MRT Jakarta menjadi salah satu transportasi publik utama bagi masyarakat yang beraktivitas di koridor Jakarta Selatan hingga pusat Jakarta. Jalur yang beroperasi saat ini menghubungkan Lebak Bulus dengan Bundaran HI melalui kawasan seperti Cipete, Blok M, Senayan, Sudirman, dan Dukuh Atas.
Bagi pengguna baru, memahami peta jalur MRT Jakarta 2026 dapat membantu menentukan stasiun keberangkatan, arah kereta, lokasi transit, hingga perkiraan tarif sebelum perjalanan. Hal ini semakin penting jika perjalanan dilanjutkan menggunakan KRL, LRT Jabodebek, TransJakarta, atau kereta bandara.
Pada 2026, jalur MRT yang telah beroperasi masih merupakan Lin Utara–Selatan Fase 1 dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI. Sementara perpanjangan Fase 2A menuju Kota masih dalam tahap konstruksi dan belum dapat digunakan oleh penumpang.
Berikut panduan lengkap mengenai urutan stasiun, pembagian jalur layang dan bawah tanah, jadwal, tarif, integrasi antarmoda, hingga rencana pengembangan MRT Jakarta berikutnya.
Daftar Isi
- Peta Jalur MRT Jakarta 2026 yang Sudah Beroperasi
- Jalur Layang dan Bawah Tanah MRT Jakarta, Mulainya dari Mana?
- Stasiun MRT Jakarta yang Terhubung dengan Transportasi Umum Lain
- Jadwal Operasional MRT Jakarta 2026
- Tarif MRT Jakarta 2026
- MRT Jakarta Fase 2A, Jalur Mana yang Sedang Dibangun?
- Bagaimana Pembagian Pembangunan MRT Fase 2A?
- Setelah Kota, MRT Jakarta Akan Dilanjutkan ke Mana?
- Cara Membaca Jalur MRT agar Tidak Salah Arah
- Naik MRT Cukup Tap HP dengan M-Smile Bank Mega
- FAQ Seputar Jalur MRT Jakarta
Peta Jalur MRT Jakarta 2026 yang Sudah Beroperasi
Jalur MRT Jakarta yang sudah dapat digunakan penumpang pada 2026 adalah Lin Utara–Selatan Fase 1. Jalurnya membentang sekitar 16 kilometer dari Lebak Bulus di Jakarta Selatan hingga Bundaran HI di Jakarta Pusat.
Fase 1 memiliki total 13 stasiun, terdiri dari tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Perjalanan dari ujung Lebak Bulus menuju Bundaran HI membutuhkan waktu sekitar 30 menit dalam kondisi operasional normal.
Urutan MRT Jakarta dari selatan menuju pusat kota:
Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia → Fatmawati Indomaret → Cipete Raya TUKU → Haji Nawi → Blok A → Blok M BCA → ASEAN → Senayan Mastercard → Istora Mandiri → Bendungan Hilir → Setiabudi Astra → Dukuh Atas BNI → Bundaran HI Bank Jakarta.
1. Stasiun Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia
Stasiun Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia merupakan terminus sisi selatan dari jalur MRT yang telah beroperasi. Nama Bank Syariah Indonesia mulai digunakan sebagai bagian dari hak penamaan stasiun pada akhir 2025.
Stasiun ini menjadi titik penting untuk perjalanan dari kawasan Lebak Bulus, Cilandak, Pondok Indah, serta wilayah Tangerang Selatan yang menggunakan transportasi lanjutan menuju MRT.
2. Stasiun Fatmawati Indomaret
Stasiun Fatmawati Indomaret merupakan stasiun layang kedua dari arah Lebak Bulus. Lokasinya berada di koridor Jalan RS Fatmawati dan dekat dengan kawasan komersial Jakarta Selatan.
Tersedia akses untuk bus pengumpan, kendaraan pribadi, transportasi daring, serta fasilitas untuk pesepeda sehingga perjalanan dapat dilanjutkan dengan moda lainnya.
3. Stasiun Cipete Raya TUKU
Stasiun Cipete Raya TUKU melayani kawasan Cipete dan sekitarnya yang dikenal memiliki banyak restoran, kedai kopi, serta kawasan permukiman.
