Olahraga yoga menjadi salah satu aktivitas yang dapat dipilih untuk melatih fleksibilitas, kekuatan, keseimbangan, sekaligus membantu tubuh terasa lebih rileks. Latihannya tidak hanya berisi gerakan atau pose, tetapi juga menggabungkan pengaturan napas dan perhatian terhadap posisi tubuh.
Jenis yoga pun sangat beragam. Ada Hatha Yoga dengan tempo relatif tenang, Vinyasa yang lebih dinamis, Yin dan Restorative Yoga yang cenderung santai, hingga Power dan Hot Yoga yang dapat memberikan tantangan fisik lebih tinggi.
Anda tidak harus memiliki tubuh yang fleksibel atau sudah rutin berolahraga untuk mulai yoga. Pemula dapat mempelajari gerakan dasar terlebih dahulu, memilih durasi yang realistis, kemudian meningkatkan tantangan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Daftar Isi
- Apa Itu Olahraga Yoga?
- Jenis-Jenis Yoga
- Manfaat Olahraga Yoga jika Dilakukan Secara Rutin
- Yoga di Rumah atau di Studio, Mana yang Lebih Cocok?
- Perlengkapan Dasar untuk Mulai Olahraga Yoga
- Tips Memulai Olahraga Yoga untuk Pemula
- Hindari Kesalahan Ini saat Baru Mulai Yoga
- Bangun Rutinitas Yoga dengan Perlengkapan yang Sesuai, Lengkapi dengan Promo Bank Mega
- FAQ Seputar Olahraga Yoga
Apa Itu Olahraga Yoga?
Yoga merupakan praktik yang berasal dari tradisi India dan telah berkembang menjadi berbagai bentuk latihan. Dalam konteks kebugaran modern, yoga umumnya menggabungkan postur fisik atau asana, teknik pernapasan, serta perhatian atau meditasi.
Karena karakter latihannya beragam, yoga dapat dilakukan dengan intensitas ringan hingga cukup menantang. Sebagian kelas lebih berfokus pada relaksasi dan mobilitas, sedangkan lainnya menuntut kekuatan, keseimbangan, serta daya tahan tubuh.
1. Konsep Dasar Yoga
Konsep latihan yoga bukan sekadar membuat tubuh mampu mencapai pose tertentu. Dalam praktiknya, peserta juga belajar mengenali posisi tubuh, mengontrol gerakan, mengatur napas, dan memperhatikan respons tubuh selama latihan.
Setiap pose dapat memiliki variasi atau modifikasi. Karena itu, gerakan yang dilakukan pemula tidak harus terlihat sama dengan peserta yang sudah berlatih selama bertahun-tahun.
Penggunaan yoga block, strap, atau perubahan posisi tubuh juga bukan berarti latihan dilakukan dengan kurang baik. Alat bantu justru dapat membantu peserta mempertahankan posisi secara lebih nyaman sesuai kemampuan.
2. Peran Gerakan, Pernapasan, dan Fokus dalam Yoga
Tiga komponen yang sering ditemukan dalam olahraga yoga adalah gerakan, pernapasan, dan fokus.
Gerakan membantu melatih berbagai kemampuan fisik seperti fleksibilitas, kekuatan, mobilitas, dan keseimbangan. Sementara itu, pernapasan digunakan untuk membantu mengatur ritme latihan dan membuat perpindahan antarpose lebih terkontrol.
Fokus membantu peserta memperhatikan posisi tubuh serta sensasi selama bergerak. Dalam pose keseimbangan seperti Tree Pose, misalnya, perhatian terhadap titik pandangan dan napas dapat membantu tubuh mempertahankan posisi.
Kombinasi ketiganya membuat pengalaman yoga berbeda dari sekadar stretching biasa.
Jenis-Jenis Yoga
Tidak semua kelas yoga memiliki tempo dan tingkat kesulitan yang sama. Sebelum mendaftar kelas, perhatikan jenis yoga agar latihan sesuai dengan tujuan dan kondisi tubuh Anda.
