan rate ketika deposito benar-benar dibuka.
Karena itu, gunakan tingkat bunga terbaru dari bank ketika menghitung potensi hasil.
2. Perbedaan Tenor
Bank dapat memberikan suku bunga berbeda untuk tenor 1, 3, 6, atau 12 bulan. Jangan berasumsi bahwa tenor paling panjang pasti memiliki rate tertinggi.
Bandingkan setiap pilihan berdasarkan kebutuhan dana dan tingkat bunga yang tersedia.
3. Waktu Efektif Penempatan Dana
Perhitungan berdasarkan hari membuat bulan dengan 28, 30, dan 31 hari dapat menghasilkan nominal bunga yang berbeda.
Karena itu, perhitungan sederhana menggunakan tenor dibagi 12 dapat memberikan nilai yang sedikit berbeda dibandingkan simulasi bank yang memakai jumlah hari aktual.
4. Ketentuan Perhitungan dari Bank
Bank dapat memiliki metode pembulatan, basis jumlah hari, jadwal pembayaran, maupun ketentuan lainnya dalam menentukan bunga aktual.
Sebelum membuka deposito, baca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan agar mengetahui metode yang berlaku pada produk pilihan Anda.
Kapan Bunga Deposito Dibayarkan?
1. Pembayaran Bunga secara Berkala
Produk deposito tertentu dapat menawarkan pembayaran bunga secara berkala, misalnya setiap bulan. Bunga setelah pajak dapat dikreditkan ke rekening sesuai instruksi dan ketentuan produk.
Opsi ini dapat dipertimbangkan jika Anda ingin memperoleh arus dana secara periodik dari deposito.
2. Pembayaran saat Jatuh Tempo
Pada skema tertentu, hasil deposito diterima ketika jangka waktu penempatan selesai. Pokok deposito kemudian dapat dikembalikan ke rekening sesuai instruksi yang dipilih.
Periksa terlebih dahulu mekanisme pembayaran bunga ketika membuka deposito agar sesuai dengan kebutuhan Anda.
3. Perpanjangan Deposito atau Automatic Roll Over
Deposito juga dapat memiliki fasilitas Automatic Roll Over (ARO). Dengan fasilitas ini, pokok deposito diperpanjang secara otomatis untuk tenor berikutnya sesuai instruksi dan ketentuan bank.
Ada pula skema yang memungkinkan bunga ditambahkan ke pokok ketika deposito diperpanjang. Karena mekanismenya dapat berbeda, pahami pilihan roll over yang tersedia sebelum menentukan instruksi penempatan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Selain Besaran Bunga Deposito
1. Pilih Tenor Sesuai Kebutuhan Dana
Deposito sebaiknya digunakan untuk dana yang memang belum akan digunakan sampai tenor selesai.
Jika Anda memiliki kebutuhan dalam tiga bulan mendatang, jangan hanya memilih tenor lebih panjang karena tertarik pada suku bunga tertentu. Likuiditas juga perlu menjadi pertimbangan.
2. Perhatikan Ketentuan Pencairan sebelum Jatuh Tempo
Pencairan deposito sebelum jatuh tempo dapat menimbulkan konsekuensi sesuai ketentuan bank, misalnya penalti atau bunga yang tidak dibayarkan.
Oleh karena itu, dana darurat atau dana untuk kebutuhan rutin sebaiknya tidak seluruhnya ditempatkan pada deposito.
3. Periksa Tingkat Bunga Penjaminan LPS
Sebelum memilih deposito, perhatikan pula Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.
Penjaminan simpanan memiliki persyaratan tertentu. Salah satunya berkaitan dengan tingkat bunga yang diterima nasabah. Jika tingkat bunga simpanan melebihi tingkat bunga penjaminan yang berlaku, simpanan dapat tidak memenuhi kriteria penjaminan.
LPS juga menetapkan batas maksimum nilai simpanan yang dijamin per nasabah per bank sesuai ketentuan yang berlaku. Karena TBP dapat berubah secara berkala, periksa informasi terbaru di kanal resmi LPS sebelum menempatkan dana.
4. Bandingkan Hasil Bersih, Bukan Hanya Suku Bunga
Suku bunga yang tercantum merupakan salah satu komponen. Untuk mengetahui nilai yang lebih mendekati hasil yang diterima, hitung bunga setelah pajak.
Perhatikan pula biaya atau konsekuensi pencairan sebelum jatuh tempo jika terdapat kemungkinan dana akan dibutuhkan lebih cepat.
Tips Memilih Deposito Sesuai Tujuan Keuangan
1. Tentukan Kapan Dana Akan Digunakan
Mulailah dari tujuan, bukan dari besarnya suku bunga. Tentukan kapan Anda akan membutuhkan kembali dana tersebut.
