Ketika baru mulai berlari, Anda mungkin menemukan berbagai istilah seperti pace, cadence, split, personal best, long run, tempo run, hingga cut-off time. Istilah tersebut sering muncul pada aplikasi lari, running watch, program latihan, komunitas, maupun ketika mengikuti lomba.
Memahami istilah dalam lari dapat membantu Anda membaca hasil latihan dengan lebih mudah, mengikuti program latihan secara tepat, dan berkomunikasi dengan sesama pelari. Anda juga dapat mengetahui perbedaan antara latihan santai, latihan kecepatan, hingga istilah yang digunakan saat mengikuti race.
Namun, Anda tidak perlu menghafal semuanya sekaligus. Mulailah dari istilah yang paling sering digunakan, seperti pace, distance, heart rate, personal best, dan recovery. Seiring bertambahnya pengalaman, berbagai istilah lainnya akan semakin mudah dipahami.
Berikut kumpulan istilah dalam olahraga lari yang dapat menjadi panduan bagi pelari pemula maupun Anda yang ingin semakin memahami dunia running.
Daftar Isi
- Kenapa Penting Memahami Istilah dalam Lari?
- Istilah Dasar dalam Lari yang Perlu Diketahui
- Istilah Jenis Latihan dalam Lari
- Istilah untuk Mengukur Performa Pelari
- Istilah yang Sering Digunakan dalam Race atau Lomba Lari
- Istilah Jarak dalam Lari
- Istilah dalam Persiapan dan Recovery Lari
- Istilah Seputar Perlengkapan Lari
- Tips Memulai Lari untuk Pemula
- Siapkan Perlengkapan Lari dengan Promo Bank Mega
- Pahami Istilah dalam Lari agar Latihan Lebih Mudah Diikuti
- FAQ Seputar Lari
Kenapa Penting Memahami Istilah dalam Lari?
Lari memang terlihat sederhana karena Anda hanya perlu bergerak dari satu titik ke titik lain. Namun, ketika mulai berlatih secara rutin, terdapat berbagai informasi yang dapat membantu Anda memahami kondisi dan perkembangan latihan.
Misalnya, aplikasi olahraga menunjukkan bahwa Anda berlari dengan pace 7:00 menit/km. Program latihan meminta Anda melakukan easy run selama 30 menit. Sementara menjelang lomba, penyelenggara memberikan informasi mengenai corral, bib number, pacer, dan cut-off time.
Tanpa memahami istilah tersebut, informasi yang sebenarnya berguna dapat terasa membingungkan.
Mengenal istilah lari dapat membantu Anda:
- membaca data latihan dengan lebih mudah;
- memahami instruksi program latihan;
- membedakan jenis latihan berdasarkan tujuannya;
- mengetahui istilah yang digunakan ketika mengikuti lomba;
- memilih perlengkapan berdasarkan kebutuhan; dan
- memantau perkembangan tanpa hanya berpatokan pada kecepatan.
Meski demikian, angka pada aplikasi maupun running watch sebaiknya digunakan sebagai informasi pendukung. Kondisi fisik, pengalaman berlari, pemulihan, dan respons tubuh tetap perlu diperhatikan.
Istilah Dasar dalam Lari yang Perlu Diketahui
1. Pace
Pace menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu satuan jarak. Di Indonesia, pace biasanya ditampilkan dalam menit per kilometer.
Misalnya pace 6:00 menit/km berarti Anda membutuhkan sekitar enam menit untuk berlari sejauh satu kilometer. Semakin kecil angka pace, semakin cepat kecepatan lari.
Jika seseorang berlari 5 km dalam 30 menit, rata-rata pace-nya sekitar 6:00 menit/km.
2. Average Pace
Average pace adalah rata-rata pace selama keseluruhan sesi lari.
Pace Anda mungkin berubah pada setiap kilometer. Kilometer pertama dapat ditempuh dengan pace 7:00, berikutnya 6:50, kemudian 6:40. Aplikasi akan menghitung seluruh perjalanan dan menampilkan average pace sebagai gambaran umum kecepatan Anda.
