Dalam perjalanan karier, ada kalanya seseorang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan dan mencari kesempatan baru. Keputusan ini sering disebut sebagai resign. Alasannya bisa beragam, mulai dari mendapatkan pekerjaan dengan prospek lebih baik, ingin melakukan career switch, mengejar work-life balance, hingga memulai usaha sendiri.
Namun, keputusan resign sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru. Selain mempertimbangkan karier, Anda perlu mengevaluasi kondisi keuangan, kewajiban bulanan, kontrak kerja, hingga rencana setelah tidak lagi menerima penghasilan rutin dari perusahaan.
Lantas, apa sebenarnya arti resign dan apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum mengajukan pengunduran diri? Simak pembahasannya berikut ini.
Summary
- Resign adalah keputusan karyawan untuk mengakhiri hubungan kerja atas kemauannya sendiri sesuai prosedur yang berlaku.
- Resign berbeda dengan PHK dan pensiun, terutama dari sisi pihak yang menginisiasi serta alasan berakhirnya hubungan kerja.
- Sebelum resign, pertimbangkan kondisi keuangan, pekerjaan berikutnya, kontrak kerja, notice period, dan kebutuhan selama masa transisi.
- Dana darurat dan perencanaan pengeluaran menjadi penting apabila Anda belum mendapatkan pekerjaan baru.
- Resign sebaiknya dilakukan secara profesional dengan menyampaikan rencana kepada atasan, membuat surat pengunduran diri, dan menyelesaikan proses serah terima.
Daftar Isi
- Apa Itu Resign?
- Perbedaan Resign, PHK, dan Pensiun
- Alasan Karyawan Memilih Resign
- Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Resign
- Persiapan Keuangan Sebelum Resign
- Cara Mengajukan Resign dengan Baik
- Apa yang Perlu Disiapkan Setelah Resign?
- Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Resign
- Apakah Sebaiknya Resign Sebelum Mendapat Pekerjaan Baru?
- Resign dengan Persiapan yang Matang agar Masa Transisi Lebih Terencana
- FAQ Seputar Resign
Apa Itu Resign?
Resign adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan keputusan seseorang mengundurkan diri dari pekerjaan atas kemauannya sendiri. Dalam bahasa Indonesia, resign dapat disebut sebagai pengunduran diri.
Ketika mengajukan resign, karyawan menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hubungan kerja dengan perusahaan. Prosesnya biasanya mengikuti ketentuan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, serta ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.
Pengunduran diri tidak selalu berarti seseorang memiliki masalah dengan tempat kerjanya. Banyak karyawan memilih resign karena mendapatkan kesempatan karier baru, ingin pindah bidang, melanjutkan pendidikan, mengikuti kebutuhan keluarga, atau mengejar rencana pribadi lainnya.
Karena berdampak pada penghasilan dan perjalanan karier, keputusan ini sebaiknya dibuat setelah mempertimbangkan berbagai konsekuensi jangka pendek maupun jangka panjang.
Perbedaan Resign, PHK, dan Pensiun
Resign, pemutusan hubungan kerja atau PHK, dan pensiun sama-sama menyebabkan berakhirnya hubungan kerja. Namun, ketiganya memiliki konteks yang berbeda.
Pada resign, keputusan untuk mengakhiri hubungan kerja berasal dari karyawan. Karyawan mengajukan pengunduran diri kemudian mengikuti prosedur yang berlaku di perusahaan.
Sementara itu, PHK mengacu pada berakhirnya hubungan kerja yang dapat terjadi karena berbagai alasan sesuai ketentuan ketenagakerjaan dan kondisi hubungan kerja. Hak maupun proses yang berlaku dapat berbeda tergantung penyebab PHK.
Adapun pensiun umumnya berkaitan dengan berakhirnya masa kerja karena karyawan memasuki usia pensiun atau mengikuti program pensiun yang berlaku.
Karena mekanismenya berbeda, konsekuensi administratif dan hak yang diterima juga tidak selalu sama. Sebelum mengakhiri hubungan kerja, periksa perjanjian kerja dan kebijakan perusahaan serta tanyakan kepada bagian Human Resources apabila ada ketentuan yang belum dipahami.
Alasan Karyawan Memilih Resign
Keputusan mengundurkan diri dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Berikut beberapa alasan yang umum dipertimbangkan seseorang sebelum meninggalkan pekerjaan.
