Deposito menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menempatkan dana dalam jangka waktu tertentu dan memperoleh imbal hasil berupa bunga. Dibandingkan tabungan biasa, deposito memiliki karakter yang lebih terikat pada tenor sehingga dana umumnya direncanakan untuk tidak digunakan sampai waktu jatuh tempo.
Salah satu hal penting yang perlu dipahami sebelum membuka deposito adalah bunga deposito. Besarnya bunga akan memengaruhi estimasi hasil yang diperoleh, tetapi nominal akhirnya tidak hanya bergantung pada persentase bunga. Tenor, jumlah dana, pajak, serta ketentuan produk juga perlu diperhitungkan.
Selain itu, suku bunga deposito biasanya ditampilkan dalam bentuk persentase per tahun atau per annum (p.a.). Artinya, jika Anda mengambil tenor tiga atau enam bulan, bunga yang diterima perlu disesuaikan dengan lamanya penempatan dana dan bukan langsung dihitung satu tahun penuh.
Agar tidak salah memperkirakan hasilnya, berikut penjelasan lengkap mengenai sistem bunga deposito, rumus perhitungan, pajak, tenor, hingga contoh menggunakan Mega Depo dari Bank Mega.
Daftar Isi
- Apa Itu Bunga Deposito?
- Bagaimana Sistem Bunga Deposito Bekerja?
- Faktor yang Memengaruhi Besarnya Bunga Deposito
- Apa Itu Tenor Deposito dan Bagaimana Memilihnya?
- Cara Menghitung Bunga Deposito
- Contoh Perhitungan Bunga Deposito
- Cara Memaksimalkan Hasil Bunga Deposito
- Apa Itu ARO, ARO Plus, dan Non-ARO pada Deposito?
- Risiko yang Perlu Dipahami Sebelum Menempatkan Deposito
- Tempatkan Dana di Mega Depo dari Bank Mega
- FAQ Seputar Bunga Deposito
Apa Itu Bunga Deposito?
Bunga deposito adalah imbal hasil yang diberikan bank kepada nasabah atas dana yang ditempatkan dalam produk deposito selama jangka waktu tertentu.
Besarnya bunga umumnya dinyatakan dalam persentase per tahun atau p.a. Namun, deposito dapat memiliki tenor lebih pendek maupun lebih panjang dari satu tahun sehingga perhitungan bunga perlu disesuaikan dengan lama penempatan dana.
Deposito memiliki karakter yang berbeda dari tabungan biasa. Tabungan dirancang lebih fleksibel untuk kebutuhan transaksi dan dana dapat ditarik mengikuti ketentuan rekening. Sementara itu, deposito memiliki jangka waktu penempatan tertentu, misalnya 1, 3, 6, atau 12 bulan.
Apabila dana deposito dicairkan sebelum jatuh tempo, bank dapat mengenakan penalti atau ketentuan lain sesuai produk.
Karena itulah deposito lebih cocok untuk dana yang sudah dipastikan tidak diperlukan dalam waktu dekat. Dana darurat atau uang untuk kebutuhan rutin sebaiknya tetap ditempatkan pada instrumen yang lebih mudah diakses.
Bagaimana Sistem Bunga Deposito Bekerja?
1. Bunga Ditentukan dalam Persentase per Tahun
Suku bunga deposito umumnya ditampilkan sebagai persentase per tahun atau per annum (p.a.).
Misalnya, deposito menawarkan bunga 5% p.a. Angka tersebut berarti tingkat bunga yang menjadi acuan adalah 5% untuk periode satu tahun, bukan berarti deposito tenor tiga bulan otomatis memberikan hasil sebesar 5% dari pokok.
Untuk tenor tiga bulan, perhitungan sederhananya menjadi proporsi tiga bulan dari satu tahun.
Contohnya, jika dana Rp100 juta ditempatkan dengan bunga 5% p.a. selama tiga bulan:
Rp100.000.000 × 5% × 3/12 = Rp1.250.000
Nilai tersebut merupakan ilustrasi bunga kotor sebelum pajak.