3. Split
Split adalah catatan waktu untuk segmen tertentu dalam sebuah sesi lari. Segmentasi paling umum adalah setiap satu kilometer, tetapi dapat juga menggunakan satu mil atau jarak lainnya.
Data split membantu melihat apakah kecepatan Anda konsisten, semakin cepat, atau justru melambat selama latihan maupun race.
4. Negative Split
Negative split terjadi ketika bagian kedua lari ditempuh lebih cepat dibandingkan bagian pertama.
Contohnya, Anda menyelesaikan 5 km pertama dalam 35 menit dan 5 km berikutnya dalam 32 menit. Strategi ini dapat membantu pelari menjaga energi pada awal perjalanan lalu meningkatkan kecepatan secara bertahap.
5. Positive Split
Positive split merupakan kebalikan negative split. Bagian kedua lari lebih lambat daripada bagian pertama.
Kondisi ini dapat terjadi jika pelari memulai terlalu cepat, mengalami kelelahan, menghadapi rute yang lebih berat, atau berubah strategi di tengah perjalanan.
6. Cadence
Cadence adalah jumlah langkah yang dilakukan pelari dalam satu menit dan biasanya ditampilkan dalam satuan steps per minute atau spm.
Tidak ada satu angka cadence yang wajib digunakan semua pelari. Cadence dapat dipengaruhi tinggi badan, kecepatan, panjang langkah, pengalaman, kondisi medan, dan karakteristik individual.
7. Stride
Stride berkaitan dengan siklus langkah ketika berlari. Dalam konteks analisis lari, Anda juga akan sering menemukan istilah stride length, yaitu panjang jarak yang dihasilkan dari langkah pelari.
Kecepatan lari dipengaruhi interaksi cadence dan panjang langkah. Namun, memperpanjang langkah secara berlebihan tidak otomatis membuat teknik lari menjadi lebih baik.
8. Running Form
Running form berarti bentuk atau teknik tubuh ketika berlari. Aspek ini dapat mencakup postur, posisi kepala, gerakan tangan, posisi kaki ketika mendarat, hingga pola langkah.
Running form setiap orang dapat berbeda. Karena itu, fokus utamanya bukan meniru gaya pelari lain secara persis, tetapi membangun gerakan yang nyaman dan efisien sesuai kondisi tubuh.
Istilah Jenis Latihan dalam Lari
9. Easy Run
Easy run adalah lari dengan intensitas ringan dan nyaman. Pelari umumnya masih dapat berbicara dalam beberapa kalimat tanpa terlalu terengah-engah.
Jenis latihan ini sering menjadi bagian besar dari jadwal latihan karena membantu membangun kapasitas aerobik tanpa memberikan tekanan sebesar sesi intensitas tinggi.
10. Recovery Run
Recovery run adalah sesi lari sangat ringan yang biasanya dilakukan setelah latihan berat atau perlombaan.
Tujuannya bukan mengejar pace. Intensitas dibuat rendah agar tubuh tetap bergerak tanpa menambah beban latihan terlalu besar.
11. Long Run
Long run merupakan latihan dengan durasi atau jarak lebih panjang dibandingkan sebagian besar sesi lari rutin lainnya.
Latihan ini banyak digunakan dalam persiapan half marathon maupun marathon karena membantu membangun daya tahan. Jarak long run perlu disesuaikan dengan pengalaman dan program latihan.
12. Tempo Run
Tempo run biasanya dilakukan pada intensitas yang terasa cukup berat tetapi masih dapat dipertahankan selama periode tertentu.
Latihan ini sering digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan mempertahankan kecepatan dan berkaitan dengan pengembangan ambang laktat. Intensitasnya lebih tinggi dibandingkan easy run, tetapi bukan sprint maksimal.
13. Interval Training
Interval training adalah latihan yang membagi sesi menjadi periode berlari cepat dan periode pemulihan.
Contohnya:
- lari cepat 400 meter;
- jogging atau istirahat singkat;
- ulangi beberapa kali sesuai program.