1. Mendapatkan Kesempatan Karier yang Lebih Baik
Tawaran pekerjaan dengan tanggung jawab lebih besar, penghasilan lebih baik, jenjang karier lebih jelas, atau kesempatan belajar yang lebih luas dapat menjadi alasan seseorang berpindah perusahaan.
Sebelum menerimanya, pertimbangkan keseluruhan paket yang ditawarkan. Jangan hanya membandingkan gaji, tetapi perhatikan benefit, lokasi kerja, pola kerja, tanggung jawab, dan peluang pengembangan karier.
2. Ingin Melakukan Career Switch
Setelah bekerja beberapa tahun, seseorang mungkin menyadari bahwa bidang yang dijalani tidak lagi sesuai dengan minat atau tujuan jangka panjang. Resign kemudian dipilih sebagai bagian dari proses berpindah profesi.
Career switch biasanya membutuhkan persiapan tambahan, seperti mengikuti pelatihan, membangun portofolio, atau memulai dari posisi yang berbeda dibandingkan pekerjaan sebelumnya.
3. Lingkungan atau Budaya Kerja Kurang Sesuai
Kesesuaian dengan budaya perusahaan dapat memengaruhi kenyamanan seseorang dalam bekerja. Pola komunikasi, cara pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, maupun nilai organisasi dapat berbeda dengan preferensi setiap individu.
Jika perbedaan tersebut terus menghambat pekerjaan atau perkembangan karier, mencari lingkungan yang lebih sesuai dapat menjadi salah satu pertimbangan.
4. Mencari Work-Life Balance yang Lebih Baik
Jam kerja, perjalanan menuju kantor, tuntutan pekerjaan, dan fleksibilitas dapat memengaruhi keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi.
Sebagian pekerja memilih pindah ke perusahaan atau profesi yang menawarkan pengaturan kerja lebih sesuai dengan kebutuhannya.
5. Ingin Menjadi Freelancer atau Memulai Usaha
Resign juga dapat menjadi bagian dari rencana untuk bekerja secara independen. Menjadi freelancer atau membangun bisnis memberikan pola kerja yang berbeda dari menjadi karyawan.
Namun, penghasilan dapat lebih berfluktuasi. Karena itu, siapkan dana operasional dan kebutuhan pribadi sebelum meninggalkan pekerjaan tetap.
6. Alasan Keluarga atau Kondisi Pribadi
Kebutuhan keluarga, perpindahan tempat tinggal, rencana pendidikan, atau perubahan prioritas hidup juga dapat menjadi alasan seseorang mengundurkan diri.
Alasan pribadi tidak harus dijelaskan secara terlalu detail kepada rekan kerja. Anda dapat menyampaikan informasi secukupnya dan tetap menjalani proses pengunduran diri secara profesional.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Resign
Sebelum menyerahkan surat pengunduran diri, luangkan waktu untuk mengevaluasi keputusan dari sisi karier maupun finansial.
1. Pastikan Alasan Resign Sudah Dipertimbangkan dengan Matang
Bedakan antara masalah sementara dengan kondisi yang memang sulit diperbaiki. Jika persoalan berkaitan dengan beban kerja, pola komunikasi, atau pengembangan karier, pertimbangkan apakah masalah tersebut masih dapat dibicarakan dengan atasan.
Keputusan yang dibuat saat sedang emosi berisiko menimbulkan penyesalan setelahnya.
2. Cek Kondisi Keuangan Pribadi
Hitung jumlah tabungan, dana darurat, investasi yang likuid, cicilan, dan pengeluaran rutin. Langkah ini sangat penting jika Anda belum memiliki sumber penghasilan berikutnya.
Semakin panjang perkiraan masa tanpa penghasilan, semakin besar dana yang perlu disiapkan.
3. Pertimbangkan Apakah Sudah Memiliki Pekerjaan Baru
Memiliki pekerjaan baru sebelum resign dapat membantu menjaga arus pemasukan. Pastikan tawaran pekerjaan berikutnya sudah cukup jelas, termasuk posisi, kompensasi, tanggal mulai, dan ketentuan lainnya.
Jika belum mendapat pekerjaan, perhitungkan kemungkinan proses pencarian kerja membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan.