1. Hatha Yoga
Hatha Yoga biasanya menggunakan tempo relatif tenang dengan waktu lebih banyak untuk mempertahankan setiap pose.
Karakter tersebut membuat Hatha sering dipilih oleh pemula karena peserta memiliki kesempatan lebih banyak untuk mempelajari alignment, teknik dasar, dan pola pernapasan.
Meski terlihat lebih lambat, Hatha tetap dapat melibatkan kekuatan serta fleksibilitas ketika beberapa pose dipertahankan selama beberapa siklus napas.
2. Vinyasa Yoga
Vinyasa Yoga memiliki karakter lebih dinamis. Pose dihubungkan dalam sebuah rangkaian atau flow, biasanya mengikuti ritme pernapasan.
Dalam satu kelas, peserta dapat berpindah dari Downward-Facing Dog menuju Plank, Cobra, Warrior, serta berbagai gerakan lainnya secara berurutan.
Vinyasa tersedia dalam berbagai tingkat kesulitan. Jika baru mulai, cari kelas beginner agar kecepatan transisi dan kompleksitas gerakan masih sesuai dengan pengalaman Anda.
3. Yin Yoga
Yin Yoga dilakukan dengan tempo lambat. Sejumlah pose dipertahankan dalam durasi yang lebih panjang dibandingkan yoga dinamis.
Banyak gerakan dilakukan sambil duduk atau berbaring sehingga aktivitas terlihat lebih tenang. Fokusnya antara lain pada rentang gerak, ketenangan, dan kemampuan berada dalam suatu posisi secara nyaman.
Meskipun tampak sederhana, menahan pose dalam waktu cukup lama tetap dapat terasa menantang. Jangan memaksakan tubuh masuk semakin dalam jika mulai muncul rasa sakit.
4. Ashtanga Yoga
Ashtanga Yoga menggunakan rangkaian pose yang lebih terstruktur dan dilakukan dalam urutan tertentu.
Latihannya dapat cukup menantang karena melibatkan transisi, kekuatan, fleksibilitas, serta daya tahan. Dibandingkan kelas yoga yang urutannya sering berubah, Ashtanga menggunakan rangkaian yang relatif konsisten.
Pemula tetap dapat mempelajarinya, tetapi sebaiknya memulai dari kelas yang memang memperkenalkan fondasi Ashtanga sebelum mencoba rangkaian lebih kompleks.
5. Power Yoga
Power Yoga cenderung berfokus pada sisi fisik dengan tempo yang lebih aktif. Gerakan dapat menggabungkan pose berdiri, Plank, Chaturanga, balancing pose, hingga rangkaian yang membutuhkan kekuatan core.
Jenis ini cocok bagi peserta yang menginginkan yoga dengan tantangan fisik lebih tinggi.
Namun, pemula tidak perlu langsung memilih Power Yoga. Menguasai teknik dasar terlebih dahulu dapat membantu Anda menjaga kontrol ketika kecepatan dan intensitas latihan mulai meningkat.
6. Restorative Yoga
Restorative Yoga menggunakan gerakan yang lebih ringan dengan banyak dukungan dari alat seperti bolster, selimut, block, atau strap.
Pose dibuat senyaman mungkin agar peserta dapat mempertahankannya tanpa banyak usaha fisik. Karena itu, Restorative Yoga sering digunakan sebagai bagian dari sesi relaksasi.
Jenis ini dapat menjadi pilihan ketika tubuh sedang lelah atau Anda menginginkan latihan dengan tempo lebih tenang.
7. Hot Yoga
Hot Yoga dilakukan dalam ruangan dengan suhu lebih tinggi dibandingkan kelas yoga biasa. Jenis gerakan dan suhu dapat berbeda antara satu studio dengan studio lainnya.