2. Besarnya Bunga Bisa Dipengaruhi Nominal Penempatan
Bank dapat menerapkan sistem tiering atau tingkat bunga berdasarkan jumlah dana.
Artinya, penempatan Rp10 juta belum tentu memperoleh tingkat bunga yang sama dengan deposito Rp100 juta atau Rp500 juta.
Semakin tinggi nominal bukan berarti selalu otomatis menghasilkan persentase bunga tertinggi karena penetapan tetap mengikuti kebijakan produk yang berlaku.
Sebelum membuka deposito, periksa tabel bunga berdasarkan nominal agar estimasi hasil lebih akurat.
3. Tenor Deposito Memengaruhi Tingkat Bunga
Setiap tenor juga dapat memiliki tingkat bunga berbeda.
Sebagai contoh, bank dapat menawarkan bunga tertentu untuk tenor satu bulan, kemudian tingkat berbeda untuk tiga, enam, atau dua belas bulan.
Karena itu, anggapan bahwa tenor paling panjang selalu memberikan bunga tertinggi belum tentu benar.
Selain tingkat bunga, pilih tenor berdasarkan kapan dana kemungkinan akan dibutuhkan kembali.
4. Bunga Dibayarkan Sesuai Ketentuan Produk
Mekanisme pembayaran bunga dapat berbeda sesuai produk dan instruksi yang dipilih nasabah.
Bunga dapat dibayarkan secara berkala ke rekening tertentu atau dikelola bersama pokok ketika deposito diperpanjang secara otomatis sesuai fasilitas yang tersedia.
Karena itu, periksa sejak awal bagaimana bunga akan dibayarkan dan apa yang terjadi terhadap pokok ketika deposito mencapai jatuh tempo.
Faktor yang Memengaruhi Besarnya Bunga Deposito
1. Kebijakan Suku Bunga Bank
Setiap bank memiliki kebijakan penetapan bunga deposito berdasarkan strategi pendanaan, kondisi likuiditas, dan berbagai pertimbangan lainnya.
Akibatnya, tingkat bunga deposito dapat berbeda antara satu bank dengan bank lainnya.
Bunga yang ditawarkan juga dapat berubah dari waktu ke waktu.
2. Jumlah Dana yang Ditempatkan
Nominal deposito dapat menentukan tier bunga yang diperoleh.
Contohnya, sebuah produk dapat membagi nasabah menjadi kategori dana di bawah Rp100 juta, Rp100 juta sampai kurang dari Rp500 juta, dan Rp500 juta atau lebih.
Periksa batas setiap tier karena selisih nominal yang relatif kecil dapat membuat dana masuk pada kategori berbeda.
3. Jangka Waktu atau Tenor Deposito
Tenor menunjukkan berapa lama dana ditempatkan.
Bank dapat menentukan bunga berbeda untuk deposito satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dua belas bulan, maupun tenor lain yang tersedia.
Jangan memilih tenor semata-mata berdasarkan bunga tertinggi jika dana kemungkinan dibutuhkan sebelum jatuh tempo.
4. Kondisi Suku Bunga dan Pasar
Perubahan kondisi ekonomi, likuiditas, dan tingkat suku bunga dapat memengaruhi kebijakan bank dalam menetapkan bunga produk simpanan.
Itulah sebabnya tingkat bunga deposito yang tersedia saat ini belum tentu sama beberapa bulan kemudian.
5. Program atau Penawaran Khusus dari Bank
Bank juga dapat menyediakan penawaran khusus melalui kanal atau periode tertentu.
Misalnya, bunga pembukaan deposito melalui aplikasi digital dapat berbeda dengan bunga penempatan melalui kanal lainnya sesuai program yang sedang berlaku.
Karena penawaran dapat berubah, selalu cek informasi terbaru ketika akan melakukan penempatan.
Apa Itu Tenor Deposito dan Bagaimana Memilihnya?
Tenor deposito adalah jangka waktu penempatan dana sejak deposito dibuka sampai mencapai jatuh tempo.