Jarak, kecepatan, jumlah pengulangan, dan waktu pemulihan dapat berbeda sesuai tujuan latihan.
14. Fartlek
Fartlek berasal dari bahasa Swedia yang berarti kurang lebih “speed play”. Latihan ini mengombinasikan perubahan kecepatan dalam satu sesi secara lebih fleksibel dibandingkan interval yang sangat terstruktur.
Contohnya, Anda dapat berlari santai kemudian mempercepat lari sampai tiang berikutnya, kembali santai, lalu melakukan percepatan berikutnya.
15. Hill Repeats
Hill repeats merupakan latihan berulang pada rute menanjak. Pelari berlari ke atas bukit dengan intensitas tertentu lalu menggunakan perjalanan turun atau waktu istirahat sebagai pemulihan.
Latihan tanjakan dapat digunakan untuk melatih kekuatan, teknik, dan kemampuan menghadapi perubahan elevasi.
16. Progression Run
Progression run adalah sesi lari yang dimulai dengan intensitas relatif ringan kemudian kecepatannya meningkat secara bertahap.
Contohnya, beberapa kilometer pertama dilakukan dengan easy pace, bagian tengah sedikit lebih cepat, kemudian bagian terakhir mendekati tempo sesuai kemampuan.
17. Long Slow Distance atau LSD
Long Slow Distance atau LSD merupakan lari jarak panjang yang dilakukan dengan intensitas relatif ringan.
Tujuannya lebih berfokus pada pembangunan daya tahan aerobik daripada mengejar kecepatan. Istilah ini banyak ditemukan dalam program latihan endurance.
Istilah untuk Mengukur Performa Pelari
18. Heart Rate
Heart rate atau detak jantung menunjukkan berapa kali jantung berdetak dalam satu menit. Angkanya ditampilkan sebagai beats per minute atau bpm.
Heart rate dapat digunakan sebagai salah satu indikator intensitas latihan. Namun, detak jantung dipengaruhi banyak faktor seperti suhu, kelelahan, stres, kafein, hidrasi, dan kondisi individual.
19. Heart Rate Zone
Heart rate zone membagi intensitas latihan berdasarkan rentang detak jantung tertentu.
Beberapa sistem menggunakan lima zona, mulai dari intensitas sangat ringan hingga sangat tinggi. Batas setiap zona dapat berbeda berdasarkan metode yang digunakan sehingga sebaiknya tidak menganggap angka pada setiap perangkat selalu sama.
20. Maximum Heart Rate
Maximum heart rate atau HR Max adalah detak jantung maksimum seseorang dalam kondisi aktivitas sangat tinggi.
Ada berbagai rumus untuk memperkirakannya berdasarkan usia, tetapi hasil rumus hanya merupakan estimasi. Nilai aktual dapat berbeda antara satu orang dan lainnya.
21. VO2 Max
VO2 Max menggambarkan kemampuan maksimum tubuh menggunakan oksigen selama aktivitas intensif dan sering digunakan sebagai salah satu indikator kebugaran kardiorespirasi.
Running watch tertentu dapat memberikan estimasi VO2 Max berdasarkan data latihan. Angka tersebut tidak selalu sama dengan hasil pengukuran langsung melalui tes laboratorium.
22. Lactate Threshold
Lactate threshold atau ambang laktat berkaitan dengan tingkat intensitas ketika produksi laktat mulai meningkat lebih cepat dibandingkan kemampuan tubuh mengelolanya.
Konsep ini sering digunakan dalam latihan endurance untuk menentukan intensitas latihan tertentu, termasuk tempo atau threshold training.
23. Aerobic
Aerobic mengacu pada proses tubuh menghasilkan energi dengan melibatkan oksigen. Latihan lari dengan intensitas ringan hingga sedang banyak mengandalkan sistem aerobik.
Kapasitas aerobik sangat penting untuk olahraga endurance karena membantu tubuh mempertahankan aktivitas dalam durasi panjang.
24. Anaerobic
Anaerobic berkaitan dengan produksi energi untuk aktivitas intensitas tinggi ketika kebutuhan energi meningkat lebih cepat daripada kemampuan sistem aerobik memenuhinya.