Nama TUKU menjadi bagian dari hak penamaan stasiun. Dari sini, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Blok M maupun pusat Jakarta tanpa perlu menghadapi kepadatan lalu lintas Jalan Fatmawati.
4. Stasiun Haji Nawi
Stasiun Haji Nawi berada di jalur layang MRT Jakarta dan melayani kawasan di sepanjang Jalan RS Fatmawati.
Stasiun ini dapat digunakan untuk menuju berbagai kawasan permukiman maupun pusat aktivitas di sekitar Gandaria, Radio Dalam, dan Haji Nawi dengan perjalanan lanjutan.
5. Stasiun Blok A
Stasiun Blok A berada sebelum kawasan Blok M jika datang dari arah Lebak Bulus. Lokasinya dekat dengan pusat kuliner, area komersial, dan permukiman Kebayoran Baru.
Jika tujuan Anda berada di bagian selatan Blok M atau sekitar Jalan Panglima Polim, Blok A dapat menjadi alternatif titik turun tergantung lokasi akhir perjalanan.
6. Stasiun Blok M BCA
Stasiun Blok M BCA menjadi salah satu stasiun paling strategis karena berada di tengah kawasan Blok M dan terhubung dengan berbagai pilihan transportasi lanjutan.
Dari stasiun ini, penumpang dapat menuju Terminal Blok M, pusat perbelanjaan, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, M Bloc Space, Melawai, dan berbagai pusat kuliner dengan berjalan kaki atau perjalanan pendek.
7. Stasiun ASEAN
Stasiun ASEAN merupakan stasiun layang terakhir apabila perjalanan dilakukan dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI.
Stasiun ini berada dekat Sekretariat ASEAN dan terhubung menuju Halte CSW TransJakarta melalui kawasan integrasi, sehingga menjadi salah satu titik penting untuk berpindah moda.
8. Stasiun Senayan Mastercard
Setelah melewati bagian transisi dari jalur layang menuju terowongan, kereta tiba di Stasiun Senayan Mastercard.
Stasiun ini menjadi stasiun bawah tanah pertama dari arah Lebak Bulus dan berada dekat kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, serta area Senayan.
9. Stasiun Istora Mandiri
Stasiun Istora Mandiri menjadi salah satu titik turun utama untuk kawasan Gelora Bung Karno dan koridor Sudirman bagian selatan.
Penumpang yang ingin menuju GBK, SCBD, Pacific Place, maupun sejumlah gedung perkantoran di sekitarnya dapat menggunakan stasiun ini dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau moda pengumpan.
10. Stasiun Bendungan Hilir
Stasiun Bendungan Hilir atau yang sering disebut Stasiun Benhil berada di bawah koridor Jalan Jenderal Sudirman.
Lokasinya melayani kawasan perkantoran Sudirman dan lingkungan Bendungan Hilir. Tarif perjalanan dari stasiun ini akan berbeda bergantung pada stasiun asal maupun tujuan.
11. Stasiun Setiabudi Astra
Stasiun Setiabudi Astra berada di pusat kawasan bisnis Jakarta dan menjadi pilihan untuk menuju gedung perkantoran di sekitar Setiabudi dan Sudirman.
Dari sini, penumpang juga dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kuningan menggunakan transportasi lanjutan.
12. Stasiun Dukuh Atas BNI
Dukuh Atas BNI merupakan salah satu stasiun transit antarmoda paling penting di jaringan MRT Jakarta.
Kawasan Dukuh Atas menghubungkan MRT dengan KRL Commuter Line di Stasiun Sudirman, LRT Jabodebek, kereta bandara di Stasiun BNI City, TransJakarta, dan berbagai transportasi pengumpan lainnya.
13. Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta
Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menjadi terminus bagian utara dari jalur MRT yang beroperasi pada 2026.
Lokasinya berada di kawasan strategis Jalan MH Thamrin dan Bundaran HI, dekat pusat perbelanjaan, hotel, gedung perkantoran, serta Halte TransJakarta Bundaran HI.
Dari stasiun inilah pengembangan Fase 2A diteruskan ke arah Thamrin, Monas, hingga Kota. Namun, perpanjangan tersebut masih dalam tahap pembangunan dan belum dapat digunakan penumpang pada 2026.
Jalur Layang dan Bawah Tanah MRT Jakarta, Mulainya dari Mana?