Pilihan tenor bergantung pada produk bank. Secara umum, masyarakat dapat menemukan tenor seperti 1, 3, 6, atau 12 bulan, sedangkan produk tertentu menyediakan periode lebih panjang.
Tenor pendek dapat dipertimbangkan apabila Anda memperkirakan dana akan dibutuhkan dalam waktu relatif dekat. Kelebihannya adalah dana lebih cepat mencapai jatuh tempo sehingga fleksibilitas untuk mengevaluasi kembali penempatan menjadi lebih tinggi.
Tenor menengah, seperti tiga hingga enam bulan, dapat dipertimbangkan untuk dana yang sudah diketahui tidak akan digunakan selama beberapa bulan.
Sementara tenor yang lebih panjang cocok untuk dana yang memang dialokasikan untuk tujuan jangka lebih jauh dan tidak dibutuhkan untuk pengeluaran rutin.
Dalam memilih tenor, pertimbangkan setidaknya:
- kapan dana akan dibutuhkan;
- tingkat bunga pada setiap tenor;
- kebutuhan likuiditas;
- dana darurat yang sudah tersedia;
- ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo; dan
- rencana keuangan selama masa penempatan.
Dengan demikian, tenor terbaik bukan selalu tenor dengan bunga tertinggi, melainkan tenor yang paling sesuai dengan kebutuhan dana dan kondisi finansial Anda.
Cara Menghitung Bunga Deposito
1. Rumus Menghitung Bunga Deposito Sebelum Pajak
Untuk memperoleh gambaran sederhana, perhitungan bunga deposito berdasarkan tenor bulanan dapat menggunakan rumus:
Bunga deposito bruto = Nominal deposito × Suku bunga per tahun × Lama penempatan / 12 bulan
Keterangan:
- Nominal deposito adalah jumlah dana yang ditempatkan.
- Suku bunga per tahun adalah bunga deposito yang ditampilkan dalam persentase p.a.
- Lama penempatan adalah tenor deposito dalam bulan.
Misalnya, dana Rp100 juta ditempatkan selama enam bulan dengan bunga 5% p.a.
Rp100.000.000 × 5% × 6/12 = Rp2.500.000
Jadi, estimasi bunga kotor selama enam bulan adalah Rp2,5 juta.
Rumus ini merupakan ilustrasi sederhana untuk membantu pembaca memahami mekanismenya. Perhitungan aktual bank dapat mengikuti jumlah hari, basis perhitungan, serta ketentuan produk yang berlaku.
2. Cara Menghitung Pajak Bunga Deposito
Bunga yang diperoleh dari deposito juga perlu memperhitungkan pajak.
Secara umum, bunga deposito bagi wajib pajak dalam negeri dikenakan PPh Final sebesar 20% dari jumlah bruto apabila memenuhi ketentuan pengenaan pajak.
Terdapat pengecualian tertentu berdasarkan peraturan perpajakan. Salah satunya berkaitan dengan jumlah deposito dan tabungan yang tidak melebihi Rp7,5 juta dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah.
Untuk deposito yang terkena pajak, rumus sederhananya adalah:
Pajak bunga deposito = Bunga bruto × 20%
Jika bunga bruto Rp2.500.000:
Rp2.500.000 × 20% = Rp500.000
3. Rumus Menghitung Bunga Deposito Setelah Pajak
Setelah mengetahui pajak, Anda dapat memperkirakan bunga bersih dengan rumus:
Bunga bersih = Bunga deposito bruto − Pajak bunga deposito
Menggunakan contoh sebelumnya:
Bunga bruto = Rp2.500.000
Pajak = Rp500.000
Maka:
Rp2.500.000 − Rp500.000 = Rp2.000.000
Estimasi hasil setelah pajak menjadi Rp2 juta.
Perhitungan bunga bersih lebih relevan ketika membandingkan deposito karena angka inilah yang lebih mendekati hasil yang benar-benar diterima setelah pemotongan pajak.
Contoh Perhitungan Bunga Deposito
Agar lebih mudah dipahami, berikut simulasi menggunakan suku bunga Mega Depo IDR melalui M-Smile yang berlaku efektif mulai 20 Agustus 2026.