4. Periksa Kontrak dan Ketentuan Perusahaan
Baca kembali perjanjian kerja dan kebijakan perusahaan. Perhatikan ketentuan mengenai pengunduran diri, notice period, pengembalian aset perusahaan, penyelesaian pekerjaan, serta proses administrasi terakhir.
5. Tentukan Waktu Resign yang Tepat
Pertimbangkan proyek yang sedang berlangsung, masa pemberitahuan, tanggal mulai pekerjaan baru, hingga kondisi finansial sebelum menentukan tanggal terakhir bekerja.
Waktu yang direncanakan dengan baik dapat membuat proses transisi lebih lancar bagi Anda maupun perusahaan.
Persiapan Keuangan Sebelum Resign
Salah satu perubahan terbesar setelah berhenti bekerja adalah kemungkinan berhentinya penghasilan rutin. Oleh karena itu, persiapan finansial perlu dilakukan sebelum hari terakhir bekerja.
1. Siapkan Dana Darurat
Dana darurat dapat digunakan untuk menghadapi kebutuhan penting selama masa transisi. Besarnya perlu disesuaikan dengan pengeluaran, tanggungan, kestabilan pendapatan berikutnya, dan kondisi masing-masing individu.
Jika belum memiliki pekerjaan baru, kebutuhan dana cadangan umumnya menjadi lebih besar karena belum diketahui kapan penghasilan rutin akan kembali diterima.
2. Hitung Kebutuhan Hidup selama Masa Transisi
Hitung kebutuhan pokok setiap bulan seperti tempat tinggal, makanan, transportasi, listrik, komunikasi, dan kebutuhan keluarga. Setelah itu, tentukan berapa lama dana yang tersedia dapat menopang pengeluaran tersebut.
Gunakan perhitungan realistis dan sisakan ruang untuk pengeluaran tidak terduga.
3. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Mendesak
Selama masa transisi, Anda dapat mengevaluasi biaya langganan, hiburan, belanja impulsif, dan pengeluaran lain yang masih dapat dikurangi.
Tujuannya bukan menghentikan seluruh pengeluaran, melainkan menjaga dana tersedia lebih lama hingga kondisi penghasilan kembali stabil.
4. Perhitungkan Cicilan dan Tagihan Bulanan
Cicilan tetap berjalan meskipun Anda sudah tidak bekerja. Catat kewajiban seperti cicilan kendaraan, rumah, kartu kredit, maupun tagihan lainnya.
Pastikan dana pembayaran sudah menjadi bagian dari anggaran masa transisi agar kewajiban tidak terlewat.
5. Pisahkan Dana untuk Rencana setelah Resign
Jika ingin mengikuti kursus, memulai usaha, menjadi freelancer, atau mencari pekerjaan di kota lain, pisahkan dana untuk kebutuhan tersebut dari dana hidup sehari-hari.
Pemisahan anggaran dapat membantu mencegah dana darurat digunakan untuk kebutuhan yang sebenarnya sudah dapat direncanakan.
Cara Mengajukan Resign dengan Baik
Meskipun Anda akan meninggalkan perusahaan, proses pengunduran diri tetap sebaiknya dilakukan secara profesional. Hubungan kerja yang baik dapat bermanfaat bagi reputasi dan jaringan profesional di masa depan.
1. Sampaikan Rencana kepada Atasan
Jika memungkinkan, komunikasikan rencana pengunduran diri secara langsung kepada atasan sebelum menyebarkan informasi kepada rekan kerja.
Sampaikan keputusan dengan jelas dan profesional serta diskusikan rencana transisi pekerjaan.
2. Buat Surat Pengunduran Diri
Siapkan surat resign sesuai prosedur perusahaan. Biasanya surat berisi pernyataan pengunduran diri, posisi, tanggal terakhir bekerja, dan ucapan terima kasih secara singkat.
Gunakan bahasa formal dan hindari menjadikan surat pengunduran diri sebagai tempat menyampaikan keluhan panjang.
3. Patuhi Periode Pemberitahuan atau Notice Period
Periksa notice period yang berlaku berdasarkan perjanjian kerja maupun kebijakan perusahaan. Pemberitahuan lebih awal memberikan waktu bagi perusahaan untuk menyiapkan pengganti dan proses serah terima.
4. Selesaikan Pekerjaan dan Proses Serah Terima
Buat daftar pekerjaan yang sudah selesai, pekerjaan yang masih berjalan, dokumen terkait, serta informasi penting yang perlu diketahui oleh penerus atau anggota tim.
