Pertama-tama, istilah Old Money dan New Money makin sering muncul di media sosial, terutama di kalangan Gen Z dan pekerja muda. Selain itu, banyak konten yang membahas gaya berpakaian, cara berbicara, hingga sikap sehari-hari yang disebut sebagai “old money aesthetic”. Namun, tidak sedikit yang masih bingung, apakah ini hanya soal gaya hidup mewah, atau ada nilai dan cara berpikir tertentu di baliknya.
Di sisi lain, istilah New Money sering dikaitkan dengan orang yang baru sukses secara finansial dalam satu atau dua generasi. Dengan demikian, muncul pertanyaan penting: apa sebenarnya arti Old Money vs New Money, apa perbedaannya, dan apa yang bisa kita pelajari untuk mengelola keuangan dengan lebih bijak, terlepas dari latar belakang ekonomi kita.
Apa Itu Old Money?
Secara sederhana, Old Money menggambarkan keluarga atau individu yang telah memiliki kekayaan secara turun-temurun. Selain itu, kekayaan ini biasanya terbangun selama beberapa generasi melalui usaha, investasi, atau kepemilikan aset yang dikelola dengan disiplin. Karena itu, orang yang termasuk kategori Old Money sering diasosiasikan dengan stabilitas, gaya hidup yang cenderung klasik, dan pola konsumsi yang tidak terlalu mencolok.
Di sisi lain, Old Money bukan hanya soal jumlah uang. Sering kali, istilah ini juga terkait dengan nilai-nilai seperti kesederhanaan, kehati-hatian dalam mengambil keputusan, dan fokus membangun kekayaan jangka panjang. Dengan demikian, Old Money lebih dekat dengan pola pikir finansial yang pelan tapi konsisten, bukan sekadar gaya hidup mewah.
Apa Itu New Money?
Berbeda dengan Old Money, istilah New Money biasanya merujuk pada orang yang baru meraih keberhasilan finansial dalam satu generasi. Misalnya, pengusaha muda, kreator konten, profesional di bidang teknologi, atau pekerja yang naik kelas ekonomi dalam waktu relatif singkat. Selain itu, kelompok ini sering terlihat lebih ekspresif dalam menunjukkan keberhasilan finansial mereka.
Di sisi lain, New Money sering digambarkan lebih fleksibel dan cepat beradaptasi dengan tren baru. Dengan demikian, mereka cenderung lebih berani mengambil risiko, mencoba peluang bisnis baru, dan menikmati hasil kerja keras dalam bentuk pengalaman atau barang yang terlihat. Meskipun begitu, penting diingat bahwa tidak semua New Money identik dengan konsumsi berlebihan; banyak juga yang tetap disiplin menabung dan berinvestasi.
Perbedaan Utama Old Money vs New Money
Untuk mempermudah pemahaman, perbedaan Old Money vs New Money bukan soal mana yang lebih baik atau buruk. Selain itu, keduanya lebih tepat dilihat sebagai dua cara pandang dalam mengelola dan menikmati uang. Dengan demikian, kita bisa belajar hal positif dari keduanya tanpa harus terjebak dalam stereotip.
- Sumber kekayaan – Old Money cenderung berasal dari kekayaan turun-temurun. New Money biasanya berasal dari usaha atau karier yang berkembang cepat.
- Cara menikmati uang – Old Money sering digambarkan lebih low profile. New Money cenderung lebih ekspresif dalam menikmati hasil kerja.
- Gaya konsumsi – Old Money lebih fokus pada kualitas dan daya tahan. New Money kadang lebih terbuka pada tren dan hal yang sedang viral.
- Pola pikir keuangan – Old Money identik dengan konservatif dan jangka panjang. New Money lebih berani mengambil risiko dan mencoba hal baru.
Cara Hidup Old Money
Secara umum, gaya hidup Old Money identik dengan kesan elegan dan tenang. Selain itu, keputusan finansial sering diambil dengan mempertimbangkan dampaknya dalam jangka panjang. Misalnya, mereka cenderung memilih investasi pada aset yang stabil, seperti properti atau bisnis yang sudah teruji.
Di sisi lain, gaya konsumsi Old Money tidak selalu mewah di permukaan. Dengan demikian, fokusnya lebih ke kualitas, bukan sekadar merek terkenal. Contohnya, memilih barang yang tahan lama, memiliki fungsi jelas, dan tidak cepat ketinggalan tren. Nilai seperti disiplin, kesabaran, dan perencanaan juga menjadi bagian penting dari pola hidup ini.
Cara Hidup New Money
Berbeda dengan itu, gaya hidup New Money sering terlihat lebih dinamis dan penuh eksplorasi. Selain itu, banyak orang di kategori ini tumbuh di era digital, sehingga terbiasa dengan tren, teknologi, dan peluang baru. Dengan demikian, wajar jika mereka lebih terbuka mencoba berbagai cara untuk menikmati hasil kerja, seperti travelling, pengalaman kuliner, atau gadget terbaru.
Di sisi lain, risiko yang mungkin muncul adalah kecenderungan untuk meningkatkan gaya hidup terlalu cepat. Karena itu, penting untuk menyeimbangkan pola konsumsi dengan kebiasaan menabung dan berinvestasi. Dengan begitu, kesuksesan yang baru diraih dapat bertahan lama, bukan hanya terasa sesaat.