Angka bunga dapat berubah sesuai kebijakan Bank Mega. Karena itu, simulasi berikut digunakan sebagai contoh perhitungan dan bukan jaminan tingkat bunga pada saat Anda melakukan pembukaan deposito.
1. Contoh Deposito Rp10 Juta
Misalnya Anda menempatkan Rp10 juta melalui M-Smile dengan tenor tiga bulan. Berdasarkan tier yang berlaku, tingkat bunga untuk nominal Rp8 juta sampai kurang dari Rp100 juta pada tenor tiga bulan adalah 4,75% p.a.
| Nominal deposito | Rp10.000.000 |
| Suku bunga | 4,75% p.a. |
| Tenor | 3 bulan |
Perhitungan bunga bruto:
Rp10.000.000 × 4,75% × 3/12 = Rp118.750
Pajak bunga 20%:
Rp118.750 × 20% = Rp23.750
Bunga bersih:
Rp118.750 − Rp23.750 = Rp95.000
Jika pokok dan bunga bersih diterima bersamaan pada akhir tenor, estimasi totalnya menjadi:
Rp10.000.000 + Rp95.000 = Rp10.095.000
2. Contoh Deposito Rp100 Juta
Selanjutnya, gunakan deposito Rp100 juta dengan tenor enam bulan. Pada tier Rp100 juta sampai kurang dari Rp500 juta, bunga Mega Depo IDR melalui M-Smile untuk tenor enam bulan tercatat 5,25% p.a. pada ketentuan efektif 20 Agustus 2026.
| Nominal deposito | Rp100.000.000 |
| Suku bunga | 5,25% p.a. |
| Tenor | 6 bulan |
Bunga bruto:
Rp100.000.000 × 5,25% × 6/12 = Rp2.625.000
Pajak bunga:
Rp2.625.000 × 20% = Rp525.000
Bunga bersih:
Rp2.625.000 − Rp525.000 = Rp2.100.000
Estimasi total pokok dan bunga bersih:
Rp100.000.000 + Rp2.100.000 = Rp102.100.000
3. Contoh Deposito Rp500 Juta
Untuk contoh berikutnya, gunakan deposito Rp500 juta dengan tenor 12 bulan.
Pada tier Rp500 juta sampai dengan Rp2 miliar, tingkat bunga tenor 12 bulan melalui M-Smile tercatat sebesar 5,50% p.a. berdasarkan rate yang efektif sejak 20 Agustus 2026.
| Nominal deposito | Rp500.000.000 |
| Suku bunga | 5,50% p.a. |
| Tenor | 12 bulan |
Bunga bruto:
Rp500.000.000 × 5,50% × 12/12 = Rp27.500.000
Pajak bunga:
Rp27.500.000 × 20% = Rp5.500.000
Bunga bersih:
Rp27.500.000 − Rp5.500.000 = Rp22.000.000
Estimasi total pokok dan bunga bersih:
Rp500.000.000 + Rp22.000.000 = Rp522.000.000
Berikut ringkasannya:
| Nominal | Tenor | Bunga p.a. | Bunga Bruto | Pajak | Bunga Bersih |
|---|---|---|---|---|---|
| Rp10 juta | 3 bulan | 4,75% | Rp118.750 | Rp23.750 | Rp95.000 |
| Rp100 juta | 6 bulan | 5,25% | Rp2.625.000 | Rp525.000 | Rp2.100.000 |
| Rp500 juta | 12 bulan | 5,50% | Rp27.500.000 | Rp5.500.000 | Rp22.000.000 |
Simulasi di atas menggunakan perhitungan sederhana berdasarkan tenor bulanan. Nilai aktual yang diterima nasabah mengikuti sistem perhitungan dan ketentuan Bank Mega pada saat penempatan.
Cara Memaksimalkan Hasil Bunga Deposito
1. Bandingkan Tingkat Bunga Berdasarkan Tenor
Sebelum menempatkan dana, bandingkan bunga pada setiap tenor.