Fase 1 MRT Jakarta memiliki sekitar 10 kilometer jalur layang dan sekitar 6 kilometer jalur bawah tanah. Perubahan tersebut terjadi ketika kereta bergerak antara kawasan ASEAN dan Senayan.
1. Lebak Bulus–ASEAN sebagai Jalur Layang
Stasiun dari Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia hingga ASEAN seluruhnya merupakan stasiun layang.
Urutannya meliputi Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan ASEAN. Peron berada di atas permukaan jalan sehingga penumpang dapat melihat kawasan Jakarta Selatan dari bagian tertentu perjalanan.
2. Senayan–Bundaran HI sebagai Jalur Bawah Tanah
Mulai Senayan Mastercard hingga Bundaran HI Bank Jakarta, seluruh stasiun berada di bawah tanah.
Enam stasiun tersebut adalah Senayan Mastercard, Istora Mandiri, Bendungan Hilir, Setiabudi Astra, Dukuh Atas BNI, dan Bundaran HI Bank Jakarta.
3. Area Transisi antara ASEAN dan Senayan
Setelah meninggalkan Stasiun ASEAN menuju pusat kota, jalur secara bertahap turun dari struktur layang menuju terowongan sebelum mencapai Senayan Mastercard.
Karena itu, Senayan Mastercard disebut sebagai stasiun bawah tanah pertama dari arah Lebak Bulus, sementara ASEAN merupakan stasiun layang terakhir.
Stasiun MRT Jakarta yang Terhubung dengan Transportasi Umum Lain
MRT Jakarta tidak berdiri sendiri. Beberapa stasiun dirancang atau dikembangkan agar perpindahan ke KRL, LRT, TransJakarta, kereta bandara, maupun moda pengumpan menjadi lebih mudah.
1. Dukuh Atas BNI: Kawasan Integrasi KRL, LRT Jabodebek, KA Bandara, dan TransJakarta
Dukuh Atas menjadi contoh paling lengkap. Penumpang MRT dapat berjalan menuju Stasiun Sudirman untuk KRL, Stasiun Dukuh Atas untuk LRT Jabodebek, Stasiun BNI City untuk kereta bandara, serta layanan TransJakarta.
Namun, perpindahan moda tetap membutuhkan keluar dari sistem MRT dan melakukan proses pembayaran sesuai sistem moda berikutnya.
2. Blok M BCA: Terhubung dengan Terminal Blok M dan TransJakarta
Stasiun Blok M BCA terhubung dengan lingkungan Terminal Blok M serta berbagai layanan bus TransJakarta.
Posisinya menjadikan Blok M pilihan strategis untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan yang belum dilewati jalur MRT.
3. ASEAN: Akses ke Koridor TransJakarta di Jalan Sisingamangaraja
Stasiun ASEAN terhubung dengan kawasan CSW yang menjadi simpul sejumlah layanan TransJakarta.
Skywalk membantu perpindahan pejalan kaki dari stasiun MRT menuju halte sehingga transit antarmoda tidak harus dilakukan melalui sisi jalan yang padat.
4. Bundaran HI: Akses ke TransJakarta dan Kawasan Thamrin
Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta memiliki integrasi dengan Halte TransJakarta Bundaran HI.
Lokasinya juga berada di koridor Thamrin yang memiliki akses pejalan kaki menuju berbagai pusat perbelanjaan, hotel, dan gedung perkantoran.
5. Lebak Bulus: Akses ke Terminal dan Transportasi Lanjutan Jakarta Selatan
Di Lebak Bulus tersedia kawasan Simpang Temu yang menghubungkan stasiun MRT dengan halte TransJakarta, area drop-off, transportasi daring, parkir sepeda, serta akses menuju kawasan sekitar.
Fasilitas tersebut membantu penumpang yang melanjutkan perjalanan ke wilayah Jakarta Selatan maupun area di luar koridor MRT.
Jadwal Operasional MRT Jakarta 2026
Dalam pola operasi normal, MRT Jakarta melayani perjalanan sekitar pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Jadwal kereta pertama dan terakhir di setiap stasiun dapat berbeda beberapa menit karena posisi stasiun di sepanjang rute.
1. Jam Operasional MRT Senin–Jumat
Pada hari kerja, MRT Jakarta beroperasi mulai sekitar pukul 05.00 sampai 24.00 WIB.