Serah terima yang rapi membantu mengurangi kendala setelah hari terakhir Anda bekerja.
5. Jaga Hubungan Profesional dengan Perusahaan
Tetap jalankan tanggung jawab hingga hari terakhir. Hindari meninggalkan konflik atau menyampaikan komentar negatif yang tidak diperlukan kepada rekan kerja.
Jaringan profesional dari pekerjaan sebelumnya dapat kembali bermanfaat dalam perjalanan karier Anda.
Apa yang Perlu Disiapkan Setelah Resign?
Setelah proses pengunduran diri selesai, ada beberapa dokumen dan rencana lanjutan yang sebaiknya tidak terlewat.
1. Dokumen Kerja dan Paklaring
Pastikan Anda memperoleh dokumen terkait riwayat kerja yang menjadi hak atau dibutuhkan untuk keperluan berikutnya, termasuk surat pengalaman kerja atau paklaring apabila diberikan perusahaan.
Simpan dokumen tersebut dengan baik karena dapat dibutuhkan ketika melamar pekerjaan maupun untuk administrasi tertentu.
2. Pembayaran Hak yang Masih Tersisa
Periksa informasi mengenai gaji terakhir dan hak lain yang masih perlu diselesaikan sesuai kontrak, kebijakan perusahaan, dan ketentuan yang berlaku.
Jika ada hal yang belum jelas, konfirmasikan kepada HR sebelum proses administrasi benar-benar selesai.
3. Pembaruan CV dan Portofolio
Tambahkan pengalaman, tanggung jawab, pencapaian, dan keterampilan terbaru ke CV. Jika pekerjaan Anda membutuhkan portofolio, perbarui pula contoh pekerjaan yang memang boleh ditampilkan.
Jangan membawa atau menggunakan dokumen perusahaan yang bersifat rahasia sebagai bagian dari portofolio.
4. Rencana Mencari Pekerjaan Baru
Tentukan posisi yang ingin dituju, industri, rentang kompensasi, dan lokasi kerja yang diinginkan. Buat target lamaran kerja setiap minggu agar proses pencarian lebih terstruktur.
Anda juga dapat kembali menghubungi jaringan profesional atau memperbarui profil di platform pencarian kerja.
5. Rencana jika Beralih Menjadi Freelancer atau Pengusaha
Jika tidak berencana kembali menjadi karyawan, buat target pendapatan, daftar calon klien atau produk, estimasi biaya usaha, serta jadwal kerja.
Pisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha sejak awal agar arus kas lebih mudah dipantau.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Resign
Resign yang dilakukan tanpa perencanaan dapat menimbulkan masalah administrasi, finansial, maupun hubungan profesional. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari.
1. Mengundurkan Diri Secara Mendadak
Keluar tanpa mengikuti prosedur dapat menyulitkan tim dan menimbulkan konsekuensi sesuai kontrak kerja. Periksa notice period dan komunikasikan rencana sejak awal.
2. Resign Tanpa Persiapan Keuangan
Kehilangan penghasilan rutin tanpa tabungan yang memadai dapat membuat kondisi finansial menjadi tertekan. Lakukan perhitungan sebelum menentukan tanggal pengunduran diri.
3. Membawa Konflik hingga Hari Terakhir Bekerja
Terlepas dari alasan pengunduran diri, usahakan menyelesaikan masa kerja dengan profesional. Hindari menyebarkan konflik, informasi internal, atau komentar yang dapat merusak hubungan kerja.
4. Mengabaikan Proses Serah Terima
Handover yang tidak lengkap dapat menghambat pekerjaan tim setelah Anda pergi. Siapkan dokumentasi yang mudah dipahami dan jelaskan status setiap pekerjaan penting.
5. Tidak Menyimpan Dokumen Penting
Simpan salinan dokumen pribadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, seperti kontrak, dokumen pengunduran diri, slip yang diperlukan, dan surat pengalaman kerja.
Pastikan Anda hanya menyimpan dokumen yang menjadi milik atau hak Anda dan tidak membawa informasi rahasia perusahaan.
Apakah Sebaiknya Resign Sebelum Mendapat Pekerjaan Baru?
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang. Dari sisi finansial, memiliki pekerjaan baru sebelum resign dapat memberikan kepastian penghasilan yang lebih tinggi dan mengurangi kebutuhan menggunakan tabungan selama masa transisi.
