Berkunjung ke Tangerang belum lengkap tanpa mencicipi ragam kulinernya. Makanan khas Tangerang berkembang dari pertemuan berbagai budaya, mulai dari Betawi, Sunda, Tionghoa Benteng, hingga tradisi kuliner Banten. Perpaduan tersebut menghasilkan makanan dengan karakter yang beragam, dari hidangan berkuah gurih hingga jajanan tradisional yang cocok dijadikan oleh-oleh.
Wilayah Tangerang Raya yang mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan juga memiliki kekhasan kuliner masing-masing. Laksa Tangerang dan nasi jagal, misalnya, sangat lekat dengan Kota Tangerang. Sementara itu, Laksa Ciater dan Dodol Cilenggang dikenal dari Tangerang Selatan.
Selain kuliner yang berasal dari Tangerang, beberapa makanan khas Banten juga cukup populer dan mudah ditemukan di wilayah ini. Karena itu, daftar berikut dapat menjadi referensi untuk menjelajahi cita rasa Tangerang sekaligus mengenal kekayaan kuliner Banten yang lebih luas.
Daftar Isi
Kenapa Makanan Khas Tangerang Menarik untuk Dicoba?
Tangerang memiliki sejarah panjang sebagai kawasan pertemuan berbagai komunitas. Kondisi tersebut turut memengaruhi perkembangan kulinernya. Anda dapat menemukan pengaruh Betawi pada sayur besan, sentuhan budaya Tionghoa Benteng pada sejumlah makanan dan produk kecap, hingga kekayaan rempah Banten dalam berbagai hidangan.
Salah satu contoh paling terkenal adalah laksa Tangerang. Hidangan ini berkembang sebagai kuliner peranakan dan telah lama menjadi bagian dari identitas Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang bahkan memiliki kawasan kuliner laksa yang menjadi salah satu tujuan wisata kuliner lokal.
Selain itu, ada makanan yang berkaitan erat dengan tradisi masyarakat. Sayur besan, misalnya, dikenal sebagai hidangan yang disajikan dalam rangkaian pernikahan masyarakat Betawi Tangerang. Sementara berbagai dodol, bolu, dan kue tradisional sering dijadikan buah tangan.
Keragaman tersebut membuat wisata kuliner Tangerang cocok dilakukan mulai dari pagi hingga malam. Anda dapat menikmati makanan berat, berburu jajanan di pasar tradisional, kemudian membawa pulang produk kuliner sebagai oleh-oleh.
Baca Juga: Rute KRL Rangkasbitung-Tanah Abang: Jadwal, Tarif, dan Tips Naik KRL
Daftar Makanan Khas Tangerang yang Wajib Dicoba
1. Laksa Tangerang
Laksa Tangerang merupakan salah satu makanan khas Tangerang yang paling dikenal. Hidangan ini menggunakan mi berbahan dasar tepung beras yang disiram kuah santan gurih dengan racikan rempah.
Dalam penyajiannya, laksa dapat dilengkapi ayam, telur, kentang, hingga kacang hijau. Kuah yang kaya rasa menjadi salah satu karakter yang membedakannya dari sejumlah variasi laksa di daerah lain. Jika ingin mencobanya, salah satu lokasi yang terkenal adalah kawasan kuliner laksa di Jalan Mochammad Yamin, Kota Tangerang.
2. Nasi Jagal
Nasi jagal menjadi pilihan bagi Anda yang menyukai hidangan berbahan dasar daging sapi. Makanan ini terdiri dari nasi putih yang disajikan bersama potongan daging berbumbu dengan cita rasa gurih, manis, dan kaya rempah.
Nama nasi jagal berkaitan erat dengan kawasan rumah pemotongan hewan. Kini, salah satu sentra nasi jagal yang terkenal dapat ditemukan di kawasan Jalan Raya Bayur, Periuk, Kota Tangerang. Beberapa penjual juga menambahkan serundeng dan bawang goreng sebagai pelengkap.
3. Sayur Besan
Sayur besan bukan sekadar hidangan tradisional, tetapi juga memiliki kaitan dengan tradisi pernikahan masyarakat Betawi Tangerang. Sesuai namanya, makanan ini dahulu kerap disajikan ketika keluarga kedua mempelai menjadi besan.