Karena kondisi ruangan membuat tubuh lebih banyak berkeringat, persiapan hidrasi dan pakaian menjadi penting. Matras dengan grip yang baik atau yoga towel juga dapat membantu ketika permukaan mulai lembap.
Hot Yoga tidak otomatis cocok untuk semua orang. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, sedang hamil, atau kurang nyaman berolahraga dalam suhu tinggi, tanyakan terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan dan instruktur mengenai jenis latihan yang sesuai.
Manfaat Olahraga Yoga jika Dilakukan Secara Rutin
Penelitian menunjukkan yoga dapat memberikan sejumlah manfaat untuk kebugaran dan wellness. Namun, hasilnya dapat berbeda berdasarkan jenis yoga, frekuensi latihan, kondisi tubuh, serta program yang dilakukan.
1. Menjaga Fleksibilitas Tubuh
Berbagai pose yoga membawa tubuh melalui rentang gerak yang melibatkan hamstring, pinggul, bahu, punggung, hingga betis.
Jika dilakukan secara bertahap dan konsisten, latihan dapat membantu mempertahankan maupun meningkatkan fleksibilitas.
Anda tidak perlu memaksakan tubuh menyentuh lantai atau mencapai bentuk pose penuh. Gunakan rentang gerak yang masih dapat dikontrol tanpa menimbulkan rasa sakit.
2. Meningkatkan Kekuatan dan Stabilitas
Yoga juga dapat melatih kekuatan karena banyak gerakannya menggunakan berat tubuh sebagai resistensi.
Plank, Chair Pose, Warrior, Boat Pose, serta berbagai transisi melibatkan otot kaki, tangan, punggung, dan core.
Tingkat tantangan kekuatan akan berbeda. Power dan Vinyasa Yoga biasanya memberikan stimulus fisik lebih tinggi dibandingkan Restorative Yoga.
3. Mendukung Keseimbangan dan Koordinasi
Gerakan seperti Tree Pose atau Warrior III membuat tubuh harus menjaga keseimbangan sambil mengatur posisi tangan, kaki, dan pandangan.
Latihan yoga juga telah dikaitkan dengan peningkatan sejumlah ukuran keseimbangan dalam penelitian, meskipun hasilnya dapat berbeda pada setiap kelompok peserta.
Bagi pemula, dinding atau yoga block dapat digunakan sebagai bantuan ketika mempelajari pose keseimbangan.
4. Menjaga Postur Tubuh
Selama yoga, peserta sering diarahkan untuk memperhatikan alignment kepala, bahu, tulang belakang, panggul, dan kaki.
Kebiasaan tersebut dapat membantu meningkatkan kesadaran terhadap posisi tubuh, termasuk ketika duduk atau berdiri di luar sesi latihan.
Namun, yoga bukan satu-satunya faktor yang menentukan postur. Kebiasaan sehari-hari, kekuatan, mobilitas, kondisi anatomi, dan riwayat cedera juga perlu dipertimbangkan.
5. Membantu Tubuh Lebih Rileks
Yoga dengan tempo perlahan dan perhatian terhadap napas dapat membantu menciptakan kondisi tubuh yang lebih tenang setelah aktivitas sehari-hari.
Pose seperti Child’s Pose atau berbagai gerakan restorative dapat digunakan untuk menurunkan intensitas latihan.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan yoga dapat membantu aspek wellness seperti pengelolaan stres dan kualitas tidur pada kelompok tertentu, meskipun efeknya tidak selalu sama bagi semua orang.
6. Mendukung Fokus dan Kesadaran terhadap Tubuh
Dalam yoga, peserta perlu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, napas, serta sensasi ketika bergerak.
Hal tersebut dapat membantu membangun body awareness, yaitu kemampuan mengenali bagaimana tubuh merespons suatu gerakan.
Kesadaran ini dapat membantu Anda mengetahui kapan gerakan masih terasa nyaman dan kapan intensitas sebaiknya dikurangi.