Kereta beroperasi lebih rapat pada periode perjalanan pagi dan sore ketika jumlah penumpang kantor meningkat.
2. Jam Operasional MRT Sabtu–Minggu
Pada Sabtu dan Minggu, jam operasional normal juga berada pada rentang sekitar 05.00–24.00 WIB.
Namun, interval kereta umumnya tidak serapat periode sibuk hari kerja karena pola perjalanan penumpang berbeda.
3. Headway MRT saat Jam Sibuk
Pada Senin–Jumat, headway atau jarak waktu antarkereta sekitar 5 menit pada periode sibuk pukul 07.00–09.00 WIB dan 17.00–19.00 WIB.
Waktu keberangkatan aktual dapat berbeda beberapa menit menurut stasiun, sehingga gunakan jadwal keberangkatan resmi jika Anda perlu tiba pada waktu tertentu.
4. Headway MRT di Luar Jam Sibuk
Di luar periode sibuk, interval perjalanan umumnya menjadi lebih renggang dan dapat berada di kisaran sekitar 10 menit.
Pada Sabtu dan Minggu, pola normal juga menggunakan interval sekitar 10 menit. Jadwal dapat disesuaikan oleh MRT Jakarta ketika terdapat kebutuhan operasional atau acara khusus.
Tarif MRT Jakarta 2026
Tarif MRT tidak menggunakan satu harga tetap untuk seluruh perjalanan. Nilainya ditentukan berdasarkan pasangan stasiun asal dan tujuan.
1. Tarif Minimum MRT Jakarta Mulai Rp3.000
Tarif terendah perjalanan antarsejumlah stasiun yang berdekatan adalah Rp3.000.
Contohnya termasuk perjalanan Dukuh Atas BNI menuju Bundaran HI Bank Jakarta atau sejumlah perjalanan pendek lainnya.
2. Tarif Maksimum Lebak Bulus–Bundaran HI Rp14.000
Perjalanan penuh dari Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia menuju Bundaran HI Bank Jakarta dikenakan tarif Rp14.000.
Nilai ini juga menunjukkan bahwa perjalanan MRT tidak dihitung semata berdasarkan jumlah stasiun yang dilewati, melainkan menggunakan struktur tarif berdasarkan asal dan tujuan.
3. Contoh Tarif dari Blok M ke Bundaran HI
Tarif perjalanan dari Stasiun Blok M BCA menuju Bundaran HI Bank Jakarta adalah Rp8.000.
Rute ini melewati ASEAN, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas sebelum mencapai Bundaran HI.
4. Contoh Tarif dari Dukuh Atas ke Bundaran HI
Perjalanan pendek dari Dukuh Atas BNI ke Bundaran HI Bank Jakarta dikenakan Rp3.000.
Karena hanya berjarak satu stasiun, rute ini menjadi salah satu contoh tarif minimum MRT.
5. Contoh Tarif dari Lebak Bulus ke Senayan
Dari Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia menuju Senayan Mastercard, tarif regulernya adalah Rp10.000.
Pastikan saldo sumber pembayaran mencukupi sebelum melakukan tap in agar perjalanan tidak terganggu.
MRT Jakarta Fase 2A, Jalur Mana yang Sedang Dibangun?
Fase 2A belum menjadi jalur operasional MRT Jakarta pada 2026. Proyek ini merupakan perpanjangan Lin Utara–Selatan dari Bundaran HI menuju Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer.
Seluruh tujuh stasiunnya dirancang sebagai stasiun bawah tanah. Setelah beroperasi nantinya, jaringan akan membawa MRT lebih jauh ke kawasan pusat pemerintahan, Harmoni, koridor Gajah Mada–Hayam Wuruk, Glodok, hingga Kota Tua.
1. Stasiun Thamrin
Stasiun Thamrin dibangun di koridor Jalan MH Thamrin sebagai stasiun berikutnya setelah Bundaran HI.
Posisinya juga penting untuk pengembangan jaringan MRT karena kawasan Thamrin direncanakan menjadi titik integrasi dengan pengembangan Lin Timur–Barat pada masa mendatang.
2. Stasiun Monas
Stasiun Monas akan melayani kawasan sekitar Monumen Nasional dan pusat pemerintahan Jakarta.