Sprint dan interval berintensitas tinggi lebih banyak melibatkan kontribusi sistem anaerobik dibandingkan easy run.
25. RPE atau Rate of Perceived Exertion
RPE atau Rate of Perceived Exertion merupakan cara mengukur intensitas berdasarkan seberapa berat latihan terasa bagi Anda.
Salah satu skala yang umum digunakan adalah 1–10. Angka rendah menunjukkan aktivitas sangat ringan, sedangkan angka mendekati 10 menggambarkan usaha yang sangat berat.
RPE dapat membantu ketika Anda tidak menggunakan heart rate monitor atau ingin menggabungkan data perangkat dengan respons tubuh.
Istilah yang Sering Digunakan dalam Race atau Lomba Lari
26. Personal Best atau PB
Personal Best atau PB adalah catatan waktu terbaik yang pernah dicapai seseorang pada jarak tertentu.
Misalnya catatan 10K terbaik Anda sebelumnya adalah 65 menit kemudian berhasil menyelesaikannya dalam 60 menit. Waktu 60 menit menjadi PB baru Anda untuk 10K.
27. Personal Record atau PR
Personal Record atau PR pada dasarnya digunakan dengan makna serupa dengan Personal Best, yaitu pencapaian terbaik pribadi.
Istilah PB dan PR dapat digunakan berbeda berdasarkan komunitas atau negara, tetapi keduanya sering merujuk pada catatan performa terbaik seorang pelari.
28. Race Pace
Race pace adalah pace yang digunakan atau ditargetkan ketika mengikuti perlombaan.
Race pace dapat berbeda berdasarkan jarak. Pace yang dapat dipertahankan dalam 5K biasanya berbeda dengan pace marathon karena durasi dan tuntutan energinya berbeda.
29. Bib Number
Bib number adalah nomor peserta yang diberikan oleh penyelenggara lomba.
Bib biasanya dipasang pada bagian depan pakaian sehingga mudah terlihat. Pada beberapa lomba, bib juga dapat memiliki chip atau komponen lain untuk mendukung pencatatan waktu.
30. Pacer
Pacer adalah pelari yang bertugas membantu peserta mempertahankan kecepatan tertentu agar mencapai target waktu tertentu.
Dalam lomba marathon misalnya, Anda mungkin menemukan pacer 4:30, 5:00, atau target waktu lainnya. Angka tersebut umumnya menunjukkan target waktu penyelesaian kelompok pacer.
31. Corral
Corral adalah pembagian area start peserta berdasarkan kelompok tertentu, biasanya mempertimbangkan kategori atau estimasi waktu selesai.
Pembagian ini membantu mengatur jumlah pelari ketika start sehingga peserta dengan kecepatan berbeda tidak seluruhnya memulai pada titik yang sama secara bersamaan.
32. Cut-Off Time atau COT
Cut-Off Time atau COT adalah batas waktu yang ditentukan penyelenggara untuk menyelesaikan perlombaan atau melewati titik tertentu.
Jika peserta melewati batas waktu sesuai ketentuan lomba, peserta dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan atau tidak memperoleh status finisher.
Karena aturan berbeda untuk setiap event, selalu baca race guide sebelum lomba.
33. Gun Time
Gun time dihitung sejak waktu start resmi perlombaan hingga peserta melewati garis finis.
Jika Anda berada jauh di belakang garis start, gun time sudah berjalan meskipun Anda belum melewati titik start.
34. Chip Time
Chip time biasanya menghitung waktu sejak peserta melewati garis start hingga melewati garis finis berdasarkan sistem pencatat waktu elektronik.
Karena itu, chip time dapat lebih singkat dibandingkan gun time bagi peserta yang memerlukan waktu beberapa menit untuk mencapai garis start setelah perlombaan resmi dimulai.
35. DNS atau Did Not Start
DNS atau Did Not Start berarti peserta terdaftar dalam lomba tetapi tidak memulai perlombaan.