Yoga di Rumah atau di Studio, Mana yang Lebih Cocok?
Keduanya dapat menjadi pilihan. Pertimbangannya bergantung pada pengalaman, budget, jadwal, serta seberapa banyak arahan yang Anda butuhkan.
1. Kelebihan Latihan Yoga di Rumah
Yoga di rumah memberikan fleksibilitas waktu lebih besar. Anda tidak perlu menyesuaikan aktivitas dengan jadwal kelas atau melakukan perjalanan menuju studio.
Latihan juga dapat dilakukan dalam durasi singkat, misalnya 15–30 menit pada pagi atau malam hari.
Biayanya relatif lebih rendah setelah memiliki perlengkapan dasar seperti matras. Anda dapat mengikuti kelas daring atau menggunakan rangkaian gerakan yang sudah dipahami.
Namun, pemula perlu berhati-hati ketika mempelajari teknik hanya melalui video. Hindari mencoba inversi, arm balance, atau backbend tingkat lanjut jika belum memahami progresinya.
2. Kelebihan Mengikuti Kelas di Studio
Kelas studio memberikan akses langsung kepada instruktur. Hal ini berguna bagi pemula karena instruktur dapat menjelaskan alignment, teknik pernapasan, penggunaan alat bantu, serta modifikasi gerakan.
Studio juga biasanya sudah menyediakan beberapa perlengkapan seperti block, bolster, atau strap, meskipun kebijakan masing-masing tempat berbeda.
Selain itu, jadwal kelas dapat membantu membangun rutinitas karena terdapat waktu latihan yang sudah ditentukan.
Jika Anda benar-benar baru mengenal yoga, mengikuti beberapa kelas bersama instruktur sebelum rutin berlatih sendiri dapat membantu membangun fondasi teknik.
Perlengkapan Dasar untuk Mulai Olahraga Yoga
Yoga tidak membutuhkan banyak perlengkapan untuk memulai. Bahkan sebagian besar alat dapat ditambahkan secara bertahap setelah Anda mengetahui jenis latihan yang paling sering dilakukan.
1. Matras Yoga
Matras menjadi perlengkapan utama karena memberikan area latihan sekaligus membantu grip tangan dan kaki.
Untuk penggunaan serbaguna, ketebalan sekitar 4–6 mm dapat menjadi titik awal yang praktis. Namun, pilihan ideal tetap dipengaruhi material, jenis yoga, serta preferensi cushioning.
Jika sering mengikuti Vinyasa atau Power Yoga, pertimbangkan matras dengan grip lebih tinggi. Untuk travel, matras tipis dan ringan dapat lebih praktis.
2. Yoga Block
Yoga block membantu memberikan titik tumpuan ketika tangan belum nyaman mencapai lantai atau ketika tubuh membutuhkan dukungan tambahan.
Misalnya pada Triangle Pose, block dapat diletakkan di bawah tangan agar posisi tubuh tetap lebih terkontrol.
Block bukan hanya untuk pemula. Alat ini juga banyak digunakan dalam variasi pose maupun latihan restorative.
3. Yoga Strap
Yoga strap membantu memperpanjang jangkauan tangan tanpa memaksa tubuh melewati fleksibilitasnya.
Strap dapat digunakan pada gerakan yang melibatkan hamstring, bahu, atau berbagai posisi ketika tangan belum dapat saling menjangkau.
Gunakan alat tersebut untuk membantu teknik, bukan untuk menarik tubuh secara agresif.
4. Pakaian yang Nyaman untuk Bergerak
Pilih pakaian yang memberikan ruang gerak dan tidak perlu terus-menerus diperbaiki posisinya selama latihan.
Activewear dengan bahan ringan dan stretch dapat menjadi pilihan. Untuk sesi yang menghasilkan banyak keringat, material breathable dan cepat kering biasanya terasa lebih nyaman.
Pilih potongan pakaian sesuai preferensi pribadi selama tetap mendukung gerakan dengan aman dan nyaman.