Tenor enam bulan, misalnya, dapat memiliki bunga lebih tinggi daripada tenor dua belas bulan pada suatu periode. Karena itu, jangan langsung memilih tenor terpanjang.
Selain bunga, sesuaikan pilihan dengan waktu kebutuhan dana.
2. Sesuaikan Nominal Penempatan dengan Tier Bunga
Perhatikan batas nominal setiap tier.
Jika dana berada dekat batas tier berikutnya dan Anda memang memiliki dana yang tidak diperlukan untuk kebutuhan lain, periksa apakah perbedaan nominal tersebut memberikan tingkat bunga berbeda.
Namun, jangan mengorbankan dana darurat hanya demi berpindah ke tier bunga yang lebih tinggi.
3. Hindari Pencairan Sebelum Jatuh Tempo
Deposito dirancang untuk ditempatkan sampai jatuh tempo.
Pencairan sebelum waktunya dapat dikenakan penalti sesuai ketentuan bank sehingga berpotensi mengurangi manfaat dari bunga yang diperoleh.
Sebelum membuka deposito, pastikan Anda masih memiliki dana likuid untuk kebutuhan rutin dan kondisi darurat.
4. Pertimbangkan Fasilitas Automatic Roll Over
Jika dana memang dialokasikan untuk jangka lebih panjang, fasilitas Automatic Roll Over atau ARO dapat membantu memperpanjang deposito secara otomatis setelah jatuh tempo.
Namun, periksa kembali tingkat bunga yang berlaku pada saat perpanjangan karena bunga dapat berbeda dari periode sebelumnya.
5. Hitung Imbal Hasil Bersih Setelah Pajak
Jangan membandingkan deposito hanya berdasarkan angka bunga p.a.
Hitung pula pajak serta biaya atau penalti yang relevan.
Dengan begitu, Anda dapat memperoleh gambaran lebih realistis mengenai hasil bersih yang diperoleh.
Selain itu, pertimbangkan inflasi. Meskipun saldo bertambah secara nominal, daya beli dari hasil deposito tetap dapat dipengaruhi kenaikan harga barang dan jasa.
Apa Itu ARO, ARO Plus, dan Non-ARO pada Deposito?
1. Non-Automatic Roll Over (Non-ARO)
Non-ARO berarti deposito berakhir ketika mencapai akhir jangka waktu yang telah diperjanjikan.
Dengan skema ini, deposito tidak otomatis diperpanjang untuk tenor berikutnya.
Opsi ini dapat dipertimbangkan apabila dana memang akan digunakan setelah mencapai jatuh tempo.
2. Automatic Roll Over (ARO)
Automatic Roll Over atau ARO merupakan fasilitas yang memperpanjang pokok deposito secara otomatis untuk jangka waktu yang sama sesuai instruksi penempatan pada awal pembukaan.
Dengan demikian, nasabah tidak perlu melakukan pembukaan baru setiap kali tenor berakhir selama fasilitas tersebut tetap digunakan sesuai ketentuan.
Suku bunga pada periode perpanjangan mengikuti ketentuan yang berlaku pada saat itu.
3. Automatic Roll Over Plus (ARO Plus)
ARO Plus juga melakukan perpanjangan otomatis, tetapi bunga deposito ditambahkan ke nominal pada setiap kali perpanjangan sesuai ketentuan produk.
Contohnya, apabila pokok awal Rp100 juta menghasilkan bunga bersih yang kemudian ditambahkan pada saat perpanjangan, dasar penempatan berikutnya dapat menjadi lebih besar dibandingkan pokok awal.
Mega Depo menyediakan pilihan Non-ARO, ARO, dan ARO Plus sehingga nasabah dapat menentukan mekanisme yang sesuai dengan kebutuhan penempatan dana.
Risiko yang Perlu Dipahami Sebelum Menempatkan Deposito
Meskipun deposito sering dianggap sebagai produk simpanan yang relatif mudah dipahami, tetap terdapat beberapa hal yang perlu diperhitungkan.