Namun, dalam kondisi tertentu seseorang mungkin memilih resign terlebih dahulu, misalnya untuk fokus melakukan career switch, mempersiapkan usaha, pindah domisili, atau karena alasan pribadi lainnya.
Jika ingin resign tanpa pekerjaan baru, hitung berapa bulan Anda dapat memenuhi kebutuhan tanpa penghasilan rutin. Pertimbangkan dana darurat, cicilan, tanggungan keluarga, biaya pencarian kerja, serta kemungkinan proses mendapatkan pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama.
Sebaliknya, jika sudah mendapatkan penawaran kerja, jangan hanya mengandalkan komunikasi informal. Pastikan detail penting mengenai posisi dan waktu mulai bekerja sudah cukup jelas sebelum menentukan tanggal resign dari perusahaan lama.
Resign dengan Persiapan yang Matang agar Masa Transisi Lebih Terencana
Resign adalah keputusan yang dapat menjadi awal dari tahap baru dalam perjalanan profesional seseorang. Namun, berhenti bekerja tidak hanya berkaitan dengan mengirimkan surat pengunduran diri. Ada aspek karier, administrasi, hubungan profesional, dan keuangan yang perlu dipersiapkan.
Sebelum mengambil keputusan, pahami alasan Anda, evaluasi kondisi finansial, periksa kontrak kerja, dan tentukan rencana setelah hari terakhir bekerja. Jika belum memiliki pekerjaan baru, pastikan dana tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan selama masa transisi.
Setelah keputusan dibuat, jalani proses pengunduran diri secara profesional. Selesaikan tanggung jawab, lakukan serah terima, simpan dokumen penting, serta tetap menjaga hubungan baik dengan perusahaan dan rekan kerja. Persiapan yang matang dapat membantu Anda memasuki langkah karier berikutnya dengan kondisi yang lebih terencana.
Sebelum memutuskan resign, penting untuk menyiapkan dana yang cukup agar kebutuhan selama masa transisi tetap dapat terpenuhi, terutama jika Anda belum memiliki pekerjaan baru. Untuk membantu mengelola dana secara lebih terencana, Anda dapat memanfaatkan Tabungan Bank Mega sebagai tempat menyimpan dana darurat, kebutuhan hidup bulanan, maupun dana untuk rencana setelah resign. Dengan memisahkan dana sesuai tujuan sejak awal, pengelolaan keuangan dapat menjadi lebih rapi sehingga Anda memiliki persiapan finansial yang lebih baik sebelum memasuki tahap karier berikutnya.
Baca Juga: Apa Itu Paklaring? Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya
FAQ Seputar Resign
1. Apa yang dimaksud dengan resign?
Resign adalah keputusan karyawan untuk mengundurkan diri dan mengakhiri hubungan kerja atas kemauannya sendiri dengan mengikuti prosedur serta ketentuan yang berlaku.
2. Apa perbedaan resign dan PHK?
Pada resign, inisiatif untuk mengakhiri hubungan kerja berasal dari karyawan. Sementara PHK merupakan berakhirnya hubungan kerja yang dapat terjadi karena berbagai alasan sesuai ketentuan ketenagakerjaan dan kondisi hubungan kerja. Prosedur dan hak yang terkait dengan keduanya dapat berbeda.
3. Apa yang harus dipersiapkan sebelum resign?
Sebelum resign, pertimbangkan alasan pengunduran diri, kondisi keuangan, dana darurat, pekerjaan selanjutnya, cicilan, kontrak kerja, notice period, serta kebutuhan selama masa transisi.
4. Apakah boleh resign sebelum mendapatkan pekerjaan baru?
Bisa, tetapi risikonya perlu diperhitungkan. Jika belum memiliki pekerjaan baru, siapkan dana yang cukup untuk biaya hidup, cicilan, dan kebutuhan lainnya selama periode tanpa penghasilan rutin.
5. Dokumen apa yang perlu disiapkan setelah resign?
Simpan dokumen pribadi terkait hubungan kerja, termasuk surat pengunduran diri, dokumen pengalaman kerja atau paklaring jika tersedia, serta dokumen administrasi lain yang diperlukan. Anda juga sebaiknya memperbarui CV dan portofolio untuk mempersiapkan langkah karier berikutnya.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