Penyebabnya dapat beragam, mulai dari kondisi pribadi, cedera, terlambat tiba, hingga keputusan tidak ikut karena kondisi tertentu.
36. DNF atau Did Not Finish
DNF atau Did Not Finish berarti peserta telah memulai perlombaan tetapi tidak menyelesaikannya.
DNF dapat terjadi karena kelelahan, cedera, masalah kesehatan, tidak memenuhi cut-off time, atau alasan lainnya. Memutuskan berhenti jika kondisi tidak memungkinkan merupakan bagian dari pengambilan keputusan yang penting dalam olahraga endurance.
Istilah Jarak dalam Lari
37. 5K
5K adalah lomba atau sesi lari sejauh 5 kilometer.
Jarak ini sering menjadi pilihan awal bagi pemula karena lebih pendek dibandingkan kategori race lainnya, meskipun tetap membutuhkan persiapan sesuai kondisi masing-masing.
38. 10K
10K berarti lari sejauh 10 kilometer.
Bagi pelari yang sudah nyaman menyelesaikan 5K, 10K sering menjadi salah satu target berikutnya untuk meningkatkan daya tahan.
39. Half Marathon
Half marathon memiliki jarak resmi 21,0975 kilometer.
Jarak ini membutuhkan persiapan endurance yang lebih terstruktur dibandingkan 5K atau 10K, terutama dari sisi long run, recovery, hidrasi, dan strategi pace.
40. Marathon
Marathon memiliki jarak resmi 42,195 kilometer.
Menyelesaikan marathon membutuhkan persiapan yang memadai karena pelari akan beraktivitas dalam durasi panjang. Program latihan biasanya dilakukan selama beberapa bulan dan mencakup long run, easy run, recovery, serta tapering.
41. Ultramarathon
Ultramarathon adalah perlombaan dengan jarak melebihi jarak marathon 42,195 kilometer.
Kategorinya dapat berupa 50K, 100K, 100 mil, maupun lomba berbasis durasi. Ultramarathon juga dapat dilakukan di jalan raya maupun trail dengan medan yang sangat beragam.
Istilah dalam Persiapan dan Recovery Lari
42. Warm-Up
Warm-up atau pemanasan adalah aktivitas yang dilakukan sebelum sesi latihan utama.
Pemanasan dapat mencakup berjalan, jogging ringan, serta gerakan dinamis yang membantu tubuh bertransisi menuju aktivitas dengan intensitas lebih tinggi.
43. Cool-Down
Cool-down atau pendinginan dilakukan setelah latihan untuk menurunkan intensitas secara bertahap.
Contohnya adalah mengakhiri sesi dengan jogging sangat ringan atau berjalan beberapa menit sebelum benar-benar berhenti.
44. Rest Day
Rest day adalah hari istirahat dari latihan utama.
Istirahat merupakan bagian dari program latihan karena tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri setelah menerima beban latihan.
45. Cross-Training
Cross-training berarti melakukan jenis aktivitas lain sebagai pelengkap lari.
Contohnya:
- bersepeda;
- berenang;
- latihan kekuatan;
- elliptical; atau
- aktivitas lain yang sesuai kebutuhan.
Cross-training dapat membantu mengembangkan kebugaran secara lebih beragam tanpa selalu menambah volume lari.
46. Tapering
Tapering adalah periode pengurangan beban latihan menjelang perlombaan utama.
Tujuannya memberi kesempatan tubuh memulihkan diri sambil tetap menjaga kesiapan. Durasi dan besarnya pengurangan latihan dapat berbeda berdasarkan jarak race dan program masing-masing pelari.
47. DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness
DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness adalah rasa nyeri atau kaku pada otot yang dapat muncul setelah melakukan aktivitas fisik, terutama latihan yang lebih berat atau berbeda dari kebiasaan.
Keluhan sering terasa setelah latihan, bukan selalu langsung ketika aktivitas berlangsung. Jika nyeri sangat berat, berlangsung lama, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, jangan memaksakan latihan dan pertimbangkan pemeriksaan lebih lanjut.