Salah satu bahan khasnya adalah terubuk atau bunga tebu. Bahan tersebut biasanya dimasak bersama kentang, bihun, petai, dan kuah santan berbumbu. Saat ini, sayur besan relatif tidak semudah dahulu untuk ditemukan sehingga menarik untuk dicoba ketika tersedia.
4. Nasi Ulam
Nasi ulam merupakan hidangan yang memiliki hubungan erat dengan budaya Betawi dan Peranakan serta populer di Tangerang. Nasi biasanya disajikan bersama serundeng, lauk, telur, bihun, sayuran, dan pelengkap lainnya.
Setiap penjual dapat memiliki komposisi lauk yang berbeda. Perpaduan nasi, serundeng, serta berbagai lauk membuat makanan ini cocok dipilih sebagai sarapan maupun makan siang.
5. Nasi Sumsum
Bagi Anda yang ingin mencoba hidangan nasi dengan cita rasa berbeda, nasi sumsum dapat menjadi alternatif. Sesuai namanya, makanan ini memanfaatkan sumsum tulang yang memberikan cita rasa gurih pada nasi.
Nasi sumsum lebih luas dikenal sebagai bagian dari tradisi kuliner Banten dan beberapa versinya dapat ditemukan di kawasan Tangerang. Hidangan ini cocok bagi Anda yang menyukai makanan gurih dan beraroma rempah.
6. Gecom atau Toge Oncom
Gecom merupakan singkatan dari toge dan oncom. Kedua bahan tersebut menjadi komponen utama hidangan yang populer di Tangerang dan Tangerang Selatan.
Tauge memberikan tekstur renyah dan segar, sementara oncom menghadirkan rasa gurih. Beberapa versi menggunakan tauco maupun kecap sebagai bagian dari bumbunya. Gecom dapat disantap sebagai lauk ataupun makanan ringan bersama lontong dan kerupuk.
7. Tahu Serpong
Tahu Serpong merupakan salah satu produk kuliner yang dikenal di wilayah Serpong dan Tangerang Selatan. Pembuatan tahu secara tradisional telah lama dilakukan oleh sejumlah keluarga di kawasan tersebut.
Tekstur tahu yang lembut serta rasa kedelai yang cukup kuat membuatnya cocok disantap langsung setelah digoreng maupun diolah kembali menjadi berbagai masakan. Anda juga dapat menjadikannya pilihan oleh-oleh jika perjalanan pulang tidak terlalu jauh.
8. Roti Baso
Roti baso merupakan bagian dari kekayaan kuliner masyarakat Cina Benteng di Tangerang. Bentuknya berupa roti dengan isian daging berbumbu sehingga memiliki perpaduan rasa gurih dan sedikit manis.
Saat ini tersedia beragam versi roti baso dengan jenis isian yang berbeda-beda. Karena resep tradisional dan jenis daging yang digunakan setiap produsen dapat berbeda, periksa terlebih dahulu komposisi, bahan, dan informasi kehalalan produk apabila hal tersebut menjadi pertimbangan Anda.
9. Kue Apem atau Apem Banteng
Kue apem merupakan jajanan tradisional yang banyak dijumpai di berbagai daerah Indonesia. Di Tangerang, kue ini juga dikenal dengan sebutan Apem Banteng.
Bahan dasarnya relatif sederhana, seperti tepung beras, gula, dan santan. Setelah dikukus, teksturnya menjadi lembut dengan rasa manis dan aroma santan. Kue apem cocok disantap bersama teh atau kopi.
10. Kue Jojorong atau Kue Jorong
Kue jojorong atau jorong merupakan salah satu kue tradisional Banten yang juga dapat dijumpai di Tangerang. Kue ini dibuat menggunakan tepung beras, santan, dan gula merah.
Ciri khasnya terdapat pada tekstur lembut dan rasa manis dari gula merah. Karena termasuk kue basah, jojorong paling nikmat disantap dalam keadaan segar.
11. Bolu Tape
Untuk Anda yang menyukai makanan manis, bolu tape dapat menjadi pilihan. Kota Tangerang memiliki produk Bolu Tape Benteng yang dikembangkan sebagai salah satu oleh-oleh lokal.