Pertama, dana tidak selikuid tabungan. Deposito memiliki tenor sehingga dana sebaiknya tidak direncanakan untuk kebutuhan yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Kedua, pencairan sebelum jatuh tempo dapat dikenakan penalti. Besar dan mekanismenya mengikuti kebijakan produk bank.
Ketiga, suku bunga dapat berubah. Tingkat bunga yang tersedia ketika artikel ini ditulis belum tentu sama ketika Anda membuka atau memperpanjang deposito di kemudian hari.
Keempat, terdapat pajak atas bunga. Jika deposito memenuhi ketentuan pemotongan PPh Final, hasil bersih yang diterima akan lebih kecil daripada bunga bruto.
Kelima, terdapat risiko inflasi. Jika inflasi meningkat lebih cepat daripada hasil bersih deposito, pertumbuhan daya beli dana dapat menjadi terbatas.
Bank Mega juga mencantumkan bahwa suku bunga dan biaya Mega Depo dapat berubah serta pencairan deposito sebelum waktunya dapat dikenakan penalti.
Selain mempertimbangkan bunga, deposan juga sebaiknya memahami persyaratan penjaminan simpanan LPS yang berlaku, termasuk batas nilai simpanan dan tingkat bunga penjaminan pada saat penempatan.
Tempatkan Dana di Mega Depo dari Bank Mega
Bagi Anda yang memiliki dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat, Mega Depo dari Bank Mega dapat menjadi salah satu pilihan untuk menempatkan dana dalam jangka waktu tertentu.
Mega Depo merupakan produk deposito Bank Mega yang tersedia untuk nasabah individual maupun nonindividual. Produk ini menyediakan beragam pilihan tenor, mata uang, dan fasilitas perpanjangan sehingga penempatan dana dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
1. Pilihan Tenor Mega Depo
Mega Depo menyediakan pilihan tenor:
- 1 bulan;
- 3 bulan;
- 6 bulan;
- 12 bulan; dan
- 24 bulan.
Khusus tenor 24 bulan tersedia untuk deposito dalam mata uang rupiah.
Dengan pilihan tersebut, Anda dapat menyesuaikan jangka waktu berdasarkan kapan dana akan dibutuhkan kembali.
2. Pilihan Mata Uang Mega Depo
Mega Depo tersedia dalam berbagai pilihan mata uang, antara lain:
- IDR atau Rupiah;
- USD atau Dolar AS;
- SGD atau Dolar Singapura;
- AUD atau Dolar Australia;
- EUR atau Euro;
- GBP atau Pound Sterling;
- JPY atau Yen Jepang; dan
- CNY atau Yuan Tiongkok.
Ketersediaan tenor, bunga, dan minimum penempatan dapat berbeda untuk setiap mata uang.
3. Minimum Penempatan Mega Depo
Untuk Mega Depo dalam mata uang rupiah, minimum penempatan yang dicantumkan Bank Mega adalah mulai dari Rp8 juta.
Minimum deposito mata uang asing berbeda berdasarkan masing-masing mata uang.
Karena itu, periksa informasi terbaru sebelum melakukan penempatan, khususnya jika ingin membuka deposito dalam valuta asing.
4. Suku Bunga Mega Depo
Suku bunga Mega Depo ditentukan berdasarkan nominal, tenor, mata uang, serta kanal penempatan.
Khusus Mega Depo IDR melalui M-Smile, suku bunga yang berlaku efektif mulai 20 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:
| Nominal | 1 Bulan | 3 Bulan | 6 Bulan | 12 Bulan | 24 Bulan |
|---|---|---|---|---|---|
| Rp8 juta–<Rp100 juta | 4,25% | 4,75% | 5,00% | 4,75% | 4,00% |
| Rp100 juta–<Rp500 juta | 4,50% | 5,00% | 5,25% | 5,00% | 4,25% |
| Rp500 juta–Rp2 miliar | 5,00% | 5,50% | 5,75% | 5,50% | 4,50% |
| >Rp2 miliar | 5,25% | 5,75% | 6,00% | 5,50% | 4,50% |
Seluruh angka pada tabel merupakan bunga per tahun atau p.a.