Lokasinya diharapkan meningkatkan akses transportasi publik menuju kawasan Medan Merdeka tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
3. Stasiun Harmoni
Harmoni menjadi salah satu simpul penting karena selama ini kawasan tersebut telah dikenal sebagai titik transit TransJakarta.
Stasiun MRT Harmoni dibangun sebagai bagian paket konstruksi lanjutan menuju Sawah Besar dan Mangga Besar.
4. Stasiun Sawah Besar
Stasiun Sawah Besar dibangun di koridor Jalan Hayam Wuruk dan akan melayani kawasan komersial di sekitarnya.
Karena masih dalam tahap pembangunan, stasiun belum dapat digunakan untuk naik atau turun MRT pada 2026.
5. Stasiun Mangga Besar
Stasiun Mangga Besar menjadi bagian dari paket konstruksi yang sama dengan Harmoni dan Sawah Besar.
Keberadaannya nantinya akan memperluas akses MRT ke bagian utara koridor Gajah Mada–Hayam Wuruk.
6. Stasiun Glodok
Stasiun Glodok berada lebih dekat dengan kawasan Pecinan Jakarta. Pembangunannya masuk dalam paket CP203 bersama Stasiun Kota.
Ketika beroperasi, stasiun ini akan memberikan alternatif transportasi berbasis rel menuju kawasan perdagangan dan wisata Glodok.
7. Stasiun Kota
Stasiun Kota menjadi ujung Fase 2A dan akan memperluas layanan MRT hingga kawasan Kota Tua Jakarta.
Pada 2026, pembangunan masih berlangsung sehingga perjalanan MRT tetap berakhir di Bundaran HI Bank Jakarta.
Bagaimana Pembagian Pembangunan MRT Fase 2A?
Pembangunan Fase 2A tidak dikerjakan sekaligus dalam satu kontrak. Pekerjaan dibagi ke beberapa paket sipil dan sistem agar konstruksi stasiun, terowongan, rel, kereta, hingga sistem pembayaran dapat berlangsung sesuai tahapan.
1. Segmen Bundaran HI–Harmoni
Bagian awal perpanjangan mencakup pembangunan dari Bundaran HI menuju Thamrin dan Monas, kemudian berlanjut ke Harmoni.
Secara operasional, MRT Jakarta menyebut Fase 2A terdiri atas segmen Bundaran HI–Harmoni yang ditargetkan selesai lebih dahulu, kemudian segmen Harmoni–Kota.
2. Segmen Harmoni–Mangga Besar
Pekerjaan sipil CP202 mencakup Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar beserta konstruksi terowongan yang menghubungkan kawasan tersebut.
Pembangunan dilakukan di koridor jalan yang sangat padat sehingga pekerjaan juga disertai rekayasa lalu lintas secara bertahap.
3. Segmen Mangga Besar–Kota
Paket CP203 mencakup pembangunan Stasiun Glodok dan Kota serta terowongan pada bagian utara jalur Fase 2A.
Bagian ini penting karena akan membawa MRT langsung menuju kawasan perdagangan Glodok dan pusat wisata Kota Tua.
4. Sistem Perkeretaapian, Rel, Kereta, dan Ticketing Baru
Fase 2A tidak hanya membutuhkan pembangunan terowongan dan stasiun. MRT Jakarta juga menyiapkan sejumlah paket sistem pendukung.
CP205 mencakup sistem perkeretaapian dan rel, termasuk kelistrikan, persinyalan, telekomunikasi, track, dan platform screen doors. CP206 berkaitan dengan pengadaan rolling stock atau rangkaian kereta tambahan, sedangkan CP207 ditujukan untuk sistem Automatic Fare Collection.
Karena seluruh paket tersebut masih berkembang pada 2026, tujuh stasiun Fase 2A tidak boleh dibaca pada peta sebagai stasiun yang sudah melayani penumpang.
Setelah Kota, MRT Jakarta Akan Dilanjutkan ke Mana?
Setelah Fase 2A mencapai Kota, rencana pengembangan Lin Utara–Selatan akan diteruskan melalui Fase 2B menuju kawasan Ancol.
Pada 2026, Fase 2B masih berada dalam tahap studi kelayakan. Artinya, nama, desain, detail lokasi, serta jadwal pelaksanaannya masih dapat mengalami penyesuaian.
1. Fase 2B Kota–Ancol Barat
Fase 2B direncanakan meneruskan koridor dari Kota menuju kawasan Ancol dengan jalur sekitar enam kilometer.