Jika dana dipersiapkan untuk kebutuhan enam bulan mendatang, pilih tenor yang tidak membuat uang terkunci melewati waktu penggunaannya.
2. Jangan Gunakan Seluruh Dana Likuid untuk Deposito
Deposito memiliki batas waktu penempatan. Karena itu, tetap sisakan dana yang mudah diakses untuk kebutuhan sehari-hari dan kondisi tidak terduga.
Pemisahan antara dana likuid dan deposito dapat membantu Anda menghindari pencairan sebelum jatuh tempo.
3. Sesuaikan Tenor dengan Target Keuangan
Anda dapat membagi penempatan ke beberapa tenor apabila memang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan minimum deposito.
Dengan demikian, tidak seluruh dana harus jatuh tempo pada waktu yang sama.
4. Pahami Syarat dan Ketentuan Produk
Sebelum menyetujui penempatan, periksa suku bunga, tenor, pajak, minimum penempatan, cara pembayaran bunga, fasilitas ARO, serta ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo.
Baca juga: Apa Itu Deposito? Simak Jenis dan Cara Memilih yang Aman.
Hitung Bunga Deposito Sebelum Menempatkan Dana agar Lebih Terencana
Memahami cara menghitung bunga deposito membantu Anda mendapatkan gambaran yang lebih realistis mengenai hasil penempatan dana. Jangan hanya mengalikan nominal deposito dengan persentase bunga karena Anda juga perlu memperhitungkan tenor, jumlah hari penempatan, dan pajak.
Mulailah dengan menghitung bunga kotor, kemudian perhitungkan pajak untuk mengetahui bunga bersih. Setelah itu, bandingkan hasil tersebut dengan kebutuhan likuiditas dan tujuan keuangan Anda.
Jika mempertimbangkan Mega Depo Bank Mega, tersedia pilihan tenor yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta fasilitas perpanjangan deposito sesuai ketentuan produk. Karena suku bunga dapat berubah, periksa rate terbaru dan Ringkasan Informasi Produk dan Layanan sebelum melakukan penempatan.
Jangan lupa memeriksa Tingkat Bunga Penjaminan LPS yang berlaku. Dengan mempertimbangkan bunga bersih, tenor, likuiditas, dan ketentuan penjaminan, keputusan menempatkan dana dapat dilakukan dengan lebih terencana.
Setelah memahami cara menghitung bunga deposito, Anda dapat mempertimbangkan Mega Depo Bank Mega untuk menempatkan dana yang belum akan digunakan dalam jangka waktu tertentu. Dengan pilihan tenor yang tersedia, Anda dapat menyesuaikan jangka waktu penempatan dengan target keuangan sekaligus memperkirakan bunga bersih setelah pajak sebelum membuka deposito. Sebelum menempatkan dana, pastikan Anda mengecek suku bunga terbaru, ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo, serta pilihan perpanjangan deposito agar penempatan dana tetap sesuai dengan kebutuhan dan rencana keuangan Anda.
Baca Juga: Tabungan Deposito: Mana yang Cocok untuk Kamu?
FAQ Seputar Cara Menghitung Bunga Deposito
1. Bagaimana rumus menghitung bunga deposito?
Salah satu rumus yang dapat digunakan adalah nominal deposito × suku bunga per tahun × jumlah hari penempatan ÷ 365. Hasil tersebut merupakan bunga kotor sebelum memperhitungkan pajak. Metode aktual mengikuti ketentuan masing-masing bank.
2. Berapa pajak bunga deposito?
Untuk Wajib Pajak dalam negeri, bunga deposito yang memenuhi ketentuan perpajakan pada umumnya dikenakan PPh Final sebesar 20% dari bunga bruto. Terdapat pengecualian, antara lain terhadap deposito dan tabungan dengan jumlah tidak melebihi Rp7,5 juta dan bukan jumlah yang dipecah-pecah.
3. Apa perbedaan bunga deposito kotor dan bersih?
Bunga kotor adalah bunga sebelum pajak, sedangkan bunga bersih merupakan bunga setelah dikurangi pajak yang berlaku. Untuk perencanaan keuangan, bunga bersih lebih tepat digunakan untuk memperkirakan hasil yang diterima.
4. Apakah tenor yang lebih lama selalu memberikan bunga lebih tinggi?
Tidak selalu. Bank dapat menentukan suku bunga yang berbeda untuk setiap tenor dan nominal penempatan. Karena itu, bandingkan rate yang berlaku sekaligus sesuaikan tenor dengan waktu penggunaan dana.
5. Apakah bunga deposito dijamin LPS?
Deposito termasuk jenis simpanan yang dapat masuk dalam program penjaminan LPS selama memenuhi persyaratan penjaminan. Di antaranya, simpanan tercatat pada pembukuan bank dan tingkat bunga yang diterima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS yang berlaku. Periksa ketentuan dan TBP terbaru sebelum menempatkan dana.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