Penggunaan tape memberikan rasa manis dengan sedikit sensasi asam serta aroma fermentasi yang khas. Teksturnya yang lembut juga membuat bolu tape praktis dibawa sebagai buah tangan.
12. Asinan Sayur atau Asinan Sewan
Asinan Sewan merupakan salah satu kuliner legendaris yang dikenal di Tangerang. Berbeda dari beberapa jenis asinan berkuah, versi Sewan dikenal menggunakan campuran sayuran dengan bumbu yang menghasilkan kombinasi rasa asam, manis, pedas, dan segar.
Asinan cocok menjadi pilihan ketika Anda ingin menikmati makanan ringan di sela-sela berburu kuliner berat. Sayuran yang digunakan juga membuat teksturnya lebih beragam.
13. Dodol Nyonya Lauw
Dodol Nyonya Lauw menjadi salah satu oleh-oleh yang sangat lekat dengan Kota Tangerang. Usaha keluarga ini telah berjalan selama beberapa generasi dan produksinya berada di kawasan Neglasari.
Selain dodol original, terdapat pilihan rasa seperti wijen, durian, cempedak, hingga kacang mete. Karakternya yang legit dan relatif praktis dibawa membuat dodol ini sering dipilih sebagai buah tangan dari Tangerang.
14. Kecap Cap Benteng
Selain makanan siap santap, Tangerang juga dikenal memiliki tradisi produksi kecap Benteng. Produk kecap lokal berkembang bersama komunitas Cina Benteng dan telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner kota.
Kecap dapat digunakan sebagai pelengkap berbagai makanan, termasuk gecom, nasi, hingga olahan daging. Jika ingin membawa oleh-oleh yang berbeda dari kue atau camilan, kecap lokal Tangerang dapat dipertimbangkan.
15. Laksa Ciater
Selain laksa Kota Tangerang, Tangerang Selatan juga memiliki Laksa Ciater. Kuliner ini dikenal dari kawasan Ciater, Serpong.
Salah satu perbedaannya terdapat pada bahan tepung beras yang diolah, dikukus, kemudian dipotong sebelum disiram kuah. Kuah Laksa Ciater cenderung lebih ringan dibandingkan laksa Tangerang yang dikenal memiliki kuah lebih kental.
16. Dodol Cilenggang
Dodol Cilenggang berasal dari tradisi kuliner Betawi di wilayah Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan. Bahan utamanya antara lain beras ketan, santan, gula merah, dan gula pasir.
Proses pembuatan dodol membutuhkan waktu cukup panjang karena adonan harus terus diaduk hingga mencapai tekstur yang tepat. Karena dapat dikemas dan dibawa pulang, dodol Cilenggang juga cocok dijadikan oleh-oleh.
17. Sagon Bakar
Sagon bakar menjadi salah satu camilan tradisional yang diproduksi oleh pelaku UMKM di Tangerang dan Tangerang Selatan. Camilan ini memiliki tekstur kering dengan rasa manis dan gurih.
Karena kadar airnya relatif rendah dibandingkan kue basah, sagon lebih praktis dibawa saat perjalanan. Anda dapat mencarinya di toko oleh-oleh maupun sentra produk UMKM lokal.
18. Sate Bebek Cibeureum
Sate bebek Cibeureum dapat menjadi alternatif untuk Anda yang ingin mencoba sate selain ayam atau kambing. Daging bebek dibumbui dengan berbagai rempah sebelum dibakar hingga matang.
Daging bebek memiliki tekstur lebih padat dan cita rasa yang khas. Sajian ini biasanya semakin nikmat ketika dipadukan dengan sambal atau bumbu pelengkap. Namun, karena nama dan variasinya juga ditemukan di beberapa wilayah Banten, sate ini lebih aman dipandang sebagai bagian dari ragam kuliner Banten yang dapat dijumpai di sekitar Tangerang.
19. Sate Bandeng
Sate bandeng merupakan makanan khas Banten yang sejarahnya sangat erat dengan kawasan Serang dan Kesultanan Banten. Meski bukan berasal dari Tangerang, makanan ini juga dapat ditemukan di berbagai toko oleh-oleh dan penjual makanan Banten di wilayah Tangerang.