Pengembangan tersebut belum dapat digunakan penumpang dan sebaiknya dipahami sebagai rencana jaringan masa depan.
2. Rencana Stasiun Mangga Dua
Mangga Dua direncanakan menjadi salah satu stasiun setelah Kota dan akan memperluas akses MRT menuju salah satu kawasan perdagangan besar di Jakarta Utara.
3. Rencana Stasiun Ancol Park
Dokumen pengembangan jaringan MRT sebelumnya menampilkan Ancol Park sebagai stasiun yang melayani kawasan Ancol.
Karena Fase 2B masih dalam studi kelayakan, penyebutan dan konfigurasi final jalur tetap perlu menunggu keputusan serta desain terbaru MRT Jakarta.
4. Rencana Stasiun Ancol Marina dan Depo Ancol
Rencana jaringan juga mencakup kawasan Ancol Marina serta fasilitas depo di wilayah pengembangan Ancol.
Depo diperlukan untuk penyimpanan dan perawatan rangkaian tambahan ketika koridor MRT semakin panjang.
Cara Membaca Jalur MRT agar Tidak Salah Arah
Dengan jalur yang saat ini masih berupa satu koridor utama, membaca arah MRT sebenarnya relatif sederhana. Kuncinya adalah melihat nama stasiun terminus yang tertera pada papan informasi dan peron.
1. Arah Lebak Bulus untuk Perjalanan ke Jakarta Selatan
Jika tujuan berada di Senayan, Blok M, Cipete, Fatmawati, atau Lebak Bulus dan Anda datang dari pusat Jakarta, ikuti petunjuk kereta arah Lebak Bulus.
Semakin ke selatan, urutan perjalanan akan melewati Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, Senayan, ASEAN, Blok M, hingga Lebak Bulus.
2. Arah Bundaran HI untuk Menuju Pusat Jakarta
Jika datang dari Jakarta Selatan dan hendak menuju Sudirman, Dukuh Atas, atau Thamrin, gunakan peron arah Bundaran HI.
Untuk 2026, Bundaran HI Bank Jakarta masih menjadi stasiun terakhir yang dapat digunakan penumpang di sisi utara.
3. Periksa Stasiun Tujuan sebelum Masuk Peron
Perhatikan diagram jalur di concourse maupun peron. Pastikan stasiun tujuan berada di arah yang sama dengan terminus yang tertulis.
Jika telanjur masuk ke peron yang salah, ikuti petunjuk untuk berpindah arah tanpa memasuki area yang tidak diperbolehkan.
4. Kenali Stasiun Transit sebelum Melanjutkan dengan Moda Lain
Jika perjalanan melibatkan moda lain, tentukan titik transit sejak awal. Dukuh Atas BNI cocok untuk KRL, LRT Jabodebek, kereta bandara, dan TransJakarta, sedangkan ASEAN maupun Blok M menjadi titik yang berguna untuk melanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta.
Ingat bahwa integrasi lokasi tidak selalu berarti satu tarif atau satu proses tap. Anda tetap perlu keluar dari moda pertama dan melakukan pembayaran sesuai aturan layanan berikutnya.
Naik MRT Cukup Tap HP dengan M-Smile Bank Mega
Setelah memahami jalur, tarif, dan stasiun transit, proses pembayaran perjalanan juga dapat dibuat lebih ringkas. Melalui QRIS Tap In–Tap Out di M-Smile, pengguna smartphone Android ber-NFC dapat menempelkan ponsel pada reader di gate MRT yang sudah mendukung QRIS Tap, tanpa harus menggunakan kartu fisik.
Sebelum melakukan perjalanan, pastikan NFC aktif, Kartu Debit Bank Mega sudah terhubung dengan M-Smile, dan sumber dana memiliki saldo yang mencukupi. Buka menu QRIS Tap di aplikasi, dekatkan smartphone ketika masuk melalui gate, lalu lakukan tap kembali saat keluar agar tarif perjalanan dapat diproses berdasarkan perjalanan yang dilakukan.
Fitur yang sama juga dapat digunakan pada KRL, LRT, dan TransJakarta pada gate atau perangkat yang sudah kompatibel. Hal tersebut membuat QRIS Tap M-Smile relevan untuk perjalanan multimoda, misalnya menggunakan MRT menuju Dukuh Atas kemudian melanjutkan perjalanan dengan transportasi publik lainnya.