5. Handuk dan Botol Minum
Handuk kecil berguna untuk mengelap keringat, terutama ketika mengikuti Vinyasa, Power Yoga, atau Hot Yoga.
Untuk kelas yang membuat matras sangat lembap, yoga towel dapat diletakkan di atas permukaan agar grip lebih mudah dipertahankan.
Botol minum juga dapat dibawa agar cairan tersedia sebelum maupun sesudah latihan. Kebutuhan hidrasi akan berbeda berdasarkan durasi, intensitas, suhu ruangan, dan jumlah keringat.
Tips Memulai Olahraga Yoga untuk Pemula
1. Tentukan Tujuan Latihan sejak Awal
Pikirkan alasan utama Anda ingin melakukan yoga. Tujuannya bisa berupa menambah aktivitas fisik, melatih fleksibilitas, meningkatkan kekuatan, mencari aktivitas relaksasi, atau sekadar mencoba rutinitas baru.
Tujuan tersebut dapat membantu menentukan jenis yoga yang lebih sesuai. Orang yang mencari latihan tenang mungkin lebih nyaman dengan Hatha atau Restorative Yoga, sedangkan yang menyukai aktivitas dinamis dapat mencoba Vinyasa.
2. Pilih Jenis Yoga yang Sesuai dengan Kondisi Tubuh
Jangan memilih kelas hanya berdasarkan tren. Perhatikan intensitas dan tingkat pengalaman yang direkomendasikan.
Pemula dapat mencari kelas dengan label beginner, fundamental, gentle, atau basic.
Jika memiliki cedera atau kondisi kesehatan tertentu, informasikan kepada instruktur dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan sebelum memulai program latihan.
3. Mulai dari Sesi Berdurasi Pendek
Tidak harus langsung berlatih selama 60–90 menit. Sesi 15–30 menit dapat menjadi titik awal yang lebih mudah dimasukkan ke jadwal.
Setelah tubuh mulai terbiasa dan Anda mengetahui jenis latihan yang disukai, durasi dapat ditambah secara bertahap.
Rutinitas yang singkat tetapi konsisten sering lebih mudah dipertahankan dibandingkan target besar yang sulit dilakukan.
4. Pelajari Pose Dasar sebelum Beralih ke Gerakan Sulit
Mulailah dengan pose dasar seperti Mountain Pose, Child’s Pose, Cat-Cow, Downward-Facing Dog, Cobra, serta Warrior.
Gerakan tersebut membantu Anda mengenali alignment, cara menggunakan tangan dan kaki sebagai tumpuan, serta hubungan antara napas dan gerakan.
Pose seperti Headstand, Handstand, Crow, atau backbend dalam tidak perlu menjadi target awal. Pelajari progresinya setelah kekuatan dan kontrol dasar berkembang.
5. Fokus pada Teknik dan Pernapasan
Jangan mengejar seberapa jauh tubuh dapat meregang. Perhatikan apakah gerakan masih terasa terkontrol dan Anda dapat bernapas dengan nyaman.
Jika sampai harus menahan napas atau merasakan sakit tajam untuk mempertahankan posisi, kurangi intensitas atau keluar dari pose.
Teknik yang baik memberikan fondasi yang jauh lebih berguna daripada memaksakan tubuh mencapai bentuk pose tertentu.
6. Buat Jadwal Latihan yang Realistis
Anda tidak harus melakukan yoga setiap hari. Mulailah dengan jadwal yang mudah dipertahankan, misalnya satu hingga tiga sesi dalam seminggu.
Anda juga dapat mengombinasikan satu kelas studio dengan beberapa sesi singkat di rumah.
Sesuaikan jadwal dengan aktivitas fisik lainnya agar tubuh tetap mendapatkan waktu pemulihan yang memadai.