Istilah Seputar Perlengkapan Lari
48. Cushioning
Cushioning mengacu pada bantalan pada sepatu yang membantu memberikan sensasi empuk dan meredam sebagian benturan ketika kaki menyentuh permukaan.
Tingkat cushioning berbeda antarsepatu. Pilihan yang lebih tebal tidak otomatis paling cocok untuk semua orang karena kenyamanan juga bergantung pada bentuk kaki, preferensi, berat badan, dan jenis latihan.
49. Heel-to-Toe Drop
Heel-to-toe drop atau shoe drop adalah perbedaan ketinggian antara bagian tumit dan bagian depan kaki pada sepatu.
Misalnya tumit berada 30 mm dari permukaan dan bagian depan 22 mm, maka drop-nya sekitar 8 mm.
Drop yang berbeda dapat memberikan sensasi lari berbeda sehingga pemilihannya sebaiknya mempertimbangkan kenyamanan dan kebiasaan.
50. Carbon Plate
Carbon plate adalah pelat berbahan serat karbon yang digunakan pada sejumlah sepatu performa modern.
Pelat biasanya bekerja bersama desain midsole dan foam tertentu untuk menghasilkan karakter responsif. Namun, memiliki sepatu carbon plate tidak otomatis menjamin seseorang mendapatkan PB karena performa tetap dipengaruhi latihan, kondisi fisik, strategi, medan, dan berbagai faktor lainnya.
51. Stability Shoes
Stability shoes merupakan kategori sepatu yang memiliki elemen desain tertentu untuk memberikan dukungan atau mengarahkan pergerakan kaki.
Desain stability shoes modern dapat berbeda antarprodusen sehingga tidak selalu menggunakan struktur yang sama.
52. Neutral Shoes
Neutral shoes merupakan sepatu yang umumnya tidak menggunakan elemen koreksi atau dukungan stabilitas sekuat kategori stability shoes.
Namun, istilah neutral bukan berarti sepatu tersebut cocok untuk semua orang. Kenyamanan dan kecocokan penggunaan tetap menjadi pertimbangan penting.
53. Running Watch
Running watch adalah jam olahraga yang dapat digunakan untuk mencatat aktivitas lari.
Fitur yang tersedia dapat mencakup:
- jarak;
- pace;
- durasi;
- GPS;
- heart rate;
- lap dan split;
- estimasi VO2 Max;
- navigasi pada model tertentu; dan
- berbagai data latihan lainnya.
Data running watch dapat membantu pemantauan, tetapi akurasinya dapat berbeda berdasarkan perangkat, sensor, kondisi lingkungan, dan cara penggunaan.
54. Hydration Belt atau Vest
Hydration belt adalah sabuk yang dirancang untuk membawa air dan perlengkapan kecil ketika berlari. Sementara hydration vest dikenakan menyerupai rompi dan biasanya mampu membawa cairan serta perlengkapan dalam jumlah lebih banyak.
Perlengkapan ini banyak digunakan untuk long run, trail running, maupun ultramarathon. Kebutuhan penggunaannya bergantung pada durasi latihan, cuaca, lokasi, serta ketersediaan titik air.
Tips Memulai Lari untuk Pemula
1. Mulai dari Jarak dan Intensitas yang Realistis
Tidak perlu langsung mengejar jarak 10K atau pace tertentu ketika baru mulai.
Anda dapat memulai dengan kombinasi berjalan dan jogging ringan sesuai kondisi fisik. Fokus terlebih dahulu pada membangun kebiasaan dan kemampuan bergerak secara konsisten.
2. Tingkatkan Latihan secara Bertahap
Hindari meningkatkan jarak, frekuensi, dan intensitas secara agresif pada waktu bersamaan.
Berikan tubuh waktu untuk beradaptasi. Jika ingin meningkatkan latihan, lakukan secara bertahap sambil memperhatikan respons tubuh.
3. Sisihkan Waktu untuk Istirahat dan Recovery
Lebih banyak latihan tidak selalu berarti hasil lebih baik.
Sertakan rest day dan sesi ringan dalam jadwal. Tidur, asupan makanan, hidrasi, dan pemulihan juga berperan dalam proses latihan.