Selain untuk transportasi, M-Smile menyediakan berbagai kebutuhan transaksi Bank Mega dalam satu aplikasi. Dengan demikian, smartphone dapat digunakan bukan hanya untuk melihat kebutuhan perjalanan, tetapi juga sebagai bagian dari metode pembayaran selama mobilitas sehari-hari.
Baca Juga: Cara Naik MRT Jakarta untuk Pemula, dari Beli Tiket hingga Turun
FAQ Seputar Jalur MRT Jakarta
1. Berapa Lama Perjalanan MRT dari Lebak Bulus ke Bundaran HI?
Perjalanan penuh dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI membutuhkan waktu sekitar 30 menit dalam pola operasi normal.
Waktu tersebut merupakan waktu perjalanan di dalam sistem MRT dan belum termasuk waktu menunggu kereta, berjalan menuju stasiun, maupun perjalanan lanjutan setelah keluar dari gate.
2. Apakah Satu Kali Tap MRT Bisa Langsung Transit ke KRL atau LRT?
Tidak. Meskipun kawasan seperti Dukuh Atas menghubungkan MRT, KRL, LRT Jabodebek, TransJakarta, dan kereta bandara, masing-masing moda tetap memiliki sistem perjalanan serta proses tap masuk dan keluar.
Dengan QRIS Tap M-Smile, ponsel yang sama dapat digunakan pada sejumlah moda yang mendukung layanan tersebut, tetapi pengguna tetap perlu melakukan tap sesuai gate masing-masing operator.
3. Apakah Anak-Anak Harus Membayar Tiket MRT?
Pedoman angkutan MRT Jakarta membedakan tarif berdasarkan tinggi badan. Anak dengan tinggi kurang dari 90 cm yang bepergian bersama orang dewasa tidak dikenakan tarif.
Penumpang dengan tinggi lebih dari 90 cm dikenakan tarif normal. Jika ketentuan ini menjadi pertimbangan utama sebelum perjalanan, cek kembali aturan terbaru MRT Jakarta karena kebijakan pelanggan dapat diperbarui.
4. Apakah Sepeda Boleh Dibawa ke Dalam MRT?
Boleh dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Sepeda lipat dapat dibawa dan harus dilipat ketika berada di area MRT.
Untuk sepeda non-lipat, terdapat ketentuan lebih khusus, seperti penggunaan area kereta tertentu serta naik dan turun melalui stasiun yang memiliki fasilitas yang mendukung. Ikuti arahan petugas dan informasi operasional pada hari perjalanan.
5. Apakah MRT Jakarta Beroperasi Lebih Lama saat Ada Event Besar?
Bisa, tetapi tidak otomatis. MRT Jakarta dapat menerapkan perpanjangan atau perubahan jam operasional ketika terdapat kegiatan besar, termasuk perayaan Tahun Baru atau event tertentu di Jakarta.
Perubahan biasanya diumumkan melalui kanal resmi MRT Jakarta dan hanya berlaku pada tanggal yang ditentukan. Karena itu, jangan menggunakan jadwal event sebelumnya sebagai patokan untuk event lain.
Secara keseluruhan, peta jalur MRT Jakarta 2026 masih cukup mudah dibaca karena layanan reguler baru berjalan dari Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia hingga Bundaran HI Bank Jakarta. Ketiga belas stasiun tersebut sudah menghubungkan banyak kawasan strategis Jakarta Selatan dan pusat kota serta memiliki sejumlah titik integrasi dengan transportasi lain.
Sementara itu, tujuh stasiun Fase 2A dari Thamrin hingga Kota masih berada dalam pembangunan. Jika melihat peta pengembangan MRT yang menampilkan stasiun-stasiun tersebut, bedakan antara jalur yang sudah beroperasi dan jalur yang masih dalam konstruksi agar tidak salah merencanakan perjalanan.
Sebelum berangkat, cek jadwal aktual, tarif dari stasiun asal ke tujuan, serta kemungkinan perubahan operasional. Dengan memahami arah kereta dan titik transit sejak awal, perjalanan menggunakan MRT dapat menjadi lebih efisien, baik untuk aktivitas harian maupun berpindah ke moda transportasi publik lainnya.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