Hindari Kesalahan Ini saat Baru Mulai Yoga
1. Memaksakan Tubuh Mengikuti Pose yang Sulit
Salah satu kesalahan yang mudah terjadi adalah menganggap bentuk pose sebagai tujuan utama latihan.
Fleksibilitas dan struktur tubuh setiap orang berbeda. Jika belum mampu mencapai posisi tertentu, gunakan modifikasi atau alat bantu.
Pose tingkat lanjut seperti inversi juga sebaiknya dipelajari di bawah arahan instruktur karena risiko cedera dapat meningkat jika tekniknya belum dikuasai.
2. Membandingkan Fleksibilitas dengan Orang Lain
Orang di sebelah Anda mungkin dapat melakukan forward fold lebih dalam atau keseimbangannya lebih stabil. Hal tersebut tidak berarti latihan Anda kurang baik.
Riwayat olahraga, bentuk anatomi, fleksibilitas, dan pengalaman setiap orang berbeda.
Gunakan kemampuan diri sendiri sebagai titik pembanding dan amati perkembangan dari waktu ke waktu.
3. Mengabaikan Teknik Pernapasan
Pernapasan membantu mengatur ritme latihan dan menjaga perhatian terhadap gerakan.
Pemula kadang tanpa sadar menahan napas ketika pose terasa berat. Jika hal tersebut terjadi, kurangi intensitas dan kembali pada pola napas yang nyaman.
Instruktur biasanya akan memberikan arahan kapan menarik dan mengembuskan napas pada rangkaian tertentu.
4. Terlalu Cepat Menaikkan Intensitas Latihan
Setelah beberapa kelas, Anda mungkin tergoda untuk langsung masuk ke Power Yoga atau mencoba pose lanjutan. Berikan waktu bagi tubuh untuk membangun kekuatan, mobilitas, serta kontrol.
Peningkatan latihan dapat dilakukan dengan banyak cara, bukan hanya memilih pose lebih sulit. Anda bisa memperbaiki teknik, menambah durasi, memperhalus transisi, atau meningkatkan konsistensi.
Bangun Rutinitas Yoga dengan Perlengkapan yang Sesuai, Lengkapi dengan Promo Bank Mega
Membangun rutinitas yoga bisa dimulai dari kebutuhan paling mendasar. Siapkan matras yang nyaman lebih dulu, kemudian lihat apa yang benar-benar membantu latihan berikutnya. Setelah beberapa sesi, Anda mungkin merasa yoga block membantu pose tertentu, strap membuat jangkauan lebih nyaman, atau handuk khusus lebih praktis untuk kelas yang banyak menghasilkan keringat.
Jika perlengkapan dasar tersebut tersedia di e-commerce, pemegang Kartu Kredit Bank Mega dapat mengecek promo belanja yang masih berjalan di Shopee, Tokopedia, dan Lazada hingga 31 Desember 2026.
Untuk pembelian awal seperti matras ditambah block atau activewear di Shopee, Reguler Always On memberikan diskon Rp50.000 dengan minimum transaksi Rp1.000.000. Tersedia pula Checkout Page Promo berupa diskon Rp15.000 dengan minimum transaksi Rp300.000. Program mengikuti jenis Kartu Kredit Bank Mega, seller yang memenuhi ketentuan, kode atau mekanisme promo, dan kuota yang masih tersedia.
Jika rutinitas mulai terbentuk dan Anda ingin membeli beberapa perlengkapan sekaligus, Tokopedia Always On memberikan diskon hingga Rp100.000 dengan minimum transaksi Rp2.000.000 menggunakan kode MEGADAILY. Promo berlaku setiap hari selama periode 2 Juli–31 Desember 2026 pada kategori Marketplace sesuai kuota program.
Sementara itu, Lazada Daily Deals memberikan diskon Rp75.000 dengan minimum transaksi Rp1.500.000 pada tanggal 1–24 setiap bulan hingga 31 Desember 2026. Promo menggunakan collectible voucher serta mengikuti jenis Kartu Kredit Bank Mega dan kuota yang berlaku.