4. Gunakan Perlengkapan yang Sesuai Kebutuhan
Anda tidak harus membeli seluruh perlengkapan lari sekaligus.
Prioritaskan sepatu yang nyaman dan pakaian olahraga yang sesuai. Running watch, hydration vest, maupun perlengkapan tambahan dapat dipertimbangkan berdasarkan frekuensi, jarak, medan, dan kebutuhan latihan.
5. Pantau Perkembangan tanpa Membandingkan Diri secara Berlebihan
Pace orang lain bukan standar yang harus Anda capai.
Bandingkan perkembangan dengan kondisi Anda sendiri. Misalnya, sebelumnya hanya dapat berlari 10 menit kemudian meningkat menjadi 20 menit, atau easy run mulai terasa lebih nyaman meskipun pace belum berubah banyak.
Personal Best juga tidak harus selalu berupa waktu tercepat. Bagi sebagian pelari, pencapaian dapat berupa konsistensi latihan, menyelesaikan jarak baru, atau berhasil kembali berlari setelah lama berhenti.
Siapkan Perlengkapan Lari dengan Promo Bank Mega
Setelah memahami berbagai istilah dalam lari, Anda mungkin mulai mengetahui perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan, mulai dari sepatu, pakaian olahraga, hydration belt, hingga running watch. Sebelum berbelanja, buat daftar berdasarkan kebutuhan agar pembelian tetap sesuai dengan bujet.
Bagi pemegang Kartu Kredit Bank Mega yang memenuhi ketentuan, terdapat promo di marketplace yang dapat dipertimbangkan untuk membeli perlengkapan lari selama produk dan toko yang dipilih memenuhi persyaratan program.
1. Promo Bank Mega di Shopee
Periode 1 Juli–31 Desember 2026, Bank Mega memiliki program promo Shopee dengan potongan hingga Rp500.000. Salah satu program yang dapat digunakan adalah Regular Promo Always On berupa diskon Rp75.000 dengan minimum transaksi Rp1.000.000 menggunakan kode MEGADAILY.
Terdapat pula program lain seperti Mall Monday dan High Ticket Size dengan nilai diskon, minimum transaksi, kode promo, dan kuota yang berbeda. Promo berlaku pada Shopee Mall dan Star Seller serta jenis Kartu Kredit Bank Mega tertentu.
Karena kuota tersedia dalam jumlah terbatas, cek terlebih dahulu harga akhir, merchant yang berpartisipasi, jenis kartu yang memenuhi syarat, dan ketentuan program sebelum membeli perlengkapan lari.
2. Promo Bank Mega di Tokopedia
Bank Mega juga memiliki program promo Tokopedia pada periode 2 Juli–31 Desember 2026 dengan diskon hingga Rp300.000 berdasarkan jenis program.
Program Always On antara lain memberikan diskon hingga Rp100.000 dengan minimum transaksi Rp2.000.000 menggunakan kode MEGADAILY. Selain itu, terdapat Mall Day pada hari Kamis dengan diskon 6% hingga Rp200.000 dan minimum transaksi Rp1.000.000 menggunakan kode MEGAMALL.
Jika mencari running watch atau perangkat elektronik pendukung olahraga, Anda juga dapat mengecek program kategori yang sedang tersedia. Pastikan produk masuk dalam kategori dan halaman promo yang memenuhi ketentuan sebelum menyelesaikan transaksi.
Promo Tokopedia berlaku selama kuota tersedia serta untuk Kartu Kredit Bank Mega yang memenuhi persyaratan. Sebelum checkout, bandingkan harga setelah diskon dan hindari membeli barang yang sebenarnya belum dibutuhkan hanya untuk memenuhi minimum transaksi.
Promo marketplace dapat membantu mengoptimalkan bujet perlengkapan lari, tetapi tetap prioritaskan kemampuan pembayaran. Pilih produk berdasarkan kebutuhan latihan, bukan semata-mata karena diskon yang tersedia, dan periksa kembali syarat promo terbaru pada kanal resmi Bank Mega.