Data tersebut memperlihatkan bahwa tenor paling panjang tidak selalu memiliki bunga paling tinggi. Pada beberapa tier, tenor enam bulan justru menawarkan tingkat bunga lebih tinggi daripada tenor 12 atau 24 bulan.
Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Bank Mega. Pastikan Anda mengecek kembali rate aktual ketika hendak melakukan penempatan.
5. Pembukaan Mega Depo melalui M-Smile
Bank Mega menyediakan fasilitas pembukaan Mega Depo melalui M-Smile, termasuk untuk deposito IDR.
Melalui kanal digital ini, nasabah dapat melakukan pembukaan deposito sesuai fitur, syarat, dan ketentuan yang tersedia tanpa harus selalu melakukan proses penempatan melalui kantor cabang.
Selain kemudahan pembukaan, rate deposito melalui M-Smile dapat memiliki skema tersendiri berdasarkan tier nominal dan tenor.
Sebelum mengonfirmasi transaksi, periksa kembali:
- nominal penempatan;
- tenor;
- tingkat bunga;
- instruksi ARO atau Non-ARO;
- rekening sumber dana;
- mekanisme pembayaran bunga; dan
- ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo.
Dengan memahami seluruh ketentuan sejak awal, deposito dapat digunakan sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana jangka pendek hingga menengah secara lebih terencana.
Baca Juga: Tabungan Deposito: Mana yang Cocok untuk Kamu?
FAQ Seputar Bunga Deposito
1. Apakah Suku Bunga Deposito Bisa Berubah Saat Deposito Masih Berjalan?
Suku bunga deposito dapat berubah dari waktu ke waktu sesuai kebijakan bank. Namun, perlakuan terhadap deposito yang sudah berjalan mengikuti ketentuan yang disepakati ketika penempatan dilakukan. Jika deposito diperpanjang setelah jatuh tempo, tingkat bunga periode berikutnya dapat mengikuti rate yang berlaku pada saat perpanjangan. Karena itu, cek kembali bunga setiap kali deposito memasuki periode baru.
2. Apakah Bunga Deposito Bisa Diambil Setiap Bulan?
Bisa pada produk yang menyediakan fasilitas pembayaran bunga bulanan. Mega Depo, misalnya, mencantumkan fasilitas pembayaran bunga bulanan. Mekanisme penerimaan bunga tetap mengikuti instruksi dan ketentuan produk yang dipilih ketika membuka deposito.
3. Apakah Deposito Bisa Dijadikan Jaminan Kredit?
Pada perbankan, deposito tertentu dapat digunakan sebagai agunan untuk fasilitas kredit apabila bank menyediakan fasilitas tersebut dan nasabah memenuhi persyaratan. Namun, tidak semua produk dan kondisi deposito otomatis dapat digunakan sebagai jaminan. Jika Anda ingin menggunakan deposito sebagai agunan, konfirmasikan terlebih dahulu kepada bank mengenai fasilitas, nilai pengikatan, bunga kredit, dan ketentuannya.
4. Apa yang Terjadi Jika Tanggal Jatuh Tempo Deposito Bertepatan dengan Hari Libur?
Mekanisme pencairan ketika jatuh tempo bertepatan dengan hari libur mengikuti ketentuan operasional bank dan produk deposito. Jika menggunakan fasilitas ARO, deposito dapat diperpanjang otomatis sesuai instruksi. Untuk deposito Non-ARO atau ketika dana akan dicairkan, periksa ketentuan Bank Mega mengenai tanggal efektif pencairan agar dana dapat direncanakan dengan tepat.
5. Apakah Satu Nasabah Bisa Memiliki Beberapa Deposito Sekaligus?
Pada umumnya nasabah dapat memiliki lebih dari satu penempatan deposito sesuai produk dan kebijakan bank. Strategi ini dapat digunakan untuk membagi dana ke beberapa tenor, misalnya sebagian ditempatkan satu bulan, sebagian tiga bulan, dan sebagian enam bulan. Namun, perhatikan minimum penempatan, kebutuhan likuiditas, pajak, serta ketentuan setiap rekening deposito sebelum membagi dana.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