Pengolahannya cukup unik. Daging ikan bandeng dikeluarkan dari kulit, dipisahkan dari duri, kemudian dicampur dengan bumbu sebelum dimasukkan kembali dan dipanggang. Hasilnya adalah olahan ikan dengan tekstur lembut dan rasa rempah yang kuat.
20. Emping Menes
Emping Menes merupakan camilan dari biji melinjo yang sebenarnya berasal dari Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Namun, produk ini banyak dipasarkan ke wilayah Tangerang dan Jabodetabek serta kerap dijumpai di toko oleh-oleh.
Emping memiliki karakter renyah dengan sedikit rasa pahit khas melinjo. Selain disantap sebagai camilan, emping juga sering menjadi pelengkap nasi, soto, maupun berbagai hidangan tradisional lainnya.
Pilih Kuliner Tangerang Sesuai Selera
Dengan banyaknya pilihan, Anda tidak harus mencoba semuanya dalam satu perjalanan. Agar lebih mudah menentukan menu, kelompokkan pilihan berdasarkan jenis makanan yang paling Anda sukai.
1. Untuk Makanan Berat dan Mengenyangkan
Jika ingin menikmati menu utama, laksa Tangerang, nasi jagal, nasi ulam, nasi sumsum, sayur besan, dan Laksa Ciater dapat menjadi pilihan. Nasi jagal cocok bagi pencinta olahan daging sapi, sementara laksa menawarkan kuah santan dengan rasa rempah yang lebih dominan.
2. Untuk Jajanan Tradisional dan Camilan
Gecom, tahu Serpong, kue apem, kue jojorong, sagon bakar, dan emping dapat dipilih sebagai camilan. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di pasar tradisional maupun toko oleh-oleh sehingga relatif mudah dimasukkan dalam agenda wisata kuliner.
3. Untuk Pecinta Makanan Manis
Jika lebih menyukai rasa manis, cobalah Dodol Nyonya Lauw, Dodol Cilenggang, bolu tape, kue apem, atau kue jojorong. Setiap makanan menawarkan tekstur berbeda, mulai dari dodol yang kenyal hingga bolu yang lembut.
4. Untuk Dibawa Pulang sebagai Oleh-oleh
Untuk perjalanan pulang, pertimbangkan produk yang relatif lebih praktis dibawa seperti Dodol Nyonya Lauw, Dodol Cilenggang, bolu tape, sagon bakar, kecap Benteng, emping, atau sate bandeng dalam kemasan.
Periksa daya tahan dan petunjuk penyimpanan sebelum membeli, terutama untuk produk yang mengandung santan, daging, atau ikan.
Tips Mengatur Bujet saat Wisata Kuliner di Tangerang
Wisata kuliner memang menyenangkan, tetapi mencoba banyak makanan dalam satu hari dapat membuat pengeluaran membesar. Beberapa strategi sederhana berikut dapat membantu Anda menjaga bujet.
1. Tentukan Anggaran Kuliner Sebelum Berangkat
Tentukan jumlah maksimal yang ingin digunakan untuk makanan, minuman, transportasi, dan oleh-oleh. Memisahkan setiap pos pengeluaran membantu Anda mengetahui berapa banyak dana yang masih tersedia selama perjalanan.
2. Prioritaskan Makanan yang Paling Ingin Dicoba
Anda tidak harus membeli semua kuliner yang ditemui. Buat daftar makanan prioritas, misalnya laksa Tangerang, nasi jagal, dan satu atau dua jajanan tradisional. Dengan demikian, pengeluaran dapat lebih terkendali.
3. Berbagi Porsi jika Ingin Mencicipi Banyak Menu
Jika berwisata bersama keluarga atau teman, pertimbangkan membeli beberapa menu untuk disantap bersama. Cara ini memungkinkan Anda mencicipi lebih banyak makanan tanpa harus membeli satu porsi penuh untuk setiap orang.
4. Manfaatkan Promo Pembayaran yang Memang Relevan
Sebelum melakukan transaksi, Anda dapat memeriksa apakah restoran atau merchant memiliki promo dari metode pembayaran tertentu. Namun, gunakan promo untuk transaksi yang memang telah direncanakan, bukan sebagai alasan untuk membeli menu tambahan yang tidak dibutuhkan.
