Amortisasi adalah cara hitung kredit yang membuat cicilan terasa lebih berat di awal. Banyak orang baru sadar saat melihat porsi bunga lebih besar pada bulan pertama, walau jumlah cicilan tetap. Namun, hal ini bukan kesalahan sistem. Amortisasi memang dirancang seperti itu. Karena itu, memahami cara kerja amortisasi penting agar kamu tidak salah menilai cicilan. Artikel ini akan membahas amortisasi dari hal paling inti, lalu masuk ke detail. Mulai dari arti, cara kerja, contoh hitung, hingga dampaknya ke cicilan dan arus uang.
Apa Itu Amortisasi?
Amortisasi adalah metode pembagian cicilan kredit menjadi dua bagian, yaitu pokok dan bunga, selama masa pinjaman. Setiap kali kamu membayar cicilan, sebagian uang dipakai untuk bayar bunga, dan sisanya untuk mengurangi pokok. Metode ini umum dipakai pada kredit rumah, kendaraan, dan jenis pinjaman bank lain.
Kenapa Amortisasi Digunakan dalam Kredit?
Pada dasarnya, amortisasi dipakai agar cicilan bulanan tetap. Dengan cicilan tetap, peminjam lebih mudah mengatur anggaran bulanan.
- Cicilan tidak berubah tiap bulan
- Perhitungan kredit lebih rapi
- Risiko gagal bayar bisa ditekan
Meski begitu, dampaknya terasa pada porsi bunga di awal kredit.
Cara Kerja Amortisasi Kredit
Cara kerja amortisasi cukup mudah dipahami. Di awal kredit, sisa pokok masih besar. Karena bunga dihitung dari sisa pokok, maka bunga juga besar. Seiring waktu, pokok berkurang. Akibatnya, bunga ikut turun dan porsi pokok dalam cicilan jadi lebih besar.
Kenapa Bunga Lebih Besar di Awal?
Banyak orang mengira bunga sengaja dibuat besar di awal. Padahal, bunga hanya mengikuti sisa pokok kredit. Karena itu, selama sisa pokok masih tinggi, bunga juga ikut tinggi.
Komponen dalam Cicilan Amortisasi
Pokok Kredit
Pokok adalah jumlah pinjaman yang kamu terima di awal.
Bunga Kredit
Bunga adalah biaya atas penggunaan dana pinjaman. Dalam amortisasi, dua komponen ini selalu ada di setiap cicilan.
Contoh Amortisasi Kredit Sederhana
Misalnya kamu mengambil kredit sebesar Rp120.000.000 dengan tenor 12 bulan.
- Bunga: 12% per tahun
- Cicilan dibayar tiap bulan
Pada bulan pertama, bunga dihitung dari Rp120.000.000. Porsi bunga masih besar, sedangkan pokok kecil. Pada bulan terakhir, sisa pokok sudah kecil. Karena itu, bunga turun dan porsi pokok lebih besar. Total cicilan tetap sama, tetapi susunannya berubah tiap bulan.
Amortisasi dan Tabel Cicilan
Tabel amortisasi biasanya diberikan oleh bank.
Di dalam tabel ini, kamu bisa melihat:
- Sisa pokok setiap bulan
- Jumlah bunga
- Jumlah pokok
Dengan tabel ini, perkembangan kredit bisa dipantau dengan jelas.
Baca juga: Cara Ajukan Kartu Kredit Bank Mega dan Tips Cepat Disetujui
Dampak Amortisasi ke Cicilan Bulanan
Secara psikologis, amortisasi membuat cicilan terasa berat di awal. Namun dari sisi rencana keuangan, cicilan tetap justru membantu. Kamu tidak perlu menyesuaikan anggaran setiap bulan.
Amortisasi dan Pelunasan Lebih Cepat
Jika kamu ingin melunasi kredit lebih cepat, amortisasi punya dampak besar. Karena bunga banyak dibayar di awal, pelunasan lebih cepat bisa menekan total bunga. Namun, selalu cek syarat dan biaya tambahan yang berlaku.
Perbedaan Amortisasi dan Bunga Flat
Bunga flat dihitung dari pokok awal secara tetap. Sementara itu, amortisasi menghitung bunga dari sisa pokok. Karena itu, amortisasi lebih mencerminkan kondisi kredit sebenarnya.
Amortisasi dan Arus Keuangan
Amortisasi berdampak langsung ke arus uang bulanan. Di awal, beban bunga terasa lebih berat. Namun seiring waktu, beban itu menurun.
Kenapa Perlu Memahami Amortisasi?
Dengan memahami amortisasi, kamu bisa:
- Membaca cicilan dengan benar
- Tidak kaget melihat bunga di awal
- Menyusun rencana kredit lebih matang
Amortisasi dalam Praktik Perbankan
Dalam praktik perbankan, amortisasi sudah menjadi standar. Metode ini dipakai agar cicilan terstruktur dan mudah dipantau. Beberapa bank juga menyediakan simulasi kredit agar nasabah bisa memahami dampaknya sejak awal.
Pengelolaan Kredit yang Lebih Rapi
Selain memahami amortisasi, pengelolaan kredit juga penting. Mencatat cicilan, memantau sisa pokok, dan menyesuaikan anggaran adalah langkah dasar. Layanan perbankan digital kini memudahkan proses ini.
Amortisasi dan Layanan Perbankan
Dalam layanan kredit, informasi amortisasi biasanya disampaikan sejak awal. Tujuannya agar nasabah memahami susunan cicilan dan sisa pokok. Di layanan perbankan seperti Bank Mega, simulasi kredit membantu nasabah membaca dampak amortisasi sebelum mengambil pinjaman.
Kesalahan Umum dalam Memahami Amortisasi
- Mengira bunga selalu tetap besar
- Tidak membaca tabel cicilan
- Tidak hitung dampak pelunasan cepat
Kesalahan ini sering terjadi karena kurangnya pemahaman dasar.
Ringkasan Amortisasi Kredit
Amortisasi adalah cara membagi cicilan antara pokok dan bunga. Di awal kredit, bunga lebih besar. Seiring waktu, porsi pokok meningkat. Dengan memahami amortisasi, kamu bisa membaca cicilan dengan lebih tenang dan merencanakan kredit secara bijak. Jika didukung pengelolaan yang rapi melalui layanan perbankan, termasuk Bank Mega, keuangan bisa tetap terkontrol.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store
Daftar dan apply Tabungan dan Kartu Kredit Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di approve lewat sini.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