Dengan cara ini, perlengkapan tumbuh bersama rutinitas latihan Anda. Mulai dari barang yang benar-benar diperlukan, pahami fungsi setiap alat, lalu manfaatkan promo Kartu Kredit Bank Mega yang sesuai saat waktunya menambahkan perlengkapan berikutnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Yoga di Jakarta yang Cocok untuk Relaksasi dan Kesehatan
FAQ Seputar Olahraga Yoga
1. Apakah Yoga Termasuk Olahraga Kardio?
Tergantung jenis dan intensitasnya. Yoga dengan tempo sangat ringan, seperti Restorative Yoga, umumnya tidak memberikan stimulus kardio yang sama seperti jogging, bersepeda, atau aktivitas aerobik intensitas sedang.
Jenis yang lebih dinamis seperti Vinyasa dan Power Yoga dapat meningkatkan detak jantung serta memberikan aktivitas fisik lebih besar, tetapi intensitasnya tetap berbeda antara kelas dan peserta.
Karena itu, jangan otomatis menganggap seluruh yoga dapat menggantikan kebutuhan aktivitas aerobik. Yoga dapat dikombinasikan dengan jogging, jalan cepat, bersepeda, atau latihan kardio lainnya dalam rutinitas kebugaran.
2. Apakah Yoga Bisa Dilakukan Tanpa Matras?
Bisa untuk sejumlah gerakan, terutama jika Anda memiliki permukaan yang aman, bersih, tidak licin, dan cukup nyaman.
Namun, matras memberikan grip serta sedikit cushioning sehingga lebih praktis untuk banyak pose yang menggunakan tangan, lutut, atau tubuh sebagai tumpuan.
Hindari melakukan pose keseimbangan atau gerakan cepat pada permukaan licin karena risiko tergelincir dapat meningkat.
3. Apakah Yoga Cocok untuk Orang yang Tidak Pernah Berolahraga?
Yoga dapat dilakukan oleh pemula, tetapi jenis dan tingkat kesulitannya perlu disesuaikan.
Mulailah dari kelas beginner, Hatha, atau sesi gentle dengan gerakan sederhana. Gunakan modifikasi ketika diperlukan dan jangan memaksakan fleksibilitas maupun daya tahan.
Yoga secara umum dianggap aman bagi orang sehat jika dilakukan dengan tepat, tetapi cedera tetap dapat terjadi. Jika Anda memiliki kondisi medis, cedera, sedang hamil, atau memiliki keterbatasan gerak tertentu, konsultasikan terlebih dahulu mengenai jenis aktivitas yang sesuai.
4. Apakah Yoga Sebaiknya Dilakukan dengan Perut Kosong?
Tidak ada kewajiban untuk selalu melakukan yoga dalam kondisi benar-benar kosong. Namun, melakukan banyak gerakan segera setelah makan besar dapat membuat sebagian orang merasa kurang nyaman.
Jika kelas berlangsung pagi dan Anda merasa baik tanpa sarapan terlebih dahulu, latihan ringan mungkin tetap nyaman dilakukan. Sebaliknya, jika mudah lemas atau lapar, pilih makanan ringan dalam porsi yang sesuai dan beri waktu sebelum mulai bergerak.
Untuk makanan besar, berikan jeda yang cukup agar proses pencernaan tidak membuat latihan terasa berat. Respons tubuh setiap orang berbeda sehingga gunakan pengalaman pribadi sebagai panduan.
Pada akhirnya, olahraga yoga dapat menjadi aktivitas yang fleksibel karena jenis, durasi, dan tingkat kesulitannya dapat disesuaikan. Mulailah dari gerakan dasar, pilih jenis yoga yang sesuai tujuan, pelajari teknik serta pernapasan, lalu bangun rutinitas secara bertahap. Anda tidak perlu mengejar pose paling sulit untuk mendapatkan pengalaman latihan yang bermanfaat.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