Jangan Lewatkan Ragam Kuliner Khas Tangerang saat Berkunjung
Ragam makanan khas Tangerang menunjukkan bagaimana budaya dan sejarah sebuah daerah dapat tercermin melalui makanan. Laksa Tangerang dan nasi jagal cocok untuk Anda yang mencari makanan berat. Sementara itu, sayur besan menawarkan pengalaman kuliner yang erat dengan tradisi masyarakat Betawi Tangerang.
Di Tangerang Selatan, Anda juga dapat mengenal Laksa Ciater, Dodol Cilenggang, tahu Serpong, dan berbagai produk UMKM lokal. Sementara produk seperti Dodol Nyonya Lauw, bolu tape, sagon, dan kecap lokal dapat menjadi alternatif oleh-oleh sebelum pulang.
Jika menemukan sate bandeng atau emping Menes saat berwisata di Tangerang, Anda juga dapat mencobanya untuk mengenal kuliner Banten secara lebih luas. Keduanya memang bukan berasal dari Tangerang, tetapi menjadi bagian dari kekayaan kuliner Provinsi Banten yang banyak dipasarkan ke wilayah Tangerang dan Jabodetabek.
Dengan menentukan menu prioritas dan menyiapkan bujet sejak awal, wisata kuliner dapat tetap menyenangkan tanpa membuat pengeluaran berlebihan. Selanjutnya, tinggal sesuaikan pilihan dengan selera dan kawasan Tangerang yang Anda kunjungi.
Agar wisata kuliner di Tangerang tetap menyenangkan tanpa mengganggu rencana keuangan, Anda dapat menyiapkan bujet perjalanan melalui Tabungan Bank Mega. Dengan memisahkan dana khusus untuk makan, transportasi, dan oleh-oleh sejak awal, pengeluaran selama berburu makanan khas Tangerang dapat lebih mudah dikontrol. Selain membantu membangun kebiasaan menabung yang lebih teratur, Tabungan Bank Mega juga dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari melalui layanan perbankan Bank Mega.
Baca Juga: Jadwal KRL Duri Tangerang Terbaru, Cek Rute dan Jamnya
FAQ Seputar Makanan Khas Tangerang
1. Apa makanan khas Tangerang yang paling terkenal?
Laksa Tangerang dan nasi jagal termasuk makanan yang sangat lekat dengan Kota Tangerang. Selain itu, terdapat sayur besan, Dodol Nyonya Lauw, bolu tape Benteng, serta berbagai kuliner dari Tangerang Selatan seperti Laksa Ciater dan Dodol Cilenggang.
2. Di mana bisa mencoba laksa khas Tangerang?
Salah satu lokasi yang dikenal sebagai pusat kuliner laksa adalah kawasan Jalan Mochammad Yamin, Babakan, Kota Tangerang. Selain itu, penjual laksa juga dapat ditemukan di sejumlah kawasan kuliner Tangerang lainnya.
3. Apa makanan khas Tangerang yang cocok dijadikan oleh-oleh?
Beberapa pilihan yang relatif praktis antara lain Dodol Nyonya Lauw, Dodol Cilenggang, bolu tape, sagon bakar, dan kecap lokal Tangerang. Anda juga dapat menemukan emping dan berbagai produk khas Banten di toko oleh-oleh.
4. Apa perbedaan Laksa Tangerang dan Laksa Ciater?
Laksa Tangerang dikenal menggunakan mi tepung beras dengan kuah santan yang kaya rempah. Sementara Laksa Ciater dari Tangerang Selatan memiliki olahan tepung beras dengan bentuk dan cara penyajian yang berbeda serta kuah yang cenderung lebih ringan.
5. Apakah sate bandeng dan emping Menes berasal dari Tangerang?
Tidak secara khusus. Sate bandeng lebih erat dengan tradisi kuliner Serang dan Kesultanan Banten, sedangkan emping Menes berasal dari Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Namun, keduanya merupakan kuliner khas Banten yang juga banyak dipasarkan dan dapat ditemukan di wilayah Tangerang.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga!
Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