Pahami Istilah dalam Lari agar Latihan Lebih Mudah Diikuti
Memahami istilah dalam lari membuat Anda lebih mudah membaca data aktivitas, mengikuti program latihan, memilih perlengkapan, dan mengetahui aturan ketika mengikuti race.
Untuk pemula, beberapa istilah penting yang dapat dipahami terlebih dahulu adalah pace, average pace, cadence, easy run, long run, heart rate, personal best, cut-off time, dan recovery. Setelah terbiasa, Anda dapat mempelajari istilah yang lebih teknis seperti VO2 Max, lactate threshold, negative split, atau heel-to-toe drop.
Jangan menjadikan seluruh angka sebagai target yang harus dikejar dalam waktu singkat. Pace, cadence, heart rate, dan data lain dapat berbeda pada setiap orang serta dipengaruhi kondisi latihan.
Begitu pula dengan Personal Best. Mendapatkan PB memang menyenangkan, tetapi proses membangun kebiasaan latihan, menjaga tubuh tetap sehat, dan menikmati olahraga juga merupakan bagian penting dari perjalanan sebagai pelari.
Mulailah dari kemampuan saat ini, tingkatkan latihan secara bertahap, sediakan waktu untuk recovery, dan gunakan perlengkapan berdasarkan kebutuhan. Dengan fondasi tersebut, istilah yang awalnya terasa asing akan semakin mudah dipahami seiring bertambahnya pengalaman berlari.
Setelah memahami berbagai istilah dalam lari dan mengetahui perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan, Anda dapat memanfaatkan Kartu Kredit Bank Mega sebagai salah satu metode pembayaran untuk membeli sepatu, pakaian olahraga, running watch, atau perlengkapan pendukung lainnya. Sebelum bertransaksi, cek promo Bank Mega yang sedang berlaku di merchant maupun marketplace agar pembelian dapat lebih hemat, lalu tetap sesuaikan nilai belanja dengan kemampuan pembayaran Anda. Dengan memilih perlengkapan berdasarkan kebutuhan latihan dan memanfaatkan promo secara bijak, aktivitas lari dapat tetap nyaman tanpa membuat pengeluaran menjadi berlebihan.
Baca Juga: Track Running di Jakarta, 10 Spot Lari yang Enak Dicoba
FAQ Seputar Lari
1. Apa arti pace dalam lari?
Pace adalah waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu satuan jarak dan di Indonesia biasanya ditampilkan dalam menit per kilometer. Contohnya, pace 6:30 menit/km berarti setiap kilometer rata-rata ditempuh sekitar enam menit 30 detik.
2. Apa perbedaan pace dan speed dalam lari?
Pace menunjukkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tertentu, sedangkan speed menunjukkan jarak yang dapat ditempuh dalam periode waktu tertentu, misalnya kilometer per jam. Pada pace, angka yang semakin kecil berarti lari semakin cepat.
3. Apa arti PB dan PR dalam lari?
PB adalah singkatan dari Personal Best, sedangkan PR berarti Personal Record. Keduanya umumnya digunakan untuk menunjukkan catatan performa terbaik pribadi pada suatu jarak atau kategori tertentu.
4. Apa itu easy run?
Easy run adalah lari dengan intensitas ringan dan nyaman. Pada umumnya pelari masih dapat berbicara ketika melakukannya. Tujuan utamanya bukan mengejar pace tercepat, melainkan membangun kebugaran aerobik dengan beban yang lebih terkendali.
5. Apa itu negative split?
Negative split berarti menyelesaikan bagian kedua sesi atau perlombaan lebih cepat daripada bagian pertama. Contohnya, 5 km pertama diselesaikan dalam 35 menit dan 5 km berikutnya dalam 32 menit.
6. Apa yang dimaksud COT dalam lomba lari?
COT atau Cut-Off Time merupakan batas waktu yang diberikan penyelenggara untuk menyelesaikan perlombaan atau melewati titik tertentu. Ketentuan COT setiap event dapat berbeda sehingga peserta sebaiknya membaca race guide sebelum hari perlombaan.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