Contoh Old Money dan New Money dalam Kehidupan Sehari-Hari
Dalam kehidupan sehari-hari, contoh Old Money dan New Money sebenarnya bisa ditemui dalam berbagai bentuk. Sebagai contoh, keluarga yang sejak dulu memiliki usaha, tanah, atau aset yang diwariskan dari generasi sebelumnya bisa mencerminkan pola Old Money, meskipun mungkin tidak selalu muncul di media.
Di sisi lain, New Money bisa terlihat pada generasi muda yang sukses membangun bisnis, menjadi profesional di perusahaan besar, atau berkembang di dunia kreatif. Dengan demikian, kedua konsep ini tidak eksklusif hanya untuk kalangan tertentu saja. Siapa pun yang mengelola uang dengan serius berpotensi membangun “Old Money versi keluarga sendiri” di masa depan.
Fenomena Old Money Lifestyle di Kalangan Gen Z
Belakangan ini, istilah old money lifestyle cukup populer di media sosial. Selain itu, banyak konten yang menampilkan gaya berpakaian simple, elegan, dan tidak terlalu mencolok. Dengan demikian, sebagian Gen Z melihat Old Money sebagai simbol ketenangan, kestabilan, dan kemandirian finansial yang ingin dicapai.
Di sisi lain, penting untuk membedakan antara gaya visual dan kondisi finansial sebenarnya. Karena itu, mengikuti gaya Old Money tidak harus berarti hidup serba mahal. Yang lebih penting adalah mengadopsi nilai positifnya, seperti hidup sesuai kemampuan, merencanakan masa depan, dan tidak mudah terpengaruh tekanan gengsi.
Pelajaran Pengelolaan Keuangan dari Old Money
Jika dilihat dari sisi keuangan, Old Money memberi beberapa pelajaran penting. Pertama, mereka cenderung mengutamakan keberlanjutan kekayaan, bukan hanya pencapaian sesaat. Selain itu, mereka fokus membangun aset yang bisa bertahan lama dan memberi manfaat jangka panjang, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.
Di sisi lain, Old Money juga mengajarkan pentingnya disiplin. Dengan demikian, kebiasaan mencatat pengeluaran, menyiapkan dana darurat, dan berinvestasi secara konsisten menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Pola pikir ini bisa diadaptasi siapa saja, bahkan jika saat ini masih berada di tahap awal perjalanan finansial.
Peran Produk Keuangan Modern Seperti Kartu Kredit Bank Mega
Di era sekarang, membangun “mindset Old Money” bisa didukung oleh produk keuangan modern. Sebagai contoh, Kartu Kredit Bank Mega dapat membantu mengatur pengeluaran dengan lebih terstruktur. Selain itu, adanya MPC Point dari setiap transaksi bisa dimanfaatkan untuk belanja di merchant CT Corp seperti Transmart, Metro, dan Coffee Bean sehingga pengeluaran lebih efisien.
Di sisi lain, penggunaan kartu kredit tetap perlu diimbangi dengan kedisiplinan. Karena itu, membayar tagihan tepat waktu, tidak melebihi limit yang sehat, dan memanfaatkan cicilan dengan bijak adalah kunci. Dengan demikian, kartu kredit dapat menjadi alat bantu pengelolaan cash flow, bukan sekadar sarana menambah gaya hidup.
Selain itu, layanan digital seperti aplikasi M-Smile dari Bank Mega memudahkan kamu memantau transaksi, membayar tagihan, dan mengatur keuangan harian. Dengan demikian, kamu bisa menerapkan pola pengelolaan keuangan yang lebih terencana, selaras dengan nilai “old money thinking” meskipun masih berada di tahap awal karier.
Old Money vs New Money: Mana yang Cocok untuk Gaya Hidupmu?
Pada akhirnya, perbandingan Old Money vs New Money bukan tentang memilih kubu. Selain itu, konsep ini bisa kamu jadikan bahan refleksi: apakah gaya hidup dan cara mengelola uangmu saat ini lebih dekat ke jangka pendek atau jangka panjang. Dengan demikian, kamu bisa menyesuaikan strategi keuangan sesuai tujuan hidup.
Di sisi lain, kamu tidak perlu berasal dari keluarga kaya untuk menerapkan prinsip Old Money. Karena itu, langkah sederhana seperti menabung rutin, berinvestasi, mengurangi impuls belanja, dan memanfaatkan produk keuangan secara cerdas sudah merupakan langkah awal yang tepat. Dengan dukungan layanan perbankan seperti Bank Mega, perjalanan membangun stabilitas keuangan jangka panjang bisa dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang produk dan layanan dari Bank Mega, kamu bisa kunjungi website kami, hubungi layanan pelanggan kami di 08041500010, atau bisa juga download aplikasi M-Smile yang tersedia di App Store dan Play Store untuk daftar dan apply Tabungan Bank Mega dan Kartu Kredit Bank Mega sekarang juga! Kamu juga bisa apply kartu kredit hanya 5 menit langsung di-approve lewat sini. Untuk data dan referensi terbaru, silakan kunjungi bankmega.com.
Bank Mega Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS
